CEO My Husband

CEO My Husband
KEDATANGAN ANDREW (1)


__ADS_3

"Selamat Pagi Pak"


"Selamat Pagi Tuan Muda"


"Selamat Pagi dan Selamat datang kembali Tuan Muda"


Yah begitulah sapaan yang di dengar oleh Rizky. Putera Sulung Keluarga Graham yang hari ini mendadak menginjakkan kakinya kembali ke Perusahaan milik Keluarganya


Semua sapaan itu hanya bisa dijawab dengan anggukan kepala kecil dan senyum kecil yang tak lupa di lontarkan walau hanya dia yang tau bahwa dirinya sedang tersenyum


Ingin masuk ke dalam lift pribadi khusus tamu dan juga dirinya, Rizky menghentikan langkahnya lalu berbalik dan berjalan kembli ke meja Resepsionis dan menatap wanita yang sudah melebarkan senyuman termanis nya


"Nandini sudah datang?" tanya Rizky yang sama sekali tidak memiliki niat untuk menatap wajah lawan bicaranya


Tidak perlu heran, bahkan jauh sebelum dia menikah dengan Amanda dia juga masih memiliki sikap seperti itu. Tidak mau membuat dan menciptakan keributan yang sama sekali dia tidak mau mengerti


"S-sudah Tuan Muda. Nona Nandini sudah berada di tempat nya" jawab wanita itu yang sedikit merasa gugup


Tanpa menjawab sedikit pun, Rizky langsung melangkah dan masuk ke dalam lift menuju ruangan kerja yang sudah lama tidak dihuni olehnya


Lantai 7, helaan nafas panjang sudah dikeluarkan oleh Rizky saat dia keluar dari lift dan berdiri tepat di depan pintu Ruangan adiknya, Alan


"Ada apa Kak? Kakak membutuhkan sesuatu?" tanya Alan sedikit terkejut mendapati Kakak tertua sekaligus CEO Perusahaan ini sudah berdiri di depan Ruangannya saat ia hendak keluar


"Tidak ada. Kau baru sampai?"


"Sekitar 8 menit yang lalu. Lalu kenapa berdiri disini?"


Rizky memutar badannya lalu menatap datar ke arah adiknya itu. Alan benar-benar menjengkelkan sedari dia kembali ke rumah. Sepertinya adiknya itu benar-benar memancing rasa kesal dalam diri Rizky


"Memangnya kenapa? Ini perusahaan ku lalu apa salahnya aku berdiri disini hmmm? Semua isi gedung ini mengatasnamakan nama ku"

__ADS_1


"Ckkk tanpa kakak beritahu aku juga tau bahkan semua penghuni gedung ini pun tau. Aku hanya sedikit heran saja mengapa kakak tiba-tiba ada di sini. Kenapa tidak masuk ke dalam ruangan CEO mu? Atau kakak lupa dimana ruangan kakak sendiri?"


"Alan, sepertinya kau butuh pengajaran lebih dariku. Kenapa kau semakin lama semakin cerewet hah? Bahkan Zaen tidak seberisik dirimu. Pergi sana selesaikan pekerjaan mu. 1 jam lagi aku mau laporan mengenai Projek Pembangunan Hotel Graham yang ada di Seoul"


Setelah mengucapkan itu Rizky langsung melenggang pergi meninggalkan Alan yang diam dan lagi lagi harus menahan rasa terkejutnya. Apa tadi itu Kakak nya? Rizky?


🌻🌻🌻


"Hah melihat tumpukan berkas ini sudah membuatku pusing. Baiklah mari kita mulai. Tapi sepertinya harus diperbaiki sedikit" monolog Rizky dan langsung menekan tombol biru di sudut meja kerja nya


"Ada apa Tuan Muda Rizky? Apa membutuhkan sesuatu?"


Rizky terkekeh sebentar. Suara ini yang sedari tadi ingin dia dengarkan. Dia menatap wajah Nandini yang sudah menatap nya dengan datar.


"Aku mau dalam waktu 10 menit ruangan ini sudah berbeda" ucap Rizky yang langsung keluar dari ruangan nya sendiri


Sedangkan Nandini? Wahhh jangan tanyakan ekspresi seperti apa yang sudah dia perlihatkan. Wajahnya sudah merah menahan amarah dan kesal


"Rizky Sialannnn" teriaknya mengeluarkan rasa kesalnya.


