CEO My Husband

CEO My Husband
MENGANTARKAN RIZKY (2)


__ADS_3

Disinilah seluruh anggota Keluarga Graham berada. Di tempat umum yang sudah dikerumuni oleh banyaknya wartawan dengan kamera yang juga sudah sibuk menyorot ke arah mereka


Yah, Rizky memilih untuk menaiki penerbangan umum karena mencari keamanan yang kenyamanan agar bisa seperti masyarakat lainnya. Dan berakhirlah seperti ini


Dengan genggaman yang masih senantiasa bertaut, Rizky menggenggam dengan erat tangan mungil milik istri kesayangan nya itu. Begitu erat


"Ingat untuk selalu mengabari orang rumah jika ingin bepergian, hmmm. Aku tidak akan bisa selalu menghubungi dan memberi kabar padamu. Jadi kita harus mencari jalan aman. Kau mengerti, Nona Graham?"


"Baiklah baiklah aku mengerti. Kau sudah mengatakan hal itu lebih dari 10 kali dalam waktu 3 jam. Ayolah aku tau apa yang harus aku lakukan dan tidak akan merepotkan siapapun. Kau harus sesegera mungkin menyelesaikan semuanya dan segeralah kembali" jawab Amanda yang langsung memeluk erat suaminya itu


Rizky terkekeh dan membalas pelukan itu tak kalah eratnya. Ternyata istrinya ini sedang dalam mode manja. Astaga ingin sekali rasanya dia membawa wanita ini tapi resiko nya adalah, dia harus berhadapan dengan Tuan Besar Graham


"Ayo Rizky masuklah. Waktumu sudah hampir habis"


Suara itu membuat kedua insan itu melepaskan pelukan mereka dengan terpaksa. Bryant hanya tertawa kecil dan memeluk putra sulungnya itu


"Ayah percaya kau bisa menyelesaikannya dengan baik dan kembali dengan selamat dan cepat. Jangan mengkhawatirkan apapun disini, ada ketiga Pria Muda Graham yang bisa mengatasi kekacauan yang akan terjadi disini"


Lyla hanya tersenyum dan memeluk putranya itu. Apa yang hendak dia ucapkan ternyata sudah diucapkan terlebih dahulu oleh suaminya itu


"Kalian bertiga jangan sampai lalai dalam mengawasi semuanya. Mengerti?" ucap Rizky yang sudah menatap ketiga adiknya itu


Mereka hanya tersenyum dan menganggukkan kepala mengerti. Ahk, tidak semua, ada Er yang hanya menampilkan raut datarnya dan memandang Kakak Ipar nya itu


🌻🌻🌻


"Kak"


Amanda menoleh dan mendapati Owner yang sudah duduk di meja pantri. Yah, setelah mengantarkan dan melihat kepergian Rizky mereka langsung kembali


Er, Amanda dan Zaen kembali ke rumah. Bunda dan juga Ayah langsung pergi untuk pertemuan penting. Sedangkan kedua pria tampan lainnya, Alan dan juga Thio harus pergi ke lapangan untuk memeriksa proyek pembangunan hotel yang sedang berjalan

__ADS_1


"Kau butuh sesuatu?"


"Hmmm sepertinya aku akan menunggu kue pie yany sedang kakak buat" jawab Er dengan kekehan kecilnya


"Kak, jangan terlalu lelah hmmm. Apapun yang terjadi, kakak harus memberitahukan kami. Jangan memendam semuanya sendiri. Dan jangan pernah berpikir bahwa kakak akan membuat kami repot. Sama sekali TIDAK kak" lanjut Er yang mendadak mengatakan hal itu


Amanda yang sedang membersihkan meja dapur langsung berhenti dan menatap adik ipar nya itu. Tatapan hangat dari pria itu, itu yang dia dapatkan. Amanda mengeluarkan senyum hangatnya


"Baiklah kakak mengerti. Sebenarnya, Tuan Muda Er, apa yang membuatmu begitu khawatir hmmm? Kakak aman jika kalian yang menjaga. Tenang saja" jawab Amanda memberikan pengertian


Er diam dan masih mengamati segala pergerakan yang dilakukan oleh kakak iparnya itu


("Mau sampai kapan kau akan bersikap bahwa semua akan baik-baik saja, Kak? Apa kau tidak bisa mempercayai kami? Atau kau sudah terlalu jatuh dalam kekecewaan dari semua hal yang terjadi?")


