CEO My Husband

CEO My Husband
PESTA AYAH? (2)


__ADS_3

Tuan Muda Graham turun dari mobil nya dan langsung merapikan kembali penampilannya. Sambutan hangat selalu dia terima dan hanya bisa dijawab dengan anggukan kepalanya saja


"Selamat Pagi Pak" sapa satpam depan yang langsung berdiri dari bangkunya menyambut kedatangan Presiden tempat dia bekerja saat ini


Rizky hanya menganggukkan kepalanya sekali dan kembali berjalan masuk. Memang dia sangat jarang datang ke Perusahaan Utama yang sudah mengatas namakan nama dirinya sendiri


Selain karena terhalang akibat Amanda, alasan lainnya adalah dia harus mengecek proyek dan Perusahaan lainnya.


"Selamat Pagi Pak" sapa Christine yang sudah berdiri di meja resepsionis


Rizky memberhentikan langkah kakinya dan berputar haluan yang kini sudah menatap wanita yang menjabat sebagai Sekretaris Pribadinya itu


"Kau dan juga Nandini segeralah datang ke kantor ku. 10 menit dari sekarang" ucap Rizky dengan wajah datarnya


Dia kembali melanjutkan langkahnya dan langsung masuk ke dalam lift pribadi nya. Sedangkan wanita itu langsung pergi mencari keberadaan tangan kanan Presiden Perusahaan ini


"Dimana Kak Nandini?" tanya Chris yang sibuk melihat ke kanan dan juga kiri


🌻🌻🌻


Rizky membuka kancing jas yang dia kenakan. Dia duduk di kursi kebesarannya dan memijit pangkal hidungnya melihat beberapa dokumen yang menumpuk di atas meja kerjanya


Tokkk Tokkk Tokkk


Rizky melepaskan tangannya dari pangkal hidungnya dan menatap ke arah pintu kerjanya


"Masuk" ucapnya mempersilahkan


"Tuan Muda memanggil kami?" tanya Nandini yang sudah berdiri di hadapan Rizky dengan Chris yang berdiri di sampingnya


"Aku hanya ingin mengatakan bahwa Ayah atau yang tak lain adalah Tuan Besar Graham kalian mengundang kalian berdua mewakili para karyawan kantor untuk datang ke acara nanti malam. Jangan terlambat dan tidak perlu segan untuk masuk" jelas Rizky mengambil salah satu dokumen dan langsung memeriksanya


Nandini saling melempar pandangan dengan Chris lalu kembali menatap Tuan Muda mereka itu.


Merasa tak mendengar jawaban apapun atau suara apapun, Rizky melepaskan matanya dari dokumen itu dan kembali menatap ke depan


"Apa kurang jelas?" tanya Rizky menaikkan sebelah alisnya bingung


"Sudah jelas Pak. Terimakasih atas undangannya" jawab Chris langsung


Nandini hanya menatap Rizky tanpa menjawab sama sekali


"Kau bisa kembali bekerja Chris. Tinggalkan saya dan juga Nandini karena sepertinya Nandini akan mengatakan sesuatu" suruh Rizky yang kembali bersikap tidak peduli dengan menatap ke dokumennya kembali


Chris menunduk dan melangkah mundur hingga berbalik dan langsung keluar dari Ruang Kerja Tuan Muda Graham itu


"Katakan langsung pada intinya" suruh Rizky langsung

__ADS_1


"Hello Tuan Muda Rizky Graham, tidak bisakah kau menjelaskan alasan dari acara yang mendadak diadakan oleh Paman?" omel Nandini yang sudah berkacak pinggang menatap Pria yang masih sibuk berkutat pada semua dokumen itu


Rizky menghela nafasnya begitu panjang dan kembali menutup dokumen tersebut. Menatap datar ke arah Nandini yang masih bertahan dengan gaya nya yang terkesan sangat galak itu


