
Er dan ketiga pria lainnya sudah berada tepat di depan sebuah gerbang besar nan tinggi dengan warna hitam yang melengkapi.
Terlihat juga beberapa pria bertubuh besar tinggi dengan pakaian formal berwarna hitam juga
"Kau sudah siap Tuan Muda?" tanya Paman Chand yang sudah menatap ke arah Tuan Muda
Er sebentar saling melempar pandang dengan manik mata milik Paman Chand. Dia menganggukkan kepalanya pasti
Sean kembali menghidupkan mesin mobilnya. Lalu mereka semua memakai masker kulit wajah yang sudah disiapkan lebih oleh Blue
"Ayo" ucap Paman Chand
Sean menatap manik mata Paman Chand melalu kaca mobil lalu menganggukkan kepalanya tegas
Dia melajukan mobil tersebut dan ketika seorang pria bertubuh tegap menahan laju kendaraan mereka
Sean membuka semua kaca mobil dan pria tersebut memajukan kepalanya ke dalam untuk melihat semua manusia yang ada di dalam mobil mewah tersebut
"Baiklah kalian bisa maju. Dan perlihatkan kartu akses kalian nanti di depan sana" jelas pria itu yang sudah menarik kembali kepalanya mundur
"Terimakasih" ucap Paman Chand menampilkan sebuah senyum kecil
Sean kembali melajukan mobil itu ketika gerbang besar yang ada di hadapan mereka sudah terbuka dengan lebar
Berhenti lagi tepat di samping sebuah pos penjaga lalu kembali membuka kaca mobil dan memperlihatkan kartu akses yang ada di tangan mereka
Tahap demi tahap sudah dilewati dengan sempurna tanpa melibatkan kecurigaan. Sean kembali melajukan mobil tersebut dan memberhentikan nya di parkiran kosong di hamparan taman hijau yang begitu luas
"Baiklah kita mulai. Kalian berdua berpencar dan berbaur lah pada orang-orang dan segera temukan orang yang kita cari" jelas Paman Chand menatap semuanya satu per satu
Si kembar menganggukkan kepalanya mantap. Sedangkan Er? Dia masih dengan santai memainkan ponselnya dengan badan yang masih bersandar di bangku mobil
Semua pergerakan yang dilakukan Er tidak terlewatkan di mata ketiga pria itu
"Kau sudah siapkan semuanya?" tanya Er dengan ponsel yang sudah berada di telinganya
"..."
"Baiklah. Aku akan memakai pulpen pemberian mu dan ku harap kau melacak semua identitas manusia yang ku temui dengan benar. Jangan ada kesalahan sama sekali. Kau mengerti Thio?" ucap Er lagi yang ternyata sedang berkomunikasi dengan Thio
Er menutup panggilan itu dan mengambil sesuatu di kantung jas biru dongker yang dia kenakan
"Thio memberikan itu?" tanya Paman Chand menatap pulpen yang sudah ada di genggaman tangan Tuan Muda mereka itu
"Yah. Dia sudah mempersiapkan segalanya dari jauh. Jadi jangan terlalu terburu-terburu dan tetaplah santai saat berkomunikasi dengan mereka"
__ADS_1
Mereka semua turun dari mobil itu dan mulai berpencar masuk dari berbagai arah. Sedangkan Er, dia hanya berjalan lurus atau dalam kata lain masuk melalui pintu utama rumah besar ini
("Let's play") batin Er dengan sebuah senyum devil yang sudah dapat dilihat
Er masuk ke dalam dan memegang telinganya untuk menghidupkan alat suara yang sudah terhubung dengan Alan. Alat yang sangat kecil yang bahkan tidak dapat dilihat oleh orang yang sudah berada di dekat kita
Beruntung sekali Er mendapatkan Thio yang mengerti akan segala sesuatu yang berhubungan dengan alat-alat komunikasi yang sangat canggih
Er mulai mendatangi satu per satu manusia yang ada di sana. Berbincang panjang lebar sembari tertawa palsu dengan mereka
🌻🌻🌻
Thio dan juga Alan sudah berada di ruang rahasia yang ada di apartemen milik Alan waktu itu
Dengan mata yang sangat serius menatap layar monitor yang menampilkan identitas orang-orang yang ada di sekitar Er
"Periksa secara pelan-pelan saja. Er akan mengerti kau butuh waktu 10 menit untuk melacak semuanya" jelas Alan dengan wajah yang sangat serius
Thio hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan masih fokus dengan layar komputer di hadapannya
"Cek... Tuan Muda, kau sudah bisa berjalan lagi. Tidak ada 1 pun diantara mereka yang kita cari" ucap Thio melalui alat komunikasi yang terhubung dengan Er
Alan juga tidak mengalihkan pandangannya sekalipun dari layar komputer. Terkadang dia juga ikut membantu Thio memeriksa data-data tersebut agar Thio tidak meninggalkan satu pun informasi penting
Mereka tetap memantau di setiap langkah yang dilakukan oleh Er. Hingga di saat Er berhenti tepat di hadapan seorang pria lumayan sudah berambut putih dengan kacamata yang ada di matanya
Thio menoleh menatap Alan dengan alis yang sudah bertaut keduanya
"Kenapa kakak sangat bersemangat memeriksa informasi mengenai orang ini?" tanya Thio
"Tidak ada yang istimewa. Hanya mengikuti feeling yang muncul dan menyuruhku untuk mengucapkan itu"
Thio hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan kembali berperang dengan layar komputer dan juga papan ketik di hadapannya
"Kak" panggil Thio dengan mata yang sudah membulat
Melihat raut wajah Thio yang seperti itu, Alan mengerti akan semuanya. Dia langsung menatap layar komputer itu dan diam sebentar
"Suruh mereka menahan pria tersebut" ucap Alan memerintah
"Cek... Tuan Muda, orang yang kita cari saat ini ada di hadapan Tuan Muda" lapor Thio
🌻🌻🌻
Mendapat laporan seperti itu, Er langsung merubah raut wajahnya menjadi raut wajah yang begitu serius.
