
Amanda menggeliat berusaha mengubah posisinya. Namun ternyata sulit, dia pun membuka matanya secara perlahan dan melihat kini dia berhadapan langsung dengan Rizky
Jarak yang begitu dekat seperti ini hampir saja membuat jantung Amanda pergi meninggalkan tempatnya
Dia hanya bisa mendengar dengkuran pelan dan merasakan nafas hangat yang keluar dari mulut dan juga hidung mancung milik Rizky
Pemandangan yang begitu indah di pagi hari. Amanda menarik kedua sudut bibirnya dan terus saja melihat wajah Rizky
"Mau sampai kapan kau melihatku Nona Amanda? Apakah sekarang kau lebih suka mencuri kesempatan seperti ini?" suara Rizky membuat Amanda terkejut
Rizky masih belum membuka matanya. Namun tangannya masih berada di atas perut Amanda
"Apa posisi tidurku seperti ini dari awal hingga sekarang?" Amanda balas bertanya
Rizky hanya berdehem sebagai jawabannya. Amanda diam dan menatap langit-langit kamarnya.
"Jangan terlalu memikirkan hal yang tidak begitu penting Amanda" suara Rizky sekali lagi terdengar
Amanda menatap Rizky dan dia sudah membuat kedua tangannya menjadi bantal. Dia meneliti setiap lekuk wajah manis milik Rizky
"Sepertinya akhir-akhir ini kau menjadi sangat banyak berbicara Tuan Muda. Bisa katakan padaku apa alasannya?" kali ini Amanda yang bertanya
Rizky membuka matanya dan tampak wajahnya yang juga sama terkejutnya. Awal hari ini begitu sangat manis menurutnya
Menatap Amanda tanpa olesan apapun di wajahnya. Memang sudah pada dasarnya wanita ini cantik alami
"Mungkin karena aku mengenalmu dan semakin tertarik padamu" jawab Rizky sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
"Ck kau sangat pandai mengeluarkan kata-kata manis Tuan Graham" balas Amanda sambil terkekeh pelan
Raut wajah Rizky berubah menjadi raut wajah aslinya. Rizky yang memiliki wajah dingin tak tersentuh
"Amanda, jika aku mengatakan bahwa aku jatuh cinta padamu. Bisakah kau menerima cinta dan memulai segalanya dari awal?"
__ADS_1
Amanda mengerjapkan matanya beberapa kali setelah mendengar segala kalimat yang dikeluarkan oleh Rizky
"Aku harus segera mandi. Bunda pasti masih mengkhawatirkan diriku" ucap Amanda mengalihkan pembicaraan
"Bisakah kau langsung menjawab tanpa membuatku kesal?" Rizky bertanya dengan posisi duduk di atas kasur itu
"Lihatlah Tuan Muda, bahkan untuk hal sekecil itu saja kau sudah kesal" Amanda ikut duduk sambil melipat kedua tangannya di depan dada
"Baiklah, mari kita mulai semuanya dari awal. Yah walaupun ini sedikit aneh karena kita memulai hubungan padahal sebentar lagi akan segera menikah" jawab Amanda dengan wajah yang juga serius
Rizky kembali mengangkat kedua sudut bibirnya dan menarik Amanda ke dalam dekapannya.
Amanda sedikit terkejut namun dia juga ikut tersenyum
("Mungkin apa yang dikatakan oleh Satria ada benarnya. Sudah saatnya aku mulai melanjutkan hidupku") batin Amanda
("Kita akan memulainya. Kita akan lihat apakah aku benar-benar jatuh cinta pada gadis ini atau hanya sekedar terobsesi saja. Aku akan sebaik mungkin menjagamu dan tak akan membuatmu bersedih Amanda") ucap Rizky dalam hatinya
Rizky menatapnya dan menyisipkan anak rambut Amanda ke belakang telinga gadis itu
"Mandilah, aku juga akan kembali ke kamarku" balas Rizky yang sudah turun dari kasur
Mereka pun berpisah ketika pintu kamar itu tertutup rapat. Amanda segera berjalan masuk menuju kamar mandinya
🌻🌻🌻
Amanda turun dan melihat Lyla yang sedang merangkai beberapa bunga dengan warna yang indah
"Selamat Pagi Bunda" sapa Amanda
Lyla langsung berbalik dan berlari kecil hendak memeluk Amanda
Mereka pun berpelukan dengan erat seakan-akan belum bertemu selama bertahun-tahun lamanya
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja sayang? Lain kali jangan membuat Bunda dan juga Ayah bersedih dan khawatir yah. Berjanjilah pada Bunda" Lyla langsung melontarkan semua kalimat yang dia pendam semalaman
Amanda tersenyum hangat dan mengusap pundak wanita paruh baya itu dengan lembut
"Bunda, Amanda benar-benar tidak bermaksud membuat Ayah dan juga Bunda menjadi sedih dan khawatir. Amanda baik-baik saja sekarang. Dan Amanda berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi" jawab Amanda dengan senyum yang masih bertahan
Suara langkah pun terdengar lagi Kedua gadis itu melihat dan ternyata dua lelaki hebat mereka bersamaan turun sambil memberikan senyumnya
"Bisakah kita langsung sarapan saja? Ayah dan juga Rizky memiliki pekerjaan yang harus segera kami selesaikan" tanya Bryant sambil memegangi perutnya
Amanda terkekeh pelan dan melirik ke arah Rizky. Pria itu masih sama saja, wajahnya selalu saja nampak serius dimana pun dan bagaimana pun kondisinya
Mereka langsung berjalan ke meja makan dan duduk di kursi masing-masing
"Panggilkan Alan sekarang" perintah Bryant
"Maaf Tuan Besar, tapi Alan sudah pergi ke sekolahnya" jawab salah satu pelayan yang ada di sekitar mereka
Bryant melihat jam yang sudah melekat di pergelangan tangannya
"Cepat sekali bocah itu pergi. Apa tadi dia sudah sarapan?" tanya Bryant membuka suaranya lagi
"Tidak Tuan Besar. Katanya dia sudah terlambat karena hari ini dia akan mengikuti ujian praktek yang sangat serius. Jadi dia buru-buru" jawab pelayan itu lagi
"Rizky, katakan pada orang kepercayaanmu itu untuk menemui Ayah setelah dia kembali dan bersama denganmu juga" ucap Bryant tanpa melihat Rizky
Yah... walaupun dia sudah tau kejadian sebenarnya tapi masih saja dia sangat kesal terhadap Puteranya itu
Amanda yang menyadari jarak antar Ayah dan juga Putra itu hanya bisa diam memikirkan sesuatu
Sarapan pagi pun berjalan dengan hening tanpa ada lagi yang membuka suara
🌻🌻🌻
__ADS_1