Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 22


__ADS_3

Dari hari kemarin Mora menginap dirumah orang tuanya, dia memang sengaja memilih menginap disana agar Xander tidak bisa terus mengikutinya.


Mora keluar dari kamarnya dengan penampilannya yang sudah sangat cantik, dia sedang menunggu orang yang akan datang untuk menjemputnya.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Morens saat melihat Mora keluar dari kamarnya.


"Aku ada acara dengan tuan Mark Lincoln." jawab Mora seraya duduk di sofa keluarga.


"Siapa itu Mark Lincoln?, kayanya daddy pernah dengar nama itu!" sejenak Morens mencoba mengingat nama itu.


"Mark Lincoln, Grid Construction."


"Grid!, perusahaan konstruksi dari Jerman yang terkenal itu."


"Hm."


"Trus kamu pergi sama siapa kesana?, sama asisten kamu itu!. Siapa namanya X-men."


Mora menggelengkan kepalanya "Ntar ada orang suruhan tuan Mark yang datang menjemput." jawab Mora malas.


Morens mengerutkan keningnya "Kok bisa?, setau daddy. Tuan Mark itu jarang sekali menampakan dirinya di depan umum bahkan dengan para kolega bisnisnya. Dia selalu melimpahkan semua urusan pada pegawainya, jangan-jangan dia punya niat lain. Kamu harus hati-hati sayang."


Mora menghela nafas panjang "I know dad, karena itu aku mau minta tolong sama daddy."


"Tolong apa sayang?, sebenarnya ada urusan apa kamu sama dia?" tanya Morens yang mulai khawatir.


"Aku akan cerita ke daddy nanti, sekarang udah gak ada waktu, karena sebentar lagi orang suruhannya pasti datang."


Morens berdecak "Ok sayang, kamu mau minta bantuan apa?"


"Tapi aku minta jangan cerita ke mommy ya, Mora gak mau mommy jadi cemas."


"Pasti sayang."


"Jadi begini, aku minta satu atau dua orang suruhan daddy buat jadi pengawal bayangan aku, tugas mereka hanya mengikuti dan memantau pergerakan aku. Aku yakin ada sesuatu yang direncanakan Mark sama aku, kalau sampai jam 12 aku gak ada kabar, daddy bisa tanyakan sama pengawal bayangan itu dimana aku berada dan kirim bantuan untuk aku."


"Apa perlu sampai seperti itu?"


"Mora rasa iya."


"Kalau begitu kamu harus hati-hati sayang, atau kalau perlu daddy ikut aja."

__ADS_1


"Gak usah dad, dia pasti curiga nanti. Daddy jangan khawatir, daddy gak lupa kan siapa Mora!"


"Daddy paling benci mengatakan ini, tapi daddy percaya sama kamu."


"Thanks dad."


Tak lama pelayan di rumah Morens memberi tau bahwa mobil yang menjemput Mora sudah datang, Mora bangun dari duduknya dan mulai melangkah keluar.


"Tunggu sayang." Morens menghentikan langkah Mora.


"Kenapa dad?"


Morens pergi ke ruang kerjanya dan tak lama kemudian dia kembali lagi dengan membawa sesuatu lalu dia berikan pada Mora.


"Bawa ini." Morens melempar sebuah benda berbentuk seperti cincin yang berbentuk sebuah bulan kepada Mora.


Mora menangkapnya dengan sigap "What's This?"


"GPS, pakailah."


"Ok."


Mereka tiba di gedung tempat acara berlangsung setelah 60 menit menempuh perjalanan yang lumayan padat.


Mora berjalan dengan sangat anggun, dia disambut dengan pelayanan terbaik Mora dibawa ke sebuah ruangan khusus dimana disana Mark sudah menunggunya.


"Selamat datang nona Mora Hadinata." Sapa Mark seraya meraih tangan Mora dan menciumnya.


"Terima kasih tuan Mark, saya rasa ini terlalu berlebihan buat saya."


