CEO My Husband

CEO My Husband
MENGATAKANNYA


__ADS_3

Makan malam berjalan dengan damai dan tenang. Hanya ada beberapa obrolan singkat yang dibicarakan oleh Amanda dan juga Rizky


Hingga makanan penutup datang dan sudah berada di hadapan mereka. Amanda memandang Rizky bukan memandang makanan yang tampaknya sangat menggiurkan itu



Berbeda dengan Rizky, dia langsung menyendokkan makanan itu untuk segera masuk ke dalam perutnya.


"Kau kenyang hanya menatap wajahku?" tanya Rizky menatap Amanda dengan mulut yang masih mengunyah


Amanda tertawa pelan lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela


"Katakan apa yang ingin kau katakan" lanjut Rizky


Amanda kembali menatap Rizky dan tersenyum hangat


"Aku ingin menanyakan suatu hal terlebih dahulu padamu" ucap Amanda


Rizky hanya menganggukkan kepalanya mengizinkan Amanda untuk bertanya


"Jika aku ingin bekerja apakah kau akan mengizinkan nya?"


Rizky berhenti mengunyah dan tatapannya... ahk sangat sulit untuk diartikan


"Kenapa? Apa ada kebutuhanmu yang tidak bisa terpenuhi?" bukannya menjawab Rizky justru bertanya balik


"Tidak. Jawablah terlebih dahulu"


"Aku tidak mengizinkan mu" jawab Rizky singkat


"Baiklah kalau begitu kalimat ku sampai disitu saja. Aku tidak ingin mengatakan hal lain lagi"


"Katakan tanpa perlu berputar-putar"


Amanda memberikan senyum simpul nya dan menatap mata Rizky dengan lembut


("Apa aku akan mengatakannya? Bagaimana jika dia akan marah dan menarik ku secara paksa keluar dari sini? Baiklah sepertinya aku harus mengatakannya sekarang juga") batin Amanda sebelum mengatakan segalanya kepada Rizky


"Aku dipanggil untuk interview di sebuah perusahaan yang ada di Roma"


Rizky mengepalkan tangannya dan Amanda dapat melihat itu. Dia juga melihat tatapan Rizky yang sudah semakin menakutkan


"Sejak kapan?"


"Sejak seminggu yang lalu. Tapi aku baru membukanya"


"Kenapa kau mengirimkan surat lamaran? Apa ada yang mengizinkanmu?"


"Tidak ada. Tapi aku ingin mandiri"


"Ayo pulang Amanda" ucap Rizky dan langsung berdiri

__ADS_1


Dia berjalan meninggalkan Amanda yang masih duduk di kursinya. Amanda menghapus air mata yang jatuh membasahi pipi nya. Dia langsung tersenyum dan berjalan menyusul Rizky suaminya itu


Semua mata masih tertuju kepada mereka berdua. Terutama kepada Amanda, ada banyak pertanyaan yang muncul di otak mereka saat ini. Kenapa sekarang sepasang suami istri yang baru saja menikah itu tampaknya sedang tidak baik-baik saja?


Amanda menghiraukan itu semua dengan terus menatap ke depan yaitu menatap punggung tegap milik Rizky.


🌻🌻🌻


Rizky mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi. Bahkan dia tidak melirik ke arah Amanda yang saat ini sudah menutup mata menunggu mereka sampai di Rumah Besar


"Rizky kenapa kau seperti kesetanan? Aku masih tidak ingin mati diusia yang sekarang" ucap Amanda dengan mata yang masih terpejam


Rizky menghiraukan ucapan yang dikeluarkan oleh Amanda dan dengan mata yang masih fokus ke jalanan


Tak butuh waktu yang lama. Kini Rizky sudah sampai di Rumah Besarnya dan keluar terlebih dahulu meninggalkan Amanda yang masih mengatur nafas dan denyut jantungnya


Amanda melihat kepergian Rizky. Dia tersenyum miris melihat suaminya yang bahkan tak mempedulikan dirinya


Amanda segera turun dan masuk ke dalam Rumah.


"Apa kalian bertengkar?" pertanyaan itu membuat Amanda mendongakkan kepalanya


Memang dia menundukkan kepalanya tanpa melihat orang-orang yang ada di sekitarnya. Dan tanpa dia ketahui Bryant masih ada di ruang TV dan melihat semuanya


"Ahk Ayah mengatakan sesuatu?" tanya Amanda kembali mencoba mencari alasan


"Tidak perlu pura-pura tidak mendengar ucapan Ayah Amanda" tentu saja Amanda salah karena melakukan itu karena Bryant tidak sebodoh itu


"Ayah bertanya Apa kalian bertengkar? Ayah tidak menanyakan apa kalian baik-baik saja Amanda. Jawabanmu justru membuat Ayah yakin kalau kalian memang sedang bertengkar"


Amanda memejamkan matanya dan berbalik sebentar. Dia menepuk jidatnya dan menghembuskan nafasnya pelan dan kembali menatap Ayah mertuanya itu


"Tidak Ayah. Kami tidak bertengkar. Rizky hanya sedikit mengantuk jadi dia duluan turun dan ingin segera tidur" jawab Amanda lagi menampilkan senyumnya canggung


"Amanda jangan menyembunyikan apapun. Katakan ada apa?"


