CEO My Husband

CEO My Husband
ALEX ARAFAH


__ADS_3

Saat ini seorang pria paruh baya sedang memandangi dokumen yang ada di tangannya


Brakkk


"Apa-apaan ini hah? Kenapa grafiknya semakin lama semakin menurun. Apa kau tidak tahu caranya bekerja hah?" bentak Alex kepada sekretaris nya Aruni


Aruni hanya menundukkan kepalanya takut karena mendengar bentakan dari atasannya


"Jika aku bertanya maka yang harus aku dapatkan adalah sebuah jawaban. Tapi kenapa kau hanya diam saja Aruni hah?" sekali lagi Alex menaikkan nadanya


"Kau tidak perlu marah-marah seperti itu Tuan Alex Arafah. Sekretaris mu itu tidak tahu apapun. Jadi percuma saja kau berteriak" suara itu berhasil membuat Alex dan Aruni menoleh ke belakang


Rizky yah itu adalah Tuan Muda Rizky. Entah setan atau angin apa yang membuatnya datang ke perusahaan milik keluarga Arafah


"Tuan Muda Rizky kau? Kenapa tidak memberitahu terlebih dahulu jika ingin datang" suara Alex berubah drastis


Rizky hanya tersenyum licik dan menjatuhkan bokongnya di atas sofa yang ada di ruangan milik Alex


Dia juga segera membuka kancing jas miliknya dan melipat kakinya layaknya seorang boss besar


Yah memang benar jika dia adalah seorang boss. Namun kali ini, dia seakan-akan ingin menyombongkan dirinya sendiri


"Kau tunggu apalagi Aruni. Buatkan kopi atau teh dan juga cemilan. Dasar tidak berguna" bentak Alex lagi pada Sekretaris nya itu


Rizky melihat Aruni sebentar dan kemudian menatap Alex dengan tatapan dingin


"Tidak perlu. Saya kemari bukan untuk berkunjung atau sekedar basa basi. Saya kemari ingin mengatakan sesuatu yang penting" kata Rizky yang masih saja menatap Alex dengan datar


"Kau keluar dan lakukan pekerjaanmu" lanjut Rizky tanpa melihat Aruni


Aruni segera keluar dan menutup pintu itu dengan pelan. Sedangkan Alan, dia dengan setia menjaga pintu di luar karena dia tahu kedatangan Tuan Mudanya kali ini memang dikarenakan ada hal yang sangat penting


"Duduklah Tuan Alex apa kau tidak capek berdiri saja? Santai saja. Mau bagaimana pun juga saya akan secepatnya menjadi menantu mu bukan?" suara Rizky seperti begitu meremehkan


Alex pun duduk dan membuka kancing jas yang dia kenakan tadi. Dia berusaha meneguk salivanya dengan susah payah


("Kenapa anak muda ini datang dengan tiba-tiba. Apa dia kemari ingin mengejek perusahaanku?") batin Alex tanpa melihat ke arah Rizky



🌻🌻🌻


Amanda sedang menatal taman yang ada di villa milik Rizky calon suaminya itu. Dia sudah begitu merasa jenuh dan bosan karena sedaritadi tidak ada yang bisa dia kerjakan


Karena jika ingin melakukan apapun dia harus membutuhkan izin dari Rizky


"Hufffttt oh astaga aku sungguh bosan. Aku harus kemana dan berbuat apa?" Amanda mengeluh pelan


Dia pun mengambil ponselnya dan mencari nama seseorang


Setelah menemukannya dia langsung menekan tombol panggil. Menunggu beberapa saat dan panggilan tersebut tersambung


"Ada apa?" suara orang di seberang sana


"Apa aku bisa pergi ke rumah Bunda? Aku sungguh sudah merasa sangat bosan berada di kamar setengah hari ini"

__ADS_1


"*Baiklah. Aku akan menyuruh Alan untuk mengantarmu"


"Tapi sebelum ke rumah besar, bisakah kau mengantar makan siang buatku*?" lanjut Rizky


"Makan siang? Baiklah aku akan mengantar nya terlebih dahulu. Ku tutup yah. Terimakasih" jawab Amanda dan langsung menutup telponnya secara sepihak


Amanda langsung menuju ke ruang pakaian dan mengganti bajunya.


