
Amanda sudah menggunakan piyama berwarna merah muda dengan motif panda. Dia berjalan ke arah balkon kamarnya dan memandang ke depan
Tatapannya kosong seakan ada yang mengganggu pikirannya. Sampai dia tak mendengar langkah kaki seseorang yang sudah masuk ke dalam kamarnya
"Amanda" panggilan itu seketika menyadarkannya dan dia berbalik
Dia sudah melihat Rizky yang berdiri dengan bersidekap dada. Dia menatap Amanda dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan oleh Amanda
Amanda berjalan dan duduk di atas kasurnya. Seketika hawa dalam ruangan itu mendadak panas
"Kau tidak ingin menjelaskan sesuatu?" suara Rizky memecahkan keheningan
Amanda diam dan menghiraukan Rizky
"Aku berbicara padamu Amanda" lagi, suara Rizky kembali terdengar
"Tidak ada. Aku ingin tidur" jawab Amanda singkat dan hendak membaringkan badannya
"Aku bertanya Amanda dan kau tidak dapat tidur begitu saja. Aku membutuhkan sebuah jawaban" suara Rizky kali ini bisa terdengar seperti sedang menahan emosinya
Amanda menatap Rizky dan tatapannya sama saja dengan tatapan Rizky
"Aku lelah Rizky. Tidak bisakah kau biarkan aku tidur?" bukannya menjawab Amanda justru balik bertanya
"Amanda" teriak Rizky pada akhirnya
Amanda terkejut dan menatap Rizky tak percaya. Setelah dibentak oleh Momy nya kini pria yang dia anggap akan bisa menjaganya juga ikut meneriaki dirinya
"Kenapa kau selalu membuatku menahan emosi Amanda? Kau diantarkan oleh seorang pria dan kau bilang tidak ada yang perlu kau jelaskan padaku hah? Apa pernikahan ini hanyalah permainan menurutmu?" teriak Rizky mengeluarkan semua emosinya
Hujan sudah keluar dengan derasnya bukan dari langit melainkan dari mata Amanda
Rizky mengacak rambutnya frustasi. Dia duduk di sofa yang ada di kamar Amanda
"Aku sudah mengatakan padamu bahwa kau akan menjadi Menantu Keluarga Graham Amanda. Apakah kurang jelas?" kali ini suara Rizky menjadi sedikit pelan
Terdengar oleh telinganya suara tangis Amanda yang semakin menjadi
Rizky menatapnya dan berjalan mendekati Amanda. Namun telapak tangan Amanda yang dia perlihatkan di depan wajah Rizky menahan langkahnya
Amanda memalingkan wajahnya tak ingin melihat Rizky. Dia menghapus air matanya dengan kasar dan menunjuk ke arah pintu
Bukannya berjalan menjauh justru Rizky semakin mendekat. Dia memaksa wajah Amanda agar mau melihat matanya
__ADS_1
Amanda menatapnya namun dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Rizky langsung membawa tubuh mungil itu ke dalam pelukannya
Dia memejamkan matanya sebentar dan menatap ke langit-langit kamar Amanda. Tangannya masih saja mengelus rambut panjang Amanda dengan lembut
"Maaf sudah berteriak padamu" kata itu keluar dari mulut Rizky
Amanda semakin menangis dalam pelukan Rizky. Bahkan dia sudah semakin mengeratkan pelukannya pada Rizky
Menenggelamkan kepalanya ke dalam dada bidang milik Rizky. Tanpa disadari oleh Rizky, setetes air mata berhasil keluar dari pelupuk matanya membasahi kulit kepala Amanda
Amanda melepas pelukan itu dan mendongakkan kepalanya menatap Rizky. Mata kedua insan itu bertemu dan Amanda dengan segera menghapus air mata yang hampir saja lolos
Amanda menggelengkan kepalanya dengan air mata yang masih saja keluar dari kedua matanya
Rizky pun mengalihkan pandangannya dan menghapus air mata itu dengan kasar. Dia lalu menyuruh Amanda duduk di atas kasur miliknya
"Aku benar-benar minta maaf" ucap Rizky lagi
Amanda menundukkan kepalanya sambil menganggukkan kepalanya pelan
"Ceritakan mulai dari awal hingga akhir tanpa ada yang tertinggal" suruh Rizky pada Amanda
Amanda pun menegakkan kepalanya dan menatap mata Rizky. Dia mulai menceritakan segalanya mulai dari awal pembicaraan dengan Momy nya hingga Satria yang mengantarnya pulang
🌻🌻🌻
