
Amanda langsung melemparkan tas dan juga jaket yang tadi dia kenakan di sofa yang ada di kamarnya
Saat ini Amanda tak ingin dan bahkan tak ada niat untuk kembali ke villa Tuan Muda Rizky.
Dia memandang langit-langit kamarnya dan tanpa disadari dia sudah terlelap dan masuk ke alam mimpi
🌻🌻🌻
Rizky masuk ke ruangannya dan mengambil ponselnya. Dia menatap layar pipih itu dan sama sekali tidak ada notifikasi baik panggilan atau pesan dari gadis itu
"Apa dia baik-baik saja?" Rizky mulai khawatir
Dia mengambil tablet dari kamar pribadi miliknya dan menekan kunci yang dia buat
Memantau layar tablet itu dan mencari-cari keberadaan 'Gadis nya'.
Rizky memang menaruh CCTV di kediaman Arafah tanpa sepengetahuan keluarga Arafah. Hanya kepala asisten rumah tangga dan kepala bodyguard saja yang mengetahui nya
Rizky seketika menarik sedikit bibirnya karena melihat layar tablet yang saat ini ada di genggamannya
"Dasar" ucap Rizky pelan dan mematikannya kembali
Yah, Rizky sudah tahu dimana Amanda berada. Gadis itu sedang terlelap dengan indahnya di kamar besar miliknya
🌻🌻🌻
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam dan Amanda baru bangun dari tidurnya. Dia berjalan menuju balkon kamarnya dan memandang langit gelap
Tak ada bintang dan juga bulan malam ini. Amanda memejamkan matanya dan kemudian berjalan menuju ruang mandinya
Sedangkan di sisi lain, Rizky sedang menuju ke kediaman Arafah untuk melihat langsung kondisi Amanda
15 menit sudah Amanda melakukan kegiatan mandinya dan dia langsung turun dan betapa terkejutnya dia melihat sosok pria yang saat ini ingin dia jauhi
Rizky menatap dingin Amanda dan membiarkan gadis itu berdiri jauh darinya
"Alan ada apa malam-malam kemari?" Amanda bertanya kepada Alan yang berdiri di samping kiri Rizky
Alan bingung apakah dia harus menjawab atau diam saja. Karena mau bagaimana pun juga dia belum memiliki hak untuk ikut mencampuri urusan Tuan Mudanya dan juga Calon Nona Muda
"Kenapa kau pergi tanpa izin dariku?" Rizky masih menatap Amanda dengan dinginnya
Amanda berlalu menuju dapur tanpa menjawab Rizky. Dan tak ingin dicueki seperti itu akhirnya Rizky mengikuti Amanda hingga ke dapur
Walaupun pada dasarnya Rizky tak pernah mau menginjakkan kakinya ke daerah yang namanya 'Dapur'
__ADS_1
Ada luka yang masih belum sembuh dibalik tragedi yang dia alami 5 tahun lalu
Namun hanya untuk mendengar jawaban dari Amanda, dia memberanikan dan melupakan sejenak trauma nya itu
"Aku bertanya padamu Nona Amanda" Rizky semakin dekat
Amanda meneguk segelas air mineral tanpa melihat Rizky yang saat ini sudah berdiri di belakangnya
Semua pelayan juga sudah tak ada di sekitar rumah. Semua lebih memilih pergi keluar saja daripada harus menerima bentakan dari Tuan Rizky yang akan menjadi Majikan mereka juga
Amanda berbalik dan dia menabrak dada bidang milik Rizky. Dia melihat ke atas dan matanya bertemu dengan mata hanzel milik Rizky
Dia bisa melihat ada api kesal di dalam mata Rizky. Namun Amanda menghiraukannya dan melalui Rizky begitu saja
Rizky yang sedari tadi menahan amarahnya kini menarik lengan Amanda dengan kasar
"Awww" Amanda kesakitan karena pergerakan dan tarikan yang tiba-tiba
"Kau tidak seharusnya bersikap seperti ini terhadapku Nona Amanda" Rizky berbisik kepada Amanda
"Kenapa aku harus menjawab?" Amanda berani memandang mata Rizky
Rizky yang sudah melihat mata Amanda yang sudah berkaca-kaca semakin merasa kesal
"Kau harus menjawab karena aku akan menjadi Calon Suamimu dan kau akan membawa nama keluarga ku nanti" jelas Rizky dengan sedikit penekanan
