CEO My Husband

CEO My Husband
ER MAFIA? ER IBLIS? ER PSHYCHO?


__ADS_3

Sinar orange sudah tampak jelas di langit luas seluas samudra. Gadis dengan tubuh mungil dan rambut panjang yang terurai menikmati secangkir teh hangat yang ada di genggamannya dan juga cemilan manis yang terletak di atas kayu jati berwarna cokelat tua itu


"Kak" suara pria itu membuat Amanda membuka matanya yang sedang menikmati keindahan alam yang terlihat jelas di hadapannya


"Duduklah" suruh Amanda dengan senyum yang masih terlihat jelas


Thio langsung menuruti apa yang dikatakan oleh Amanda tadi. Dia duduk di depan Amanda sambil tersenyum


"Ada apa?" tanya Amanda memandang Thio


"Tidak ada. Aku hanya ingin menyapa dan mengobrol dengan kakak" jawab Thio


Amanda semakin melebarkan senyumnya dan menghela nafasnya perlahan


"Apa ada yang mengganggu pikiran dan hatimu?" tanya Amanda lagi


Thio tersentak kaget dan menyandarkan badannya ke belakang lalu menundukkan kepalanya


"Aku lupa bahwa saat ini aku sedang berhadapan dengan seorang gadis cantik dan juga sangat jenius" ucap Thio sedikit terkekeh pelan


Amanda ikut tertawa pelan dan kembali menengadah ke atas memandang langit yang sudah menuju gelap


"Kak, apa kau merasa terlalu berat?" tanya Thio langsung


Amanda langsung merubah raut wajahnya dan kembali menatap manik hitam milik Thio.


"Bertanyalah dengan jelas Thio. Jangan menjadi seorang Rizky yang ke-4. Sudah cukup aku menghadapi ketiga Tuan Muda Graham yang terkadang sangat irit bicara itu" jawab Amanda


Thio tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh Amanda. Dia tahu bahwa Kakak Iparnya itu tidak bodoh. Amanda yang di hadapannya saat ini hanya sedang mengalihkan percakapan


"Aku memang tidak terlalu akrab dengan kakak. Tapi jika aku mengatakan bahwa aku selalu memantau kakak walaupun aku belum mengenalmu, apa kau akan percaya?"


Amanda terkejut... terlihat jelas dari wajahnya yang berubah drastis. Amanda memajukan badannya dan menatap Thio dengan menaikkan sebelah alisnya


"What is the meaning of your words Mr. Thio?" tanya Amanda


"Walaupun Er berada sangat jauh dari keluarga ini, tapi dia selalu menurunkan perintah agar aku selalu mengawasi Rumah Besar dan tempat kediaman Kak Rizky yang lainnya. Dan pada saat aku tau bahwa kau dan juga dia selalu bertemu aku melaporkannya pada Er. Dia mengatakan bahwa kau bisa mengubah segalanya dan dia semakin memaksaku untuk terus berada di Tiongkok dan hanya akan kembali setiap akhir bulan saja. Itulah sebabnya aku tau tentangmu semuanya begitu pun dengan Er" jelas Thio lembut


Amanda membuka mulutmu tidak percaya mendengar semua penjelasan yang diberikan oleh Thio barusan

__ADS_1


"Katakan padaku 1 hal. Apa Er berbahaya?"


Pertanyaan yang diajukan oleh Amanda barusan berhasil membuat Thio mengerjapkan beberapa kali kelopak matanya


Dia memalingkan wajahnya dan kembali menatap manik mata Amanda yang juga dibalas oleh Amanda


"Aku mau jawaban jujur Tuan Thio" ucap Amanda lagi dengan penekanan


Terdengar suara helaan nafas yang dibuat oleh Thio


"Apakah setelah ku jelaskan segalanya kau akan marah? Apa kau akan menjaga jarak dengannya? Apa kau akan memberitahu segalanya pada Kak Rizky?" tanya Thio berusaha memastikan


"Pertanyaan mu itu membuat aku berpikir bahwa Er sangat berbahaya dan Rizky tidak mengetahuinya"


"Maka jawablah terlebih dahulu kak"


Amanda diam sebentar sambil terus menatap manik mata Thio mencari celah kebohongan atau celah lelucon. Namun hasilnya tidak ada. Thio terlihat sangat serius kali ini


"Tergantung atas semua penjelasanmu" jawab Amanda pada akhirnya


"Semenjak dia berada di Swiss perubahan dalam dirinya sangat banyak. Dia semakin dingin dan irit bicara bahkan hampir persis seperti Kak Rizky. Dia bersekolah dengan baik namun tidak dengan pergaulannya. Jika saja kami tidak bertemu mungkin saja sampai sekarang dia tidak memiliki teman dekat


Amanda menautkan kedua alisnya mengingat sesuatu


"Kau berkata bahwa dia pandai menggambar? Lalu kenapa pada awal pertemuan kami waktu itu dia menyuruhku untuk mengajarinya menggambar?"


Thio terkekeh pelan dan menggelengkan kepalanya


"Dia hanya bermain-main saja Kak. Semua anggota Keluarga ini tidak tau bahwa dia pandai menggambar. Dan apa kakak percaya bahwa Perusahaan nya tidak diketahui sama sekali oleh Keluarga?"


