
Saat ini seluruh anggota keluarga Graham sudah duduk di ruang makan. Oh tidak semua karena Amanda dan juga Tuan Muda kecil masih belum bisa ikut berkumpul
Semua menikmati makan malam yang sudah tersedia di atas meja makan itu dengan khidmat dan hening
Namun keheningan itu tidak berlangsung lama
"Besok kau akan memantau semua persiapannya?" tanya Bryant tanpa menatap lawan bicara nya
Orang yang merasa ditanya ialah Rizky. Dia langsung menatap Ayahnya
"Hmmm. Aku akan pergi bersama Alan" jawab Rizky
"Baiklah, Ayah akan menyusul kalian jika semua urusanku sudah selesai" ucap Bryant
Suasana kembali hening dan kembali fokus pada makanan mereka masing-masing
"Sayang, kau bisa membawa Amanda besok sore ke hotel dekat acara yah. Persiapkan dia dengan indah dan jangan biarkan Puteramu ini menemuinya" ucap Bryant sambil menyentuh tangan Lyla istrinya
Lyla tersenyum dengan lembut dan menganggukkan kepalanya
"Ck... Ayah terlalu berlebihan Ayah" desah Rizky yang sudah mulai kesal karena Ayahnya selalu menjauhi dirinya dengan Amanda
"Ada apa? Kau keberatan? Aku akan menjaga Puteri ku darimu Rizky. Dia hanya akan bisa kau lihat disaat dia sudah sampai di altar nanti" jawab Bryant dengan senyum jahilnya
"Dia juga calon istriku. Jadi aku juga berhak menemuinya" jawab Rizky lagi
Lyla dan Alan saling melihat satu sama lain dan tertawa kecil
"Kalian selalu bertengkar. Lanjutkan saja lanjutkan" ucap Lyla beranjak dari tempatnya
Mendengar peringatan dari Lyla mereka langsung diam dan sama-sama tertawa walaupun Rizky hanya tertawa kecil
🌻🌻🌻
"Thio, aku yakin besok Bunda dan juga Ayah pasti akan pindah ke hotel dekat dengan persiapan itu. Aku mau kau memerintahkan semua penjaga dan keamanan dengan ketat. Aku tak ingin Calon Kakak Iparku terkena masalah karena memutuskan untuk masuk ke dalam Keluarga Besar Graham" ucap Pria yang sebenarnya adalah Tuan Muda Terakhir di Keluarga Graham
__ADS_1
"Aku sudah mengatur segalanya. Kau tenang saja. Jika kau sudah mendapatkan sebuah mimpi buruk aku yakin itu akan menjadi kenyataan di dunia ini. Makanya kau itu berdoa sebelum tidur napa, kalau udah mimpi buruk kayak gitu kan jadinya aku yang repot" jawab Thio sedikit mengeluh
Pria itu langsung menatap tajam Thio. Thio yang sadar itu langsung menampilkan giginya
"Ampun Tuan Muda. Kau ini semenjak pergi dari Rumah Besar sifatmu hampir sama dengan Tuan Muda Rizky. Untung saja kau tidak dingin seperti Rizky" ucap Thio lagi
"Teruskan saja Thio teruskan" jawab Tuan Muda itu sambil menyeduh teh nya
"Baiklah aku akan keluar sebentar. Semua perlengkapan yang akan kau pakai untuk menyamar sudah aku siapkan di atas tempat tidurmu" ucap Thio lagi
Tuan Muda itu hanya menganggukkan kepalanya dan menampilkan senyumnya
Thio keluar dari kamar hotel yang ditempati oleh Tuan Muda nya itu
Yah, sesampainya di Tiongkok Thio disuruh untuk memesan kamar tepat di dekat acara pernikahan nanti. Dan kamarnya juga hampir berdekatan dengan kamar yang akan digunakan oleh Amanda untuk bersiap-siap
Hanya beda tiga kamar namun di lantai yang sama. Dengan begitu dia bisa melihat Amanda dan mengetahui Amanda dengan sendirinya.
"Aku harap mimpi buruk ku tidak menjadi kenyataan seperti sebelumnya kak. Aku gak mau lihat kakak makin menderita" ucap Tuan Muda itu sambil memejamkan matanya
Dia meninggalkan semuanya termasuk kakak kesayangannya dengan terpaksa. Bahkan untuk kembali saja dia menyembunyikan dirinya dan dengan sengaja mengatakan pada Rizky bahwa dia tidak bisa datang melihat pernikahannya
🌻🌻🌻
Keesokan paginya, Rizky dan juga Alan sudah dalam perjalanan menuju kota Ningbo. Alan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang normal
Dia melirik ke samping dan mendapatkan Rizky yang sedang menatap keluar jendela mobil
"Apa ada yang mengganggu pikiranmu kak?" tanya Alan membuka suara
"Aku hanya merindukan DIA" jawab Rizky tanpa melihat ke arah Alan
Alan diam dan mengerti. Namun sampai saat ini dia belum pernah tau mengenai orang yang di sebut-sebut di Rumah Besar. Mereka hanya memanggilnya dengan kata DIA atau SESEORANG
__ADS_1
Mereka akhirnya sampai di tempat tujuan. Rizky turun dan Alan kembali menjalankan mobil untuk memarkirkan mobil tersebut
Rizky memakai kacamata hitamnya dan mulai berjalan menyusuri setiap jalan yang sudah dihias oleh beberapa orang yang berlalu lalang
Brukk
Rizky menabrak seseorang dan menahan tangan orang tersebut
"Maaf" ucap Rizky sambil membuka Kacamat tersebut
"Ekhem, tidak masalah Tuan" jawab orang tersebut
Rizky melepaskan tangannya setelah membantu orang tersebut berdiri dengan baik.
"Kau salah satu pekerja disini?" tanya Rizky sambil terus meneliti wajah pria yang tadi dia tabrak
"Iya Tuan. Saya permisi terlebih dahulu Tuan Muda" pamit pria tersebut
Rizky menganggukkan kepalanya dan terus berjalan. Namun langkahnya berhenti dan menoleh ke belakang
"Apa aku pernah melihatnya? Jika pernah tapi dimana?" tanya Rizky pada dirinya sendiri
"Ada masalah Kak?" tanya Alan yang sudah tiba dan berdiri di belakang Rizky
Rizky menggelengkan kepalanya dan lanjut berjalan
"Aku merindukanmu Kak. Aku senang karena sudah melihat dan mendengar suaramu itu. Apa dia juga kakakku? Ternyata Ayah memilih pria yang sama tampannya dengan ku. Jika aku bilang dia sama tampannya denganmu maka aku yakin kau akan langsung tidak Terima. Dasar" ucap pria itu yang masih melihat Rizky dan Alan dari kejauhan
Pria yang ditabrak oleh Tuan Muda Rizky itu adalah adiknya yang paling kecil. Adik kesayangannya. Dia sengaja menabrakkan dirinya dengan Rizky karena sudah melihat kedatangan Rizky dari jauh. Tentu saja dia langsung melangkahkan kakinya dengan cepat
"Aku akan segera bertemu dengan yang lainnya. Tenang saja kak, walaupun penjagaan disini sangat ketat seperti biasanya. Tapi aku akan tetap memantau dari kejauhan" ucap Pria itu lagi dan melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu
Siapa nama Pria itu sebenarnya?
__ADS_1
🌻🌻🌻