Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 28


__ADS_3

Yuhuuu balik lagi sama akyu, maaf baru sempat up. Karena aku yang sudah back to the office setelah kemarin cuti plus ditambah baby yang sudah mulai aktif dan menemani si sulung proses daring, jadi ya gini upnya sesuka hati ✌️✌️ jangan bosen nunggu cerita akyu ya.


Ok deh yuk capcus...


❤❤❤❤❤


"Sweety" Morens memanggil Chintiya


"Hmm" jawab Chintiya santai sambil tetap mengaduk adonan kue


"Nengok dulu dong" ucap Morens yang sedang duduk di kursi makan.


"Apa sih, ganggu aja. Ntar adonannya ga bagus nih"


"Abis aku dari tadi di anggurin"


"Trus maunya dinina boboin gitu"


"Iya, aku maunya dielus-elus sama kamu"


Morens bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah dapur lalu memeluk Chintiya dari belakang, Chintiya yang terkejut langsung berteriak sambil mengelus dadanya seraya berkata. "Bangun bangun makan nasi pakai garam, asin"


"Idih alay banget sih"


"Sama kamu doang deh aku alainya"


"Hei kamu tuh ya, muka sangar hati pink" Chintiya mengejek sambil terus membuat kue.


"Tapi hati pink ❤❤ ini cuma buat kamu"


"Alah receh, udah deh sebenarnya kamu mau ngapain ke dapur?, kalau cuma mau ganggu mending kamu ke taman samping potong rumput kek atau bersihin kolam ikan gitu"


Morens tertawa terbahak-bahak "Wow wow wow nona kamu nyuruh aku, aku boss kamu loh"


"Ya kan jarang-jarang boss suruh gunting rumput" Chintiya tersenyum tipis


"Tapi nanti kalau aku keringetan, debu nempel di wajah aku terus aku ga ganteng lagi gimana. Kamu pasti nyesel deh"


"Aduh gustiiii, jadi ga mau nih. Ga masalah tapi seminggu makan siang sendiri ya".


"Loh, mang aku bilang ga mau"


"Jadi!!" Chintya berucap ketus

__ADS_1


"Siap laksanakan perintah ndoro Baginda putri"


1 jam kemudian kue buatan Chintiya sudah matang, lalu dia menghampiri Morens yang sedang serius membersihkan kolam ikan. Dia berdiri di belakang Morens sambil membawa segelas jus jeruk.


"Sayang apa masih lama?"Chintiya bertanya


"Hah, kau bilang apa tadi?"


"Aku bilang, apa kau masih lama!!"


"Bukan yang itu"


"Lalu yang mana?"


"Itu tadi kau panggil aku apa?"


"Sayang"


"Aduh aduh dadaku" Morens menarik sebelah tangan Chintya untuk menyentuh dadanya


"Morens kau kenapa?" Chintya panik


"Tiba-tiba dadaku berdetak kencang sekali"


"Memangnya ada apa?, kau jangan membuatku takut" Chintiya bertambah panik melihat ekspresi wajah Morens yang seperti kesakitan.


Sontak saja Chintiya langsung menjewer lengan Morens dengan sebelah tangannya.


"Morens kau!!, itu tidak lucu. Sudah minum ini setelah selesai segera bersihkan tubuhmu nanti mommy terlalu lama menunggu kita" Chintiya ingin beranjak pergi, namun Morens menahan Chintiya lebih dulu dengan mendekapnya.


"Hei, nona kau ini benar-benar tidak bisa di ajak romantis. Harusnya kau senang karena banyak wanita yang lain yang ingin aku perlakukan dengan romantis".


"Itu bukan romantis, itu lebay. Lagipula aku jadi tau sekarang, kau sering merayu wanita lain dengan gombalan anehmu itu kan".


"Kira-kira seperti itu" goda Morens


"Kau teruskan saja rayuanmu itu pada mereka, tapi setelah itu aku akan memblokir rumahku supaya kau tidak bisa datang" Chintiya mengerucutkan bibirnya.


"Ulala kau cemburu ya, uh manisnya jadi gemes deh, gigit ya sedikit aja" Morens menaik turunkan alisnya.


