
Semua lebam dan luka lainnya sudah diobati dengan benar oleh Amanda. Dia menatap pria yang sedari tadi meringis kesakitan membuatnya kupingnya sedikit panas.
Siapa lagi jika bukan Owner pelakunya. Amanda tidak tau apakah itu memang benar kenyataannya sakit atau hanya akal akalan pria muda itu. Satu yang pasti Amanda sudah jengah dan ingin mengomel namun apa daya, dia hanya bisa menahannya
"Sudah selesai" ucap gadis cantik nan imut itu dengan bersidekap dada menatap tajam menusuk seakan ingin memaksa masuk menembus ke dalam retina hitam milik adik ipar nya itu
"Ma-maaf kak. Aku sudah membuat kakak kesal. Dan juga terimakasih karena sudah sabar memberikan obat dan juga salap di setiap luka. Er janji tidak akan pulang ke rumah dalam keadaan seperti ini"
("Sial kenapa aku jadi gugup gini. Rileks Er. Kakak ipar tidak akan memarahi mu") batin Er yang menyadari suaranya yang tercekat hampir tidak keluar sama sekali
"Hmmm. Sana, pergi ke kamar dan beristirahatlah. Temui kakak sehabis mandi nanti" jawab Amanda dengan helaan nafas yang lebih dulu terdengar
Mendengar dan menatap wajah Kakak Ipar nya, Owner langsung mengembangkan senyuman nya. Alan yang melihat itu hanya bisa memijit pangkal hidungnya dengan gelengan kepala yang tidak dilupakan
Owner bangkit berdiri dan melangkah. Baru 7 langkah, namun dia kembali berbalik dan tersenyum menghampiri gadis itu kembali.
Cuppp
Satu kecupan di pipi kiri Amanda sontak membuat kedua pria tampan itu membulatkan mata mereka terutama sasaran yang sudah terkena. Dan sedetik kemudian
Bughhh
Dua bantal sofa berhasil tepat sasaran ke kepala Owner. Siapa lagi jika bukan Alan dan juga kakak tertua mereka Rizky pelakunya. Amanda hanya terkekeh sedangkan Er sudah lari terbirit-birit menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya
Setelah kepergian putra bungsu itu, Alan dan juga Lyla ikut menyusul. Mengerti akan situasi dan suasana yang terjadi diantara sepasang suami istri itu. Mereka memutuskan untuk memberikan waktu untuk mereka berdua
Amanda berdehem pelan guna mengurangi rasa gugup yang mendadak melanda dirinya. Dia berjalan sedikit mendekat ke tempat suaminya berada
Mengambil kain bersih berwarna hitam yang tersisa lalu memasukkan nya kembali ke dalam wadah besar itu. Menatap lekat wajah sang suami dari jarak sedekat ini tentu saja itu membuatnya dalam posisi tidak aman
__ADS_1
"Kenapa harus bertengkar dengan adik sendiri?" tanya Amanda guna mengurangi kecanggungan yang terjadi di antara mereka
"Tidak apa. Kami berdua sudah lama tidak bertengkar hebat. Sekali kali bertengkar seperti ini tidak jadi permasalahan yang besar" jawab Rizky menatap lekat wajah putih nan mulus istrinya itu
"Tapi tidak seperti itu juga. Kalian bertengkar tanpa alasan yang jelas pastinya. Lihat, wajah kalian berdua sangat banyak lebam. Belum lagi wajah Thio yang juga menjadi sasaran nya. Aku yakin Thio seperti itu pasti karena berusaha memisahkan kalian berdua kan?" omel Amanda dengan raut wajah yang sudah berubah menjadi khawatir
Bukannya menjawab Rizky justru tersenyum kecil. Omelan panjang dari istrinya, itulah yang dia inginkan sejak tadi. Dia merindukan suara Amanda yang begitu merdu di telinganya. Bukan Amanda yang sejak tadi hanya bisa menghela nafas lelah dan mendiamkan segalanya
"Kenapa kau tersenyum begitu? Aku sedang berbicara dengan mu bukan dengan roh halus yang ada di rumah ini" omel Amanda masih berlanjut
Rizky terkekeh lalu menarik tubuh kecil itu masuk ke dalam rengkuhannya. Amanda itu begitu menggemaskan bahkan sangat. Rizky mencium aroma tubuh Amanda yang sudah menjadi candu baru baginya dengan begitu dalam
"Maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi" lirih Rizky dan melepaskan pelukannya
Dia menatap kedua manik mata hazel milik istrinya itu dengan lekat. Kenapa selalu ada duka di sana? Rizky berubah menjadi sendu. Dia membenci ini, dia membenci akan duka yang selalu dia lihat dalam mata Amanda
"Aku juga minta maaf karena pergi begitu saja meninggalkanmu di balkon kamar waktu itu. Tidak mengabari mu apapun dan tidak kembali ke rumah selama beberapa hari. Maaf" lirih Rizky yang sudah menundukkan kepalanya
("Kau begitu lemah di hadapan dia, Ky. Tapi kau juga terlalu lemah untuk mengakui segalanya") batin Bryant yang juga ikut menundukkan kepalanya
Bryant mengurungkan niatnya. Dia melangkah menuju arah tangga lalu mulai menaiki satu per satu anak tangga itu dengan langkah yang pelan agar tidak bisa terdengar oleh keduanya
"Aku memang pria brengsek. Kau berhak mendapatkan kebahagiaan yang jauh lebih baik dari ini semua Amanda. Aku seharusnya tidak mengikat mu begitu saja dengan tali pernikahan yang begitu mendadak untukmu" lanjut Rizky yang sudah mulai terisak
"Tapi tenang saja. Aku akan segera membebaskan mu. Aku akan membicarakan ini kepada Ayah dan juga Bunda. Kau bisa melanjutkan langkahmu yang tertunda karena ini semua"
Rizky mengangkat kepalanya dan kembali menatap gadisnya. Gadis yang saat ini sudah ikut menangis seperti dirinya. Bodoh, sekali lagi Rizky memaki dirinya yang dengan mudahnya membuat gadis itu kembali menangis
"Kau katakan apa tadi? Kau ingin melepaskan ikatan ini iya? Kau benar-benar akan melakukan nya setelah kita melewati semuanya dengan susah payah? Apa semua nya kau anggap hanya lelucon Tuan Muda? Apa aku bagimu hanya sebatas wanita bodoh yang menerima pernikahan ini hanya untuk kebahagiaan keluarga ku hah?"
