
Rizky menghentikan kegiatannya dan menghela nafas panjang. Owner datang di saat yang tidak tepat
Dia langsung menegakkan tubuhnya dan melemparkan tatapan dingin bak maut kepada Thio. Thio yang sadar ditatap langsung menundukkan kepalanya takut karena dia juga tau bahwa dia sudah berbuat kesalahan
Terdengar langkah kaki yang semakin dekat mengarah kepadanya. Owner berjalan melewati kakak tertuanya itu dan berdiri di sebelah sahabatnya itu
"Aura di ruangan ini begitu panas. Thio, kau merasakan nya?"
Thio hanya diam dan belum berani menegakkan kepalanya. Dia sudah sangat merasa bersalah karena sudah menghianati Rizky dengan memberitahu keberadaan mereka disini
"Kenapa?"
Selesai sudah, sifat asli oh ralat tapi sifat yang benar-benar asli sudah keluar. Rizky setelah kejadian kelam itu kembali lagi hari ini. Owner hanya menghela nafas lelah
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu kak? Kenapa? Kau kembali ke dirimu yang sebelumnya"
"Keluar" ucap Rizky dan kembali menatap mangsanya
Owner menarik rambut hitam milik sahabatnya itu berniat agar pria itu tidak perlu menunduk lagi. Thio langsung menatap tajam pelakunya
"Ada apa dengannya? Aura nya sangat sangat berbahaya" bisik Er
Sebelum menjawab, Thio menatap ke arah kakak sahabatnya sekaligus kakak nya itu sebentar. Menegakkan tubuh tingginya lalu mendekatkan kepalanya
"Aku bahkan ingin bertanya padamu. Kau tau, bahkan aku tidak berani bertanya atau pun melakukan kesalahan setibanya kakak disini. Wajah nya sudah sangat merah menahan amarah. Tapi ternyata kau juga tidak tau apapun" jawabnya yang juga berbisik
"Berisik. Keluar"
Dua kalimat perintah itu berhasil membuat kedua pria tampan itu kembali menatap ke arahnya. Rizky sudah semakin menggila. Dia masih saja menusuk pisau itu semakin dalam pada luka goresan yang dia buat
Owner menatap sahabatnya itu dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Sedangkan yang ditatap sudah sangat ketakutan
Rizky yang berada di hadapan mereka saat ini sudah benar-benar seperti monster yang haus akan darah dan daging
("Kakak bukanlah kakak. Ada apa dengannya sebenarnya")
__ADS_1
"Arghhh hen-hentikan. Ku mo-mohon hentikan" parau pria itu yang sudah seperti mandi saja
"Kak hentikan. Jangan menyiksanya begitu kejam. Kau melukai luka yang sudah parah" ucap Er yang entah sejak kapan sudah berada di samping kakak nya itu
"Jangan melakukan hal yang akan membuatku menyesal Owner" lirih Rizky tanpa menatap pria itu
Owner melepaskan tangannya yang awalnya berada di pundak kokoh itu kini sudah tidak lagi. Dia menatap Thio dan melirik ke arah pintu untuk memberikan kode
Owner beranjak pergi begitu pun Thio yang juga mengikutinya dari belakang. Tersisa Rizky dan kedua korban yang sebentar lagi akan sangat malang
"Kau menginginkan apa sampai harus mencelakai istri ku" tanya Rizky dengan suaranya yang berubah pelan
"A-aku hanya membencinya karena karena su-sudah berani ma-masuk ke dalam ke-kehidupanmu" jawab Ricko terbata menahan rasa sakitnya
"Arghhhh" teriaknya lagi dengan sangat keras
Rizky sudah menusuk pisau itu dengan cepat di tempat yang lain. Sungguh, kegilaan pria itu sudah tidak bisa ditunda dan di ganggu
Tuan bao yang mendengar dan melihat segalanya dengan jelas sudah hampir mati ketakutan. Rizky yang dia temui di luar sangat berbeda dengan Rizky yang berada di ruangan ini
("Ya Tuhan ada apa dengan anak ini. Kenapa dia sangat menyeramkan untuk saat ini. Semoga saja setelah melampiaskan segalanya kepada pria itu, dia segera melepaskan ku") batin pria tua itu yang sudah menutup mata dengan mulut yang juga ikut berkomat kamit seperti membaca mantra
Teriakan itu membuat pria tua itu terlonjak kaget benar-benar kaget dan alhasil membuka matanya dan melotot dengan tidak percaya
Ricko, pria yang baru saja dia ketahui namanya itu sudah terlihat hampir mati kehabisan darah. Banyak darah segar yang sudah keluar dari berbagai anggota tubuhnya. Apa Rizky benar-benar melakukan itu sendiri?
