
"Nek, w balik dulu ya udah sore. Besok pulang kantor w kesini lagi, cepet sehat ya jaga debay baik-baik"
"Iya bawel, makasih ya"
"Om, Tante aku pulang dulu ya" pamit Rena pada daddy Richard dan mommy Lexi
"Oh ya sayang hati-hati ya" ucap Lexi dan daddy Richard hanya menganggukkan kepalanya
"Boss, saya pergi dulu"
"Ok" jawab Morens datar
"Aku antar" ucap Roby dan Boy bersamaan
"Eh gak usah, aku naik taksi online aja"tolak Rena halus
"Kamu kesini sama aku, ya aku harus mastiin kamu sampe rumah dengan selamat" ucap Roby
"Tapi, kamu repot gak?"
"Udah, gak usah banyak tanya!"sarkas Roby
"Jangan galak-galak, ntar diserobot orang baru tau loh" saut Morens sambil melirik Boy yang sedari tadi memperhatikan Rena
"Apa sih boss, emang kami kenapa?" elak Roby
"Gengsi terus" ejek Morens
"Tau ah" Roby berlalu pergi sambil menarik tangan Rena
Setelah Roby dan Rena pergi, tak lama Boy juga berpamitan.
"Morens, w juga pamit dulu. Jaga bini u yang bener, jangan bikin hal konyol lagi"
"Iya cerewet"
"Om, tante saya pulang"
"Makasih ya Boy" ucap daddy Richard
"Chintya, aku pergi dulu. Selamat buat kehamilan kamu"
"Thanks Boy, *you are the best"
"Sweety*!" ucap Morens manja, karena Chintiya memuji Boy dihadapannya
"Apa?"
"Kamu kok muji Boy sih!"
"Kenapa?, emang ya kok. Dia itu gak aneh kaya kamu"
"Tega kamu yang"
"Mom, dad lebih baik kalian juga pulang dan beristirahat. Aku gak papa kok, cuma kecapean aja. Kalian lebih butuh banyak istirahat"
"Tapi sayang"
"Believe me mom, im ok."
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu, kami pulang dulu ya. Besok mommy kesini lagi, kalau ada sesuatu hubungi mommy ya, dan bila bocah gendeng itu bikin ulah lagi kamu telp mommy atau daddy aja"
"Siap mom" ucap Chintiya sambil mengangkat tangan hormat
"Kenapa kalian tidak ada yang membelaku?, sebenarnya aku ini anak siapa?" sergah Morens
"Entahlah, mungkin kau tertukar di rumah sakit" jawab daddy asal
"Aish, kalian memang orang tua durhaka"
"Hei bocah gemblung, mana ada orang tua durhaka"
"Ada. Kalian kan tidak mengakui ku sebagai anak, berarti kalian orang tua durhaka" jawab Morens enteng
"Morens" sarkas Chintiya sambil menatap tajam Morens
"Iya sayang, aku hanya bercanda"
"Memang dasar anak kurang bener, gemes mommy" Lexi mencubit lengan Morens
"Aww aww aww, mom ternyata kau punya jurus cubitan maut ya"
"Ya benar, kalau kamu membuat Chintiya khawatir lagi mommy akan mengeluarkan jurus yang lainnya"
Setelah itu mereka pergi dari kamar inap VIP itu, kini tinggallah Morens dan Chintiya yang ada di kamar itu. Morens mendekat kearah ranjang dan duduk di tepi ranjang.
"Sayang" panggil Morens
"Kenapa lagi?" Chintya menjawab dengan ketus
"Masih marah?"
"Enggak, cuma jengkel. Aku sebel sama kamu, kamu tuh... Ah udahlah aku males ngomong"
"Adeeh, tetep narsis"
Morens terkekeh "Yang"
"Apa lagi sih?" tanya Chintiya frustasi
"Kangen"
"Trus?"
"Mumpung sepi nih" Morens mulai naik ke atas ranjang
"Jangan gila deh"
"Kamu lupa ya, kamu kan sebut aku BOSS GILA KU"
"Ya tapi gak disini juga kali"
"Kamu gak kasian sama aku, udah seminggu loh aku gak peluk kamu"
"Ya itu salah kamu sen... emmmpphhh"
Morens sudah tidak bisa menahan hasratnya untuk mencium bibir Chintiya, karena sudah satu minggu yang lalu sejak dia pergi ke Singapura Morens sudah sangat rindu pada Chintiya.