"Ini belum seberapa nona, anda berhak menerima semua ini. Karena anda begitu istimewa." puji Mark dengan tatapan intensnya pada Mora sejak pertama kali Mora datang.


"Oh, aku begitu tersanjung. Tak disangka tuan Mark begitu lihai merangkai kata-kata indah untuk para gadis." ucap Mora dengan senyuman manis namun penuh dengan makna.


"Saya bukan seorang pujangga yang merangkai kata-kata indah, saya hanya bicara jujur dari lubuk hati saya." Mark membela dirinya dari sindiran Mora.


Mora menganggukan kepalanya "Bisa kita mulai acaranya sekarang tuan Mark?"


"Tentu nona, karena saya memang sengaja menunggu anda." jawabnya seraya mengulurkan telapak tangannya, pertanda ajakan untuk jalan beriringan dengannya.


Mora mengerutkan keningnya, namun Mora tidak membalas ucapan Mark. Dia hanya menerima uluran tangan itu, Mora ingin tau apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh Mark ini.

__ADS_1


Begitu mereka keluar, sebuah lampu sorot langsung mengarah pada mereka. Mereka nampak seperti sepasang kekasih yang sangat bahagia tengah berjalan bersama.


Awalnya Mora ingin duduk di kursi tamu yang sudah disiapkan pihak acara, namun Mark menahan tangan Mora dan melarangnya untuk duduk.


Mark menggenggam tangan Mora dengan erat, dan dia membawa Mora naik ke atas podium bersamanya. Tak lupa juga, banyaknya para awak media disana tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


Karena seperti yang publik tau, bahwa seorang Mark Lincoln sangat susah untuk ditemui, dia juga tidak suka jika kehidupan pribadinya di ekspos ke publik. Namun kali ini, secara terang-terangan Mark tampil ke depan publik dengan serta membawa seorang gadis di sebelahnya.


"Selamat Malam semua." sapa Mark membuka pidato sesaatnya.


"Saya sangat berterima kasih kepada kalian semua karena sudah bersedia hadir di acara pembukaan kantor cabang saya yang ke 120 ini.


Hari ini juga bertepatan dengan hari jadi saya yang ke 36, dan pada ulang tahun saya kali ini, saya merasa sangat bahagia karena saya akan memberitaukan sebuah pengumuman yang sangat penting untuk hidup saya kelak.


Saya akan memperkenalkan seorang wanita cantik dan pintar yang ada disamping saya ini, saya yakin banyak diantara kalian yang sudah mengenal siapa wanita cantik ini. Ya, dia adalah nona Zimora Rachael Hadinata yang tak lain adalah calon istri saya." ucap Mark dengan lantang.


Atas ucapan Mark ini, seluruh tamu undangan sontak heboh. Banyak yang memberikan selamat padanya, karena mereka melihat bahwa Mark dan Mora adalah pasangan yang sangat serasi.


Namun banyak juga yang tidak terima karena merasa kecewa dan patah hati atas Mark ataupun Mora. Banyak wanita dan pria disana yang sudah lama sangat mengidolakan kedua orang ini, sehingga begitu Mark mengumumkan berita ini mereka semua merasa iri dan juga kesal.


Mora menengok ke arah Mark yang masih setia menunjukan senyum manisnya kepada para tamu undangan.


"Kau sungguh pria berbakat dalam akting tuan Mark, aku sangat terkesima dengan akting anda."ucap Mora berbisik di telinga Mark.


" Terima kasih atas pujiannya, tapi sayangnya saya tidak sedang berakting. Karena saya memang serius dengan ucapan saya Nona Mora." seringai Mark yang melihat ke arah Mora yang sedang menatapnya tajam.


"Kau benar-benar licik." umpat Mora.


"Kamu benar, karena untuk mendapatkan anda, saya memang harus menggunakan cara licik."


"Tapi anda harus ingat, saya juga tak kalah licik dari anda tuan Mark Lincoln."


......................


......................


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2