CEO My Husband

CEO My Husband
PERUBAHAN BRYANT


__ADS_3

Sudah 2 hari lamanya, namun salah satu Tuan Muda dari Keluarga Graham itu tak jua muncul di Rumah Besar atau pun perusahaan


Bryant yang tidak tau sama sekali berusaha untuk tidak peduli dan berpikir bahwa putra sulung nya itu sedang pergi untuk menyelesaikan beberapa urusan dan tidak sempat untuk berpamitan dengannya atau pun yang lain


Seperti biasa, pagi ini semua sudah berkumpul di meja makan terkecuali dengan Rizky dan juga Thio yang entah pergi kemana dan tak kunjung memberi sedikit kabar. Owner, pria itu hanya bisa bungkam dan memperhatikan wajah sendu kakak iparnya


Dia ingin bertanya dan memberitahu segalanya, namun karena kasih sayang nya begitu dalam, dia tidak mau melihat wajah cantik itu semakin sedih berlebihan.


"Kau ingin mengatakan sesuatu Owner?"


Pertanyaan dan suara itu berhasil membuat titik fokus Owner teralihkan. Sekarang dia menoleh sedikit dan menatap wajah Ayahnya yang selama 2 hari ini juga sangat berubah. Menjadi sangat dingin dan datar, Rizky memang mengikuti semua yang ada pada Ayahnya


"Tidak Ayah" jawab Er dan langsung menundukkan kepalanya sedikit


Alan yang baru saja duduk hanya bisa menatap wajah Ayah dan juga adik bungsunya itu secara bergantian dengan raut wajah yang sangat bingung. Suasana di ruang makan ini sudah sangat dingin, Alan melirik ke arah kakak iparnya dan yang dia dapatkan hanyalah wajah sendu Amanda dengan tatapan yang kosong


("Ada apa sebenarnya? Suasana di rumah ini semakin tidak bisa ditebak. Kemana perginya kakak selama beberapa hari ini") batin Alan yang masih menatap satu per satu manusia yang ada di sekitarnya


Sarapan pun terjadi dengan keadaan hening yang tidak diketahui penyebab sebenarnya. Lyla pun sama bingungnya dengan Alan dan memutuskan untuk diam dan melanjutkan sarapannya dengan tenang


"Datang ke perusahaan, Owner. Temui Ayah" ucap Bryant sebelum meninggalkan ruang makan itu


Namun langkah itu berhenti, Bryant kembali berbalik dan berhenti tepat di hadapan Amanda yang baru saja berdiri dan hendak membereskan meja makan. Menatap wajah menantu kesayangannya itu lalu menariknya ke dalam pelukannya


Itu membuat semuanya terpaku, Owner langsung mengeraskan rahang tegasnya dan kedua tangan yang sudah mengepal dengan kuat menahan amarahnya. Terlihat Bryant langsung mengelus kepala Amanda dengan hangat


"A-ayah. Amanda tidak mengerti kenapa ayah memeluk Amanda tiba-tiba" ucap Amanda terbata namun kedua matanya sudah menampung air yang siap akan menetes


"Ayah juga sayang. Ayah tidak mengerti kenapa kau begitu sabar dan hanya memendam segalanya"


Pecah sudah, tangis gadis itu pecah dan membuat semuanya kaget tapi tidak dengan Owner. Lyla langsung berjalan mendekat dan mengelus punggung Amanda dengan raut yang juga sangat khawatir. Begitu juga Alan yang sudah mendekat

__ADS_1


("Kau salah melakukan ini Kak. Ingatkan aku jika kau sudah melakukan 1 kali kesalahan seperti ini. Tidak akan lagi untuk kesalahan berikutnya, aku akan langsung menghabisimu") batin Owner yang memalingkan wajahnya tak sanggup menatap Kakak Ipar kesayangan nya itu menangis tersedu-sedu


"Katakan pada Ayah apa yang terjadi denganmu dan juga Rizky" suruh Bryant yang melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi gadis kesayangannya itu


Drrttt drrttt drrttt


Getaran ponsel dari saku celana nya membuat Owner langsung tersadar dan dengan segera mengambil ponselnya. Menatap layar pipih itu dan tertera nama sahabatnya Thio


Panggilan pertama dia tolak begitu saja dan mendekat ke arah kakak iparnya itu


"Tidak ada yang terjadi Ayah. Kami baik-baik saja. Sungguh" jawab Amanda meredakan tangisnya


