
Menelusuri jalanan malam yang begitu ramai. Dan jangan lupakan kemacetan yang selalu ada di setiap lampu lalu lintas
Seperti saat ini mereka terjebak kemacetan dengan suara berisik yang juga menghiasi. Owner berusaha sabar, dia mengetukkan jari telunjuk nya pada setir dengan penglihatan yang hanya fokus menatap ke depan
"Kita akan kemana?"
Akhirnya ada suara di dalam mobil jeep milik Owner. Dia sengaja menggunakan kendaraan roda empat ini dikarenakan sudah lama tidak dibawa sekedar memanaskan mesinnya
"Belum terpikirkan. Kau ingin makan sesuatu?"
Ling ling yang mendengarkan pertanyaan itu sontak diam sejenak dengan mata dan kerutan yang sedang berpikir
"Sebelum aku mengatakan nya, apa kau keberatan jika kita makan di pinggir jalan?"
Gelengan kepala sebagai jawaban yang di dapatkan oleh gadis itu. Sontak senyumnya merekah indah dan membuat Er meliriknya merasa curiga
"Tidak dengan makanan sembarangan, Ling ling. Jangan coba-coba mengajak ku untuk makan malam sembarangan" ucap Er dengan cepat sebelum suara gadis itu terdengar
"Tenang saja. Memang kita akan makan di pinggir jalan tapi makanan yang disediakan tidak jauh berbeda dengan makanan yang ada di restoran mahal. Perempatan jalan di depan kita bisa belok kanan"
Mendengar itu, Er hanya diam membiarkan gadis itu mengarahkan sesukanya. Toh memang benar, dia mengajak makan malam namun dia belum menyiapkan apapun
🌻🌻🌻
Er menatap tak percaya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa gadis itu mengajak nya ke tempat terbuka seperti ini? Dengan beralaskan tikar kecil di setiap tempatnya
Makanan pinggir jalan yang ada di bayangan pria itu bukan seperti ini! Dia memikirkan bahwa akan ada... Ahk sudah lah, pria itu sudah lelah berdebat
Dia segera mengikuti langkah gadis itu. Sedangkan Ling ling sudah berjalan begitu semangat dan duduk di paling pojok tempat itu
"Kau yakin makan di tempat ini?" tanya Er sedikit berbisik
"Memangnya kenapa? Disini makanan nya sangat enak. Kau harus mencoba nya. Ambil ini"
Ling ling memberikan kertas panjang yang berisikan menu makanan dan juga minuman yang ada. Er menerima nya dengan ragu. Menatap sekitar, memang sangat ramai. Apa seenak itu?
"Menu utama nya adalah hotpot pedas. Aku akan memesan itu terlebih dahulu"
"Tidak. Tidak baik makan makanan yang pedas, Ling ling. Dan kau tau itu" cegah Er dengan cepat
"Ayolah, hanya sesekali ini. Cepat kau ingin memesan apa? Agar aku yang menulisnya"
"Terserah"
__ADS_1
Er pasrah dan meletakkan menu itu kembali. Sudah ada panci hotpot dengan api yang menyala sedang. Melihat gadis dihadapan nya yang dengan antusias menulis entah apa di kertas itu
"Sebelum kau memberikannya, berikan padaku"
Mendengar hal itu, Ling ling menghela nafas lelah. Dia lupa sedang bersama dengan salah satu orang ternama itu. Bahkan dia juga tidak sadar bahwa sudah banyak yang mengambil foto kebersamaan mereka secara diam-diam
🌻🌻🌻
Setelah 15 menit menunggu akhirnya satu per satu yang dipesan diantarkan dan ditata dengan baik. Sedang Er sibuk memasukkan bahan-bahan ke dalam panci hotpot dihadapannya
"Kau harus menghabiskan ini semua, Dokter Ling ling"
Bagaimana tidak? Gadis itu memesan lebih dari 3 jenis makanan. Bahkan semua makanan ini diyakini sangat pedas. Dia sudah melarang, namun mendengar ucapan manis dari gadis itu dengan terpaksa Owner menyetujui nya
Sudah ada Sweet and Sour Park, Dumpling, Hotpot, Mapo Tofu, Kung Pao Chicken dan juga Chow Mein
Er memasukkan salah satu makanan itu dengan menggunakan sumpit ke dalam mulutnya. Ling ling menunggu karena dia ingin tahu penilaian dari Tuan Muda yang terbiasa makan di tempat mewah
"Bagaimana?"
