
"Serena. " Sandi berucap dengan lirih namun masih bisa di dengar oleh tante Ayu.
"Kamu kenal sama Serena? "
"Mah, dia gadis itu mah."
"Maksud kamu. " Sandi menganggukkan kepalanya "Ah hha, mamah seneng banget kalau begini. Betul kamu bilang mamah gak akan menyesal dengan keputusan kamu."
Serena hanya terdiam dan menatap bingung dengan kedua orang yang berada dihadapannya. Sandi mengetahui raut wajah bingung dari Serena.
"Sini duduk Ser." ajak Sandi lirih.
Serena lalu tersadar dari pikirannya "Sandi kamu kenapa? "
"Im ok don't worry baby."
"Tapi mukamu."
"Kenapa?, kamu khawatir sama aku!"
Mamah yang menyaksikan hal itu memilih untuk meninggalkan mereka berdua disana.
Serena menjawab dengan pertanyaan "Apa ini ulah Morens? "
"Hm."
"Maaf. "
"Buat apa?" tanya Sandi lembut.
"Gara-gara aku, muka kamu jadi gak jelas gini."
"Aku anggep ini salam perkenalan dan tanda restu dari kakakmu."
"Tapi kamu jadi makin terlihat aneh sekarang. "
"Tapi kamu gak bakal ninggalin aku lagi kan."
"Ya tentulah, aku gak bakal."Serena tersenyum smirk.
"Makasih sayang, kamu masih mau terima aku."
"Ih siapa yang masih mau sama kamu, aku tadi bilang gak bakal nunda buat cari pria lain yang lebih tampan, lebih baik, lebih kaya darimu."
"Oh karena sekarang mukaku babak belur, trus kamu cari pacar baru gitu!"
"Eits tunggu dulu, kayaknya ada yang salah deh. Sejak kapan kita pacaran?, aku gak ngerasa pacaran sama kamu."
"Semenjak kamu terima ciuman aku waktu di mobil. "
"Anggep aja aku khilaf, Oh ya aku harus balik ke kantor." Serena berdiri bersiap untuk melangkah, namun Sandi menghentikan langkahnya.
"Tunggu Ser."
"Apa lagi?" Serena sudah benar-benar ingin pergi dari situ.
"Soal yang kemarin, aku benar-benar minta maaf. Aku khilaf, aku marah dan aku gak terima waktu kamu bilang akan benci sama aku selamanya. Aku gak mau kamu benci sama aku Ser." ucap Sandi sambil menggenggam tangan Serena.
__ADS_1
"Udah gak usah bahas itu lagi, aku udah maafin kamu. Dan soal perkataan ku, gak usah kamu pikirin. Karena itu semua hak kamu mau melakukan apa dan aku gak berhak menuntut sama kamu. Karena aku baru sadar bahwa aku bukan siapa-siapa kamu."
Sandi menggelengkan kepalanya
"Enggak Ser, kamu itu berarti buat aku. Aku udah ambil keputusan melepaskan Nita buat hidup mandiri. "
"Buat apa kamu ambil keputusan itu?, jangan ambil keputusan karena keadaan terpaksa. Kalau kamu emang gak rela buat ngelepasin dia, jangan lakukan itu. Jangan sampai kamu menyesal nanti, aku senang kita bisa berteman lagi."
"Aku bakal nyesel kalau aku gak ambil keputusan itu. Aku sayang kamu Ser. Please jangan pergi lagi. "
"Aku terima rasa sayang kamu sebagai sahabat, terima kasih. "
"Aku gak anggep kamu sebagai sahabat, aku sayang, aku cinta dan aku benar-benar mau jadikan kamu pendamping aku. Kenapa kamu masih ragu sama aku?, apa yang harus aku lakuin biar kamu percaya sama aku?"
"Aku cuma mau kamu pikirin lagi keputusan kamu."
"Aku udah pikirin ini matang-matang, dan aku yakin sama keputusan aku."
"Aku pamit." Serena melepaskan genggaman tangan Sandi dan langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan Sandi berkali-kali.
Saat di luar ruang inap, dia pun pamit pada tante Ayu.