Owner berdiri di hadapannya dan langsung menangkup kedua pipi itu. Menghapus air mata yang masih terus terjun bebas membuat dia menggeram kesal


"Mau sampai kapan kakak akan seperti ini? Kita adalah keluarga, masalah kakak masalah kami juga" lirih Er


"Apa yang dikatakan oleh Er benar kak. Katakan saja jika kakak ipar bertengkar dengan kak Rizky" sambung Alan yang juga sudah memegang kedua pundak itu


Amanda memberikan senyum tulusnya kepada kedua adiknya itu. Bersyukur karena memiliki adik-adik ipar yang begitu sayang padanya. Tapi lain dengan Owner, dia membenci senyum itu. Palsu


Getaran ponsel Owner kembali membuatnya menahan makian yang ingin dia lontarkan. Dia tau pasti itu orang yang sama


Dengan terpaksa, pria itu mengambil kembali ponselnya dan menghela nafas panjang. Apa yang dia duga benar, Thio sialan. Owner memundurkan langkahnya dan menatap kakak keduanya itu seolah menyuruh pria itu untuk menenangkan Amanda


"Ada apa sialan?" jawab Owner dengan wajah yang sedang menahan amarah


"..."


"Jangan becanda, Thio"


"..."

__ADS_1


"Sial, aku akan segera ke sana. Kau tahan kakak apapun caranya"


Owner langsung mematikan sambungan itu dan berlari menuju kamarnya mengambil sesuatu. Itu semua tak lepas dari pandangan Bryant. Tak lama, masih dengan langkah yang terburu-buru, Owner menuruni kembali anak tangga itu dengan wajah sangat cemas


"Kau mau kemana Owner?"


Langkah kaki itu langsung berhenti ketika suara bariton milik ayahnya terdengar jelas di indera pendengarannya. Tanpa berbalik sedikit pun, Er menghela nafas panjang


"Ada sesuatu yang haru Er selesaikan Ayah. Tidak akan lama, hanya sebentar" jawabnya dan berlari keluar dari Rumah Besar itu


("Kalian merindukan hukuman Tuan Muda") batin Bryant yang semakin mengeraskan rahang kokohnya


"Alan kau tetaplah di rumah. Jaga kakak ipar dan juga lainnya. Ayah akan urus pekerjaan kantor untuk hari ini" ucap Bryant dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke halaman depan


Bryant masuk ke dalam mobil mewah berwarna putih miliknya dan mengambil ponsel miliknya menghubungi seseorang. Kemungkinan adalah orang kepercayaan yang selama ini sudah lama mendapat cuti panjang


"Saya ingin laporan mengenai ke-4 Putraku. Rizky, Owner dan juga Thio yang paling utama"


Hanya itu saja yang pria paruh baya itu sampaikan. Setelah itu kembali menggenggam benda pipih itu dengan mata yang memandang lurus ke depan berusaha mengingat ada hal janggal apa yang sudah dia lewatkan


"Antar saya ke tempat acara ulangtahun menantu saya waktu itu. Ada sesuatu yang ingin saya selidiki" suruhnya kepada supir yang usianya juga hampir sama dengan Bryant


Bryant menatap ke luar jendela sebentar lalu kembali menatap ke depan. Lebih tepatnya menatap pak supir yang usianya tidak terlalu jauh dengannya


"Apa kalian mengetahui sesuatu atau hal yang terjadi ketika acara ulang tahun Amanda kemarin?" tanyanya masih mempertahankan raut wajahnya


"Maaf Tuan Besar, tapi kami tidak mengetahui apapun. Tuan Muda Thio membagikan tugas kami masing-masing. Saya sendiri yang notabene nya menjadi supir pribadi Tuan Besar, waktu itu diberikan tanggung jawab untuk mengawasi halaman belakang Tuan" jelas supir tersebut yang sesekali melirik lewat kaca spion yang ada di dalam mobil mewah itu


"Lalu apa kau tau siapa yang mendapat bagian menjaga ruangan dalam?" tanyanya lagi


"Maaf Tuan Besar, setau saya yang mendapat tanggung jawab untuk mengawasi dan menjaga ruangan dalam dari depan hingga ke tempat acara salah satunya adalah Tuan Muda Thio sendiri. Tuan Muda Thio tepat menjaga di tempat acara. Lalu ada Seno yang juga menjadi teman Tuan Muda menjaga bagian dalam"

__ADS_1


"Baiklah terimakasih"


🌻🌻🌻


__ADS_2