CEO My Husband

CEO My Husband
KERAJAAN ROTHENBURG, JERMAN


__ADS_3

Mendengar fakta baru yang telah diucapkan oleh Tuan Muda Er Graham, Tuan Arman memutuskan untuk menceritakan semuanya dari awal masa pemerintahan Raja Arnold atau lebih tepatnya Ayah dari Amanda


🌻🌻🌻



"Sebuah kerajaan kecil yang berada di salah satu negara yang ada di dunia. Kerajaan Rothenburg, itulah lebih tepatnya nama dari Kerajaan tersebut


Raja Arnold atau lebih sering disapa dengan Yang Mulia Raja Zou An dan juga Yang Mulia Ratu Zian adalah Pemimpin Kerajaan pada masa itu


Rakyat yang cukup banyak dengan kehidupan yang bisa dibilang sangat makmur. Proses kehidupan disana juga sangat baik terutama semenjak Raja Zou yang mengambil alih Kerajaan


Raja dan juga Ratu sudah menikah sejak 2 tahun silam sebelum Raja Zou belum diangkat menjadi seorang Raja atau lebih tepatnya dia sudah menikah sejak dia masih menjabat sebagai seorang Pangeran


Selama 2 tahun itu pula mereka belum dikaruniai seorang anak oleh Sang Kuasa. Namun walaupun begitu Yang Mulia Raja masih sangat mencintai Ratu kami


Beliau tidak ingin menikah lagi hanya karena belum mendapatkan keturunan walaupun Ratu sudah memintanya. Dia amat sangat mencintai Yang Mulia Ratu


Hingga di hari 7 hari sebelum Yang Mulia Raja merayakan ulang tahunnya, Yang Mulia Ratu dikabarkan sedang mengandung. Itu merupakan salah satu hadiah istimewa yang didapat oleh Yang Mulia Raja


Saya juga merasa bahagia karena setelah sekian lama penantian akan menjadi seorang Paman pada akhirnya didengarkan oleh Tuhan" jelas Tuan Armand memulai ceritanya


Er hanya diam menunggu kalimat lanjutan yang akan dikatakan oleh Tuan Armand lagi. Tapi Paman Chand menanyakan sesuatu hal


"Itu artinya kau adalah Keluarga Kerajaan juga?"


"Yah... aku adalah adik dari Raja. Lebih tepatnya adik tirinya dikarenakan Ayah kami dulu menikah lagi dengan Ibu ku karena Ibu dari Raja sudah meninggalkan segalanya dikarenakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter Kerajaan atau pun tabib dari kampung seberang"


Paman Chand hanya bisa menganggukkan kepalanya mengerti lalu kembali diam dengan maksud mempersilahkan Tuan Armand melanjutkan ceritanya


"Setelah itu, semua penghuni Kerajaan pun mulai sibuk menyiapkan persiapan acara yang lebih besar dari acara pesta yang sebelumnya pernah dilangsungkan. Kami sibuk bahkan kami tidak menyadari bahwa orang di dalam Kerajaan juga sibuk menyiapkan suatu muslihat yang bahkan tidak pernah kami pikirkan.


Jangankan menebak rencana yang akan mereka buat, kami juga tidak menyangka bahwa Penghianat yang ada adalah orang kepercayaan Yang Mulia Raja dan juga Ratu kami

__ADS_1


Pelayan Xian, dia adalah kepala pelayan yang bertanggung jawab selama kehamilan Yang Mulia Ratu. Dia begitu baik dan bersikap normal seperti biasanya. Dia bahkan sering memarahi para pelayan yang hampir lupa memberikan asupan gizi untuk Ratu


Dia begitu menjaga Yang Mulia Ratu, menyingkirkan segala hal yang dia rasa sangat berbahaya. Itu semua membuat Raja merasa bahagia dan puas akan kerja yang telah dia lakukan" ucap Tuan Arman lagi


Tuan Armand menjeda kalimatnya dan menyingkirkan permata yang hampir jatuh membasahi pipinya yang sudah mulai terlihat keriput itu


Er yang mengerti suasana yang sudah semakin menegang dan dia juga merasa sangat terharu mendengar cerita itu


"Paman bisa menghentikan segalanya jika Paman tidak sanggup" ucap Er


"Tidak Tuan Muda. Saya hanya terharu mengingat kala itu dimana Raja dan Ratu ku sangat bahagia. Selalu terlihat tawa gembira dan juga senyum lebar yang selalu dipancarkan oleh seluruh masyarakat di Kerajaan. Mereka juga sudah menunggu hari dimana mereka akan mendengar suara tangis bayi Kerajaan. Mereka tidak sabar mencium aroma lavender yang akan tersebar di seluruh kerajaan. Dan mereka tidak sabar jika suatu saat anak kerajaan itu menyapa dan tertawa bersama dengan mereka" jelas Tuan Armand yang tanpa sadar air matanya sudah jatuh


Er kembali mendekatkan dirinya dan memeluk Tuan Armand. Dia menepuk pelan punggung pria paruh baya itu bermaksud menyalurkan ketenangan agar Tuan Armand tidak terlalu berlarut dalam kesedihannya


"Tenangkan dirimu" ucap Paman Chand membawa segelas air putih


Er melepaskan pelukannya dan membiarkan Tuan Armand untuk meminum air mineral yang sudah ada di genggamannya


