
"Alan" panggil Rizky dari anak tangga ketika dia sudah melihat Alan yang sibuk berbicara dengan Thio sahabat sekaligus orang kepercayaan adiknya itu
Alan dan Thio sontak kaget dan memandang Rizky. Thio membungkukkan badannya dan Rizky hanya menganggukkan kepalanya singkat
Rizky berjalan melewati mereka berdua dan duduk di kursi yang ada di pinggir kolam renang rumahnya
"Kalian mau berdiri saja?" tanya Rizky menatap keduanya secara bergantian
Akhirnya Alan dan juga Thio juga ikut duduk
"Apa kau mendapat informasi mengenai Alex dan juga Irish?" tanya Rizky langsung ke intinya saja
"Kau ini sangat tidak sopan Ky. Mereka sudah menjadi mertuamu. Jika Amanda mendengar kau memanggil orangtuanya dengan sebutan nama saja bagaimana perasaannya? Kau tega melihat dia murung dan menangis?" ucap Bryant yang ternyata juga menyusul mereka
Thio langsung berdiri dan mempersilahkan Bryant untuk menduduki tempatnya tadi. Bryant memukul pundak Thio pelan sembari tersenyum
"Bagaimana kabarmu Thio? Apa Er merepotkanmu?" tanya Bryant
"Bukankah dia hanya akan merepotkan ku Om?" bukannya menjawab Thio justru memberikan sebuah fakta
"Lanjutkan saja" jawab Er yang entah sejak kapan berdiri di pintu kaca yang terhubung ke kolam renang
Rizky hanya memutar kedua bola matanya malas. Dia mencari Alan hanya ingin bertanya masalah yang kemarin. Tapi kenapa justru semakin ramai
"Hehehehe Tuan Muda Er. Maafkan saya tapi itu memang sebuah fakta mengenai Tuan Muda" jawab Thio sambil memberikan senyum menjijikkan
"Ehem" deheman keras sudah dikeluarkan oleh Rizky
Semua diam dan Bryant hanya terkekeh saja melihat Putra Sulung nya ini
"Mereka tidak tau kemana Kak. Aku sudah mengecek segalanya bahkan semua nama-nama penumpang dari jalur udara bahkan laut. Namun nama mereka tidak tau. Tidak ada yang tau kemana mereka" jawab Alan
"Kau mencari Mertuamu kak?" tanya Er sembari bersedekap dada
Sontak semua kaget kecuali Thio. Rizky kembali menghembuskan nafasnya pelan dan wajahnya masih saja datar
"Apa ini pekerjaanmu?" tanya Rizky langsung
"Aku tidak menyukai mereka sama sekali. Jadi aku menyuruh Thio untuk bermain sebentar dengan mereka. Kau tenang saja mereka aman dan nyaman" jawab Er dengan wajah yang juga datar
"Alasannya?" tanya Rizky lagi
"Aku tau kau sudah mencari tau banyak hal mengenai Kak Manda. Tapi ku rasa aku juga harus ikut turun tangan menghadapi keangkuhan mereka. Thio kau saja yang menjelaskan segalanya" jawab Er yang sudah menatap Thio tajam
🌻🌻🌻
Flashback on
__ADS_1
Setelah mendengar perintah yang diberikan oleh Tuan Muda sekaligus sahabatnya itu. Thio langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas normal menuju ke suatu tempat
ARAFAH PROPERTY
Itulah yang tertulis di papan nama sebuah perusahaan yang cukup besar itu. Dia turun dari mobilnya dan langsung melangkah masuk ke dalam
Tak memperdulikan satpam dan juga resepsionis yang menghentikan langkahnya. Dengan memasang wajah datar dan juga tatapan yang tajam mereka semua sudah terdiam dan mengurungkan niatnya untuk menghentikan langkah seorang Thio
Tanpa bertanya kepada orang yang ada di kantor itu, Thio sudah menapaki kakinya di lantai ruangan Alex Arafah
"Hallo Tuan Arafah" sapa Thio basa basi sembari memperlihatkan senyum manisnya. Namun jika orang yang sudah dekat dengan Thio akan tau bahwa senyum itu sebenarnya sangatlah berbahaya
"Oh apakah kau Tuan Thio yang menelpon untuk membahas soal proyek? Silahkan duduk Tuan" jawab Alex mempersilahkan Thio untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya
"Saya tidak ingin berbasa-basi. Silahkan ikut saya karena Tuan saya ingin menemuimu dan juga istrimu. Apa kau sudah memberitahukan istrimu?" jelas Thio
"Oh sebentar lagi dia akan segera sampai Tuan Thio. Kita bisa menunggunya sebentar saja" jawab Alex dan mengambil ponselnya
"Aku sudah disini sayang" ucap Irish yang sudah masuk ke ruangan itu
Alex dan Irish saling mencium pipi satu sama lain
("Apakah kalian tidak peduli dengan pernikahan itu? Apa setelah Tuan Muda Rizky memberikan harta kalian melupakan Nona Amanda begitu saja? Memang manusia tidak tau diri") batin Thio sembari menggelengkan kepalanya tak percaya
"Apa kita sudah bisa berangkat sekarang?" tanya Thio
Mereka masuk ke dalam mobil. Dan untungnya Alex dan Irish tau diri. Alex duduk di samping Thio sedangkan Irish duduk sendiri di belakang
Di sepanjang perjalanan hanya ada percakapan singkat dan Thio hanya menjawab seadanya saja. Sebenarnya sifatnya tak kalah jauh dengan Owner yaitu bersikap dingin kepada orang yang dianggap sudah tak pantas dihormati
Tanpa sadar Thio memberhentikan mobil mereka di sebuah rumah sederhana namun ada beberapa mobil yang terparkir di depan garasi besar itu
"Silahkan turun" ucap Thio dan mematikan mesin mobil itu.
