
Amanda hanya memandang Rizky dengan bingung. Namun yang ditatap hanya memandang Amanda dengan ekspresi yang tak bisa dijelaskan
"Hei Tuan Muda, kenapa kau seperti ingin tahu apa yang ingin ku lakukan dan dengan siapa? Oh ayolah, jangan menjadi calon suami yang sangat protektif terhadapku" tanya Amanda bingung dengan tangan sudah berada di depan dada
Rizky langsung sadar akan kebodohan nya dan langsung memalingkan wajahnya
"Turunlah dan siapkan sarapan ku. Aku akan pergi ke kantor dalam 15 menit lagi dan aku tidak ingin terlambat" bohong Rizky
Amanda pun langsung menyadari akan kewajiban yang belum dilakukannya
🌻🌻🌻
Amanda sudah sampai di ruang makan dan makanan juga sudah disiapkan. Amanda merutuki dirinya karena bisa-bisanya dia melupakan Kewajibannya
"Bi Arnah maafkan saya karena sudah membuat repot" ucap Amanda sambil memandang Kepala Pelayan
Bi Arnah langsung menundukkan Kepala nya
"Apa yang Nona Amanda katakan? Ini sudah menjadi tugas saya dalam menjaga dan merawat tempat ini" jelas Bi Arnah Kepada Amanda
Suara langkah kaki pun terdengar memenuhi ruangan itu. Amanda hanya diam saja
"Kenapa kalian sudah menimbulkan suara yang berisik pagi-pagi begini?" suara Rizky juga memenuhi alat pendengaran Amanda
Rizky duduk dan menunggu Amanda juga duduk. Amanda yang mengerti pun langsung duduk di samping kanan Rizky
Seperti biasa suasana makan hanya terdengar suara sendok yang terhentak dengan piring keramik
Amanda sesekali melirik ke arah Rizky
("Kenapa Tuan Muda ini sangat ingin mengetahui apa yang akan aku lakukan. Oh astaga sungguh tak akan ada yang percaya jika seorang Rizky Graham bisa seperti ini") omel Amanda dalam hati
🌻🌻🌻
"Aku akan pergi sekarang" ucap Rizky sambil mengenakan jas biru dongker miliknya
Amanda hanya diam tak menjawab sambil menatap Rizky. Rizky pun menatapnya sesaat dan langsung memalingkan pandangannya
Rizky berjalan dan diikuti oleh Amanda di belakangnya
"Kau tidak diizinkan jalan dibelakangku Amanda. Kau bukan pegawai ku atau suruhan ku sehingga harus berjalan di belakang ku. Berjalan di sampingku" tegas Rizky sambil menganjingkan kancing kemejanya
__ADS_1
Amanda pun langsung menyamakan langkahnya dengan Rizky
Alan langsung membuka pintu mobil sambil menundukkan kepalanya
"Mendekatlah" suruh Rizky
Amanda hanya menurut dan langsung berjalan mendekat ke arah Rizky
Rizky membenarkan rambut Amanda yang tertiup oleh angin pagi. Lalu mencium keningnya sedikit lama
Amanda hanya diam menahan degup jantung nya yang sudah menari-nari. Alan yang melihat itu berusaha menahan senyumnya
"Alan akan mengantar mu nanti kemana pun kau akan pergi. Jangan melewati batasan mu Amanda atau kau akan terkena hukuman yang tidak terduga" bisik Rizky memperingatkan
Amanda terdiam sambil menaikkan sebelah alisnya bingung. Rizky pun berjalan dan memasuki mobilnya
Alan menutup pintu mobil dan berpamitan pada Amanda. Amanda masih berdiri diam merimangi semua perkataan dari Rizky
🌻🌻🌻
Amanda sudah mengganti pakaiannya lagi. Dia langsung turun dan mendapati Alan yang sudah menunggu dirinya di ruang menonton
Alan langsung berdiri ketika mendengar langkah kaki
Alan berusaha cepat berjalan agar bisa membukakan pintu untuk Nona Mudanya itu
"Tidak perlu Alan. Aku tidak ingin dilayani seperti itu. Aku masih punya tangan yang masih mampu membuka pintu saja. Cukup Tuan Mudamu saja yang kau perlakukan seperti itu. Ayo" jelas Amanda dan langsung masuk ke dalam
Alan pun segera masuk dan langsung melajukan mobil milik Rizky
"Nona ingin kemana?" tanya Alan sambil melirik Amanda dari kaca mobil
"Oh, antar ke rumah besar saja" jawab Amanda yang masih menatap ponselnya
Alan tampak bingung dan bertanya lagi
"Tapi tadi Tuan Muda mengatakan bahwa Nona ingin keluar karena sudah membuat janji dengan seseorang. Kenapa Nona justru ingin ke Rumah Besar?"
"Iya memang. Aku sudah berjanji dengan Bunda bahwa hari ini akan datang lebih awal karena kami ingin memasak bersama. Memangnya aku akan bertemu dengan siapa?" jelas Amanda yang kini sudah menatap Alan lewat kaca mobil
Alan mengerti sekarang dan tersenyum kecil.
__ADS_1
("Haruskah aku memberitahukan ini kepada Tuan Muda? Jika dia tahu pasti dia akan merasa bodoh sendiri. Astaga pasangan sejoli ini sungguh aneh sekali") batin Alan sambil menahan tawanya
🌻🌻🌻
Alan sudah kembali ke Graham Long's. Dia langsung memasuki lift yang langsung menuju ke ruangan Rizky
Tokkk Tokkk Tokkk
Alan mengetuk pintu dan terdengar izin yang diberikan oleh pemilik ruangan
"Kenapa cepat sekali?" tanya Rizky bingung sambil melihat Alan
"Nona Amanda hari ini membuat janji dengan Nyonya Besar Tuan Muda. Bukan dengan siapapun" jawab Alan langsung pada intinya
Rizky diam dan menutup dokumen yang tadi ada di genggamannya
"Dan tadi juga Nyonya Besar berpesan agar Tuan Muda jangan terlalu lama untuk kembali dan langsung ke Rumah Besar saja" lanjut Alan
Rizky hanya menganggukkan kepalanya dan Alan pun langsung keluar dari ruangan itu
("Kenapa aku jadi kelihatan bodoh seperti ini? Dan gadis itu... Kenapa dia sangat polos dan seakan-akan tidak mengerti akan segala hal?") omel Rizky dalam hati sambil memijit pelipisnya pelan
🌻🌻🌻
Rizky melirik jam tangan miliknya. Dan waktu sudah menunjukkan pukul 18.15 waktu setempat
"Apa Amanda masih disana?" tanya Rizky memecahkan keheningan
"Iya Tuan Muda. Nona Amanda sudah bersiap-siap di Rumah Besar"
Rizky pun diam dan memejamkan matanya sebentar sembari menunggu hingga sampai di Rumah Besar
20 menit sudah berlalu dan Alan memberhentikan mobil hitam milik Rizky tepat di depan pintu utama
Bersamaan dengan itu, di belakang mobilnya juga sudah ada mobil BMW milik Bryant
Rizky keluar bersamaan dengan Ayah nya. Mereka pun berjalan bersamaan memasuki rumah dan disambut oleh beberapa pelayan
Dan setibanya di ruang peristirahatan, mereka berdua saling menatap tak percaya. Karena di sana sudah ada Alex Arafah dan juga Irish Arafah
Sungguh malam ini akan menjadi makan malam yang sangat menegangkan
__ADS_1
🌻🌻🌻