Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 102


__ADS_3

LIKE LIKE LIKE dan VOTE VOTE VOTE...


Dukung aku terus ya akak.


Sekali lagi mangap kalau upnya telat. Maapken hamba ya pembaca setia.


...****************...


...****************...


Malam harinya Rena tengah merebahkan dirinya di sofa sambil menonton acara kesukaannya.


Saat matanya hampir saja terpejam, Rena mendengar suara ketukan pintu. Dengan mata yang sedikit terpejam, Rena berjalan dan membuka pintu.


Rena terdiam terpaku di depan pintu, kala melihat siapa tamu yang datang. Rena mencoba untuk bersabar menghadapi makhluk yang satu ini.


"Cari siapa?" tanya Rena datar.


"Aku mau ngomong."


"Ya udah ngomong aja, tapi ngomongnya di luar aja."


Namun Roby malah menarik Rena masuk dan mengunci pintu dari dalam, Rena sudah tidak heran dengan tingkah Roby yang terkesan memaksa.


"Ayo cepat mau ngomong apa, aku ngantuk mau tidur." ucap Rena ketus.


"Maaf untuk yang tadi siang, tapi itu semua gak sepenuhnya seperti yang kamu lihat."


"Terus."


"Aku gak mau kamu mikir yang macem-macem."


"Terus."


Roby memicingkan matanya melihat reaksi Rena yang hanya menjawab dengan satu kata.


"Udah, itu aja yang mau kamu omongin." tanya Rena.


"IYA."


"Ya udah kalau gitu kamu boleh pulang."


Namun Roby masih bergeming di tempat, dia tetap duduk di sofa tak beranjak kemana-mana.


Rena yang sudah sangat lelah, malas untuk berdebat. Akhirnya Rena memilih untuk pergi ke kamar dan berniat untuk istirahat.


Terserah Roby mau melakukan apapun di rumahnya, percuma berdebat dengan Roby yang nota bene memiliki watak keras kepala.

__ADS_1


Baru saja Rena melangkah, Roby menarik Rena dengan kencang hingga tubuh Rena menabrak tubuh Roby. Roby langsung mencekal kedua tangan Rena ke belakang tubuh Rena dan Roby menatap Rena dengan tajam.


"Kamu harus tau, Gaby itu orang yang pernah berjasa di hidupku. Tapi aku sama dia itu gak ada hubungan apa-apa. Mengenai keberadaan dia diaini, aku belum bisa cerita ke kamu sekarang.


Karena aku harus memastikan sesuatu terlebih dahulu, dan kalau waktunya tepat, aku pasti ceritain semua ke kamu.


Sekali lagi aku minta maaf sama kamu soal kejadian tadi siang, itu semua hanya sebuah kamuflase. Aku harap kamu ngerti." Roby menjelaskan kegelisahannya.


"Terus maksud kamu apa ngomong ini semu ke aku?. Dengar ya Roby, aku gak mau tau cewek itu siapa?, aku juga gak peduli apa yang kamu lakukan?, aku juga gak ada urusan sama semua kelakuan kamu.


Entah itu hanya sebuah kamuflase atau realita, aku benar-benar gak peduli. Aku juga minta kamu ngerti sama semua itu." jawab Rena dengan tenang.


Roby tersenyum smirk


"Aku tau semua yang kamu ucapin barusan itu adalah cuma pengalihan atas kekecewaan kamu sama aku kan."


"Terserah kamu mau bilang apa, yang jelas sekarang aku udah gak mau denger apapun dari kamu dan apapun soal kamu."


"Kamu yakin?, gak lama lagi aku bakal balik ke LA untuk jangka waktu yang lama. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan, dan aku belum tau kapan aku kembali ke sini."


Rena tersenyum mengejek


"Wah bagus dong. Berarti aku gak harus ketemu kamu lagi, aku juga gak perlu liat adegan absurd lagi, dan aku bisa bebas lakuin apapun lagi."


"Apa segitunya kamu benci sama aku?"tanya Roby lirih.


Roby menyeringai "Tapi aku mau, dan aku bakal bikin kamu selamanya tersangkut sama aku."


"Maksud ka,,,,"


Ucapan Rena terhenti karena Roby yang lebih dulu membenamkan bibirnya di bibir Rena, Rena yang terkejut hanya diam mematung.


