
Terlihat dengan sangat gagah dan juga rapi seorang pria muda bertubuh tinggi dengan kulit putih. Rambut yang sudah dengan sangat rapi di sisir ke belakang dengan toxedo hitam yang sudah melekat di tubuhnya
"Entah ada alasan apa dibalik semua acara ini. Hanya Ayah saja yang mengerti semuanya" lirih Rizky sembari menatap pantulan dirinya di cermin besar yang ada di Kamar pribadinya
Dia berbalik dan menatap pintu kamar mandi yang tak jua terbuka. Terdengar helaan nafas panjang yang keluar dari mulut pria itu
"Manda, segeralah turun. Aku akan turun terlebih dahulu yah" ucapnya sedikit berteriak
Tak ada jawaban yang terdengar, Rizky memutuskan melangkah keluar dan membiarkan Istrinya itu untuk bersiap-siap tanpa mengganggu sedikit pun
"Kakak memang akan selalu terlihat lebih tampan dari kami semua"
Suara itu berhasil membuat Rizky memberhentikan langkahnya dan menatap ke belakang. Dia tersenyum kecil sebagai jawaban atas pujian dari adik bungsunya itu
"Kau juga terlihat tampan" balas Rizky memuji Er
Er pun memukul pelan pundak kokoh Kakak tertuanya itu dan langsung merangkulnya
"Mau bagaimana pun, kau akan selalu yang terdepan. Lihat saja, nanti semua kamera dan siaran Tv hanya akan menyoroti dirimu dan juga Kakak Ipar ku"
Rizky terkekeh dan masuk bersama Er ke dalam lift yang sudah terbuka lebar. Mereka saling berkaca merapihkan sesuatu yang sebenarnya sudah sangat rapi
"Tapi Kak, dimana Kakak Iparku?" tanya Er yang baru menyadari ketidak hadiran Amanda
"Dia masih belum siap. Kau sudah berhasil membujuk Dokter cantik itu?" tanya Rizky dengan ledekan yang sedikit terselip di dalam kalimatnya itu
"Jangan tanya Kak. Intinya dia sudah ada di sini dan Bunda tidak akan mengomel padaku terutama Kak Manda" jawab Er sedikit berpasrah dengan kepala yang sedikit menunduk
Tinggg
Pintu lift itu kembali terbuka dan menampilkan keramaian yang hampir memenuhi Rumah milik Amanda ini
"Kenapa harus seramai ini? Bukankah Ayah mengatakan bahwa dia hanya mengundang para kolega dan beberapa keluarga yang lain? Lantas kenapa harus sebanyak ini" bisik Rizky sembari menggaruk pelipisnya
"Ayolah Kak. Kau juga tau bahwa Perusahaan Graham memang memiliki banyak Kolega dan juga rekan-rekan bisnis lainnya. Jadi tidak perlu merasa terkejut seperti itu" jawab Er yang juga berbisik
__ADS_1
Kedua pria tampan itu tampak sudah menjadi sorotan para publik dan menjadi bahan cucian mata bagi para gadis-gadis yang memang ada di acara ini
Berjabat tangan dengan satu per satu manusia yang mereka kenal itulah jalan keluar agar mereka bisa sampai pada Ayah dan juga Alan yang sedang mengobrol dengan seorang Pria Tua
"Ahk kalian sudah turun ternyata" ucap Bryant yang melihat jelas keberadaan kedua putranya itu
Bryant langsung merangkul keduanya dan langsung membawa mereka ke tengah-tengah obrolan dengan orang yang sedari tadi menemani nya mengobrol
"Dimana Istrimu Rizky?" tanya Kakek Tua itu dengan mata yang sudah melihat sekeliling nya
"Dia masih bersiap Paman. Mungkin sebentar lagi dia akan turun" jawab Rizky mempertahankan senyumnya
"Itu dia" ucap Bryant begitu antusias
Sontak semua mata tertuju pada tangga sebelah timur. Amanda dengan anggunnya memakai gaun berwarna putih panjang yang menampilkan lengan putih mulusnya dengan bebas. Rambut panjang yang tak lupa dia gerai juga