10 menit kemudian


Rizky benar-benar sangat sangat tepat waktu. Dia sudah kembali lagi ke ruangannya dan mendapati Nandini yang berdiri dan tersenyum lebar kepadanya. Rizky tau bahwa Nandini sudah mengatakan dirinya 'Sialan' tadi walaupun ruangan nya ini kedap suara


"Bagus. Terimakasih Nandini kau memang Sekretaris terbaik untuk perusahaan ini. Kau bisa kembali dan jangan lupa selesai makan siang nanti aku mau laporan kekurangan perusahaan dalam 3 bulan terakhir dan juga data lengkap semua pegawai dan atasan" jelas Rizky yang sudah memasang wajah seriusnya


"Baik Tuan Muda. Apa untuk makan siang nanti saya harus membelikan Anda makan siang?"


"Tidak perlu. Amanda akan membawakan makan siang untuk kita. Kau juga tidak perlu keluar" jawab Rizky yang sudah mulai membuka dokumen di hadapannya


"Baik Tuan Muda. Jam makan siang nanti saya akan menunggu kedatangan Nona Muda Amanda. Kalau begitu saya permisi Tuan Muda"

__ADS_1


Nandini membungkuk lalu melangkah keluar dari Ruangan CEO Muda nya itu. Mau bagaimana pun, Nandini masih begitu menghormati Rizky bahkan sangat menghormati nya.


🌻🌻🌻


Amanda sangat senang dan hal itu tak luput dari pandangan semua pelayan yang bekerja di Rumah Besar Graham itu. Mereka sangat takut, takut jika sewaktu waktu Tuan Muda Rizky mereka pulang dan mendapati Istri nya menginjakkan kaki ke area dapur


"Kalian tenang saja. Tuan Muda kalian tidak akan marah sama sekali. Justru dia yang sudah mengizinkan saya untuk mulai memasak dan memasuki dapur" ucap Amanda yang seakan tau apa yang dipikirkan oleh Kepala Pelayan dan juga yang lainnya


Amanda menatap jam dinding besar nan mewah yang ada di dapur lalu tersenyum. Dia menata semua makanan yang sejak tadi dia persiapkan ke dalam rantang makanan. Bahkan sangat banyak


"Kak, apa sudah selesai? Sebentar lagi jam makan siang" tanya Owner yang baru saja tiba dan langsung menemui Kakak Iparnya


"Wah ini sepertinya sangat enak. Bolehkah kakak menambahkan bagian ku? Sepertinya itu akan kurang" lanjutnya menatap takjub semua makanan yang ada di depannya saat ini


"Tenang saja. Tunggu sebentar yah, sedikit lagi ini akan selesai dan kakak akan mengganti pakaian" jawab Amanda dengan senyum manis yang mampu menyentuh hati siapa saja


Owner menurut dan menunggu di ruang tamu sembari memainkan benda pipih miliknya. Amanda dengan cepat menyelesaikan semuanya lalu menyuruh Kepala Pelayan untuk memasukkan semua nya ke dalam tempat makan satu per satu


Dimana Lyla? Ahk Amanda hampir lupa bahwa Ibu Mertua nya itu sedang pergi bersama dengan Zaen ke butik langganan keluarga mereka untuk mengambil beberapa pakaian


Amanda menaiki anak tangga dengan cepat menuju kamarnya lalu dengan sigap mengganti pakaian dan memoleskan sedikit bedak dan juga parfum ke baju kemeja miliknya


"Ayo Er. Kakak sudah siap" ucap Amanda masih berada di anak tangga namun kedua alisnya menekuk menatap sekitar yang sama sekali tidak menampilkan keberadaan Adik Ipar nya sama sekali


"Nona Muda, Tuan Muda Er sudah menunggu di dalam mobil. Semua bawaan Nona juga sudah berada di dalam dibawakan oleh Tuan Muda sendiri" ucap salah satu pelayan


Amanda tersenyum lalu berjalan menuju pintu utama untuk masuk ke dalam mobil pribadi milik Owner. Amanda membuka pintu namun terhenti ketika nama nya terucap begitu jelas


"Nona Amanda"


Amanda menoleh dan mendapati seorang pria yang sepertinya pernah ia temui. Namun siapa? Mengapa sangat sulit untuk mengingatnya

__ADS_1


"Kau? Ada urusan apa kemari?"


🌻🌻🌻


__ADS_2