"4 dari 5"
Seketika senyuman itu terbit semakin lebar. Er yang melihat itu tanpa sadar juga ikut tersenyum. Bahkan Ling ling melotot tak percaya
"Apa kau baru saja tersenyum? Benarkan? Oh astaga aku pikir kau ada pria kaku yang tidak mau tersenyum selain dalam Keluarga Graham. Astaga kau sangat tampan jika tersenyum, Tuan Muda"
🌻🌻🌻
"Terimakasih untuk makan malam dan juga tumpangan nya"
Sudah pukul 9.47 malam waktu setempat. Er masih mematuhi ucapan dan juga titah dari Ayah dan Kakak nya Rizky. Tidak boleh memulangkan anak gadis orang lewat dari pukul 10 malam. Sangat tidak sopan!
"Hmmm. Masuklah"
Gadis itu turun dan menutup kembali pintu mobil itu. Berjalan masuk ke dalam gedung apartemen yang sudah dia tinggali selama 2 tahun terakhir. Er masih menunggu sampai gadis itu masuk ke dalam lift yang ada tepat di depan pintu masuk
Mengambil benda pipih miliknya dan menghubungi seseorang. Ponsel yang memang sedari tadi sudah tersambung telepon ke bluetooth mobilnya membuat Owner langsung menjalankan mobil miliknya
"Siapkan 2 orang penjaga untuk berjaga di Apartemen milik Ling ling. Sedari tadi ada yang mengikuti kami"
"Kau yakin? Apa aku perlu melacak mereka?"
"Tidak. Biarkan saja. Jika mereka sudah mulai menyentuh, maka aku sendiri yang akan menghabisi mereka. Aku mau penjagaan yang sama seperti pada Kakak Ipar. Tanpa seragam dan memantau seperti orang biasa"
__ADS_1
"Segera. Malam ini"
Er mematikan telepon tersebut. Dia menghubungi sahabatnya, Thio. Dan apa yang dia jelaskan tadi memang benar adanya
Sedari dia keluar dari kawasan Rumah Sakit. 2 mobil yang berbeda jenis mengikuti nya. Mobil sedan berwarna silver dan mobil jeep seperti miliknya
"Berani menyentuh, ajal menjemputmu" lirih Er yang masih bisa melihat salah satu mobil yang masih mengikuti nya
🌻🌻🌻
"Aku pulang" ucapnya dengan tangan yang sudah memegang kemeja hitam yang tadi dia kenakan
"Apa makan malam nya berjalan lancar?"
Pertanyaan itu membuat senyum Er terbit. Kakak iparnya masih belum naik ke kamar nya dan menunggunya kembali
"Kenapa kakak belum tidur? Jika Kak Rizky tau maka habis sudah kami diomeli olehnya" ucapnya yang sudah menghampiri Kakak Iparnya yang duduk di sofa sembari menonton kartun disney
"Kakak belum mengantuk. Bagaimana?"
"Biasa saja Kak. Hanya makan malam biasa tidak lebih. Bukan kah Er sudah mengatakan nya tadi?"
"Tapi gadis itu pecinta pedas. Sangat sulit memberikan penjelasan bahwa tidak baik mengkonsumsi pedas terlalu banyak. Lagipula dia seorang Dokter, harusnya dia tau mengenai hal itu. Mck"
"Kau mengomel disini sangat tidak berguna, Er. Kenapa tidak mengomel secara langsung dengan nya hmmm? Dan... Kau begitu mengkhawatirkan dirinya. Ada apa? Apa hubungan kalian sudah sejauh itu hmmm?"
"Berhenti menggoda ku, Kakak Ipar. Kami hanya sebatas teman biasa. Tidak lebih"
Amanda terkekeh dan menepuk punggung tangan pria itu pelan. Er menatapnya dengan tersenyum
"Apa ada kejadian aneh sejak aku pergi, Kak?"
🌻🌻🌻
**Bonus gambar Tuan Muda Owner dan Dokter Ling ling
Owner Graham**
__ADS_1
2. Shen Lin