CEO My Husband

CEO My Husband
OWNER & LIN LIN?


__ADS_3

"Tamu spesial? Tapi siapa?"


"Kau tidak akan tau jika belum melihatnya sendiri. Ayo"


Rizky menggenggam tangan mungil istrinya itu. Menuruni anak tangga sedang manik mata Amanda yang sedari tadi tidak bisa berhenti mencari tau siapa tamu yang dimaksud oleh suaminya itu


"Tapi tidak ada siapapun. Kau membohongi ku Tuan Muda?" ucap Amanda yang sudah menetap tajam suaminya itu


"Ck kau ini. Kita belum sampai di bawah. Kau juga belum melihat semua orang yang ada di rumah ini. Sabar sebentar" jawab Rizky yang juga sudah mulai kesal akibat omelan dari Amanda sejak tadi


Amanda mengunci mulutnya rapat. Dia tau bahwa Rizky sudah kesal karena sejak tadi mengomel tanpa henti. Dia mengikuti langkah Rizky menuruni anak tangga dan mendapati Zaen yang sedang sibuk menata meja makan


"Kak, kakak sudah baikan? Tadi Kak Rizky mengatakan bahwa kakak tidak enak badan" ucap Zaen yang juga menyadari kehadiran Amanda dan juga Rizky


"Ahk ya kakak sudah merasa lebih baik. Tapi makanan sebanyak ini? Apa ada acara?"


Setelah sampai di bawah, Rizky pergi meninggalkan kedua wanita itu dan entah pergi kemana


"Tidak kak. Tidak ada acara apapun. Er membawa Ling Ling untuk makan malam bersama dengan kita. Itu sebabnya ada banyak makanan" jelas Zaen yang masih sibuk dengan pekerjaannya


"Ling Ling? Lalu dimana dia?"


"Di dapur kak. Dia memasak dengan Bunda. Sedangkan yang lain tidak tau kemana. Yang pasti Ayah ada di sekitaran Kolam Renang bermain dengan Didi"


Ahk kalian belum tau siapa Didi? Dia adalah anjing peliharaan milik Owner yang dibeli sebulan yang lalu. Usianya masih sekitar 6 bulan


"Oh begitu baiklah"


🌻🌻🌻


Semua makanan dan juga minuman sehat sudah tersedia di meja makan milik Keluarga Graham. Hanya menunggu dua orang lainnya untuk ikut bersama dengan mereka menikmati makan malam bersama

__ADS_1


"Ling Ling, sebentar yah. Kau bisa menunggu kan?" ucap Lyla menatap ke arah gadis itu


"Tidak masalah Bunda. Lagi pula aku tidak terlalu lapar jadi masih bisa menunggu"


"Entah kemana pergi nya kedua pria itu"


"Kenapa harus menunggu kami Ayah? Kalian bisa makan malam terlebih dahulu"


Suara yang begitu dikenal oleh seluruh penghuni rumah kini terdengar dengan begitu jelas. Semua menoleh ke asal suara lebih tepatnya ke arah tangga dimana Owner dan juga Thio sedang menuruni satu per satu anak tangga


"Kau ini minta dihajar hah? Ayo cepat" desis Bryant menatap tajam ke arah kedua putera nya itu


"Dasar Ayah!!! Akhir akhir ini dia selalu saja memarahi ku" bisik Er yang berharap hanya Thio saja yang mendengar nya


Mereka duduk di bangku yang kosong dan secara tidak sengaja saling menatap dengan manik mata berwarna cokelat. Er terkesima dan masih mempertahankannya arah pandangan nya


"Ekhem. Apa kau akan kenyang hanya dengan menatap Dokter Ling Ling, Tuan Muda Er?" goda Amanda menahan senyumannya


"Ahk bu-bukan seperti itu Kak. Ayo kita makan saja ayo" jawab tersangka dengan gugup lalu kembali menyendokkan lauknya ke atas piring miliknya


