
"Kau? Ada urusan apa kemari?"
Amanda menatap adik ipar bungsunya itu yang entah sejak kapan sudah keluar dari dalam mobil mewah itu. Terlihat Owner berjalan dan berdiri di hadapannya dan dia hanya diam sudah seperti orang bodoh.
"Saya hanya ingin menemui Tuan Muda Rizky atas suruhan dari Paman Chand. Paman Chand mengatakan bahwa dia sudah membuat janji temu dengan Tuan Muda sendiri hari ini. Namun mendadak dia harus menyelesaikan masalah yang diciptakan oleh bawahannya dan mengutus saya Tuan Muda" jelas pria itu dengan tenang
"Er siapa dia? Kakak seperti pernah bertemu dengan orang ini namun sampai sekarang kakak tidak mengingatnya sama sekali" tanya Amanda yang sedari tadi sudah cukup mendengarkan keduanya
"Halo Nona Amanda. Saya Andrew. Memang benar kita pernah bertemu sebelumnya" bukan Owner melainkan pria itu yang langsung menjawabnya
"Kakak belum kembali. Jika kau mau, besok datang saja lagi dan aku akan mengatakan nya pada Kakak"
"Ehk buat apa Er? Ayo, kau ikut saja dengan kami. Kebetulan kami akan menemui Rizky di Kantor" sela Amanda yang sudah berdiri sejajar dengan Owner
Owner yang mendengar perkataan Kakak Iparnya itu langsung menoleh dan mendapati wajah Amanda yang sudah tersenyum ramah. Bagaimana bisa Amanda semudah itu percaya?
Setelah mengatakan hal itu, Amanda langsung masuk ke dalam mobil milik Owner. Sedang kedua pria tampan itu masih senantiasa berdiri di luar dengan manik mata Owner yang masih menatap Andrew.
Owner melangkah perlahan mendekati tamu Kakak Sulungnya itu. Dan sudah berdiri 4 langkah di hadapannya
"Aku tidak bodoh dan tidak sepolos semua orang. Aku tau selain menemui Kakak ku, kau juga ada maksud tertentu bukan? Ku peringatkan padamu mulai sekarang Tuan Andrew, jika mau mengganggu ketenangan keluargaku termasuk Kakak Ipar dan juga semua wanita yang ada di Keluarga ku, maka sejauh apapun kau melangkah, aku Owner Graham akan membunuhmu dengan tangan ku" ucap Owner tenang dan masih terus menatap lawan bicaranya
"Kau tenang saja Tuan Muda. Akan ku pastikan aku tidak akan menyakiti siapapun. Aku..."
"Aku hanya akan menjaga bukan menyakiti" sambung Andrew yang sudah semakin mendekati Owner
Senyum kecil terbit di wajah Andrew dan dia langsung masuk ke dalam mobil pribadinya. Sedang Owner? Mendadak jantung nya berdetak lebih cepat setelah mendengarkan perkataan pria itu
("Kau salah jika harus bermain dengan ku") batin Er dan berjalan hendak masuk ke dalam mobilnya menyusul Kakak Ipar kesayangannya
🌻🌻🌻
__ADS_1
"Kakak turun saja, aku yang akan membawakan semua barang ke dalam" ucap Er yang sudah mematikan mesin mobil dan menatap Amanda
"Tidak perlu. Kita akan bersama masuk ke dalam. Ayo"
Amanda selalu saja memberikan senyum hangat kepada semua orang. Owner hanya bisa membalas senyuman itu dan segera turun lalu mengambil semua barang yang ada di bangku belakang
Sedang Amanda? Dia sudah berbicara dengan Andrew. Semua itu tidak pernah luput dari pengawasan pria muda nan tampan itu
("Aku harus menyuruh Thio untuk menyelidiki lebih dalam mengenai Andrew. Perasaanku sangat tidak enak") batin Owner untuk kesekian kalinya
"Ayo kak" ucapnya dengan kedua tangan yang sudah penuh dengan tas makanan dan juga yang lainnya
"Sini, akan kakak bantu membawakan sebagian" ucap Amanda yang hendak mengambil sebagian barang itu namun dengan cepat Er menolaknya dengan gelengan kepala secara tegas
Owner, Amanda dan Andrew. Semuanya terlihat seperti perpaduan ciptaan Tuhan yang tidak bisa ditinggalkan untuk dipandang. Ciptaan Tuhan mana lagi yang mau kamu tinggalkan?