__ADS_1
Paman Chand yang kebetulan lewat di hadapan Er langsung melototkan matanya dan menekan tombol kecil yang ada di jam tangan yang dia kenakan
Dorrr
Suara tembakan dari pistol seseorang mengalihkan semua mata dan suara jeritan yang juga terdengar di dalam ruangan tersebut
Pintu utama dan pintu lainnya juga seketika tertutup rapat tanpa adanya celah sedikit pun.
Blue, Sean dan Paman Chand juga sudah berdiri di samping Er. Sedangkan Pria itu hanya diam dengan tenang sembari mengeluarkan senyum kecilnya
"Kalian memang sungguh hebat" ucap Pria tersebut
"Wah... ternyata kau sudah tau akan ini semua?" tanya Er dengan senyum devilnya
"Sudahlah. Buka saja topeng yang kalian gunakan itu. Hanya orang bawahan ku saja yang terlalu bodoh sehingga tidak menyadari topeng kulit yang kalian gunakan itu. Dan sepertinya, kalian bukanlah orang biasa. Kalian tidak berniat mengenalkan diri kalian padaku?" ucap pria tersebut dengan santainya
"Kau tidak mengkhawatirkan orang-orangmu?" tanya Paman Chand
"Untuk apa? Bahkan dari cara kalian menyamar saja saya sudah tau bahwa orang bawahan kalian akan lebih hebat dari bawahan ku. Katakan apa yang kalian inginkan dari pria tua seperti ku ini"
Er tersenyum lebar dan semakin mendekatkan langkahnya. Dia membuka topeng kulit itu dengan perlahan dan harus menahan rasa sakitnya
Senyum devil Er terlihat lagi ketika melihat raut wajah yang dikeluarkan oleh Pria tua itu
"Bagaimana?" tanya Er berbisik
"Aku akan mengikuti kalian kemana pun kalian pergi. Karena saya yakin jika salah satu Keluarga Graham sudah datang dan mencari sesuatu pasti ada sesuatu hal yang mereka inginkan. Saya sendiri penasaran ada hal apa yang saya punya sehingga harus diincar oleh Tuan Muda Graham ini" ucap pria itu dengan raut wajah yang sudah kembali tenang
"Langkah pertama, kau harus mengeluarkan semua orang dan suruh bawahanmu untuk tenang jika tidak ingin halaman rumahmu ini menjadi tempat penumpukan kepala" jelas Er santai
"Baiklah Tuan Muda sesuai dengan perintahmu"
Pria itu berjalan melewati Er dan membunyikan sebuah botol kaca sehingga semua fokus semua orang tertuju ke asal suara
"Kalian tenang saja. Sekarang kalian bisa keluar dari rumah ini melewati pintu samping yang sudah terbuka sebelah sana. Kalian bisa kembali datang untuk berlatih lagi besok hari. Silahkan" jelas pria itu sembari menunjukkan sebuah pintu yang entah sejak kapan sudah dibuka oleh Sean
Satu per satu manusia keluar dari rumah itu. Dan kini sudah tersisa Er dan lainnya
"Kalau begitu kau bisa ikut kami menuju sebuah rumah. Mereka tidak akan menyakiti diri Anda atau pun anak buah Anda. Karena kami sangat menghormati mu bahkan sangat" jelas Er tersenyum hangat
Terlihat begitu jelas raut wajah pria itu sedang bingung.
"Tunggu sebentar Tuan Muda, Anda mengatakan bahwa Anda begitu menghormati saya? Tapi kenapa?"
"Silahkan ikuti kami Tuan Armand. Oh maafkan saya, maksud saya adalah Perdana Mentri" ucap Paman Chand dengan tangan yang sudah direntangkan bebas
__ADS_1
Seketika mata Tuan Armand yang dikatakan sebagai adik dari Ayah Kandung Amanda itu membulat dengan sempurna
🌻🌻🌻