Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 39


__ADS_3

Di kediaman HADINATA


"Assalamualaikum"


"Walaikumsalam, cantik"


"Bagaimana malammu?" mommy Lexi to the point. Mereka masuk ke ruang tamu tanpa menghiraukan keberadaan Morens yang sedari tadi memasang wajah masamnya


"Emm, itu..." ucap Chintiya menggantung


"Hei kalian" sela Morens sambil berkacak pinggang. Sontak Cynthia dan mommy Lexi menoleh


"Ada apa pengantin tua?" mommy menatap tajam


"Apa kalian enggak liat aku?, apa aku ini makhluk abstrak tak kasat mata?, kalian gak ada yang tanya gimana kabarku?"


"Oh, kamu mau di sapa?" mommy meledek


"Tentu saja, sebenarnya aku ini anakmu bukan?"


"Entahlah, mommy juga jadi ragu. Karena tingkah absurd dan gila mu itu, benarkan sayang?" tanya mommy ke Chintiya


Chintya mengangguk dengan senyum tipis dan melirik ke arah Morens.


"Oh God, aku juga ragu kenapa aku bisa punya ibu yang ucapannya narsis level akut"


"Dasar anak kurang bener, akan mommy masukan lagi kamu ke perut mommy"


hahahaha, sudahlah mom. Aku mau ngajak Chintiya ke kamar?" Morens sudah menarik tangan Chintya


"Stop, kenapa ngajak Chintiya ke kamar?"


"Untuk beristirahat mom, aku gak mau mommy membuat dia lelah"


"WHAT, apa mommy enggak salah dengar. Yang membuat istrimu lelah itu kau. Apa kamu gak liat Chintiya terlihat pucat, lemas tidak bertenaga, kau pasti mengganggunya dan mengajaknya lembur kan"


"No mom, Chintiya dengan suka rela datang padaku dan merayuku mom"


"Oh really" mommy menatap mengejek Morens


"Yes mom, jadi aku hanya mengabulkan keinginannya"


"Oh kalau begitu, malam ini Chintiya tidur dengan mommy agar dia tidak bisa merayumu"


"Oh itu enggak perlu, aku masih bisa menaklukkan macan betina yang satu ini" Morens melirik Chintiya, namun Chintiya hanya melotot ke arah Morens tanpa bicara, dia sedang malas berdebat karena yang diinginkan hanya ingin segera beristirahat


"Bocah tengil, udah enggak usah sungkan mommy dengan senang hati membantu anak mommy yang sudah hampir expired"


"Tapi mom..." belum sempat Morens bicara dari arah tangga datang sang adik yang ceria dan super menyebalkan menghampiri mereka

__ADS_1


"Hai sister" sapa Serena


"Oh datang lagi pengganggu, lengkap sudah. Ok fix aku mengalah"batin Morens


"Kalian teruskan saja, tidak usah pedulikan aku" Morens langsung beranjak pergi ke kamarnya


"Wuhu, pengantin tua ngambek" ejek mommy


"Yo, sister kita bersenang-senang malam ini" ajak Serena pada Chintiya sambil melirik Morens


"WHATEVER" Morens menjawab malas


Benar saja mereka bertiga berbincang, bersenda gurau tanpa memperdulikan seseorang yang sudah sangat gelisah menanti selimut hidupnya yang tak kunjung kembali ke kamar. Hingga tak terasa waktu menunjukkan jam 1 dini hari.


"Mom, sudah ya. Aku ingin kembali ke kamar, ini sudah larut malam" Ucap Chintiya


"Kau benar sayang, kembalilah ke kamarmu untuk istirahat dan temani bayi besarmu yang aneh itu"


Chintya terkekeh dan menganggukkan kepalanya.


"Kak, berhati-hati dia pasti akan menghukummu karena sudah meninggalkannya"


"Itu sudah pasti" Chintiya menghembuskan nafasnya perlahan, dia sudah tau apa yang akan dilakukan Morens untuk menghukumnya dan dia harus bersiap untuk itu.


Saat tiba di depan pintu kamar, Chintiya menarik nafas panjang terlebih dahulu sebelum membuka pintu, dia membuka dengan perlahan berharap sang singa jantan sudah tertidur. Begitu melihat di ranjang, disana terlihat seorang yang sudah meringkuk memeluk guling membelakangi arah pintu sudah dalam keadaan tentram dan damai.


