
Er masuk ke dalam kamarnya diikuti oleh Thio dibelakangnya. Thio menutup pintu itu dan langsung menguncinya karena dia tau bahwa pembicaraan ini sangatlah penting
"Apa ada masalah yang serius?" tanya Thio yang sudah duduk di tepi kasur milik Owner
Owner menghela nafas panjang dan berjalan bolak balik di depan Thio. Thio yang melihat itu hanya bisa memasang wajah malas dan juga menghela nafas yang panjang sama seperti sahabatnya itu
"Aku harus kembali ke Kerajaan milik Kakak" ucap Er yang sudah berhenti di hadapan Thio dengan berkacak pinggang
"Kembali? Tapi kenapa?"
"Ada teka-teki yang sangat sulit untuk dipecahkan oleh Paman Chand dan juga Andrew. Dan juga... ada masalah yang cukup serius yang terjadi tanpa sengaja. Intinya adalah aku memang harus kembali ke sana Thio" jelas Er yang duduk di karpet bulu berwarna hitam miliknya
Thio turun dari tepi kasur dan juga duduk di tempat yang sama namun di posisi yang berbeda. Thio kembali menghela nafasnya
"Kau yakin akan kesana? Apa firasatmu mengenai ini? Apa kau sudah mendiskusikannya dengan Kak Rizky dan juga Om?"
"Kenapa kau memberikan banyak pertanyaan? Aku semakin pusing mendengar semua pertanyaanmu itu Thio. Sudah lah bantu aku membereskan pakaian yang akan ku bawa. Aku harus pergi hari ini juga" ucap Er yang berdiri dan berbalik hendak menuju kamar mandinya
"Bagaimana dengan Kak Amanda?"
Pertanyaan itu membuat Er harus menghentikan langkahnya dan merubah raut wajahnya. Dia kembali berbalik dan berjalan mendekat ke hadapan Thio sahabatnya
"Aku akan mengatakannya pada Kakak Ipar. Tugasmu hanyalah menambah keamanan di sekitarnya, Zaen dan juga Bunda. Orang-orang itu masih belum kita ketahui jadi aku belum tenang. Kau mengerti?" jelas Er memukul pundak kokoh milik Thio dengan mata mereka yang saling beradu
Er kembali berbalik dan langsung berjalan cepat menuju kamar mandi. Thio terdiam dan memandang foto besar yang ada di dinding kamar mewah itu yang tak lain adalah fotonya dan juga foto Owner sahabat nya
"Aku akan melindungi seluruh Keluarga Graham Er. Kau tenang saja" lirih Thio yang langsung mengambil tas ransel besar milik Er dan membuka lemari pribadi pria itu
🌻🌻🌻
Amanda yang dibantu oleh Alan sudah menyajikan semua makanan yang dimasak oleh Amanda sendiri
"Aku jadi ikutan lapar kak" ucap Alan menatap semua makanan yang ada di atas meja makan
__ADS_1
Amanda terkekeh dan mengelus lengan Alan dengan lembut
"Kalian boleh menghabiskan semuanya. Sekarang pergi dan panggilkan kedua adikmu itu atau kau juga akan memakan makanan dingin nantinya" suruh Amanda pada Alan yang langsung dikerjakan oleh Pria tampan itu
Amanda duduk di kursi yang biasa di duduki oleh suaminya Rizky sembari menunggu ketiga adiknya itu.
Suara langkah kaki terdengar namun Amanda memilih untuk tidak berbalik karena sudah pasti itu adalah suara langkah kaki dari adik-adiknya
"Wah aromanya membuatku semakin lapar Kak. Apa kakak yang memasak semua ini?" tanya Er dan langsung duduk di hadapan Amanda
Amanda tak menjawab namun tersenyum. Matanya tertuju pada ransel besar yang dibawa oleh Thio yang diletakkan di kursi paling pinggir
"Apa aku bisa memakannya juga Kak?" tanya Thio dengan mata yang fokus menatap satu per satu makanan yang ada
"Tentu saja boleh. Ayo makan dan habiskan saja. Kakak akan menunggu kalian sampai selesai makan"
"Kakak tidak ingin makan lagi?"
