
..."***Bahkan rasa bahagia kecil ini timbul hanya karena 1 kalimat persetujuan"...
🌻🌻🌻***
Setelah mengantarkan Kakak Iparnya yaitu Amanda, Er langsung saja memutuskan untuk datang ke Rumah Sakit dimana Amanda dirawat atau lebih tepatnya awal bertemunya dirinya dan juga Dokter Shen Lin untuk kedua kalinya
Kembali menyusuri jalanan kota yang sudah semakin meningkat tingkat kemacetannya. Hanya bisa bergerak sedikit saja, Er memutuskan untuk meraih benda pipih miliknya yang dia letakkan di kursi sebelah
Mencari kontak seseorang yang mungkin bisa sedikit membantunya. Lalu menyambungkan telepon itu ke mobil mewah miliknya
"Kau di Rumah Sakit?" tanya nya langsung ketika melihat sambungan itu sudah terhubung ke orang yang dia tuju
"Yah, aku baru saja keluar dari Ruang Operasi" jawab Andy yang adalah orang tujuan Er
"Aku akan segera sampai dan menemuimu di ruangan mu. Jangan pergi kemana pun sebelum aku tiba"
Er langsung memutuskan sambungan itu dan langsung saja menaikkan kecepatan mobil yang dia bawa tanpa ada rasa takut kepada pihak yang mengatur lalu lintas
🌻🌻🌻
Er menyusuri koridor Rumah Sakit terbesar di Negara T dengan santai. Tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang menatap kagum dan terkejut karena kehadirannya yang tanpa mengenakan penyamaran sama sekali
"Kenapa aku harus mencari Andy terlebih dahulu? Aku kan mencari Shen Lin. Dasar bodoh" omel Er pada dirinya sendiri
Menghela nafas panjang ketika melihat punggung badan seorang wanita pendek yang begitu familiar di matanya
("Apa aku langsung saja menemuinya? Tidak tidak aku harus diskusi terlebih dahulu kepada Andy. Tapi aku sudah mendiskusikannya dengan Kakak Ipar. Kenapa jadi pusing seperti ini") batin Er yang langsung mengacak rambutnya merasa frustasi
"Kau mengatakan bahwa kau akan langsung menemuiku di Ruangan ku. Tapi kau berdiri sendiri di sini dengan rambut seperti orang tidak waras di sini Tuan Muda Owner"
"Kau mengagetkan ku saja. Kurang ajar kau ini" omel Er yang langsung memukul Andy dengan cukup keras
Er menarik tangan Andy dan menyeretnya masuk ke dalam ruangan pribadi milik Dokter spesialis sekaligus sahabatnya itu.
Membiarkan dirinya duduk dengan lega di sofa empuk berwarna merah maron yang ada di sana
"Kau ini mencariku atau mencari Dokter yang sedang di gosipkan dengan mu?" sindir Andy langsung
__ADS_1
"Berhenti membicarakannya" tolak Er yang tidak ingin membahas gosip murahan itu
"Ck ck ck kalian berdua memang pantas untuk di curigai. Katakan, aku harus bagaimana untuk membantumu hah?"
Er langsung menatap lawan bicaranya dengan wajah yang cukup serius. Lalu mulai mendekatkan dirinya yang mampu membuat Andy merasa merinding dan terpaksa memundurkan dirinya ke belakang
"Buang jauh-jauh pikiran kotormu itu. Aku harus mengajak Dokter Shen Lin makan siang bersamaku. Kau bantu aku untuk membujuknya jika nanti dia menolak. Bagaimana?" jelas Er langsung
Andy langsung diam sembari menatap ke langit-langit ruangan seperti memikirkan sesuatu
"Tapi sepertinya dia akan melakukan Operasi besar saat ini. Kita tidak bisa memastikan berapa banyak waktu yang dia butuhkan untuk melakukannya. Siapa tau dia akan selesai setelah jam makan siang berakhir"
"Maksudmu dia tidak akan makan siang sama sekali?" tanya Er merasa sedikit terkejut
"Kenapa ekspresi mu berlebihan sekali. Kami para dokter sudah biasa seperti itu. Itu dinamakan tanggung jawab seorang Dokter. Tapi untuk membantumu, aku akan bertanya pada asisten ku. Kau tunggu disini saja"
"Kenapa kau yang harus mencari asistenmu? Kau boss nya atau dia? Kau hanya tinggal memanggilnya" sanggah Er langsung ketika mendengar ucapan dari sahabatnya itu
"Kau pikir aku akan sepertimu yang semena-mena hah?"
