Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 89


__ADS_3

Malam ini Tedy benar-benar menagih janji pada Serena untuk menemaninya makan malam.


Sebenarnya Serena sangat malas untuk pergi, tapi ini demi nama baik tempat usaha yang dia kelola.


Serena tidak mau, jika karena Serena menolak ajakan makan malam dari Tedy. Sehingga membuat pria itu tidak terima dan memberitakan image buruk tentang hotelnya, dan itu akan membuat pengunjung yang otomatis akan berkurang dan dia tidak mau sampai itu terjadi.


Jam menunjukkan pukul 7 malam, kini Serena tengah menunggu Tedy yang akan makan malam bersamanya. 10 menit Kemudian Tedy datang dan langsung menemui Serena.


"Maaf aku telat." ucap Tedy.


"Tidak apa, saya juga baru sampai. " jawab Serena dengan tersenyum tipis.


Tak lama kemudian, pelayan di restoran hotel itu menghampiri mereka untuk menanyakan apa yang akan mereka pesan.


Setelah memilih makanan, pelayan pun pergi dari hadapan mereka.


"Kamu cantik banget Ser." rayu Tedy.


"Makasih. " jawab Serena datar.


"Oh ya Ser, apa aku boleh tanya sesuatu? "


"Tanya apa?"


"Apa kamu sudah punya pasangan? "


"Kenapa tanya tentang itu?"


"Maaf kalau aku sedikit lancang. Tapi jujur sejak pertama aku ketemu kamu di mall itu, aku kepikiran kamu terus. Beruntung aku ketemu kamu lagi disini."


Serena hanya diam tidak menjawab perkataan dari Tedy, pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. Mereka makan saling diam, jujur Serena tidak nyaman dengan tatapan mata dari Tedy yang seperti sedang melihat mangsa di depannya.


Setelah selesai makan, Serena mulai bicara to the point.


"Apa anda sudah selesai?" tanya Serena pada Tedy.


"Iya sudah. Ada apa?"


"Kalau begitu saya harus segera pulang, karena saya masih ada urusan. Dan untuk pertanyaan anda, mohon maaf saya tidak bisa berkata apa-apa, karena itu sudah menyangkut privasi saya."


"Its ok, aku minta maaf udah bikin kamu gak nyaman."


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu."


"Kita sama-sama ke tempat parkir, kamu gak keberatan kan?"


Serena hanya menganggukkan kepalanya, lalu mereka berjalan beriringan menuju ke parkiran.


Saat di tengah jalan mereka bertemu dengan Sandi yang berjalan dengan Nita yang menggandeng lengan Sandi.


Sandi yang sudah 2 minggu ini sangat sulit menemui Serena merasa sangat senang dan tersenyum lebar, namun senyumnya sirna saat melihat Serena berjalan dengan pria lain.


Serena juga merasa terkejut dia bisa bertemu dengan Sandi disini, tapi dia berusaha bersikap biasa saja.


"Tedy." sapa Nita.


"Nit, kamu disini sekarang? " tanya Tedy pura-pura.


"Iya, aku kesini mau ketemu sama calon suamiku." ucap Nita manja.


"Oh ini calon suamimu!"


"Iya."


Serena yang mendengar pengakuan Nita merasakan sesak yang teramat di dadanya, terlebih melihat Sandi yang diam saja mendengar Nita bicara seperti itu. Hal itu menandakan bahwa yang dikatakan oleh Nita adalah benar, itu yang Serena pikir.


Berbeda dengan Sandi, karena sangat senang dapat bertemu dengan Serena disini, dia sampai tidak menghiraukan apapun lagi, dia juga tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Nita, selain pikiran dan pandangan yang tertuju pada Serena.

__ADS_1


"Maaf semuanya saya permisi. " ucap Serena mencoba untuk pergi.


Baru saja dia akan melangkah, seorang pegawai menghentikan langkahnya.


"Maaf bu Serena mengganggu sebentar, kebetulan ibu ada disini, saya harus melaporkan sesuatu yang penting pada ibu."


