
Lyla sudah memindahkan Calon Menantunya itu dari Rumah Besar menuju ke kamar besar yang ada di hotel dekat dengan acara pernikahan besok
Jangan salah paham dulu, karena Lyla memang menyuruh Bi Irnah untuk menutup mata Amanda menggunakan kain hitam. Memang terdengar sangat kejam, namun ini hanya karena masih ingin menghormati Peraturan yang dibuat oleh Leluhur keluarga Graham
"Amanda sayang, maafkan Bunda karena sudah menutup matamu seperti ini. Bunda hanya tidak ingin kau melanggar peraturan keluarga kita. Jadi kamu malam ini akan tidur di sini ditemani oleh Bi Irnah. Besok kamu bisa melihat Bunda dan Bunda pun begitu" ucap Lyla setibanya mereka di dalam kamar VVIP yang sudah dipesan oleh keluarga Graham
"Bunda jangan merasa bersalah seperti itu. Amanda juga sudah mengerti karena sudah dijelaskan oleh Bi Irnah. Bunda tenang saja dan Bunda juga harus istirahat yah. Amanda tak ingin Bunda sakit nantinya" jawab Amanda menampilkan senyum hangatnya
Lyla mengecup kening Amanda dan mengelus rambut panjang Amanda dengan lembut
"Baiklah kalau begitu. Bunda akan keluar dan kamu juga harus banyak istirahat. Jika memerlukan sesuatu katakan saja pada Bi Irnah yah" ucap Lyla
Terdengar langkah kaki yang semakin lama semakin menghilang. Bi Irnah langsung membuka penutup mata Amanda
Amanda mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menghilangkan penglihatannya yang kabur
"Bibi juga butuh istirahat. Amanda ke toilet sebentar" ucap Amanda dan berjalan menuju ke toilet
Tingtong
Bi Irnah langsung bergegas membukakan pintu dan melihat seorang pria memakai baju sebagai seorang office boy hotel tersebut
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Bi Irnah sopan
Pria tersebut diam sebentar dan membenarkan letak topi yang dia pakai
"Saya ingin mengganti gorden dan sprai kamar ini" ucap Pria tersebut
"Siapa Bi?" tanya Amanda yang sudah keluar dari toilet
__ADS_1
Dia berjalan mendekat dan berhenti tepat di belakang Bi Irnah
"Ini Non, dia mau mengganti gorden dan sprai nya katanya Non" jawab Bi Irnah
"Oh ya sudah silahkan saja" Amanda memberikan jalan
Pria tersebut menundukkan kepalanya dan mendorong troili yang dia bawa tadi. Diatas troili itu memang terlihat gorden dan juga sprai serta beberapa sarung bantal
Amanda berjalan di belakang pria itu dan disusul dengan Bi Irnah
("Kau memilih gadis yang tepat Kak. Dia memang mampu untuk menjagamu dan juga Keluarga kita") batin Pria itu
Yah, seperti sebelumnya. Dia adalah Tuan Muda Paling kecil di keluarga Graham. Dia memang akan selalu berpenampilan seperti ini agar bisa melihat satu per satu anggota keluarganya
Dia benar-benar membuka semua gorden satu per satu dan memasangnya dengan teliti
"Bi, apakah semua persiapannya sudah benar-benar selesai?" tanya Amanda memecahkan keheningan
"Bibi tau, sebenarnya Amanda sangat bersyukur bisa mengenal dan disayang oleh keluarga Graham. Amanda belum pernah merasakan kasih sayang yang sepenuhnya dari Dadi dan juga Momy. Tapi semenjak Rizky mengambil keputusan bodoh itu, di satu sisi Amanda merasa sangat marah karena bisa-bisa nya seenak jidat Tuan Muda Rizky itu melamar ku di rumah. Namun di sisi lain aku juga berterimakasih karena sudah diizinkan masuk lebih dalam ke dalam keluarga ini" ucap Amanda dengan bening air mata yang sudah turun