"Siapa yang kau katakan semena-mena Andy?" tanya Er dengan nada dan wajah yang sudah berubah menjadi dingin
Andy pergi meninggalkan Er sendiri di dalam ruangannya dan mencari asistennya
"Sepertinya aku akan mengajak Shen Lin lain hari saja" ucap Er memutuskan dan bangkit berdiri
Merapikan tampilannya dan berjalan menuju pintu
"Dokter Andy, aku membutuhkan"
Kalimat itu terpotong ketika sadar bahwa orang yang berada di dalam ruangan Dokter Andy bukanlah Dokter Andy melainkan pria lain yang tak lain dan tak bukan adalah pria yang mengantarkannya pulang kemarin malam
"Kau mencari Andy? Dia sedang di luar" jawab Er dengan santainya
"Oh, kalau begitu aku akan mencarinya di luar" jawab Shen Lin
"Sebentar" cegah Er sebelum langkah berbalik gadis kecil itu benar-benar terjadi
__ADS_1
Shen Lin menatap Er dengan bola mata bulat nua menunggu kalimat lanjut yang hendak diucapkan pria itu
"Kau sibuk hari ini?" tanya Er langsung
"Hmmm awalnya memang akan sibuk tapi sekarang tidak"
"Awalnya? Maksudnya bagaimana?"
"Hari ini seharusnya aku melakukan 2 operasi tapi keduanya batal karena pasien mengganti hari karena halangan tertentu. Jadi hari ini aku hanya akan membantu dokter yang membutuhkan bantuan saja" jelas Shen Lin dengan kedua telapak tangan masuk ke dalam jas dokternya
Er menganggukkan kepalanya mengerti dan menatap sekitar
"Itu saja? Kau hanya menanyakan itu saja?" tanya Shen Lin yang merasa bahwa pria dihadapannya saat ini tidak akan melanjutkan obrolan mereka
"Tidak tidak. Aku... aku ingin mengajak mu makan siang bersama sembari membicarakan hal penting. Kau... kau mau?" tanya Er dengan sedikit ragu
Shen Lin membungkam mulutnya dan menghela nafas pelan sebelum menjawab ajakan dari Er
"Baiklah. Tapi jam makan siang masih lumayan lama"
Er tersenyum kecil seakan sangat bahagia ketika ajakan makan siangnya diterima dengan cepat oleh gadis itu. Padahal awalnya dia sangat tidak ingin mengajak gadis itu apalagi ini kali pertama untuknya makan siang bersama dengan seorang gadis
Bisa-bisa gosip mengenai dirinya dan juga Shen Lin akan semakin panas dan menimbulkan banyak keributan untuknya dan juga untuk gadus ini
"Tidak masalah, kau lakukan saja pekerjaanmu dulu. Aku juga masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan. Nanti akan ku jemput" jawab Er
"Jemput? Tidak perlu. Aku membawa mobil sendiri. Nanti kau sherlock saja" tolak Shen Lin dengan lembut
"Ini, pindahkan kode nomor teleponmu" lanjut gadis itu menyodorkan handphone miliknya
Er langsung mengambil ponselnya dan membuka layar kunci lalu dengan segera memindai kode nomor miliknya
"Baiklah kalau begitu aku akan mengabari mu nanti. Aku harus pergi sekarang. Oh, jika nanti kau bertemu dengan Andy tolong katakan bahwa aku sudah pergi yah"
Shen Lin menganggukkan kepalanya mengerti dan memberikan jalan kepada Er untuk keluar. Punggung tegap itu terus saja menjauh dari jarak pandang Shen Lin
"Kenapa dia begitu manis? Tapi percuma saja jika dia jarang menunjukkan senyumnya. Kenapa semua Putra dari Graham begitu sulit untuk tersenyum? Benar-benar menjengkelkan" omel Shen Lin pelan dan melangkah keluar dari ruangan Andy dan segera menutupnya
__ADS_1
🌻🌻🌻