Chintya menghembuskan nafas panjang, merasa lega karena melihat sang predator sudah terlelap.


Dia naik ke atas ranjang secara perlahan, agar tak menimbulkan getaran yang bisa membangunkan si predator. Kemudian dia merebahkan tubuhnya di ranjang dengan membelakangi sang suami. Baru saja dia mulai terlelap, dia dikagetkan dengan tangan yang tiba-tiba meremas dadanya dengan lembut.


"Awwww" sentak Chintiya


"Ssttt, jangan berisik sweety"


"Kau mengagetkanku Morens, kupikir sudah tidur"


"Jangan harap aku mau lepasin kamu begitu aja, oh tidak nona aku akan menghukummu sampai kamu meminta untuk terus aku gendong"


Chintya terbelalak mendengar ancaman Morens, dia membayangkan Morens tidak akan membiarkan dia tidur dengan tentram damai aman dan sentosa.


"Eh... Ampun yang mulia, beri aku pengampunan. Aku mau mengajukan somasi"


"Hahahaha, aku akan memberimu somay. Tapi tidak somasi"


Benar saja malam ini Morens benar-benar melahap habis Chintiya di ranjang, pindah di bathtub, lanjut di sofa kemudian di walk in closet. Ketika pagi menjelang siang Morens ingin mengulangi sekali lagi. Chintya langsung melambai pertanda menyerah.


"Oh stop Morens, kamu mau aku pingsan disini. Jika mommy tau dia pasti akan membiarkanmu kopi pagi ditambah dengan siraman rohani plus kultum ditambah dengan pesantren kilat ala mommy"


Morens nampak berpikir, kemudian

__ADS_1


"Baiklah karena kamu sudah melambai ke kamera, aku stop untuk siang ini. Tapi tidak tau dengan nanti malam"


Morens menyeringai


"Oh ya Tuhan" Chintiya menggeleng pasrah.


Esok hari mereka sudah tinggal di rumah Morens, mereka kembali beraktivitas seperti biasa. Morens hanya memperkerjakan 2 orang satpam yang berjaga bergilir, seorang supir, seorang tukang kebun dan seorang ART yang bekerja hanya sampai sore hari, terkecuali pak Diman sang supir yang tinggal disana untuk membantu Chintiya bila ada yang dibutuhkan. Pak Diman adalah seorang duda beranak satu yang berusia 58 tahun, anaknya perempuan berumur 17 tahun yang sekarang tinggal dengan sang nenek di desa.


"Sayang, kamu mau pergi kemana hari ini?" tanya Morens kepada sang istri yang tengah menyiapkan sarapan


"Enggak tau, sekarang kan aku udah gak kerja. Aku bingung mau ngapain!"


"Kalau kamu bosen, dateng ke kantor aja..Nanti kita makan siang bareng hm" Morens mencium pipi Chintiya lalu duduk di meja makan


"Apa mau ku bawakan makan siang?"


" Kalau kamu gak keberatan sayang"


"Aku seneng kok, seenggaknya aku ada kegiatan"


"Ya udah terserah kamu" Morens tersenyum


Setelah selesai sarapan Morens berangkat ke kantornya. Tiba disana para pegawai melempar senyum kepada sang boss aneh mereka. Hingga di ruangan pun Roby bersikap seperti mereka, bicara dengan senyum lebar.


"Pagi boss" ucap Roby sumringah


"Pagi... Apa kau salah minum obat?"


"Saya sehat jasmani dan rohani, fisik maupun mental 100% ok"


"Tapi kenapa dengan wajahmu?"


"Ada apa dengan wajah saya?"


"Senyummu itu menggelikan"


"Astaga boss, saya ini bahagia dengan pernikahan boss"


"Aku yang menikah, kenapa kau yang bahagia"


"Ya setidaknya pengorbanan saya tidak sia-sia, menggantikan pekerjaan boss selama sebulan ini. Ya walaupun reaksi nona Chintiya tidak seperti ekspektasi kita"


"Sudah jangan dibahas, aku kesal dengan itu"


Morens mulai membuka laptopnya dan mengecek pekerjaan yang seminggu ini tertunda karena pekerjaannya.


"Roby, buka lowongan pekerjaan untuk sekertaris baru yang akan menggantikan Chintiya"


"Baik boss"

__ADS_1


TBC


LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH


__ADS_2