"Tidakkah lebih bagus jika kau menanyakan hal ini langsung pada Paman Tersayang mu itu?" balas Rizky


"Tidak Paman tidak kau, semua sama saja. Bersikap dingin dan membuat banyak teka-teki. Sudahlah percuma saja aku mengomel padamu karena tidak akan ada gunanya. Akan lebih baik jika kau bersiap dan menyiapkan meeting mu sebentar lagi" omel Nandini lagi


Rizky ingin menjawab semua omelan wanita itu. Tapi niatnya itu tidak jadi karena gadis itu sudah lari keluar dari Ruangan itu


"Kenapa Ayah bisa mengangkat wanita galak seperti itu menjadi orang kepercayaan dan kesayangannya. Benar-benar menguji kesabaran saja" lirih Rizky


Rizky bangkit dari duduknya dan berjalan ingin berkaca merapikan penampilannya.


"Kenapa Amanda tidak memberi kabar sama sekali hingga sekarang? Apa dia lupa?" tanya Rizky pelan pada pantulan dirinya sendiri


Dia merogoh saku celana nya dan mengambil benda pipih itu. Menghidupkan ponselnya dan memukul jidat nya sendiri dengan pelan


"Dia sudah memberi kabar Rizky. Ini semua karena Nandini yang hanya bisa mengomel. Lihat saja, aku akan mengerjai nya nanti"


🌻🌻🌻


Meeting berjalan lancar, Rizky berjalan dengan kedua tangan yang dia masukan ke dalam saku celana nya dengan dagu yang sedikit dia naikkan. Nandini dan juga Chris yang juga berjalan di belakang nya dengan suara tawa yang terkadang terdengar oleh pendengarannya


Rizky berhenti tepat di depan Ruangannya dan langsung berbalik menatap kedua wanita itu


"Oh, Chris batalkan meeting setelah ini. Saya harus pergi ke Perusahaan Ayah dan tidak kembali ke Perusahaan. Jadi nanti jika sudah waktunya jam pulang kerja maka segeralah pulang. Tidak perlu lembur untuk menyelesaikan yang lainnya. Saya pergi dahulu" lanjut Rizky


Langkah kaki itu semakin lama semakin hilang dan Rizky sudah masuk ke dalam lift tanpa masuk ke dalam Ruang Kerja nya terlebih dahulu


Melirik ke jam tangan mewah yang dia gunakan. Lalu menyandarkan tubuhnya di dinding lift dan menatap ke atas


"Ayah memang membuat semua orang kewalahan. Selalu saja memutuskan sesuatu secara tiba-tiba. Dan anehnya kenapa semua sifat dan sikapku sangat dominan ke Ayah" lirih Rizky pelan


Pintu lift itu terbuka lebar dan Rizky langsung melanjutkan langkah kakinya segera menuju ke halaman depan Perusahaan


"Terimakasih" ucap Rizky pada satpam penjaga depan yang sudah mengambil dan membuka kan pintu untuknya


Mobil mewah berwarna putih itu sudah berjalan meninggalkan halaman Perusahaan miliknya. Menyusuri jalanan kota yang lumayan ramai namun tidak mengakibatkan kemacetan sama sekali


"Sedang di jalan" ucap Rizky ketika dia menerima panggilan dari adik bungsunya itu


"Cepatlah Kak. Ayah masih belum ada di Ruangannya, jadi aku sarankan agar kakak lebih cepat dan lebih dulu sampai disini daripada Ayah" ucap Er di seberang sana


"Jangan mengomel seperti wanita Tuan Muda Er. Sepertinya dari kemarin kau bertingkah seperti wanita. Kau kurang pelajaran yang keras? Jika iya maka aku bersedia dengan senang hati mengajari dirimu. Bagaimana?" ejek Rizky yang langsung dihadiahi dengan sambungan yang sudah diputus secara sebelah pihak


Rizky tertawa pelan sembari menggelengkan kepalanya. Dia masih fokus pada jalanan dan mengemudikan mobil itu masih dengan kecepatan yang normal

__ADS_1


🌻🌻🌻


Rizky tiba di halaman Perusahaan yang masih dikendalikan oleh Ayah nya itu. Dia mematikan mesin mobil itu dan langsung keluar.