Ada banyak pertanyaan yang mengganggu ketenangan jiwa dan pikiran seorang Owner Graham. Tapi dia sadar, jika dia menyampaikan itu semua maka dia juga sama dengan orang-orang yang membuat dia bersedih


"Kalian sudah kembali?"


"Dimana Zaen, Kak?"


"Tadi dia berkata akan istirahat sebentar di kamarnya. Duduklah kakak akan memberikan minuman dingin dan juga kue pie yang sebentar lagi selesai" suruh Amanda dengan senyum nya yang belum luntur sama sekali


Ketiga pria tampan itu duduk dan menatap satu sama lain. Entahlah, kali ini mereka bertiga seperti ada bisikan dari hati bahwa akan ada sesuatu yang membuat mereka akan sangat bersedih. Tapi apa?


"Kalian kenapa? Ayo cicipi dan katakan bagaimana rasanya"


Alan dan Thio tersenyum sedangkan Er hanya menatap begitu dalam Kakak Iparnya dan langsung melakukan apa yang dikatakan wanita itu


"Wahhh Kak. Apa tangan kakak punya kekuatan super? Ini enak sekali. Apa kakak membuat banyak?" ucap Thio yang begitu antusias


Plak

__ADS_1


"Kau ini kelaparan atau bagaimana hah? Pelan-pelan, sialan. Masih banyak yang belum memakannya"


Sebelum Thio memaki, Er sudah lebih dulu bersuara. Hal itu membuat Amanda menatap Thio kasihan tapi juga tertawa


"Tidak apa, Er. Makan lah, kakak sudah membuat banyak untuk yang lainnya. Kakak akan sering memasak selama Rizky tidak disini. Jadi kalian nikmati saja, yah"


"Tidak. Kakak tidak akan berada di dapur dalam waktu yang sering. Aku tidak akan mengizinkannya. Kakak bisa ke dapur tapi hanya sesekali" sanggah Owner dengan cepat dan tegas


Alan dan Thio yang hendak memasukkan suapan itu terhenti. Thio yang mengerti akan ketakutan sahabatnya itu hanya bisa menunduk


"Apa yang salah dengan itu? Amanda akan hati-hati. Lagipula ini rumah Ayah jadi tingkat keamanan nya jauh lebih besar"


Jawaban itu bukan berasal dari mereka melainkan Bryant yang berjalan ke arah mereka bersama dengan istrinya


"Apa Ayah bisa mencobanya juga?"


Amanda tersenyum semangat dan menganggukkan kepalanya antusias. Dengan segera dia menyiapkan untuk Ayah dan Bunda mertuanya


Amanda memberikannya dan meletakkan minuman hangat untuk kedua manusia tampan dan cantik yang sudah berumur itu


"Hmmm ini sangat enak sayang. Darimana kau belajar?" ucap Lyla yang lanjut makan


"Ahk itu aku hanya mengambil resep dari video masak saja Bunda. Aku melakukannya pada saat duduk di bangku SMA dulu. Bunda suka? Kita bisa membuatnya bersama lain kali"


"Tentu saja. Kau harus ingat ucapan mu, Nona Muda Amanda! Kita harus membuatnya bersama"


Percakapan dan juga candaan terus berlangsung sampai Zaen yang juga bergabung. Semua bahagia walau tidak dengan satu diantar mereka. Yaitu Owner


Mau bagaimana pun, hati nya masih terasa sangat begitu risau untuk hal yang belum bisa dia pastikan


("Tenang lah, Er. Semua akan baik-baik saja. Kakak iparmu akan baik-baik saja. Jangan mengkhawatirkan hal yang belum dan tidak akan terjadi, Sialan!")

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2