Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 57


__ADS_3

"HAPPY BIRTHDAY CHINTIYA, MY LOVELY WIFE, MY SWEET HEART, MY EVERYTHING, YOU ARE WILL BE ALWAYS FOR ME"


Chintya yang mengenali suara itu langsung mengadahkan kepalanya dan menatap wajah itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


Morens berjalan mendekati Chintya dengan senyum yang menawan.


"Sweety" panggil Morens saat dia sudah berada tepat di hadapan Chintiya


Mereka sama-sama saling terdiam dan saling menatap, Morens menatap Chintiya dengan tatapan kerinduan namun berbeda dengan Chintiya, dia menatap Morens dengan tatapan yang entah apa itu.


"Sayang" panggil Morens dengan tangan yang ingin meraih tubuh Chintiya


Namun sebuah tamparan lebih dulu mendarat di pipi Morens, sontak saja hal itu membuat semua orang yang ada disana tercengang, syok dan tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat. Begitupun dengan Morens dia sangat terkejut namun dia tidak merasa marah, dia hanya heran kenapa sang istri bisa sampai semarah itu.


"Sayang"


"Diam kamu" sarkas Chintiya


"Hei nona, ada apa?, apa kamu enggak suka sama hadiahku?" Morens masih bicara dengan lembut


"Ini enggak lucu" dada Chintiya terlihat naik turun menahan amarahnya


"Sayang, aku gak lagi ngelawak. Kenapa sih hm?"


"Gak usah deket aku, aku benci sama kamu Morens. Apa kamu selalu kaya gini!"


"Maksudnya?" Morens makin bertambah bingung


Chintya menarik nafas dalam dan menghembuskan secara kasar sebelum dia bicara.


"Kemana kamu beberapa hari ini?, kenapa kamu gak bisa dihubungi?, apa yang kamu kerjakan disana?"


Rentetan pertanyaan itu meluncur dari bibir Chintiya.


"Aku.... Aku bekerja sayang, kamu tau itu kan. Jujur beberapa hari ini aku sengaja menonaktifkan ponselku supaya kamu gak bisa hubungi aku, sebenarnya aku sudah ada di Jakarta dari 3 hari yang lalu dan aku menginap di apartemen, aku mau bikin kejutan buat kamu sayang dan aku minta ke mereka buat rahasiakan ini dari kamu.


Chintya beralih menatap satu persatu orang yang ada disitu.


"Oh bagus, jadi kalian semua sekongkol buat ngerjain aku, iya"


"Bukan begitu maksud kami sayang, kami cuma bantu bocah tua gendeng itu buat bikin sesuatu yang spesial buatmu" mommy Lexi menjawab, seraya menenangkan Chintiya


"Apa kalian tau, bagaimana perasaan aku, hm?"


"Sayang aku"


"Kepala ku terus merasa pening karena kurang tidur, setiap malam aku terus kepikiran kondisi kamu disana. Magh ku kembali menyerang karena selama beberapa hari ini, aku enggak makan dengan teratur selera makanku hilang. Aku sibuk memikirkan apa disana kamu makan dengan teratur. Tapi aku berusaha tetap tersenyum dan terlihat tenang seperti enggak ada pikiran di depan mommy Lexi dan daddy Richard, karena aku enggak mau merepotkan orang lain"


"Tapi kami bukan orang lain sayang, kami orang tuamu sekarang" mommy Lexi menjawab perkataan Chintiya

__ADS_1


"Aku tau mom, justru itu aku gak mau merepotkan kalian. Karena kalian sudah baik banget sama aku"


"Aku benar-benar minta maaf sayang, aku cuma mau kasih kamu hadiah kejutan"


"Terima kasih, aku hargai usaha kamu. Tapi asal kamu tau, aku gak butuh hadiah dari kamu, cukup kamu sayang, setia dan perhatian sama aku, itu udah lebih dari cukup"


"Aku janji, aku gak akan bikin kamu khawatir lagi"


"Ini udah yang kedua kalinya, saat kita mau menikah kamu juga melakukan ini kan, tapi waktu itu aku masih bisa terima kalau kamu mau macam-macam atau mau ninggalin aku, karena kita belum terikat satu sama lain. Tapi kalau sekarang itu beda lagi, aku gak bisa terima itu semua, karena sekarang aku udah terikat dan aku udah kasih semuanya sama kamu. Aku takut kamu..." ucapan Chintiya menggantung karena dia memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat pusing sambil memejamkan matanya


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Morens khawatir


"Aku gak papa, ini cuma karena aku kurang tidur aja"


"Sayang, aku tau aku salah. Tapi please sekarang kita ke rumah sakit ya, kamu pucat banget sayang"


"Gak perlu, aku cuma butuh istirahat aja"


"Sayang, tolong dengar aku kali ini"


Chintya mengangkat tangan, menandakan dia meminta Morens berhenti bicara.