"Selamat datang Tuan Muda" sambut pria yang sudah memiliki beberapa rambut putih di kepalanya


Rizky mengangguk sekali dan kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam Perusahaan itu. Ingin masuk ke dalam lift namun ternyata


"Kau sepertinya memang begitu mewarisi sifat Ayah Tuan Muda. Kau datang tepat pada waktunya. Kebetulan sekali" ucap Bryant yang juga sedang menunggu pintu lift terbuka


"Ini hanya kebetulan saja Tuan Besar" jawab Rizky menatap ke depan


Pintu Lift terbuka dan kedua Pria tampan itu masuk secara bersamaan. Menunggu lift itu bergerak ke atas menuju Ruang Kerja Bryant Graham


"Sebenarnya ada apa sampai Ayah harus menyuruh kami bertiga datang kemari?" tanya Rizky memecahkan keheningan yang terjadi sejak tadi


Bryant diam tak menjawab hingga pintu lift terbuka. Pria paruh baya itu melangkah terlebih dahulu keluar meninggalkan Putra Sulungnya yang sudah menghela nafas panjang


"Duduklah" suruh Bryant yang juga sudah duduk di sofa yang ada di dalam ruangannya


Ketiga Putranya itu mengerti dan langsung duduk secara bersamaan


"Langsung pada intinya saja" ucap Bryant melepas kancing jas nya dan menatap satu per satu putranya itu


"Rizky, pergi dan katakan pada Mertuamu untuk menghadiri acara yang akan Ayah adakan nanti malam. Ini kewajiban mu sebagai menantu mereka. Sangat tidak sopan jika yang mengundang mereka adalah orang suruhan Ayah atau pun suruhan mu. Kau mengerti?" lanjut Bryant menatap begitu lekat manik mata Putra Sulungnya itu


"Ayah becanda?" tanya Rizky singkat dengan ekspresi yang sudah tidak bisa dijelaskan


"Apa kau melihat ada raut wajah becanda saat ini Rizky? Ini perintah Ayah dan harus kau jalani. Jika tidak bukan untuk Ayah maka lakukan setidaknya demi Istrimu Amanda. Ayah yakin dia juga pasti sudah begitu merindukan kedua orangtuanya. Kau tidak boleh begitu egois Rizky" jawab Bryant langsung menjelaskan segalanya


Diam... Rizky hanya bisa diam tak ada niat untuk menjawab ucapan dari Ayahnya itu lagi


"Er, kau pergi ke Rumah Sakit dan undanglah Dokter Andy dan juga Dokter Shen. Kau mengerti?" suruh Bryant lagi pada Putra Sulungnya


"Dokter Shen? Aku?" tanya Er tidak percaya


Bryant menganggukkan kepalanya mengiyakan. Er menurunkan bahunya dan menghela nafas pasrah


"Alan, kau bantu Ayah untuk mengundang beberapa tamu lainnya. Kau bisa kan?"


"Tentu saja bisa Ayah" jawab Alan pasti


"Ini tidak adil Ayah. Kenapa Kak Alan mendapatkan tugas yang begitu mudah?" ucap Er komplen tidak terima


"Zaen sudah tinggal bersama dengan kita. Lalu apalagi yang harus dia kerjakan. Kau bilang mudah? Ini sangat menguras tenaga Er. Jangan ada yang membantah sekarang. Kalian berdua cepat pergi dan lakukan sesuai dengan arahan yang Ayah beritahu" suruh Bryant yang sudah berdiri


Tanpa ucapan pamit, Rizky melangkah keluar dari ruangan itu terlebih dahulu lalu disusul oleh Er

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2