
Amanda sudah sampai di depan sekolah besar yang ternama di kota ini. Dia langsung menelpon Zaen namun tidak jadi dikarenakan
"Nona, biar saya saja yang mencari Nona Zaen. Nona Amanda tunggu di sini saja" ucap Paman yang menjadi supir pribadi Bryant
Kenapa tidak memanggilnya dengan nama? Itu dikarenakan Amanda belum menghafal keseluruhan nama para pekerja yang ada di Rumah Besar
Paman tersebut turun dan Amanda melihatnya melalui kaca mobil. Untungnya saja kaca mobil itu berwarna hitam gelap jadi siapa saja akan sulit untuk melihat ke dalam
Tak butuh waktu lama, Amanda sudah melihat Zaen yang sedikit berlari menuju ke mobil dan juga Paman Supir yang ada di belakangnya
Amanda membuka pintu dan menyambut Zaen
"Ahkkk Zaen sangat merindukan kakak" ucap Zaen sembari memeluk Amanda dengan erat
Amanda membalas pelukan itu sambil terkekeh. Mereka melepas pelukan itu setelah mesin mobil menyala
"Kau ingin makan siang apa Zaen?" tanya Amanda
"Hmmm sepertinya aku ingin makan makanan Jepang Kak. Tapi jika kakak tidak mau kita makan dimana kakak mau saja"
"Paman, carikan restoran Jepang saja" ucap Amanda
Paman Supir itu hanya tersenyum dan langsung menuju kemana yang diinginkan oleh Nona Mudanya itu
"Apa kau sudah mengatakan pada Alan?"
Raut wajah Zaen berubah dan langsung meremas ujung rok yang masih dia gunakan
"Zaen?" panggil Amanda lagi sambil memukul pelan tangan Zaen
Zaen tersadar dan langsung menatap Amanda sambil tersenyum
"Tentu saja aku sudah mengatakan pada Alan kak. Dia langsung memberikan izinnya. Kakak tenang saja" jawab Zaen sambil tersenyum pada Amanda
Amanda tak menjawab dan terus memperhatikan wajah Zaen
("Apa ada yang dia sembunyikan? Apa hubungannya dengan Alan baik-baik saja? Kenapa aku merasa ada yang tidak beres disini") batin Amanda memandang wajah Zaen
🌻🌻🌻
"Apa kelasnya diacak di ajaran tahun ini?" tanya Amanda setibanya mereka di restoran itu sembari menunggu pesanan mereka tiba
"Iya Kak. Kelas dan juga orang-orang nya juga berubah. Yah mau tidak mau aku harus mencari teman baru lagi Kak"
Amanda kembali diam dan memandang sekitar. Ada banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka saat ini. Amanda hanya tersenyum kecil melihat aktivitas orang-orang tersebut
__ADS_1
"Kak" panggil Zaen lembut
"Iya Zaen. Apa kau membutuhkan sesuatu?"
"Tidak Kak. Aku hanya ingin tau kenapa kakak tiba-tiba ingin bertemu denganku"
Ahk hampir saja Amanda melupakan tujuannya mengajak Zaen makan siang. Amanda langsung memegang tangan Zaen lembut sambil tersenyum
"Zaen apa kakak bisa meminta tolong padamu?"
Zaen menautkan kedua alisnya bingung. Bantuan apa yang dibutuhkan istri dari seorang CEO terkenal ini?
"Tentu saja. Jika Zaen bisa membantu akan Zaen lakukan. Katakan saja Kak"
Amanda memberikan jeda sebentar untuk memikirkan kalimat apa yang benar untuk membujuk Zaen
"Kakak akan pindah ke rumah baru bersama dengan Rizky malam ini" ucap Amanda memulai permohonan
Raut wajah Zaen berubah. Dia terkejut mendengar hal itu, kenapa mendadak seperti ini
("Apa Kak Amanda sudah tau bahwa Alan pergi dan dia marah karena tidak diberitahu lebih awal?") batin Zaen mencoba menerka
"Ke... Kenapa mendadak seperti ini Kak?" tanya Zaen sedikit terbata
"Kakak juga tidak tau pasti alasannya. Namun Rizky bilang bahwa ini memang sudah aturan keluarga Graham. Pengantin baru hanya bisa tinggal di rumah keluarga suami selama seminggu saja. Harus nya kami pindah dari jauh hari tapi karena kakak sakit jadi harus ditunda terlebih dahulu"
Seorang pelayan datang membawa makanan yang mereka pesan dengan meja dorong
"Permisi Nona Graham" ucap pelayan tersebut
Amanda hanya tersenyum dan sedikit menggeser kan barangnya agar makanan yang mereka pesan bisa ditata dengan baik.