Hal itu berhasil membuat Tuan Muda Rizky langsung berjalan dengan cepat ke arah Amanda. Melepaskan tuxedo nya dan langsung melekatkan pakaian itu pada Istrinya
"Kenapa harus memakai gaun seperti ini. Kolega Ayah sangat di dominasi oleh pria dengan mata yang sangat ingin aku cabut pada tempatnya" bisik Rizky yang menatap Amanda dengan raut wajah datar
"Maaf lama Ayah" ucap Amanda sesampainya di hadapan Bryant
Bryant tersenyum dan merangkul Amanda dengan sangat menjaganya
"Dia adalah Menantu tertua sekaligus Puteri kesayangan ku. Amanda Citra Graham" teriak Bryant memperkenalkan Amanda masih dengan senyumnya
Amanda menatap satu per satu tamu yang sudah ada di antara mereka semua. Sedikit menundukkan kepalanya memberikan hormat atau pun salam kenalnya
"Wah Tuan Besar Graham, ternyata menantu mu ini memang sangat cantik. Dia seperti seorang Tuan Puteri karena memiliki wajah dan perilaku yang sangat anggun. Kau dan juga Putera mu sangat beruntung mendapatkan gadis seperti Nona Amanda ini" ucap salah satu pria yang seumuran dengan Bryant
Bryant hanya semakin mengembangkan senyumnya dan menatap Amanda dengan tulus. Semua kegiatan kembali dilanjutkan begitu pun Amanda yang sudah berdiri bersama dengan Zaen dan juga Shen Lin
"Kak" panggil Zaen
Amanda memberhentikan tawanya begitu melihat hal yang dilihat oleh Zaen adiknya itu. Amanda berusaha menelan dan mengatur rasa gugupnya. Dan dengan pasti dia menampilkan kembali senyumnya dan melangkah menuju kedua orang yang baru saja tiba
__ADS_1
"Dad, Mom" sapa nya lembut
Merasa terpanggil, Alex dan juga Irish langsung tersenyum dan memeluk Puteri Tunggal mereka itu
"Apa kau baik-baik saja? Momy sangat merindukan mu" ucap Irish begitu melepaskan pelukannya kepada Puteri nya itu
Amanda menganggukkan kepalanya dan membalas menggenggam tangan Momy nya itu. Dia tersenyum kepada Alex yang sedari tadi juga tersenyum kepadanya
"Kau terlihat sangat cantik. Mertua dan juga suami mu memang memanjakanmu" ucap Alex merapikan rambut Amanda yang sedikit berantakan
"Tentu saja Tuan Alex. Dia sudah sah menjadi Istriku dimata Negara dan juga Agama. Jadi semua keperluan dan keinginannya sudah wajib ku penuhi" jawab Rizky yang langsung memeluk pinggang Amanda dari belakang
"Bagaimana kabar kalian?" lanjut Rizky tanpa ekspresi nya
"Yah seperti yang kau lihat. Kami berdua sangat baik. Terimakasih karena sudah menjaga dan memanjakan Puteri kami" ucap Alex yang juga sudah memasang raut wajah datarnya
"Dady, aku begitu merindukan mu" lirih Amanda yang langsung memeluk erat tubuh kekar pria paruh baya itu
Alex membalas pelukan itu dengan sesekali mengelus kepala Puteri nya itu dengan lembut
("Lakukan akting mu sebagus mungkin. Karena mau bagaimana pun, aku sudah mengetahui semua sifat bahkan niat buruk mu untuk Amanda. Hanya malam ini saja aku akan bersikap manis pada kalian berdua") batin Rizky dengan tangan yang dia masukkan ke dalam saku celananya dan menatap lekat kejadian yang ada di depannya itu
"Apa Ayah menjaga kesehatan dengan baik?" tanya Amanda lagi yang sudah melepaskan pelukannya
"Tentu saja sayang. Ayah sudah menjaga dan mengatur pola makan dengan baik agar Ayah bisa terus melihat kecantikan dan perkembangan mu dengan baik"
Rizky menampilkan senyum smirk nya dan menatap jengah semua ini. Dia pun memegang tangan Amanda dan langsung menariknya
"Kami permisi. Silahkan nikmati acaranya Dady" pamit Rizky dengan penekanan kalimat terakhir
🌻🌻🌻
__ADS_1
🌻🌻🌻