"Aku bilang aku"


"CHINTYA" teriak Morens saat melihat istrinya itu tiba-tiba pingsan


Suasana mendadak riuh, semua yang ada disana terlihat mencemaskan keadaan Chintiya. Kejutan yang seharusnya membuat bahagia malah berakhir dengan kepanikan semua orang.


"Aku ikut" sergah mommy Lexi


Mereka segera berlari menuju ke mobil dan langsung melaju menuju ke rumah sakit, diikuti dengan Roby bersama Rena di mobil satunya.


Boy dibantu dengan pak Diman dan yang lainnya membantu merapikan tempat yang seharusnya menjadi sebuah kenangan tapi tidak dengan kenyataan yang ada, setelah selesai Boy langsung menyusul Morens ke rumah sakit. Sementara yang lain kembali ke tempat masing-masing.


Di dalam mobil, Morens terus mendekap erat Chintiya sambil menciumi punggung tangan Chintya.


"Sayang, please jangan seperti ini, aku tau aku bikin kamu marah. Tapi jangan tinggalin aku sayang" Morens terus berucap Maaf


"Tenang Morens, mommy yakin Chintiya baik-baik saja. Chintya itu wanita yang kuat, dia enggak gampang mengeluh dan selalu berpikir positif" mommy Lexi mencoba menenangkan Morens


"Boys, apa kemarin- kemarin ponselmu sengaja dimatikan?" tanya daddy Richard


"Iya"


"Buat apa?"


"Aku cuma mau tau, apa dia merindukanku!"


"CK, dasar bodoh. Pantas saja dia marah, kamu itu melakukan hal konyol untuk sesuatu yang kamu sendiri sudah tau jawabannya. Hah benar-benar konyol" maki daddy Richard

__ADS_1


Morens tidak menjawab apapun, dia merasa bahwa dia memang sudah melakukan hal konyol, yang membuat istrinya itu kecewa.


"Sudahlah dad, mommy juga menyesal membantu bocah nakal ini. Tapi apa boleh buat semua sudah terjadi, yang penting sekarang Chintiya harus ditangani dengan baik" sela mommy Lexi


Sesaat kemudian mereka tiba di rumah sakit, Morens langsung keluar dari mobil dan berjalan cepat sambil menggendong Chintiya menuju IGD didampingi mommy Lexi, sedangkan daddy Richard tengah memarkirkan mobilnya.


Chintya langsung dibawa ke dalam ruangan pemeriksaan oleh dokter, saat tengah menunggu datanglah Roby bersamaan dengan Rena.


"Boss, bagaimana Chintiya?" tanya Rena panik langsung ke intinya tanpa memperdulikan orang lain yang ada disana


"Dokter masih memeriksanya"


"Ya Allah, semoga Chintiya baik-baik saja" doa Rena dalam hati


Setelah menunggu selama 45 menit, akhirnya dokter keluar dari ruangan itu.


"Dok, gimana istri saya?" Morens terlihat tidak sabar


"Tenang dulu, saya akan jelaskan. Tapi lebih baik kita bicara diruangan saya saja" ucap dokter itu


Morens mengikuti langkah dokter itu ditemani dengan mommy Lexi, karena daddy Richard sedang mengurus perawatan untuk menantu tersayangnya. Setelah sampai di ruangan dokter.


"Begini tuan, istri anda sedang hamil dan usia kehamilannya baru 5 minggu"


"Apa?, hamil!. Dokter serius kan!" tanya Morens dengan wajah berbinar


"Itu benar, Tapi..."


"Tapi apa dok?" Morens kembali terlihat panik


"Saat ini tekanan darah istri anda sangat rendah, dan istri anda terlihat kurang asupan makanan. Itu sangat membahayakan buat kandungannya terutama yang masih usia dibawah 12 minggu, jadi istri anda harus dirawat disini dulu selama 3 hari, agar kami bisa memantau perkembangan janinnya"


Morens terduduk lemas mendengar penjelasan dokter, dia makin merasa bersalah, karena semua ini karena kelakuan konyolnya.


"Tapi sekarang janinnya masih bisa di selamatkan bukan?"


"Insyaallah bisa, berdoa terus ya tuan" ucap dokter itu sambil tersenyum


"Kalau begitu saya sudah bisa melihatnya kan"


"Silahkan"


Mommy Lexi terus menepuk pundak Morens, seraya menenangkan dan memberi semangat kepada anak nakalnya itu. Saat ditengah jalan Morens melihat brankar Chintiya sedang dipindahkan ke ruang perawatan, dimana Boy juga sudah tiba disana.


"Relaxs guys, still positive thinking" ucap Boy


❤️❤️❤️❤️❤️👇👇👇👇👇


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH


__ADS_2