"Kenapa susah banget sih buat dapetin kamu Ser. Aku benar-benar harus berusaha keras, belum lagi dengan kakakmu. Tapi aku gak akan nyerah buat dapetin kamu Ser, itu janji aku." ucap Sandi bermonolog.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Sementara itu di gedung RENS CORP
Tak lama seorang wanita masuk dan terdengar suara yang sangat mengemaskan.
"Daddy daddy olen. Ola dateng au mam tama daddy." ucap seorang anak perempuan berumur 1,5 tahun.
Pria itu membalikkan kursi kerjanya saat mendengar suara khas yang sangat dia kenal. Dia berdiri dan berjalan menghampiri anak itu.
"Sayangnya daddy, dateng sama siapa?" tanya Morens.
"Tama mommy." jawab Mora sambil melompat ke dalam gendongan Morens.
"Slow down baby, ntar datuh gimana toba. " jawab Morens dengan menirukan gaya bicara Mora.
"Endak datuh, kan tangkap daddy.'
"Bisa aja nih, Mommy mana?"
"Tuh di ual, agi tama onty Lena."
Saat Morens sedang bermain dengan Mora, Chintiya masuk.
"Hai dad." sapa Chintiya sambil mencium pipi Morens.
"Hm."
"Eh, kok hm doang. Gak suka aku dateng nih ceritanya. Ya udah aku pulang lagi, ayuk sayang kita pulang. Daddy gak mau ditemenin. " Chintiya pura-pura marah.
__ADS_1
"Eh, kok pulang lagi."
"Abis kayaknya kamu gak seneng kita dateng, mungkin kamu lagi tunggu orang lain ya."
"Mana ada, fitnah aja sih jadi orang. Aku kesel aja, soalnya kamu kalau dateng kesini pasti Rena yang pertama kali kamu datengin. "
"Ya elah, sama Rena aja kamu cemburu. Aku kan setiap hari ketemu sama kamu, kalau Rena paling sekarang aku cuma bisa ketemu dia kalau kesini, itupun gak pasti seminggu sekali."
"Ya aku iri aja, kayaknya aku sekarang di nomor sekiranya gitu. Kamu bosen ya sama aku mom. "
"Gak usah lebay, lagian kalau aku bosen aku udah cari brondong manis lagi. "
"Awas aja kalau sampe berani, itu brondong aku bikin gosong trus aku paking lalu aku kirim ke Zimbabwe biar kamu gak punya brondong lagi."
"Udah ah makin gak jelas kamu tuh. Kamu udah makan siang belum?"
"Belum." jawab Morens lemas dan bersandar di sofa.
Chintiya melihat jam dinding yang menunjukkan waktu pukul 14.30.
"Tuh kan kamu mah kebiasaan, kalau ada masalah pasti lupa deh sama makan. Untung aku kesini bawa makan siang buat kamu, aku yakin pasti kamu belum makan kan." omel Chintiya.
"Aduh ibu negara, mulai deh pidatonya." ucap Morens lirih tapi masih terdengar oleh Chintiya.
"Oh jadi aku ngomong kamu anggep aku lagi pidato. Iya!, kalau begitu mulai besok aku bakal mengheningkan cipta aja."Chintiya membuang muka dari Morens.
"Eh,, gak kok. Bukan gitu maksudnya, aduh nih mulut kalau ngomong suka gak disaring dulu deh."ucap Morens memarahi diri sendiri.
"Emangnya teh disaring."
"Teh mah dicelup sayang. " jawab Morens.
"Tuh kan, tuh kan malah nyautin. Nyebelin banget sih. " Chintiya memajukan bibirnya.
"Iya maaf mommy sayaaaang, jangan kaya gitu bibirnya ntar aku gigit nih."
"Trus cari kesempatan. "
Morens tertawa " Udah ah jangan ngambek. "
"Oh ya dad, aku mau tanya sesuatu sama kamu? "ucap Chintiya sambil membuka bekal yang dia bawa tadi.
"Tanya apa? " Morens sambil mulai memakan makanan itu.
"Apa kamu yang mukulin Sandi? "
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Met puasa akak sayang semuanya
TBC
LOVE U ALL MMUUAACCHH
__ADS_1
💖💖💖💖💖