Rena baru tersadar saat Roby mulai menciumi leher jenjang Rena, serta tangannya yang mulai menjelajah tubuh Rena.


"Roby, kamu ngapain?. Lepas gak!" teriak Rena, namun Roby tidak menghiraukannya.


Roby malah semakin aktif setiap sudut tubuh Rena, dan kini dia tengah menikmati gundukan kenyal yang masih original dan belum terjamah warga lain.


"Roby brengsek kamu, Lepasin aku."


maki Rena sambil mencakar lengan Roby.


Roby yang tersulut emosinya, merobek paksa baju Rena dan mengangkat tubuh Rena ke kamar.


Begitu sampai di kamar, Roby menjatuhkan Rena di ranjang.


"Aku gak akan lepasin kamu malam ini dan untuk selamanya."

__ADS_1


Setelah itu Roby membuka pakaiannya dan membuka ikat pinggangnya. Dia juga merobek lagi Bra Rena, hingga menampilkan bukit nan asri dan sejuk. Roby menelan salivanya dengan susah payah.


Memang Roby sudah beberapa kali melakukan itu saat masih di LA, dan disana dia belum pernah menemukan gadis yang benar-benar masih tersegel rapat.


Roby kembali mencumbu Rena dengan buas, seakan dia mengatakan kamu itu cuma punya aku dan aku akan merindukan tubuhmu lagi nanti.


Rena berteriak dengan sedikit terisak saat Roby melucuti sisa pakaian yang menutupi medan perangnya itu.


"Jangan Roby, please aku minta jangan. Kamu boleh marah sama aku, tapi jangan kaya gini Roby."


Sebenarnya Roby tidak tega melihat Rena seperti itu, tapi dia harus melakukan ini agar Rena terus terikat padanya dan tidak bisa pergi ke pria lain. Karena Roby yakin, setelah ini pasti Rena tidak akan mau di dekati pria lain lagi.


Rena pasti merasa dirinya sudah kotor dan tidak percaya diri lagi untuk berhubungan dengan pria lain, dan itu artinya hanya Roby saja yang akan terpaut pada Rena.


Karena Roby berniat, jika urusannya sudah selesai, dia akan meminta Rena untuk bersamanya. Ini adalah cara satu-satunya supaya Rena tidak akan bersama pria lain selagi dia membereskan segala urusannya.


Roby membuka paha Rena dan dia mengeluarkan peliharaannya untuk memasuki sangkar barunya. Roby melakukan itu dengan sangat perlahan dan lembut, dia tidak mau lebih menyakiti Rena lagi.


Rena sudah pasrah dengan keadaannya, dia hanya mengeluarkan air matanya tanpa ada suara lagi. Dia sudah lelah menghadapi Roby.


Roby memacu gerakannya semakin cepat sambil sesekali menghapus air mata Rena, saat Roby sudah hampir mencapai puncaknya. Dia semakin mempercepat gerakannya dan dia semakin menekan peliharaannya ke dalam sangkar.


Roby menciumi wajah Rena dengan kasih sayang, sambil tetap dalam penyatuan.


"Maafkan aku, cuma ini caranya supaya kamu gak pergi dari aku.


Aku janji, aku gak akan biarin kamu sendirian.


Tunggu aku, apapun yang terjadi sama kamu aku pasti jemput kamu. Percaya sama aku, LOVE U RENA."


Rena hanya terdiam dengan tatapan kosong, dia tidak berkata apapun. Bahkan posisinya masih sama seperti saat Roby menjatuhkannya di ranjang.


Roby turun dari tubuh Rena, lalu dia merebahkan diri di samping Rena dan memeluknya dengan erat.


"Istirahatlah, aku akan menemanimu disini." ucap Roby sambil menciumi pucuk kepala Rena, dan menyelimuti tubuh mereka berdua.


Akhirnya karena lelah, merekapun tertidur. Aku juga berhenti menulisnya karena jariku juga lelah


😀😀😀😀


Sengaja up malem, karena part-nya ada adegan horornya.


Takut pada histeris terus minum deh karena haus.


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH

__ADS_1


💜💜💜💜


__ADS_2