"Apa kau merasa canggung Nona Ling Ling? Tapi begini lah kami. Saat sudah mulai memegang sendok maka sangat tidak sopan untuk berbicara. Jadi kau harus mulai membiasakan diri dan belajar sedikit demi sedikit Peraturan Rumah Keluarga Graham. Bukan begitu, Er?" ucap Bryant yang sedari tadi mengerti kegelisahan gadis itu


"Ayah" bisik Er yang sedikit menatap tak percaya ke arah Ayahnya itu


"Tidak masalah Paman. Paman benar, aku sedikit canggung. Namun setelah dijelaskan seperti itu aku akan berusaha mengerti" jawab Ling Ling yang tak lupa dengan senyuman khas miliknya


"Itu artinya kau juga setuju dengan kalimat Paman 'Kau harus mulai belajar mengenai Peraturan Rumah Keluarga Graham'?" goda Bryant terus yang sudah menahan tawanya


"A-ahk bu-bukan seperti itu Paman"


"Sudahlah. Ayah hanya ingin menggoda kau dan juga Er. Tidak perlu terlalu dipedulikan" sambung putera tertua Graham, Rizky

__ADS_1


("Ayah benar-benar. Bagaimana aku harus menghadapi Ling Ling selanjutnya? Merepotkan saja") batin Er menggaruk pelipisnya


🌻🌻🌻


"Kau sudah berbicara dengan Kak Amanda?"


Ling Ling tersenyum dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas perkataan dari Owner. Setelah makan malam selesai, Er mengajak nya berjalan jalan sebentar di halaman samping rumah milik Graham itu


"Nanti kami akan mengobrol. Tapi syukurlah karena aku melihat Nona Amanda baik-baik saja. Alasan kau mengajak ku kemari karena Nona Amanda kan? Kau mengatakan bahwa kau begitu khawatir jadi meminta ku untuk makan malam sekedar menghibur Nona Amanda" lanjut gadis itu yang kini sudah menoleh ke samping


Er memberhentikan langkah nya dan membuat gadis yang bersamanya itu juga ikut memberhentikan langkahnya. Ling Ling menautkan kedua alisnya bingung


"Ada apa? Apa ada masalah lainnya?"


"Terimakasih. Terimakasih karena sudah datang dan tertawa bersama dengan keluarga ku. Maaf karena sudah membuat mu repot dan meninggalkan waktu istirahat mu" jawab Er menatap lekat manik mata cokelat terang milik gadis itu


Ohhh ayolah, ini bukan Tuan Muda Er kita. Kemana Owner yang berhati batu? Dia mendadak romantis seperti ini dihadapan Dokter Muda nan cantik seperti Ling Ling


Ling Ling membalasnya. Dia menatap mata hitam pria itu lalu tanpa sadar melangkah lebih dekat. Jaraknya dengan pria itu hanya berkisar satu jengkal saja


Ling Ling menempelkan telapak tangan nya ke kening milik pria itu dan meneliti setiap pahatan yang ada di hadapannya sekarang


"Kau ini sedang apa?" tanya Er yang juga masih senantiasa menatap objek di depannya


"Sttt... aku sedang memastikan apakah Tuan Muda Er ini benar-benar sehat atau sedang sakit? Tapi kau baik-baik saja. Ck ck ck sebenarnya kau ini kenapa hah? Kenapa mendadak mengucapkan kalimat sakral seperti itu. Atau apakah kepala mu terbentur sebelum makan malam tadi?" jelas Ling Ling dan kembali memundurkan langkahnya


Namun tidak jadi. Tangan kekar itu langsung merengkuh pinggang gadis itu dan menariknya lumayan kasar. Ling Ling membulatkan kedua mata nya


"Dokter Ling Ling, apa kau yakin aku baik-baik saja? Sepertinya kau salah. Aku ini sakit, detak jantung ku berdetak tidak normal saat kau seperti ini. Apa kau sudah menjadi penyebab penyakit jantung hmmm?" bisik Er lembut membuat Ling Ling dengan susah payah menelan salivanya


"Lepaskan Er. Jika ada yang melihat maka akibatnya akan buruk"

__ADS_1


"Kalian..."


🌻🌻🌻


__ADS_2