"Kalau begitu kita ke ruangan ku. "


Serena pergi meninggalkan mereka bertiga tanpa berpamitan lagi. Sandi hanya memperhatikan dengan ekor matanya saja. Setelah itu Tedy juga pergi dari situ dan menuju ke arah parkir.


Kini tinggal Sandi dan Nita, Nita menarik tangan Sandi berniat untuk melanjutkan niat mereka untuk menemui salah seorang klien dari Sandi. Namun Sandi menghentikan langkahnya dan menatap Nita.


"Ada apa San?"


"Lebih baik kamu pulang saja, aku ada urusan mendadak." ucap Sandi dingin.


"Tapi klienmu?"


"Mike yang akan mengurusnya. "


Sandi langsung pergi meninggalkan Nita yang masih berdiri di tempat. Nita hanya menatap punggung Sandi yang berjalan dengan tergesa-gesa, dia tidak berniat untuk mengejar Sandi.


Nita sudah tau kalau Sandi pasti akan menemui Serena dan memarahinya lalu memutuskan hubungan mereka karena melihat Serena habis makan malam dengan pria lain. Nita tersenyum sinis dan merasa puas bahwa rencananya berhasil.


Sementara Sandi terlihat berjalan menghampiri salah satu pegawai hotel tersebut.


"Maaf, apa ibu Serena bekerja disini?" tanya Sandi pada pegawai hotel itu.


"Ibu Serena itu direktur disini, dan dia juga yang bertanggung jawab di hotel ini sekarang. "


"Oh begitu. Terima kasih ya." ucap Sandi sambil memberikan 5 lembar uang kertas pecahan seratus ribu kepada pegawai tadi.


Setelah itu dia langsung mencari dimana ruangan direktur berada, dia yakin saat ini Serena masih berada di hotel ini. Karena tadi dia mendengar ada sesuatu yang penting yang harus Serena urus.


Setelah menemukan ruangan direktur, Sandi mengetuk pintu ruangan itu. Tak lama terdengar suara jawaban dari dalam.


Sandi masuk dengan perlahan dan mengunci pintu itu, disana dia melihat Serena sedang fokus melihat berkas yang di mejanya. Sampai dia tidak menyadari bahwa yang datang adalah Sandi.


"Ada apa?" tanya Serena tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas tadi.


Merasakan tidak ada jawaban dari pegawainya, mau tidak mau Serena mengangkat wajahnya. Dia terkejut bahwa Sandi berada disana, namun Serena hanya minim ekspresi.


"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Serena secara formal.


"Saya ingin menangkap seorang wanita. " jawab Sandi sambil berjalan mendekat ke Serena.


"Saya rasa anda salah tempat tuan, disini tidak ada orang yang anda maksud. "


Sandi berhenti tepat disamping kursi yang di duduki Serena.


"Kamu mau kabur lagi?, iya!" tanya Sandi.


"Kabur dari siapa?" aku gak merasa ada urusan apapun dengan seseorang. "


"Tapi urusan kita belum selesai. "


Serena bangun dari duduknya dan menatap tajam Sandi.


"Urusan kita yang mana?, kita gak pernah ada urusan apapun."


"Kamu harus jelasin siapa pria tadi?, trus tadi kalian habis ngapain?"


"Dia cuma temen aku, dan aku cuma makan malam sama dia."


"Aku gak suka kamu deket sama cowok lain."


"Apa hak kamu ngelarang aku!, aku gak boleh deket sama cowok lain sedangkan kamu bisa bebas deket sama cewek tadi."

__ADS_1


"Aku udah bilang sama kamu, aku gak ada hubungan apa-apa sama dia."


"Gak ada hubungan!, trus tadi cewek kamu bilang kalau kamu itu calon suaminya dan tadi juga kamu diem aja, kamu juga terima aja dia ngomong kaya gitu. "


"Aku udah bilang berkali-kali, calon istri yang aku mau itu cuma kamu."


"Oh ya, kamu pikir aku percaya."


"Kalau gitu aku akan bawa kamu ketemu sama ibu aku dan kita nikah sekarang juga."