"Bagaimana bisa?"


"Dia membuat nama lain untuk Perusahaan itu. Dan setelah Perusahaan itu berkembang dan semakin besar, dia tidak pernah datang ke perusahaan karena dia yakin bahwa wajahnya akan mengundang banyak publik. Jadi yang menjadi CEO di Perusahaan design itu adalah aku. Sedangkan dia? Dia mengambil alih Perusahaan Graham yang ada di sana atas permintaan tulus dari Tuan Besar"


Terdengar helaan nafas lagi diantara mereka berdua. Langit sudah menampilkan bulan dan juga beberapa bintang. Thio membuka jaket hitam yang dia kenakan dan berdiri


"Jika kakak sakit maka hidupku akan segera berakhir dan yang akan mengakhirinya adalah ke-3 Tuan Muda Graham" ucap Thio dan menanggalkan jaket itu ke badan Amanda


Terdengar tawa kecil yang dikeluarkan oleh mulut Amanda.

__ADS_1


"Lanjutkan" pinta Amanda


"Er itu mafia kak. Dia membentuk sebuah gang tapi gang yang bermanfaat bagi masyarakat. Dia menjadi sosok Er yang kejam jika sudah waktunya dia bertindak. Dia akan menjadi sosok iblis jika sudah mengeluarkan sebuah senyum devil yang mematikan


Beberapa tahun silam hmmm kira-kira sekitar 2 tahun yang lalu. Er berubah menjadi seorang Pshyco. Dia tidak menyukai kebohongan, penghianatan, dan juga kekerasan terhadap wanita. Dia mengetahui bahwa ada salah satu karyawan di Perusahaan Design melakukan pengambilan dana secara diam-diam


Awalnya Er hanya diam saja karena menurutnya uang masih bisa dicari dan dia tidak pernah merasa keberatan harus mengeluarkan banyak uang. Tapi semakin aku memantau orang tersebut itu justru semakin membuat Er emosi


Kami berpikir bahwa orang tersebut mengambil uang Perusahaan untuk kepentingan keluarga atau biaya pendidikan anaknya. Kami berpikir bahwa gaji yang diberikan pada semua karyawan itu kurang dan Er memutuskan untuk menaikkan gaji mereka sebesar 20%. Hal itu bahkan membuatku kaget Kak, karena jumlah gaji karyawan sudah sangat tinggi


Setelah aku mengetahui alasan dari orang tersebut mengambil dana secara diam-diam hanya untuk membayar utang dikarenakan kalah judi dan lainnya, Er berusaha menahan amarahnya. Tapi kejadian lain terjadi kak, orang tersebut membocorkan gambar design untuk perlombaan antar Perusahaan Permodelan ke Perusahaan lain yang merupakan saingan besar Perusahaan


Dia menjual gambar tersebut dengan harga yang benar-benar tidak bisa diterima. Er merancang design itu hingga 4 hari tidak tidur Kak. Bahkan aku sudah hampir mati khawatir melihat dia seperti itu tidak ada istirahat sama sekali


Pada saat dia tau, dia memutuskan untuk memantau semuanya mengenai orang tersebut. Dan benar saja, orang gila itu juga sering memukuli istri dan juga anaknya yang masih berumur 3 tahun.


Dan kakak tahu? Senyum yang sudah lama tidak terlihat waktu itu terlihat jelas di mataku. Bahkan aku saja sudah merinding melihatnya, iblis dalam tubuh Er sudah berhasil bangkit karena pria gila itu


Er menyuruhku untuk membawa pria itu ke tempat biasa dimana Er menghabiskan orang-orang tidak tau diri seperti pria itu. Aku mau menolak tapi aku masih sayang pada hidupku


Dan akhirnya aku membawa pria itu dan yah... terjadilah tindak kejahatan yang sangat membuat ku merinding setengah mati. Jiwa Psycho dalam diri Er benar-benar membuat ku takut Kak"


Amanda diam tak menjawab bahkan raut wajahnya saja sangat sulit untuk diartikan


"Kakak tidak perlu takut. Hal itu hanya akan terjadi jika sesuatu hal yang menurutnya memang sudah kelewat batas. Dia tidak akan mencelakai Kakak, Bunda, atau pun Zaen atau anggota keluarga lainnya" jelas Thio lagi


"Aku tidak takut. Aku hanya tidak percaya bahwa Er... Er bisa berubah seperti itu? Dan keluarga tidak ada yang mengetahuinya sama sekali. Kenapa?"


"Dia hanya melindungi semuanya secara diam saja. Dia sudah membangun gang yang benar-benar sangat mampu menjaga semuanya. Jadi kakak tenang saja"


Amanda menganggukkan kepalanya dan berdiri


"Ayo masuk. Sudah waktunya makan malam. Alan pasti sudah mencari kita"


Thio menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Amanda untuk berjalan terlebih dahulu


("Tapi sepertinya iblis itu akan kembali dalam waktu dekat ini Kak. Keluargamu sudah kelewat batas") batin Thio memandang punggung badan Amanda yang berada di depannya


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2