Bi Irnah langsung memeluk Amanda dengan erat
"Nona Amanda jangan menangis seperti ini Non. Nanti wajah cantik Nona Amanda terlihat sangat... ahk bahkan Bibi saja tidak sanggup untuk melanjutkan kalimat Bibi. Sebaiknya Non Amanda beristirahat saja yah" jawab Bi Irnah melepas pelukan
"Saya sudah selesai Nona. Kalau begitu saya permisi" ucap pria itu
Amanda berdiri dan berjalan menyusul pria itu. Dia hendak menutup pintu nya namun terhenti
"Nona jangan bersedih di hari bahagia seperti ini. Saya yakin pria yang ingin menikahi Nona pastinya akan menjaga Nona dengan baik" ucap pria itu dan berjalan meninggalkan Amanda yang masih berdiri mencerna semua kalimat yang diucapkan oleh pria itu
__ADS_1
Amanda menaikkan bahunya acuh dan langsung menutup pintu itu
π»π»π»
Pria yang menyamar sebagai Office Boy hanya untuk melihat dan mendengar suara Amanda itu kini sudah duduk di atas sofa yang menghadap ke luar jendela
"Ada apa kau menyuruhku menemuimu? Kau selalu seperti ini, Tiba-tiba menyuruhku untuk bergegas kembali. Katakan ada apa?" tanya Thio yang juga sudah duduk di samping Tuan Muda itu
"Aku ingin kau menyelidiki mengenai keluarga dari Kakak Ipar Amanda. Aku sangat tidak menyukai melihat wajahnya dibasahi oleh Air Mata yang memang tak seharusnya jatuh di hari menjelang pernikahannya. Dan juga cari tau alasan sebenarnya Kak Rizky ingin menikahinya" jawab Tuan Muda itu tanpa melihat ke arah Thio
"Lo gak salah ngomong kan? Bisa-bisa nya Kak Amanda nangis padahal besok hari pernikahannya" ucap Thio sedikit kaget
Sedikit informasi, Thio Anggara namanya. Dia lahir di Indonesia tepatnya kota Jakarta. Wajahnya memang sedikit blasteran itu karena Ayahnya adalah orang asing tepatnya orang Inggris
Dia mengenal Tuan Muda ini semenjak dia pindah ke Swiss dan duduk di kelas 2 SMA. Dia murid pindahan dan satu kelas dengan Tuan Muda ini dan dia lebih tertarik untuk mengusik kehidupan sahabatnya itu. Hingga tak disangka waktu Thio ingin mencari perkara ternyata Ehk ternyata si Tuan Muda Graham ini sangat ahli dalam bela diri dan seketika wajah Thio yang awalnya tampan kini penuh dengan tanda biru
Lalu semenjak itulah Thio dan Tuan Muda ini bersahabat hingga sekarang. Bahkan kuliah saja mereka satu universitas dan satu jurusan bahkan satu kelas juga
"Aku sudah bilang Thio. Jangan menggunakan bahasa itu ketika berbicara dengan ku. Apa kau merindukan tanda biru di wajahmu?" tanya Tuan Muda itu yang kini sudah menatap sinis ke arah Thio
"Hehehe ampun Boss. Baiklah aku akan langsung mengerjakan apa yang kau perintahkan tadi. Aku pergi dulu" jawab Thio dan langsung pergi meninggalkan Tuan Muda itu
Pria yang saat ini masih duduk dan memandang ke laut jendela kini memijit pangkal hidungnya
"Aku akan melindungimu juga Kak Manda. Jika kau beranggapan bahwa tindakan Kak Rizky salah karena tiba-tiba ingin menikahimu maka aku yakin pasti ada alasan yang sangat kuat disitu" dialognya pada dirinya sendiri
π»π»π»
DAPAT SALAM DARI THIOπ»
__ADS_1