"Ih untuk apa cemburu, buang-buang energi. Sudah cepat selesaikan, aku mau siap-siap dulu"


Chintya langsung bergegas pergi, karena sebenarnya dari tadi dia menahan gejolak antara tersipu, malu, dan kesal karena Morens terus merayunya. Dia masuk ke kamar dengan tersenyum dan memegangi dadanya.

__ADS_1


"Aduh jantungku, kau jangan melompat lompat. Nanti kau jatuh, aku tidak bisa jatuh lagi. Karena aku sudah jatuh hati pada BOSS GILA KU"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


2 jam kemudian mereka telah sampai ke mansion milik Daddy Richard. Kali ini mereka tidak pergi ke kediaman Daddy Richard, melainkan mereka menuju ke mansion yang hanya ditempati saat mommy Lexi dan daddy Richard berlibur.


Mereka tidak ingin menempati mansion tersebut, karena menurut mereka mansion itu terlalu luas kalau hanya dihuni oleh mommy Lexi dan Daddy Richard. Karena setelah Morens memegang perusahaan dia tinggal sendiri dan adik perempuan Morens saat ini sedang kuliah di Jerman.


Sesaat setelah mobil Morens berhenti di halaman mansion, Chintiya nampak tercengang dan terkagum-kagum dengan mansion tersebut karena ukuran yang sangat luas dan memiliki arsitektur yang unik. Bangunan yang memiliki 3 kamar utama, 2 kamar tidur, kolam renang minimalis, tempat ibadah yang cantik dan sebuah gazebo yang terbuat dari kayu jati serta dikelilingi dengan aneka tanaman merambat membuat mansion ini terlihat indah dan asri. Juga terdapat 1 bangunan terpisah yang digunakan untuk para pekerja di mansion.


"Sweety ayo turun" ajak Morens, karena dari tadi dia melihat Chintiya diam saja duduk di mobil.


"Morens, kita dimana?" tanya Chintiya sedikit takut karna dia belum tahu ini dimana.


"Ini mansion milik daddy, mereka memang jarang kesini. Kecuali mereka sedang berlibur"


Lalu Morens dan Chintiya masuk kedalam dan langsung disambut oleh mommy Lexi.


"Selamat datang sayang, bagaimana kabarmu?"


"Aku baik tante"


"Hei hei hei, aku sudah pernah bilang bukan jangan panggil aku tante, panggil mommy, karena sebentar lagi kau akan menjadi anakku"


"Iya mom aku lupa, dimana daddy?


"Aku disini sayang, kalian baru tiba?" ucap Richard yang baru datang dari arah belakang.


"Iya dad, oh ya aku tidak menyangka daddy memiliki mansion yang sangat cantik"


"Anggap saja seperti rumahmu sendiri girl, kalau begitu ayo kita ke dalam" ajak mommy Lexi.


"Wow, tidak ada yang menyapaku?" Ucap Morens yang sedari tadi hanya memperhatikan percakapan mereka bertiga.


"Untuk apa kami menyapamu, kau sudah terlihat tua. Kami bosan melihatmu" ejek mommy Lexi


"Aku belum tua mom, aku masih tampan Chintiya saja tergila-gila padaku"


"Ya kau memang tampan tapi kau hampir kadaluarsa, lihatlah Chintiya masih sangat fress. Mungkin dia mau menerima mu karena kasihan padamu"


"Mom apa maksudmu kadaluarsa, aku dan Chintiya hanya berbeda 4 tahun"


"Maka dari itu, umur kalian tidak terlalu jauh, tapi wajahmu membosankan. Sudahlah mommy malas berdebat denganmu" mereka lalu meninggalkan Morens sendiri.

__ADS_1


"Ya tuhan, aku tersisih. Mommy aku ini anakmu" teriak Morens sambil berjalan mengikuti mereka.


Setelah berbicara panjang lebar dan tidak ketinggalan perdebatan antara ibu dan anak itu, akhirnya disepakati pernikahan mereka akan di laksanakan 2 bulan ke depan, Chintiya hanya mengikuti keputusan Morens dan keluarganya selama itu baik. Dia hanya meminta pernikahan di langsungkan di Indonesia dan tidak terlalu mewah karena sebelumnya mommy ingin melaksanakan pesta pernikahan di Amerika namun akhirnya semua sepakat pesta dilakukan di Indonesia 2 bulan ke depan, untuk konsep diserahkan kepada Chintiya dan mereka hanya mengikuti.


__ADS_2