"Aku gak sudi nikah sama cowok yang nyimpen cewek lain di rumahnya. "


"Ser, aku udah jelasin ke kamu bagaimana situasinya. " ucap Sandi merasa frustasi.


"Sekarang aku tanya sama kamu, gimana perasaan kamu kalau aku nyimpen cowok lain di rumah kita dengan alasan apapun. Sedangkan kamu tau kalau cowok itu menginginkan aku buat jadi miliknya. Kira-kira apa yang bakal kamu lakuin. " ucap Serena pelan.


"Aku pasti bakal suruh cowok itu pergi dari rumah kita."


"Lalu apa bedanya dengan situasi yang sekarang? "


"Ser, please ngerti aku. Jangan egois. " ucap Sandi dengan nada meninggi.


"Kamu bilang aku egois, trus kamu sendiri gimana?. Kamu minta aku ngerti, tapi kamu gak mau ngerti perasaan aku. Aku sesak San, kalau setiap hari harus liat cewek itu manja sama kamu. Aku gak bisa San, kenapa kamu gak mau tau perasaan aku." bentak Serena diiringi dengan tangisan.


"Jangan nangis Ser, maaf. Aku gak bermaksud kaya gitu." Sandi mencoba memeluk Serena, namun ditepis oleh Serena.


"Gak usah sentuh aku, kalau kamu masih gak bisa lepasin dia, mending kamu lepas aku aja." Serena menangis bertambah keras.


"Ser. Jangan keras kepala. " Sandi membentak Serena.


"Ya. Aku emang keras kepala, aku egois, aku gak bisa ngerti kamu, aku yang jahat dan aku juga benci sama kamu. Aku em....emmmpphh. " Serena berhenti berkata karena Sandi menciumnya dengan kasar.


Serena memberontak dengan memukul dada Sandi dengan sekuat tenaga sambil kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, dia sangat tidak mau di sentuh oleh Sandi saat ini.


Sandi yang mendapat perlawanan dari Serena, semakin bertambah kesal. Dia menggendong Serena ala bridal style sambil terus mencium Serena.


Sandi mendudukkan dirinya di sofa, dan dia meletakkan Serena di sandaran sofa. Serena menggigit bibir Sandi dan berhasil menghentikan ciuman itu.


Serena menatap tajam dan penuh kebencian pada Sandi.


"Kamu brengsek, aku benci sama kamu." ucap Serena dengan nafas yang naik turun.


Sandi tidak suka mendengar perkataan Serena, dia yang masih merasa kesal kembali mencium bibir Serena dengan buas dan kali ini Sandi lebih menuntut. Dia menjelajah leher dan dada Serena, Serena terus saja mengumpat Sandi namun tidak dihiraukan oleh Sandi yang sedang diliputi amarah.


Kini tangan Sandi sudah semakin menjalar ke daerah paha dan mulai menyingkap gaun yang membuat Serena makin terlihat cantik malam ini.


"Kamu tau, kamu terlihat cantik malam ini. Dan aku gak suka cowok lain menikmati kecantikan kamu, karena kamu itu milikku." ucap Sandi dengan lirih sambil tersenyum sinis dan dia kembali mencumbu Serena. Dia sudah sangat kehilangan akal saat ini.


"Sandi jangan, aku minta jangan. "


ucap Serena saat tangan Sandi sudah mulai menjelajah daerah rawan bencana.


"Sandi. Kalau kamu lakuin itu, aku bakal benar-benar benci sama kamu. Sandi ja..."


Sandi ******* bibir Serena lagi, agar Serena berhenti bicara. Sebagai upaya terakhir menghentikan Sandi, Serena menendang anak asuh Sandi. Usaha ini berhasil dan Sandi menghentikan aksinya.


Udah ah lanjut besok, pegel nih jempolnya. 1512 kata buat kalian, jadi otor minta pajaknya lewat like, komen dan VOTE nya ya biar jempol otor gak bengkak sia-sia.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


TBC


LOVE U ALL MMUUAACCHH

__ADS_1


💖💖💖💖💖


__ADS_2