"Iya Tuan Muda" jawab Thio yang sudah berdiri dengan gagah nya di samping Rizky
"Aku sudah selesai" jawab Rizky sambil memperlihatkan kedua tangannya yang sudah dipenuhi dengan darah merah
Hal itu membuat Thio sedikit terkejut namun dengan cepat dia berusaha membuat raut wajahnya biasa saja. Thio berjalan ke arah sebuah ruangan meninggalkan Rizky yang hanya menampilkan senyum lebar miliknya
"Kau gila kak benar-benar gila"
Suara itu membuat Rizky langsung menoleh ke belakang dan masih mempertahankan senyumnya. Owner berjalan perlahan mendekat ke arah kakak tertuanya dengan mata yang menatap takjub akan jerih payah kakak nya itu
__ADS_1
"Silahkan Tuan Muda" ucap Thio menyodorkan sebuah tempat penampungan air dari plastik yang cukup besar
Rizky langsung tersenyum kecil dan memasukkan kedua tangannya ke dalam tempat penampungan air itu
"Kak, kau benar-benar menyelesaikan nya dengan baik. Lalu apa selanjutnya?" tanya Owner yang masih menatap korban yang sepertinya sudah tidak bernyawa lagi
"Jika bukan aku lalu siapa lagi? Apa ada manusia selain aku yang bermain dengannya?" bukannya menjawab, Rizky justru mengucapkan kalimat itu dengan sinis dan mata yang meliriknya dengan tajam
Owner dan juga Thio sedikit terkejut mendengar jawaban yang diucapkan oleh kakak tertua mereka. Mereka sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi dengan kakak mereka itu
"Thio, bawa dia dan lakukan pekerjaan selanjutnya. Kakak tidak perlu memberitahu lagi kan?"
"Baik kak. Aku akan segera membereskan segalanya" jawab Thio dan kembali pergi membawa penampungan air tadi
"Lalu bagaimana dengan dia? Bukankah dia Tuan Bao, rekan kerja keluarga kita? Apa kesalahannya sampai kakak harus menyelesaikannya juga?"
Mendengar banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh adik bungsunya itu, Rizky langsung menoleh ke belakang. Wajah datar itu kembali dia perlihatkan
"Saya akan memberikan anda waktu untuk menyadari apa kesalahan anda. Dan sebelum anda mengatakan apa kesalahan anda sendiri kepada adik ku Thio, maka puteri mu akan sangat menikmati segalanya" ucap Rizky yang sudah mendekat ke arah mangsa nya yang masih duduk dengan tenang
"T-tapi aku sungguh tidak tau apa kesalahanku Tuan Muda. Jangan menyakiti puteri bungsu ku" jawab pria tua itu dengan gugup
"Jawaban saya akan tetap seperti itu. Sebelum anda menyadari kesalahan anda, maka saya akan mencari tau kebenarannya. Jika anda benar-benar tidak bersalah, maka ucapkan selamat tinggal kepada puteri murahan anda itu"
Setelah mengatakan itu dia kembali menatap adik bungsunya. Wajah Owner yang hanya menaikkan sebelah alisnya dengan bingung. Dia benar-benar tidak tau apa yang dilakukan pria tua itu sampai membuat kakak nya begitu marah
"Ayo" ajak Rizky yang sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan adik bungsunya itu
Owner langsung dengan cepat mensejajarkan langkahnya dengan kakak tertuanya itu. Tidak berani membuka suara untuk bertanya sesuatu
("Sepertinya waktunya sangat tidak tepat untuk membicarakan hal itu. Dia sedang tidak menjadi dirinya") batin Owner yang terus melangkah keluar dari gedung kosong itu
"Jika ada yang ingin kau sampaikan maka katakan saja. Tidak perlu menundanya hanya karena kondisi ku saat ini. Katakan" ucap Rizky secara tiba-tiba membuat pria yang di samping nya itu menoleh ke samping menatap dirinya
"Ahk tidak ada kak. Tidak ada hal yang ingin ku sampaikan. Itu hanya perasaan kakak saja"
__ADS_1
"Terserah"
🌻🌻🌻