Setelah itu dia turun dan berjalan menuju dapur untuk mengambil kotak bekal


"Nona ingin apa?" suara itu mengagetkan Amanda


Untung saja benda yang dia pegang tidak jatuh begitu saja


"Oh aku ingin membuat makan siang untuk Tuan Muda kalian itu. Tenang saja aku tidak akan memasak" jawab Amanda sambil memberikan senyum manisnya itu


Bi Arnah hanya memperhatikan Nona Mudanya itu dengan teliti. Dia takut bahwa Amanda akan memasak atau melakukan hal-hal diluar dugaan semua orang


Amanda memasukkan satu per satu menu makan siang. Dimulai dari nasi, ikan, daging dan juga sayur


"Bi bisa tolong ambilkan kotak bekal satu lagi? Aku akan membawakan beberapa buah padanya. Mungkin saja malam ini dia akan telat pulang" pinta Amanda


Bi Arnah langsung bergegas ke dapur dan mengambilkan apa yang diminta oleh Amanda


"Nona sudah siap?" Alan sudah sampai di villa


"Kau cepat sekali. Sebentar yah" ucap Amanda hanya melihat Alan sekilas


Alan menganggukan kepalanya dan melihat semua pekerjaan yang dilakukan oleh Nona Mudanya itu


Alan membalas senyum itu dan mempersilahkan Amanda berjalan terlebih dahulu


Amanda berpamitan pada Bi Arnah dan berjalan mendahului Alan


🌻🌻🌻


Amanda hanya diam sambil menatap jalanan yang dilalui oleh mobil milik Rizky


"Beritahu aku Alan, apakah Tuan Mudamu itu akan lembur hari ini?" tanya Amanda menatap Alan


"Maaf Nona Muda tapi saya kurang tahu. Akan lebih baik jika Nona menanyakan langsung pada Tuan Muda" jawab Alan yang melihat Amanda sekilas


Setelah itu tak ada lagi suara sampai ke depan kantor Rizky


Alan membuka pintu milik Amanda dan mempersilahkan Amanda turun.


Amanda turun dan berjalan mengikuti langkah Nandini


Yah... Rizky memang menyuruh Nandini untuk menunggu Amanda di lobi dan mengantarkannya ke ruangan Rizky


Tokkk Tokkk Tokkk


"Masuk" jawab seseorang dari dalam


"Tuan Muda, Nona Amanda sudah sampai" kata Nandini

__ADS_1


Rizky memberhentikan pekerjaannya dan melihat Amanda yang masih berdiri di depan pintu


"Terimakasih Nandini. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu" ucap Rizky sambil berdiri


Nandini keluar dan Amanda segera masuk ke dalam


"Duduklah" Rizky mempersilahkan Amanda duduk di sofa yang ada di ruangan miliknya


Amanda tersenyum dan meletakkan barang bawaannya dia atas meja kaca yang ada di depan mereka


"Kenapa lama?" tanya Rizky sambil menatap Amanda


"Kau tidak menentukan waktu tibanya Tuan Muda Rizky" jawab Amanda dengan penekanan setiap kata


Rizky hendak menjawab namun dia urungkan karena dia sangat tidak ingin berdebat dengan gadis yang saat ini ada bersamanya


"Makanlah. Aku akan pergi sekarang" Amanda berdiri dan menatap Rizky


"Kau membiarkanku makan sendiri?" suara Rizky berubah menjadi datar


Amanda meneguk salivanya mendengar perkataan Rizky


"Ba... baiklah aku akan menemanimu sampai kau selesai" jawab Amanda dengan sedikit terbata


Rizky langsung menyuapi makanan itu ke dalam mulutnya. Dan Amanda hanya sibuk memainkan ponselnya


"Kau sudah makan?" tanya Rizky tiba-tiba


"Belum. Aku tidak selera" Amanda menjawab sambil menatap Rizky


"Makanlah bersamaku" Rizky mengajak Amanda tanpa melihat Amanda sama sekali


"Tidak Rizky. Aku tidak ingin"


Rizky memberhentikan tangannya yang ingin menyendokkan makanan itu lagi


Dia menatap Amanda dengan dingin dan berhasil membuat Amanda lagi-lagi meneguk salivanya dengan susah payah


"Makanlah AMANDA" kali ini Rizky yang menekankan setiap kalimatnya sambil terus menatap Amanda


"Aku tidak ingin" lagi-lagi Amanda menolak


"Amanda jika aku menyuruh mu untuk memakannya maka lakukan dan jangan pernah menolaknya" kali ini mata Rizky melotot ke arah Amanda


"Aku alergi dengan semua makanan itu. Bukan bermaksud untuk menolakmu" jujur Amanda sambil menundukkan kepalanya


Rizky pun merubah raut wajahnya dan menatap satu per satu makanan yang dibawa oleh Amanda


"Kau alergi terhadap ikan dan daging sapi?" tanya Rizky memastikan


Amanda menganggukkan kepalanya


Rizky meminum air putih yang ada di depannya. Dia langsung menarik tangan Amanda dan keluar dari ruangannya


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2