Chintya yang juga sudah menahan rindu, tidak bisa mengelak keinginan untuk membalas ciuman itu, entah kenapa beberapa hari ini Chintiya sangat ingin bermanja dengan Morens, tapi disisi lain dia juga tidak mau didekati oleh Morens.
__ADS_1
Ciuman itu terlepas kala Bi Nal dan pak Diman masuk ke kamar yang tidak dikunci itu.
"Astaghfirullah" ucap Bi Nal dan pak Diman bersamaan
Morens dan Chintiya langsung berhenti dari kegiatan itu dengan wajah yang merona malu dan mendadak canggung.
"Kamu sih, aku bilang juga jangan disini"omel Chintiya pada Morens
"Tapi kamu nikmatin juga kan"
"Udah ah berisik"
"Anu non, ini bibi bawa baju ganti buat non sama aden. Sekalian bibi mau liat keadaan non, sakit apa?"
"Saya gak sakit, saya cuma kecapean karena hamil muda"
"Wah selamat non, semoga semua sehat lancar sampai hari persalinan"
"Aaammiiinn" ucap Morens dan Chintiya bersamaan
"Oh ya kok bibi bisa kesini?"
"Ini pak Diman yang kasih tau"
"Makasih ya bi, pak Diman" ucap Chintiya ramah
Di dalam mobil yang tengah melaju, dimana terdapat 2 insan yang hanya terdiam tanpa ada obrolan apapun.
"Besok kamu kalau mau ke rumah sakit, tunggu aku, aku antar" ucap Roby memecah keheningan sambil tetap fokus menyetir
Rena menengok ke arah Roby "Eh gak usah, aku sendiri aja"
"Gak usah basa-basi"
"Siapa yang basa-basi!, aku lebih baik gak usah diantar sama kamu dari pada kamu gak ikhlas. Aku takut nanti dijalan ada apa-apa lagi" jawab Rena dengan nada meninggi seraya tidak terima dengan ucapan Roby
"Bukan gitu maksud aku, aku ikhlas kok" ucap Roby tak enak hati karena sudah salah bicara
"Gak papa, aku juga gak mau ngerepotin kamu"
"Rena, aku gak merasa direpotin, aku cuma"
"Cuma apa?, udah lah Rob, gak usah dibahas. Dari awal juga kita emang gak deket, jadi jangan bikin salah satu diantara kita salah paham dengan kondisi ini"
"Tapi Ren, aku tuh" ucapan Roby terhenti karena Rena menyaut lebih dulu
"Udahlah Rob, gak usah diperpanjang. Mending mulai besok kita kembali ke awal lagi, yang hanya profesional bekerja tanpa menyangkut pautkan masalah pribadi" ucap Rena sambil tetap menatap kearah depan mobil dengan serius
"Kamu tu gak ngerti sih"
"Ya karena aku gak ngerti, maka dari itu kita menjauh aja. Aku gak mau nanti sampai ada gosip yang bikin kamu gak nyaman"
Sebelum Roby sempat menjawab perkataan Rena, ternyata mereka sudah lebih dulu sampai di depan rumah Rena. Rena langsung keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih dengan hanya melongokkan kepalanya. Roby ingin bicara sesuatu tapi Rena sudah terlebih dulu tidak terlihat keberadaannya tanpa menyuruh Roby masuk terlebih dulu.
Sementara di tempat lain seorang pria tengah menikmati lamunannya di depan televisi yang menyala tanpa didengar dan ditonton oleh si pendengar.
"Sepertinya hubungan Rena dan Roby tidak sedang baik-baik saja. Rena itu manis, simple woman dan tutur bahasanya lembut. Aku akan mendapatkan mu Rena" ucap Boy yang sedang bermonolog
TBC
__ADS_1
MAAF GENKS KALAU BANYAK TYPO, MATA UDAH GAK BISA DIKONDISIKAN.
LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH