
Kedua pria dengan pakaian yang sangat rapi masih duduk dengan nyaman di atas kursi besi yang ada di dalam sebuah cafe.
Cukup banyak pengunjung yang datang walau hari masih pagi. Paman Chand memang sengaja memilih tempat di pojok dekat jendela agar tidak terlalu mencolok
Karena mau bagaimana pun, Keluarga Graham sangat dikenal baik oleh seluruh warga dunia. Apalagi jika sudah menyangkut ketiga Tuan Muda Graham itu
Paman Chand tidak bisa bahkan tidak sanggup membayangkan jika hari pertama mereka di Jakarta ini sudah memancing keramaian dan kegaduhan hanya perihal wajah Tuan Muda Er yang saat ini duduk di hadapannya
"Permisi Tuan Muda dan juga Paman Chand. Saya ingin melapor" ucap Sean yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping meja mereka
Kedua pasang mata itu langsung menoleh ke sumber suara dan secara bersamaan menganggukkan kepala mereka singkat
Sean langsung maju selangkah lalu menundukkan badannya. Dia berbisik pada Paman Chand sebentar lalu pergi dari situ
"Mari Tuan Muda, sudah saatnya kita melanjutkan penyelidikan ini" ucap Paman Chand yang sudah bangkit berdiri
Er menghela nafasnya panjang lalu dengan cepat berdiri dan melangkah duluan di depan Paman Chand
"Kenapa Er menjadi sangat risau seperti ini? Apa...kedatangan kami ke Indonesia benar-benar akan menimbulkan banyak masalah? Jika iya maka aku yang akan mengorbankan masa tua ku lagi" ucap Paman Chand pelan sembari menatap punggung pria yang masih berjalan di depannya saat ini
Mereka memasuki mobil mewah yang tadi mereka gunakan
"Astaga, kau mengagetkan ku saja" ucap Er mengelus dadanya karena kaget melihat ada orang lain yang tiba-tiba muncul dari jendela
"Maafkan saya Tuan Muda. Saya tidak bermaksud untuk membuat Tuan Muda kaget seperti itu"
"Tidak masalah"
Paman Chand segera masuk dan menatap datar ke arah pria muda yang sudah menampilkan wajahnya dari luar jendela
"Masuk dan duduklah di samping Sean" ucap Paman Chand
__ADS_1
Pria itu hanya menganggukkan kepalanya singkat lalu dengan segera masuk dan duduk dengan nyaman di samping Sean
Dia berbalik lalu menundukkan kepalanya memberikan hormat pada Tuan Muda Er
"Salam Tuan Muda, saya Blue. Sudah sejak lama saya ingin bertemu dengan Tuan Muda" ucap Blue menunjukkan senyumnya
Er hanya mengerjapkan matanya beberapa kali
"Kenapa?" hanya itu yang mampu diucapkan oleh Er
"Karena saya sangat kagum pada Anda. Paman Chand menceritakan awal mula pembentukan keluarga besar ini yang tidak hanya ada di Swiss melainkan sudah tersebar di berbagai negara. Tuan Muda Er sangat berhati besar" jelas Blue
Er hanya tersenyum kecil dan tidak ada yang menyangka jika ia menepuk pelan pundak Blue berulang kali
"Apakah sudah selesai?" tanya Paman Chand mengalihkan pembicaraan itu
"Oh tentu saja Paman. Tunggu sebentar"
Blue membuka tas ransel yang sedari tadi di genggam olehnya
"Oh benarkah?" tanya Er sedikit terkejut mendengar fakta tersebut
"Ini dia Paman. Jika ada yang masih kurang Paman bisa mengatakannya" ucap Blue sembari memberikan sebuah kotak yang lumayan besar
Paman Chand menerima kotak tersebut dan mulai membukanya lalu terdiam sebentar dan menatap Blue dengan serius
"Ada apa Paman? Apa masih ada kekurangan?" tanya Blue langsung ketika mendapat tatapan seperti itu dari Paman Chand
"Ck...Katakan padaku Blue, sebenarnya kau ini memang hanya lulusan SMP atau tidak? Kenapa kau bisa dengan gampang menyelesaikan tugasmu secepat ini?" tanya Paman Chand dengan raut wajah yang serius
Er yang mendengar itu pun juga ikut menatap Blue dengan serius
__ADS_1
"Jika Paman tidak percaya Paman bisa bertanya pada Sean. Kami berdua kan kembar dan tingkatan sekolah kami juga sama" jawab Blue yang sudah menatap Sean lekat
Sean hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan. Paman Chand hanya berdesih pelan lalu kembali menatap semua barang yang ada di dalam kotak tersebut
"Identitas siapa yang kalian gunakan?" tanya Paman Chand yang sudah mengambil 1 kartu akses itu
"Jery sudah memeriksa semua identitas yang sering dan tidak sering orang yang masuk ke dalam. Dan kami sepakat membuat identitas orang yang sangat jarang masuk untuk Paman dan juga Tuan Muda" jelas Blue
Paman Chand hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan segera mengeluarkan satu per satu barang yang ada di dalam kotak tersebut
"Kau ingin mencobanya Tuan Muda?" tanya Paman Chand menatap Er sekilas
Er langsung mengambil alih semua benda yang ada dalam genggaman Paman Chand
"Kalian berdua memang tergolong jenius. Apa aku perlu mempersiapkan kalian untuk melanjutkan pendidikan di tingkat selanjutnya?" tanya Er menatap saudara kembar itu Blue dan juga Sean
Blue menatap Sean dan begitu pun sebaliknya
"Katakan padaku siapa yang terlebih dahulu lahir ke dunia ini?" lanjut Er bertanya
"Saya Tuan Muda" jawab Blue menunjuk dirinya sendiri
"Hmmm...maaf Tuan Muda. Tapi bukannya kami tidak ingin melanjutkan pendidikan tapi kami diterima masuk menjadi anggota ini saja sudah sangat bersyukur. Kami tidak ingin merepotkan Tuan Muda lagi" jelas Sean langsung tanpa basa basi lagi
"Begitukah?" tanya Er dengan nada yang sudah berubah
Sean langsung menggaruk tengkuknya yang diyakini tidak gatal sama sekali. Kenapa situasinya menjadi canggung seperti ini
"Baiklah terserah kalian saja. Jika sudah berubah pikiran kalian bisa mengatakannya pada Paman Chand. Dan Paman Chand akan dengan segera menghubungi saya. Kita bisa berjalan sekarang" ucap Er memutuskan
Paman Chand langsung menatap Sean dan Blue secara bergantian
__ADS_1
Sean dan Blue langsung berbalik dan menghadap ke depan. Mereka mengerti maksud dari tatapan yang diberikan oleh Paman Chand
🌻🌻🌻