"Ayah, Amanda lelah. Apa Amanda bisa masuk terlebih dahulu ke kamar?"


Bryant menghela nafasnya panjang dan memijit pangkal hidungnya. Seketika dia merasa pusing


"Pergilah dan segera selesaikan masalah rumah tangga kalian itu yah" izin diberikan oleh Bryant


Amanda tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia mencium pipi Bryant dan Bryant pun melakukan hal yang sama


"Good Night Ayah"


"Good Night baby"


Amanda berjalan sedikit lebih cepat dan menaiki anak tangga itu dengan sedikit berlari. Bryant masih menatap punggung Amanda dari lantai bawah


"Ada apalagi sekarang?" tanyanya dan langsung kembali untuk menonton

__ADS_1


Amanda masuk ke dalam kamarnya dan tidak menemukan Rizky dimana pun. Namun dia bisa melihat jaket yang tadi dikenakan oleh pria itu tergeletak di atas kasur


Amanda segera mengambil jaket itu dan memasukkannya ke dalam keranjang pakaian kotor yang akan dicuci oleh pelayan besok


Amanda berjalan ke ruang pakaian dan mengambil baju tidurnya lalu masuk ke ruang ganti. Dia benar-benar tidak menemukan Rizky dimana pun


Amanda keluar dari ruang ganti dan duduk di depan meja rias nya. Dia membuka anting dan menghapus sedikit riasan yang tadi dia gunakan


"Baiklah aku sudah salah untuk mengatakan hal itu tadi. Apa dia ada di ruang kerjanya?" tanya Amanda pada dirinya sendiri


Amanda berdiri dan keluar dari kamarnya. Dia berjalan menuju ruang kerja Rizky. Dia mengintip dari cela pintu yang memang tidak tertutup rapat.


Dia melihat Rizky yang sedang sibuk melihat satu per satu dokumen yang ada di tangannya dan juga di atas mejanya. Amanda memberanikan dirinya untuk masuk


Dia mengetuk pintu itu dengan ragu. Dan tentu saja sudah ada suara yang mengizinkannya untuk masuk


Matanya bertemu dengan manik mata milik Rizky. Rizky menatapnya sebentar dan kembali fokus pada pekerjaannya


"Apa... apa perlu aku buatkan kopi?" tanya Amanda sedikit gugup


"Tidak" jawab Rizky singkat


Amanda jengah dan duduk di sofa yang ada di hadapan Rizky. Rizky meliriknya sebentar dan membiarkan gadis itu seperti itu


"Ck bahkan sekarang dia mencueki aku" bisik Amanda


Tentu saja Rizky mendengarnya karena telinganya masih berfungsi dengan baik. Dia menatap Amanda sebentar dan yang ditatap sudah sibuk memainkan jari-jarinya


"Tidurlah" ucap Rizky singkat


Amanda memberhentikan aktivitasnya dan menatap Rizky


"Aku belum mengantuk. Aku akan menemani dan menunggumu disini. Aku tidak akan mengganggumu"


Rizky memejamkan matanya sembari menghembuskan nafasnya panjang. Dia memijit pelipisnya dan melanjutkan pekerjaannya


Amanda masih melihat Rizky yang masih sibuk. Dia pun merebahkan dirinya di atas sofa panjang itu dan kembali memainkan jari jemarinya


Tak ada suara yang di dengar oleh Rizky setelah beberapa saat dia konsentrasi pada dokumennya. Dia menatap ke depan dan melihat Amanda yang sudah tertidur pulas


Rizky berjalan mendekat dan berjongkok tepat di depan wajah Amanda. Dia menarik kedua sudut bibirnya. Kini Rizky sudah menampilkan Senyumnya dengan lebar


"Gadis ini benar-benar tidak bisa tidak mengganggu hidupku. Bagaimana bisa aku bisa sesenang ini hanya dengan melihat wajah tenangnya yang seperti ini. Kau selalu menyusahkan Amanda" ucap Rizky tanpa sadar


Rizky mengerjapkan matanya beberapa kali


"Dan sejak kapan aku semakin banyak bicara seperti ini? Ahk aku sudah tidak waras semenjak adanya gadis ini" lanjut Rizky dan menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya


Dia langsung menggendong Amanda dengan tangan kanan ada di bawah lutut dan tangan kirinya ada di bawah tengkuk leher Amanda


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2