Amanda menatap tajam Er dan menggelengkan kepalanya
Ketiga pria itu tertawa keras dan langsung mengambil semua makanan yang ada dan meletakkannya di atas piring masing-masing
Amanda tersenyum namun lagi dan lagi matanya hanya tertuju pada ransel besar itu
"Thio, apa isi tas itu?" tanya Amanda pada akhirnya
Thio berhenti mengunyah dan menatap Er yang tidak jadi memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Sedangkan Alan hanya bisa menatap dan ikut melirik tas ransel yang dimaksud oleh Kakak Iparnya
"Itu milikku kak" jawab Er yang menundukkan kepalanya
Amanda mengalihkan matanya menuju Er. Menaikkan sebelah alisnya menunggu penjelasan lain
"Aku harus pergi kak. Aku benar-benar ada urusan yang sangat penting. Dan hanya aku yang bisa menyelesaikan nya" jelas Er yang mengerti akan tatapan yang diberikan oleh Kakak Iparnya itu
__ADS_1
"Kau pergi lagi?"
Er menganggukkan kepalanya sebagai jawaban yang dilontarkan oleh Amanda. Tak berani menatap manik mata milik Amanda, Er lebih memilih menatap Alan
"Setidaknya tunggulah sampai Bunda tiba. Sangat tidak baik jika kau pergi tanpa berpamitan dengan Bunda"
Er kembali menatap Amanda namun dengan kedua alis yang sudah bertaut
"Kakak tidak bertanya atau marah padaku?" tanya Er merasa heran
Terdengar helaan nafas panjang yang dikeluarkan dari mulut Amanda
"Untuk apa? Akhir-akhir ini kakak mengerti mengapa kalian semua menambah penjagaan dan mengapa kalian semua sangat sibuk dan memasang wajah khawatir. Mungkin ada sesuatu yang memang sangat kejam yang akan terjadi namun kalian memilih untuk tidak memberitahu semua wanita di rumah ini.
Kakak hanya bisa memberikan pesan padamu. Er... kembalilah dalan keadaan sehat tanpa luka sedikit pun. Kau harus percaya pada Thio dan juga Kakak mu Alan. Kakak dan lainnya akan baik-baik saja dan tidak akan mengganggu pekerjaanmu sehingga kau harus kembali ke Rumah. Pergilah jika memang itu sangat genting karena kakak tidak akan melarang sama sekali"
Ketiga pria itu meletakkan sendok makan mereka dan saling menatap satu sama lain. Siapa yang menyangka bahwa penjelasan yang baru saja mereka dengar adalah penjelasan yang diberikan oleh Kakak Ipar mereka.
Darimana Amanda mendapatkan pemikiran itu? Dan mengapa dia langsung berpikir bahwa ini sangat lah berbahaya
"Kak... a-apakah kakak baik-baik saja? Apa terjadi sesuatu pada kakak belakangan ini?" tanya Alan yang langsung mengerti
Amanda mengerjapkan kelopak matanya beberapa kali dan mengeluarkan senyumannya. Hal itu semakin membuat mereka bingung dan takut
"Kakak baik-baik saja. Itu hanya pemikiran sekilas yang ada di otak kakak. Sudah lanjutkan makan kalian. Er kau boleh pergi setelah kepulangan Bunda, kau mengerti?"
Er diam namun kepalanya mengangguk walau sedikit ragu
("Mau bagaimana pun aku tidak akan memberitahu mengenai pesan dari orang yang tidak aku kenal tadi pagi. Jika aku memberitahu mereka, maka Er akan menunda kepergiannya dan masalah itu tidak akan selesai dan Er pasgi akan sangat sulit berpikir bagaimana cara penyeleisakan kedua masalah yang datang bersamaan") batin Amanda yang menatap satu per satu adiknya
Sedangkan ketiga Pria tampan itu hanya bisa saling melirik dan sesekali menatap ke arah Kakak Ipar mereka
("Pasti ada yang disembunyikan oleh Kakak Ipar. Tapi kenapa kakak menyembunyikannya? Aku harus menyuruh Thio menyelidiki semuanya lalu aku akan pergi jika semua sudah terbukti") ucap Er dalam hati dan mengunyah makanan terakhir yang sudah dia masukkan ke dalam mulutnya
__ADS_1
🌻🌻🌻