Satu per satu makanan sudah ada di atas meja di hadapan mereka. Pelayan tersebut izin ke belakang kembali dan meninggalkan Amanda dan juga Zean
"Kita makan saja terlebih dahulu. Setelah itu kakak akan melanjutkan kalimat kakak tadi" ucap Amanda
Mereka pun langsung menyantap makanan mereka dengan hening. Sesekali Amanda melirik Zaen dan terkekeh karena wajah Zaen yang memang sudah kelihatan sangat lapar
Makan siang berjalan dengan baik. Mereka berdua masih duduk di tempatnya dan mengambil nafas dan jeda sebentar
"Baiklah Kak katakan apa yang bisa ku lakukan untukmu" ucap Zaen memecahkan keheningan
"Kakak mau kau ikut tinggal bersama dengan Kakak dan juga Rizky. Kakak pasti akan merasa kesepian jika hanya tinggal berdua saja disana. Kau... tidak keberatan kan?" ucap Amanda memperjelas maksud nya
Zaen memang sedikit terkejut dengan permintaan Amanda. Dia diam memikirkan jawaban yang tepat untuk Amanda
__ADS_1
"Lagipula selama kau tinggal di bawah pengawasan Kak Rizky kau tidak akan dengan mudah ditemukan oleh Ayahmu. Kakak berharap kau tidak menolaknya Zaen"
"Baiklah kalau begitu Kak. Zaen akan ikut tinggal bersama dengan Kakak dan juga Kak Rizky. Nanti sepulang dari sini Zaen akan mengurus surat keluar dari asrama dan datang ke Rumah Besar" jawab Zaen sambil tersenyum
Amanda semakin mengembangkan senyumnya dan mengelus telapak tangan Zaen
"Nanti kau telpon saja Kakak jika urusanmu di asrama sudah selesai. Biar kakak bisa menyuruh supir untuk langsung mengantarkanmu ke Rumah saja tidak perlu ke Rumah Besar. Bagaimana?"
Zaen hanya menganggukkan kepalanya setuju dan tersenyum. Dia merasa senyum Amanda memang sangat manis dan mampu membuat orang-orang yang melihatnya ikut tersenyum
("Semoga kau bisa seperti ini terus menerus Kak. Jangan ada airmata lagi setelah ini") batin Zaen
🌻🌻🌻
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Amanda turun dari mobil setibanya di halaman Rumah Besar. Dia sudah mengantarkan Zaen kembali ke asrama
"Bunda" panggil Amanda melihat Lyla yang sedang berjalan menuju dapur
Langkah Lyla terhenti dan menoleh ke arah Amanda. Dia menampilkan senyumnya lagi
"Kau sudah kembali ternyata. Kau sudah makan siang tadi?" tanya Lyla merangkul Amanda dengan penuh cinta
"Sudah Bunda. Tadi Amanda makan siang diluar" jawab Amanda sambil tersenyum
"Kalau begitu sekarang pergi mandi dan segera turun untuk makan malam. Oh semua barang-barang mu dan juga Iky sudah Bunda masukkan ke dalam Koper dibantu dengan beberapa pelayan"
"Bunda Amanda minta maaf karena sudah membuat Bunda repot. Harunys itu pekerjaan Amanda bukan pekerjaan Bunda"
"Aisss kau ini berbicara apa? Tidak masalah Bunda membantu Puteri Bunda seperti ini. Sudahlah lupakan saja, sekarang kau beristirahat sebentar dan mandi"
Amanda mencium pipi Lyla dan langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dia membuka pintu kamar dan terkejut karena ternyata Rizky sudah kembali dan sedang terlelap
Amanda menutup pintu itu pelan dan langsung masuk ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka lalu mengganti pakaiannya
Dia naik ke atas kasur miliknya dan merebahkan dirinya di samping Rizky. Rizky yang kebetulan tidur menghadap Amanda tentu saja Amanda langsung memasukkan kepalanya di tengkuk leher Rizky
Merasa terganggu Rizky membuka matanya dan melihat Amanda yang sudah ada di sisinya
"Kapan kau sampai?"
"Baru saja. Apa aku mengganggu tidurmu?"
"Tidurlah" bukannya menjawab pertanyaan Amanda, Rizky justru memeluk Amanda dan menyuruhnya untuk tidur
"Kau terlalu lama pergi Amanda. Aku seperti kehilangan candu ku tadi" bisik Rizky pelan
__ADS_1
Amanda tak menjawab dan tak membuka matanya. Dia hanya tersenyum lebar mendengar bisikan Rizky
🌻🌻🌻