CEO My Husband

CEO My Husband
PERSIAPAN(2)


__ADS_3

Setelah memilih beberapa perhiasan yang akan dipakai oleh calon Nona Muda keluarga Graham. Lyla mengajak puterany itu ke salah satu butik


Butik yang sudah bekerjasama dengan keluarga Graham


"Nyoba Besar selamat datang. Selamat datang Tuan Muda" sapa Pemilik Butik


Nyonya Clarissa adalah pemilik Butik tepatnya Ris Butik's. Dia sudah membuatkan banyak pakaian untuk keluarga Graham. Baik pakaian seperti gaun, kemeja dan lainnya


"Nyonya saya sudah membuatkan gaun untuk Calon Nona Muda sejak lama. Sejak Nyonya Besar menceritakan bahwa Nyonya mempunyai seorang Putera tampan seperti Rizky" jelas Clarissa


"Silahkan ikut saya" ajaknya


Rizky dan juga Lyla dengan Alan yang juga mengikuti mereka dari belakang. Masuk ke dalam ruang kaca dan Clarissa segera menghidupkan lampu


"Ini sangat indah Rissa. Kau membuatkan gaun yang sangat indah untuk calon menantuku" puji Lyla begitu melihat gaun itu


Rizky hanya diam biasa saja melihat gaun itu. Karena baginya mau bagaimana pun bentuknya itu akan terlihat sangat indah tergantung kepada pemakainya


"Lihatlah Ky, apakah menurutmu Amanda akan cantik memakai ini?" tanya Lyla tanpa menatap Rizky

__ADS_1


"Semua wanita itu memang terlahir untuk menjadi cantik Bunda" jawabannya sangat singkat membuat Alan dan juga Clarissa menatap ke arahnya


Lyla hanya menatapnya sesaat karena sudah terbiasa dengan apapun jawaban yang dilontarkan oleh Rizky



🌻🌻🌻


Mereka pun selesai sudah berbelanja segalanya dan saat ini Alan mengemudikan mobil menuju ke rumah besar. Rizky menatap ke samping dan ternyata Lyla masih menatap ke luar jendela dengan senyumannya


"Bunda tidurlah sebentar. Bunda pasti sangat lelah sudah berkeliling setengah hari ini" kata Rizky


"Kau ingin mendengar kan kejujuran dari Bundamu ini?" tanya Lyla dan Rizky langsung menjawab dengan anggukan kepalanya


"Bunda hanya sangat bahagia ketika tau bahwa Amanda akan menjadi calon menantu di rumah kita. Gadis itu sangat polos dan berhati lembut. Bunda tau kalian sama sekali saling tidak menyukai, tapi Bunda yakin lambat laun kau dan juga Amanda akan saling menjaga dan menyayangi"


Ucapan Lyla membuat Rizky seketika berpikir dan mengingat kejadian-kejadian sebelumnya.


("Aku tidak bisa menjamin hal itu Bunda. Aku hanya ingin melihat mata sendunya berubah menjadi mata bahagia Bunda. Tak lebih dari itu") Batinnya sambil menghela nafas nya pelan

__ADS_1


"Alan besok setelah kau mengantarkan Rizky ke kantor. Antar lah Amanda ke rumah Besar secepatnya. Kau mengerti Alan?" tanya Lyla


Alan yang mendengar itu langsung menatap mata Nyonya Besarnya "Siap Nyonya Besar. Saya akan menjalankan apapun yang disuruh kepada saya"


"Alan apakah kau tidak berniat untuk melanjutkan pendidikanmu?" Lyla menanyakan hal yang sama sekali tidak dimengerti oleh Rizky


Rizky langsung menatap Bunda nya dan juga Alan secara bergantian. Alan langsung kaku dan lama menjawab pertanyaan dari Nyonya Besar Graham


Tanpa terasa mobil sudah terparkir dengan indahnya di pekarangan rumah Graham. Alan segera membukakan pintu Nyonya Besarnya dan Rizky sudah keluar duluan


"Bunda akan masuk duluan. Kalian segeralah beristirahat" ucap Lyla dan masuk ke dalam meninggal kan Rizky dan juga Alan


Rizky menatap Alan dengan tajam dengan kedua tangannya berada di dalam kantung celananya


"Ada yang mau kau jelaskan padaku? Kenapa aku bahkan tidak tau apapun tentangmu Alan? Jangan sampai aku mencari tau sendiri tentangmu" tanya Rizky dengan datar


Alan hanya menundukkan kepalanya tak berani menatap Tuan Mudanya itu. Hening tak ada jawaban yang terdengar


"Ikut aku ke taman samping rumah dan ceritakan segalanya tentangmu" ajak Rizky yang berjalan mendahului Alan

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2