Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 70


__ADS_3

Saat ini Morens sudah benar-benar mengambil masa cutinya untuk menemani sang istri melahirkan, semua tugas pekerjaan dialihkan kepada Roby dan Rena, mungkin untuk beberapa berkas penting yang butuh persetujuan dari Morens, Roby akan mengantarkannya ke rumah, dan untuk meeting yang memang urgent dan tidak bisa diwakilkan, Morens melakukan secara video call.


Sedangkan untuk aset yang sekarang menjadi milik Chintiya, untuk sementara masih dikelola oleh daddy Richard. Walaupun daddy Richard sudah memberikan itu semua, tapi Chintiya tetap menolak untuk saat ini, dia beralasan kalau dirinya belum siap dan belum mampu untuk memimpin suatu perusahaan. Lagi pula sebentar lagi dia akan dihadapkan dengan waktu persalinan. Richard mengerti dengan kondisi menantunya saat ini, dan mungkin memang Chintiya butuh waktu untuk semua itu, sehingga membuat Richard mau tidak mau menunda rencananya untuk mulai bersantai di hari tua.


Morens tengah berada di garasi mobil antik milik keluarga Hadinata yang letaknya berada di bagian belakang kediaman Hadinata. Disana berisikan beberapa mobil mewah dan antik yang menjadi koleksi mereka. Mobil-mobil itu memang jarang digunakan, tapi semuanya tetap mendapatkan perawatan secara berkala.


Berbeda dengan garasi mobil yang ada di bagian depan, yang biasa dipakai sehari-hari. Disini perlengkapan yang disediakan sangat lengkap dan tempatnya pun lebih tepat dibilang seperti tempat pelelangan mobil antik.


Morens sedang berada disana untuk menghilangkan rasa bosannya selama dia tidak pergi ke kantor, sambil sesekali mengecek keadaan mobil-mobil itu.


Chintiya mencari-cari keberadaan suaminya yang tidak nampak batang hidungnya. Karena terlalu lelah bila harus mengitari seluruh area rumah itu, Chintiya menghubungi Morens untuk menanyakan dimana dia berada.


"Iya sayang"


"Kamu dimana Morens?"


"Kenapa?, kangen ya. Baru juga ditinggal bentar udah segitu kangennya." goda Morens.


"Gak usah drama, cepet bilang dimana?, aku capek nih kalau harus keliling nyari kamu sambil bawa gendang."


"Hahahaha iya maaf sayang, kamu lucu Ih."


"Ih malah ketawa, udah cepet kamu lagi dimana?" menaikan satu oktaf nada bicara.


"Aduh bumil galak banget nih, aku di garasi belakang. Suruh pelayan antaerin kamu kesini, jalannya pelan-pelan aja sayang."


"Ya udah."


Telpon langsung diputus oleh Chintiya, dia langsung menuju ke tempat yang dimaksud Morens dengan diantarkan oleh salah satu pelayan.


Begitu sampai disana, Chintiya tercengang dengan isi di dalam garasi itu.


"Morens dimana kamu?" panggil Chintiya sedikit berteriak.


"Tunggu sayang, aku kesana." jawab Morens juga dengan sedikit berteriak.


"Lagi apa sih?, dari tadi aku cariin juga." tanya Chintiya saat Morens sudah berada dihadapannya.


"Cuma lagi ngecek ini semua." tunjuk Morens pada mobilnya.


"Oh ya, dari kapan ada garasi disini?"


"Dari aku SMA."

__ADS_1


"Loh kok aku baru tau ya!, padahal aku kan udah 3 bulan disini."


"Kamu udah pernah keliling seluruh area rumah ini belum?"


"Belum, aku capek kalau harus keliling rumah ini. Ini kan luas banget, apalagi kondisi aku sekarang kaya gini."


"Ya udah, kamu mau masuk kedalam gak?" tawar Morens.


"Mau." ucap Chintiya manja.


Mereka masuk kedalam, Chintiya mengamati keadaan di dalam sambil berdecak kagum. Karena di sana terdapat beberapa mobil mewah dan antik, yang untuk sekarang ini sudah sangat jarang ditemui seperti VW kodok, Land Cruiser, Mini Cooper, Hartop legendaris, Ducati feron dan lainnya. Semuanya terlihat sangat bersih dan juga terawat.


"Morens ini koleksi siapa?"


"Sebagian besar sih punya daddy, tapi ada beberapa juga punya aku."


"Kenapa enggak pernah dipakai?, kan sayang tau. Ntar malah rusak lagi kalau gak di pakai."


"Tenang sayang, biar gak di pakai tapi kita tetap rawat dan cek kondisi mobil-mobil ini. Terus kenapa dibiarin disini!, karena keberadaan mereka saat ini sangat langka dan susah didapat. Tapi ada juga yang gak di pakai karena situasi yang pernah terjadi."


Chintiya terdiam terpaku mendengarkan jawaban Morens sambil tatapannya terpaku pada satu obyek, yaitu sebuah mobil Mini Cooper berwarna crem kombinasi coklat dengan motif loreng di bagian belakang ber plat nomor R 3 NS.


"Saya melihat mobil yang menabrak nya yaitu mobil Mini Cooper berwarna crem kombinasi coklat ada sedikit motif loreng di belakangnya. plat nomornya R 3 NS."


Morens menyadari Chintiya melamun, dia mengusap bahu Chintiya secara perlahan untuk menyadarkan Istrinya dari lamunannya itu. Merasa ada usapan lembut di bahunya, Chintiya lalu tersadar dari lamunan dan melihat siapa yang sedang mengusap bahunya itu.


Chintiya menatap datar Morens, dengan raut wajah sejuta pertanyaan yang dia ingin utarakan.


"Kenapa sayang?, apa ada sesuatu!, ada yang sakit?" tanya Morens khawatir saat melihat istrinya hanya menatapnya sambil terdiam.


Chintiya menarik nafas berulang-ulang sebelum bertanya pada Morens, itu semua untuk menekan emosinya supaya tetap terkontrol.


"Morens"


"Yes sweety"


"Kalau mobil ini milik siapa?"


"Itu punya aku sayang, kenapa?, kamu mau!, kalau mau, kamu boleh pakai tapi setelah melahirkan dan baby sudah agak besar. Kalau sekarang aku gak ijinin sayang."


Chintiya menggeleng "Aku gak minat"


"Iya terus kenapa?, kok liatnya sampai kaya gitu sih!"

__ADS_1


"Kok aku gak pernah liat kamu pakai mobil ini?"


"Iya emang udah lama gak aku pakai sayang."


"Kenapa gak di pakai?"


"Karena..."


"Karena apa?"


"Karena..."


"Karena mobil ini pernah menabrak orang, sampai orang itu meninggal bukan."


Morens melotot dan menganga mendengar ucapan Chintiya, dia kaget kenapa Istrinya itu bisa tau hal yang sangat dirahasiakan dan sangat ingin dilupakannya.


"Apa itu bener Morens?"


"Sa... Sayang da,,,dari mana kamu tau?" jawab Morens tergagap.


"Kamu lupa ya, kalau ayahku meninggal karena korban tabrak lari."


Fakta apa lagi ini, kenapa dia bisa lupa dengan masa lalu istrinya yang pernah diceritakan oleh istrinya sebelum mereka menikah.


"Apa kamu dulu tinggal di daerah P, di jalan xxx?"


"Iya"


"Apa orang itu, ayahmu!. Itu gak mungkin, pasti cuma kebetulan" elak Morens.


"Sayangnya itu benar."


"Sweety, aku bisa jelaskan kejadian yang sebenarnya."


"Aku gak butuh penjelasan itu sekarang, sudah gak ada gunanya. Aku cuma gak habis pikir kenapa aku bisa terjebak di dalam keluarga yang sudah membuat kehidupan aku jadi menderita."


"Sayang dengerin penjelasan aku dulu."


"Cukup"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL MMMUUUAAACCCHHH


__ADS_2