__ADS_1
Teriakan itu begitu bergema di seluruh ruangan. Mungkin jika mereka menatap ke atas, sudah dipastikan semua anggota keluarga sudah melihat mereka dengan iba dari lantai atas
"Kau jahat. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Kau tidak mempedulikan hati dari seorang wanita yang sudah kau buat semakin hancur. Kau tidak ingat bagaimana aku menolak pernikahan ini hah? Kau dan juga kedua orangtua ku yang memaksaku untuk menerima ini semua. Dan sekarang dengan gampangnya kau ingin mengakhiri segalanya. Kau egois Rizky"
Amarah Amanda sudah keluar begitu saja dengan airmata yang juga semakin deras. Rizky juga ikut merasakan sakitnya hati yang dia miliki saat ini. Dia begitu teriris melihat Amanda, gadis yang dia cintai untuk saat ini menangis hanya karena kebodohan dirinya saja
Hening, tak ada lagi yang membuka mulut untuk mengeluarkan suara. Mereka berdua hanya sibuk dengan amarah yang ada dalam hati mereka. Begitu pun dengan manusia lainnya yang melihat semuanya dari lantai atas. Owner hanya bisa menggenggam pembatas tangga menahan dirinya sendiri
"Manda" panggil Rizky dengan begitu pelan bahkan nyaris tak terdengar
Amanda yang merasa namanya dipanggil langsung menengadah ke atas. Manik matanya bertemu dengan manik mata berwarna hitam gelap milik suaminya itu
"Maaf. Sekali lagi aku minta maaf. Aku terbawa emosi dan tidak tau harus apa dan bagaimana. Aku merasa situasi dan juga kondisi kita semakin ke sini semakin buruk. Semua terjadi tanpa henti. Aku... aku hanya tidak ingin kau semakin tersakiti jika tetap bersama ku" lirih Rizky lagi
"Kau berhak marah. Aku memang sudah kelewat batas berbicara seperti itu padamu. Jadi, selanjutnya apapun yang akan kau ambil selanjutnya aku akan menerimanya" lanjut Rizky yang masih dengan tatapan sendunya
Amanda diam sesaat lalu tindakan selanjutnya membuat pria itu sedikit terkejut. Amanda mengecup bibirnya lalu menatapnya dengan lembut
"Aku tidak akan kemana pun. Apapun itu akan kita hadapi bersama. Kau dan juga aku, kita berdua akan melindungi keluarga kita bersama-sama. Berhenti berpikir aneh seperti itu. Aku akan tetap berada di sampingmu"
Rizky tersenyum tulus lalu menarik kembali tubuh mungil itu masuk ke dalam dekapan tubuhnya. Air mata itu kini kembali jatuh. Jika tadi air mata sedih maka kali ini bisa dipastikan karena pria itu bersyukur memilik pendamping hidup seperti Amanda
Sedangkan di lantai atas sana, semua sudah menghela nafas lega. Owner juga berusaha menurunkan rasa amarah yang sejak tadi meronta ingin minta pelampiasan namun ternyata kakak tertuanya itu akhirnya mengalah dan memperbaiki segalanya
"Kalian berdua ikut ayah. Kalian sepertinya membutuhkan pengajaran lebih kali ini" ucap Bryant memandang kedua pria muda itu dengan datar
"Tapi ayah, kakak juga harus ikut. Dia yang lebih membutuhkan pengajaran lebih dari ayah" jawab Owner yang tau maksud dari ucapan ayahnya itu
"Dia akan menyusul nanti. Alan sampaikan pada kakak mu temui ayah jika lukanya sudah selesai diobati oleh kakak iparmu"
__ADS_1
🌻🌻🌻