Alex dan juga Irish segera turun dan menunggu Thio untuk turun. Namun tiba-tiba saja pandangan mereka gelap
Mereka dipaksa berjalan dan seketika penutup mata itu dibuka. Mereka berusaha menormalkan kembali penglihatan mereka
"Kalian menjebak saya dan juga istri saya. Lepaskan atau kalian tau akibatnya" teriak Alex menahan emosi
"Apa yang akan Anda lakukan jika saya tidak menyetujui hal itu?" tanya seseorang yang sudah masuk ke dalam ruangan itu
"Siapa kamu?" tanya Alex lagi
Orang itu duduk dan menatap dua orang yang saat ini ada di hadapannya. Dia melihat Irish yang sudah menangis
Dia sungguh tidak menyukai jika wanita sudah menangis. Namun sekarang dia mengecualikan hal itu
__ADS_1
Dia hanya tidak suka jika Bunda dan juga Kakak Iparnya Amanda yang menangis
"Saya Owner Graham" jawab Er singkat
Jawaban itu membuat keduanya terdiam tak tau mau menjawab apalagi
"Kenapa kalian membuat Kak Manda seperti tinggal di neraka? Apa dia bukan anak kalian? Bahkan kalian tidak ingat bahwa hari ini adalag acara pernikahannya. Kalian memang orangtua yang luar biasa hebatnya" jelas Er dengan panjang
Tak hanya para pria berjas saja yang terkejut namun Thio juga. Untuk pertama kalinya seorang Owner Graham mau menjelaskan panjang seperti itu. Karena sejarahnya Owner hanya akan banyak bicara di depan keluarga Graham saja dan juga pada Thio
"Apa yang kalian sembunyikan dari kami?" tanya Er lagi
Tak ada jawaban dan Er sangat tidak suka menunggu hal yang dia rasa tidak penting
"Kalian jaga mereka. Buka saja ikatannya dan tetap awasi mereka. Berikan apa saja yang mereka inginkan. Saya ingin memberikan hadiah untuk keluarga ku" ucap Er dan berjalan meninggalkan semuanya
Flashback off
🌻🌻🌻
Semua cerita yang dikeluarkan oleh Thio sudah selesai. Tak ada suara dan terlihat wajah semua orang datar dan dingin
"Dimana mereka?" tanya Bryant membuka suara
"Mereka ada di mansion Er yang Ayah berikan waktu Er mendapat juara Olimpiade semasa SMP dulu" jawab Er
Bryant menganggukkan kepalanya dan memukul tangan Rizky. Dia tau bahwa saat ini Putra Sulungnya ini sangat emosi
"Kau yang akan menyelesaikan atau Ayah atau Er saja?" tanya Bryant
"Biarkan Alan yang menyelesaikan nya" jawab Rizky dan meninggalkan semua orang
"Pilihannya hanya Ayah dan aku. Kenapa malah Kak Alan? Kak Iky memang selalu membuat semua orang menebak pikirannya" ucap Er yang heran melihat kakaknya itu
"Kau bisa Lan?" tanya Bryant
"Alan akan melakukannya Yah. Apalagi Alan sedang libur panjang jadi Alan akan menyelidiki ini semua" jawab Alan pasti
"Kak jika kau membutuhkan bantuan katakan pada Thio saja" kata Er
"Er benar. Thio kau harus selalu ada di samping Alan. Bantu dia untuk menyelesaikan ini semua" perintah Bryant
"Aku hanya menyuruh Alan. Maka biarkan dia saja. Kenapa sulit sekali memahami kalimatku" kata Rizky yang kembali duduk
Semua terdiam dan hanya menyetujui ucapan dari Tuan Muda Rizky itu
🌻🌻🌻
__ADS_1