Amanda menaiki jembatan itu dengan tangan yang dibuka lebar. Dia memejamkan matanya dan pikirannya melayang entah kemana
Hingga suatu tarikan kuat menarik bajunya. Dia kaget dan membuka matanya dan ternyata dia sudah berada di tanah kembali
Dia melihat pria yang ada di depannya
"Kau sudah kehabisan akal hah?" ucap pria itu sedikit membentak
Amanda menghapus air matanya dengan kasar dan mengalihkan matanya ke arah lain
"Waktu itu Rizky dan sekarang kau. Kenapa kalian tidak membiarkanku saja hah? Aku sudah lelah dengan ini semua. Biarkan saja aku pergi untuk selamanya" jawab Amanda tanpa melihat Satria
Yah... pria yang menariknya ialah Satria. Satria mantan kekasihnya yang berkhianat dengan sahabatnya sendiri
"Oh Tuhan ku, Amanda gunakan akal sehatmu. Kau sebentar lagi akan menikah dan apakah kau tega meninggalkan Tuan Muda itu sendiri di altar dan juga keluarga yang sudah menyayangimu itu?" nasehat Satria sambil memegang pundak Amanda
Kalimat itu berhasil membuat Amanda menatap mata cokelat milik Satria. Dia seakan berpikir akan semua kalimat yang dikeluarkan oleh Satria
__ADS_1
"Aku tahu semua nya Amanda. Tuan Muda itu tiba-tiba ingin kau menjadi istrinya. Tapi yang aku lihat dia begitu peduli padamu. Itulah sebabnya aku tak mencoba merebutmu kembali darinya. Karena mau bagaimanapun aku masih sangat mencintaimu" kata Satria
"Kembali dan langsungkan hidupmu bersama dengan keluarga Graham. Mereka begitu menyayangimu Amanda. Kau harus sadar itu. Ayo aku akan mengantar mu ke Rumah Besar Graham" ajak Satria yang menarik Amanda
Flashback off
🌻🌻🌻
Rizky kembali memeluk Amanda setelah mendengar segala penjelasan yang dikatakan oleh Amanda. Bisa dilihat saat ini emosi Risky sudah melewati batasnya
"Pergilah cuci muka dan aku akan tidur disini menemanimu malam ini saja. Tak ada penolakan dan alasan Amanda" ucap Rizky setelah melepaskan pelukannya
Amanda pun berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi
"Aku akan segera kembali. Tidurlah terlebih dahulu. Mengerti" lanjut Rizky yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Amanda
Rizky keluar dari kamar milik Amanda dan mengambil ponselnya. Dia menghubungi seseorang dengan kedua tangannya yang sudah mengepal menahan emosi
Bryant yang melewati Rizky segera berhenti dan menatap Puteranya itu yang masih sibuk berbicara di telpon
Namun Rizky tak menyadari kehadiran Ayahnya karena dia membelakangi ayah nya itu
Telpon terputus dan dia membalikkan badannya. Dia sedikit terkejut dengan Bryant yang sudah menatapnya tajam dengan kedua tangan sudah terlipat di depan dada
"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Bryant
Rizky menghembuskan nafasnya panjang dan memulai cerita dari awal.
Bisa dilihat reaksi dari Bryant. Dia sama saja dengan Rizky. Amarahnya sudah mencapai ubun-ubun kepalanya
"Besok jangan mencegahku untuk melakukan sesuatu diluar logikamu Anak Muda" hanya itu kalimat yang dilontarkan Bryant dan berjalan meninggalkan Rizky begitu saja
Dia masuk ke dalam kamar Amanda dan melihat Amanda yang sudah terlelap. Dia melihat sedikit air mata yang masih berada di ujung pelupuk matanya
Dia membaringkan badannya dan melihat wajah Amanda. Dia menyingkirkan anak rambut Amanda yang menutupi wajahnya
("Aku akan mencari tahu kenapa mereka bisa seperti ini terhadapmu Amanda. Harusnya mereka bangga memilikimu. Kau seorang wanita yang cerdas, cantik, berhati lembut sebaik malaikat. Tapi percuma karena mata mereka sudah digelapkan oleh Kekayaan dan juga Ketenaran") ucap Rizky dalam hatinya
("Bahkan aku saja masih tidak tega jika nanti harus membuatmu terluka. Apa aku bisa? apa aku bisa melepaskanmu nanti?") lanjut Rizky dalam hatinya
Dia memejamkan matanya dengan tangan yang memeluk Amanda.
🌻🌻🌻
__ADS_1