"Aku tidak mau menikah denganmu Rizky Graham. Kau cari saja calon istri yang benar-benar tepat untukmu" jawab Amanda berteriak dan berlari meninggalkan Rizky
Rizky mengejar Amanda dan berhenti di taman dekat kolam renang keluarga Arafah
Dia melihat Amanda yang sedang duduk di atas rerumputan sambil memeluk kedua lututnya
Rizky yang melihat Amanda dalam keadaan seperti ini semakin membuatnya kesal
Dia pun berjalan menghampiri Amanda dan menarik paksa Amanda agar berdiri
Namun hasilnya tidak ada pergerakan sama sekali. Amanda tidak mau berdiri dan Rizky melihat lengan Amanda yang sudah memerah akibat tarikan paksaan yang dilakukannya tadi
Rizky menyerah dan duduk di samping Amanda. Suara petir juga sudah terdengar
"Pergilah Rizky aku tidak ingin melihatmu lagi" kata Amanda tanpa menoleh ke Rizky
Rizky yang mendengar itu merasa ada sesuatu dalam hatinya. Dia sama sekali tidak ingin meninggalkan Amanda
"Kenapa?" Rizky bertanya dengan suara lembut
__ADS_1
Amanda yang menyadari perubahan nada bicara Rizky seketika menoleh dan menatap heran Rizky
"Kenapa kau tidak ingin menikah denganku?" lanjut Rizky dengan matanya yang sudah bertemu dengan mata cokelat milik Amanda
"K... Kau sudah membuatku takut untuk dekat denganmu" jawab Amanda dengan sedikit terbata
Rizky yang mendengar jawaban Amanda merubah raut wajahnya dan menyadari bahwa dari kemarin dia sudah bersikap tidak benar terhadap Amanda
Rizky mendekatkan dirinya dan menarik Amanda. Amanda tidak menolak justru dia semakin menangis
Rizky memeluk Amanda dengan erat seakan tidak ingin melepaskan gadis ini
"Maaf" ucap Rizky lembut
Amanda semakin terisak dan membalas pelukan Rizky dengan erat. Rizky bisa merasakan bahwa saat ini kemejanya sudah basah
Namun semakin basah karena hujan juga sudah turun dengan derasnya. Seakan tahu bahwa saat ini salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang begitu manis ini sedang bersedih
"Ayo kita masuk Amanda atau kau akan sakit" ajak Rizky namun tak ada jawaban
Rizky melepaskan pelukannya dan ternyata Amanda sudah tidak sadarkan diri. Rizky panik dan menggendong Amanda untuk masuk ke dalam rumah
"Alan panggilkan dokter terbaik sekarang juga. Cepat" teriak Rizky dan berlari membawa Amanda ke dalam kamar pribadi milik Amanda
"Amanda bangunlah" pinta Rizky sambil mengelus pipi mulus milik Amanda
"Gantikan bajunya sekarang" suruhnya kepada kepala asisten rumah tangga keluarga Arafah
Rizky keluar dan masuk ke dalam kamar tamu untuk berganti pakaian. Tak butuh waktu lama dia akhirnya keluar dan masuk ke dalam kamar Amanda
Amanda saat ini sudah memakai piyamanya yang berwarna merah muda. Rizky terkesima dan dokter yang dia suruh sudah tiba
"Dokter saya tidak mau tahu bagaimana caranya, tapi saya tidak ingin Amanda kenapa napa" Rizky mengucapkan itu tanpa melihat dokter dan juga suster yang sudah ada di dalam kamar ini
Terlihat di wajah Rizky ke khawatiran yang begitu besar. Alan yang melihat Tuan Mudanya seperti ini memutuskan untuk pergi ke bawah
"Minumlah dulu Tuan Muda. Percayalah bahwa Nona Amanda baik-baik saja" Alan datang dengan segelas air putih di tangannya
Mendengar kalimat positif yang diucapkan oleh orang kepercayaannya itu dia pun mengikutinya
Dia duduk di sofa yang ada di dalam kamar Amanda. Melihat sekeliling kamar Amanda yang dipenuhi dengan hiasan dinding.
Foto-foto Amanda yang dimulai dari bayi hingga gadis cantik seperti ini
Rizky menghapus kasar setitik air yang jatuh dari pelupuk matanya
__ADS_1
("Kenapa senyummu menghilang Amanda? Apa alasannya?")
🌻🌻🌻