"Baiklah Terimakasih. Aku akan mencuci muka terlebih dahulu dan akan ku lanjutkan" pamit pria itu


"Jangan keluarkan apa yang kau pikirkan itu sebelum cerita ini selesai. Kau mengerti?" ucap Paman Chand mempertegas


Terdengar helaan nafas panjang yang dikeluarkan oleh Er. Dia memijit pelipisnya ketika rasa pusing itu kembali melanda


"Kenapa ini semua begitu rumit" bisik Er


"Setelah itu, Pelayan Xael adalah kepala pelayan yang bertanggung jawab akan kebutuhan dari Yang Mulia Raja. Sikapnya dan cara kerjanya sama persis dengan yang dilakukan oleh Pelayan Xian. Semua yang mereka lakukan sangat memuaskan dan banyak yang berpikir bahwa sebenarnya kedua kepala pelayan itu adalah sepasang suami istri


Tapi nyatanya tidak. Mereka tidak saling mengenal sebelum bekerja di Kerajaan.


Hingga tiba waktunya ketika Yang Mulia Ratu melahirkan, semua terjadi begitu cepat. Rasa khawatir dan takut juga menghantui Yang Mulia Raja dan lainnya termasuk saya sendiri.


Dokter Istana berada cukup lama di dalam kamar Yang Mulia. Belum ada sama sekali kabar apapun yang diberikan oleh asisten dokter tersebut

__ADS_1


Hingga dimana kami sudah merasa benar-benar takut, pintu besar itu terbuka dan Dokter Kerajaan itu keluar dengan menggunakan masker yang dipakai olehnya


Raja langsung menanyakan bagaimana kondisi Ratunya. Dia lebih mengkhawatirkan Ratu daripada calon bayinya karena dia rasa jika Tuhan sudah mengizinkan mereka menjadi orangtua maka akan diberikan anak lagi


Tuan Puteri, itulah yang keluar dari mulut dokter tersebut. Yang Mulia Raja menangis hingga bersujud di atas karpet merah itu. Saya menghampirinya dan Raja langsung memeluk ku dengan erat


Kami memutuskan untuk masuk melihat kondisi kedua perempuan yang sangat penting bagi Kerajaan. Suara sorak-sorak juga sudah mulai terdengar dari luar Kerajaan


Rakyat merasa sangat senang. Bahkan ketika saya berkeliling ingin memberikan kabar tersebut atas perintah dari Raja, ada beberapa masyarakat yang memberikan sedikit perhiasan mereka dengan maksud memberikan hadiah kepada Tuan Puteri Mereka


Tuan Puteri Luan begitu memberikan warna ceria tersendiri. Walaupun usianya masih balita tapi setiap kali saya dan penghuni Kerajaan yang lain mengajaknya berbicara dan memberikan candaan dia selalu tertawa ceria


Hingga di acara Ulang Tahun Tuan Puteri yang ke-2 tahun. Dia hilang. Dia menghilang Tuan Muda" isak tangis Tuan Armand pecah ketika penjelasan terakhir


Er mengepalkan tangannya dan menahan amarahnya


"Yang Mulia Ratu berteriak histeris ketika dia ingin menjemput Tuan Puteri agar pergi bersama ke acara itu. Semua terkejut dan berlari menuju kamar Tuan Puteri


Yang kami dapatkan ketika Ratu sudah bersujud lemah di lantai kamar itu. Yang Mulia Raja berteriak menyuruh kami semua mencari penculik itu


Saya memutuskan untuk mengumpulkan semua pelayan. Dan benar saja, kedua kepala pelayan itu tidak muncul sama sekali. Saya langsung menyusul yang lainnya mencari kedua penghianat itu


Semua pergi dan tidak ada yang menjaga Yang Mulia Ratu. Raja mencari di hutan terlarang yang ada di batas istana. Tapi setelah saya dan beberapa prajurit lainnya kembali ke istana semua pelayan wanita menangis tersedu-sedu. Ratu tercinta kami dibunuh dengan 2 pedang yang sudah ada di perut dan bagian dadanya


Saya menyuruh semuanya mengangkat jasad Ratu masuk ke dalam kamarnya. Saya langsung menaiki kembali kuda dan mencari keberadaan Raja dengan maksud ingin memberitahu mengenai keadaan saat ini


Namun sesampainya di sana, hanya Kuda saja yang saya dapat. Sedangkan Yang Mulia Raja, dia juga sudah terbunuh. Sampai sekarang saya yakin bahwa pembunuhan akan Raja tidak hanya dilakukan oleh 1 orang karena Raja sangat ahli dalam kekerasan. Tapi mereka melakukannya secara ramai.


Setelah kejadian itu, Kerajaan semakin tidak terurus. Dan saya meninggalkan istana karena ingin mencari keberadaan Tuan Puteri Luan An"


"Lalu bagaimana kondisi Istana saat ini?" tanya Paman Chand


"Aku sudah menyuruh orang terpilih untuk mengurus istana selama aku disini. Dan aku akan ke sana setiap akhir bulan. Itulah alasannya kenapa aku membuat rumah itu menjaga tempat pelatihan. Mereka semua adalah orang terpilih yang lolos di ujian Kerajaan"

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2