
Kicauan burung dari taman villa milik Rizky berhasil membangunkan gadis cantik dari mimpi malamnya.
Sinar matahari juga sudah mengenai wajah indahnya. Amanda merubah posisinya menjadi duduk.
Dia melihat ke samping dan lagi... Rizky lagi lagi tidur dengannya. Memang tidak ada yang terjadi hanya saja Amanda belum terbiasa dengan ini semua
Rizky juga sudah mulai membuka matanya menyadari ada sepasang mata yang melihatnya sedari tadi
"Apa ada cahaya indah yang menyinari wajahku sampai kau melihat ku seperti itu?" Rizky duduk di samping Amanda
"Apa kau sudah melupakan persyaratan yang aku berikan sebelum aku menyetujui pernikahan ini?" ekspresi Amanda berubah menjadi serius
Rizky turun dan berjalan menuju balkon kamarnya
"Aku masih ingat dan aku ingin itu semua kita lupakan saja. Setelah kejadian kemarin aku berpikir bahwa pernikahan ini akan dipercepat saja dan semua persyaratan yang sama-sama kita berikan lupakan saja" jawab Rizky sambil melihat taman villa nya
Saat ini taman bunga yang ada di halaman samping villa milik Rizky itu sedang dibasahi oleh air
"Yah bahkan aku lupa bahwa semua keputusan hanya akan di dengar jika itu sudah keputusanmu. Bahkan keputusan orang lain pun tidak akan kau dengarkan" Amanda langsung masuk ke dalam kamar mandi
Rizky yang mendengar nada bicara Amanda yang berubah membuatnya berbalik
"Apa saat ini dia marah? Masih sepagi ini dan dia marah" Rizky memijit pelipisnya pelan
🌻🌻🌻
__ADS_1
Rizky turun menuju ruang makan namun dia sama sekali tidak dapat menemukan sosok wanita yang akan menjadi istrinya itu
Rizky pun duduk dan Bi Arnah langsung menyajikan sarapan kepada Tuan Mudanya
"Dimana Amanda?" Rizky bertanya tanpa ekspresi
Bi Arnah mundur selangkah "Nona Amanda sudah pergi Tuan Muda. Dia pergi setelah sarapan pagi. Dia bilang dia ada urusan sebentar"
Rizky yang mendengar penjelasan kepala asisten rumah tangga nya itu membuatnya tidak selera untuk sarapan
"Alan kita berangkat sekarang" teriak Rizky yang membuat semua penghuni villa nya sontak kaget
Alan mengikuti langkah Tuan Muda nya itu dan langsung membukakan pintu agar Tuan Muda nya itu masuk
"Kenapa kau tidak mencegah Amanda pergi?" Rizky bertanya sambil sibuk menatap layar ponselnya
Alan berusaha menelan salivanya "Maaf Tuan Muda tapi pada saat Nona Amanda pergi saya baru selesai bersiap-siap"
Rizky diam tanpa menjawab dan masih fokus menatap layar ponselnya
Tanpa terasa mereka sudah tiba di Graham Long's. Rizky turun dari mobil dan langsung menuju ruangannya
Nandini pun ikut menyusul karena hari ini mereka akan ada meeting satu hari penuh
🌻🌻🌻
__ADS_1
Amanda menyibukkan dirinya di perpustakaan kota T. Dia membaca semua artikel yang dia ambil tadi.
Sibuk membuka halaman di layar laptopnya dan mengetikkan sesuatu di sana
Yah, Amanda masih berusaha sampai sekarang untuk mengirimkan lamaran pekerjaannya ke kota Roma
Entah kenapa namun Amanda begitu menyukai kota itu dan ingin menjauh dari kota tempat tinggal nya ini
"Hufftt aku harus mendapatkan pekerjaan itu sebelum pernikahan bodoh itu terlaksana. Jika ada maka aku akan segera terbang meninggalkan ini semua" Amanda sangat berharap sambil memejamkan matanya
Amanda membuka layar ponselnya dan benar saja tidak ada notifikasi masuk bahkan telpon pun tak ada
"Ckkk dia benar-benar tidak akan peduli jika aku marah padanya. Aku semakin yakin untuk meninggalkan ini semua dan segera pergi ke Roma" Amanda mengomel dan kembali mematikan ponselnya
Yah, karena perdebatan kecilnya tadi pagi dengan Rizky. Amanda benar-benar merasa kecewa dan marah
Bisa-bisanya Rizky menghapus semua persyaratan yang sudah mereka setujui begitu saja
Berani sekali dia memeluk Amanda begitu erat jika mereka sudah tertidur. Karena faktanya Amanda memang belum siap untuk itu semua
Semua luka yang dibuat oleh sahabatnya dan juga mantan kekasihnya yaitu Satria masih begitu membekas di dalam hatinya
Hal itu yang membuat Amanda takut untuk jatuh hati lagi pada pria lain. Karena bukan hanya Satria saja namun Dady nya Alex Arafah juga sama menyakitkannya
🌻🌻🌻
__ADS_1