Semua mata para pegawai kini menatap mereka. Amanda yang senantiasa terus menampilkan senyum terbaiknya sedang kedua lelaki tampan itu tidak ada sama sekali
Andrew menautkan kedua alisnya ketika menatap wanita yang tidak jauh berada di depan mereka
"Baiklah. Jangan terlalu lama. Kita akan makan siang bersama" jawab Amanda dan dibalas anggukan oleh Andrew
Keduanya melanjutkan langkah mereka sedang Andrew masih senantiasa berdiri di tempatnya. Masih menatap lekat wanita yang masih belum menatap nya. Dia memutuskan untuk menghampiri wanita itu
"Wah, ternyata informasi itu benar. Kau...masih bernyawa" bisik Andrew ketika sudah berdiri di hadapan wanita itu
Terlihat orang tersebut sedikit terkejut dan menatap Andrew
"Maaf? Apa saya mengenali Anda Tuan?" tanya nya dengan jujur
"Kau tidak mengenali ku Nona tapi aku begitu mengenali dirimu. Benar begitu Nona Evelyn?"
__ADS_1
Wanita itu sontak terkejut ketika pria dihadapannya itu nama asli namanya
"Kau--"
"Apa yang kalian bicarakan?"
Ucapan yang ingin di lontarkan oleh wanita itu terhenti ketika Anak Bungsu Keluarga Graham mendadak sudah berada di sekitaran mereka. Terlihat jelas wajah pucat dan gugup di wajah wanita tersebut
"Apa yang kalian bicarakan? Apa kalian saling mengenal?" tanya Owner lagi dengan raut wajah datar andalannya
"T-tidak ada Tuan Muda. Saya hanya bertanya padanya ada urusan apa kemari dikarenakan tamu harus melapor terlebih dahulu bukan?" jawab wanita itu sedikit gugup
Owner terdiam tidak berniat menjawab jawaban yang diberikan padanya. Matanya kini sudah menatap ke arah Andrew yang sejak tadi hanya menutup mulutnya
"Benar begitu Andrew?"
Andrew yang sedari tadi masih senantiasa menatap ke depan dengan sedikit senyum tipis di bibirnya kini sedikit merubah posisi tubuhnya menghadap Owner dan menatap manik mata pria itu
"Tentu saja benar Tuan Muda. Dia hanya bersikap waspada sama seperti Anda yang masih mewaspadai kehadiran saya saat ini" jawab Andrew santai
"Kau bukan tamu penting yang harus ditunggu kehadirannya. Saya sudah sangat lapar namun hanya karena Kakak Ipar ku ingin menunggu kau maka kami harus menunda sebentar. Jadi menurutmu kami harus menunggu berapa lama hah? Jangan merasa penting untuk kehidupan kami, Tuan Andrew" jelas Owner yang sudah menaikkan sedikit nada suaranya
Owner marah, owner kesal. Dia sudah sangat tidak tahan melihat semua menu makanan kesukaannya yang dimasak oleh Kakak Iparnya Amanda. Apalagi Amanda sangat jarang diizinkan memasak oleh Kakaknya itu
Setelah mengemukakan semua rasa amarah dan kesalnya, Er langsung berjalan meninggalkan dua manusia tersebut. Andrew yang mendapat teguran seperti itu juga ikut merasakan kesal. Dia kembali menatap gadis itu dan begitupun sebaliknya
"Kau tau Nona? Bahkan aku sangat tidak suka membuat Tuan Puteri ku harus menunggu" ucap Andrew menatap dengan dingin
"Kau...jangan pernah mengusik kehidupan Tuan Puteri ku. Jika kau bermasalah dengan Keluarga Graham maka usik mereka tapi tidak akan ku biarkan mengusik Tuan Puteri Amanda ku. Jika kau melanggar maka persiapkan dirimu untuk bertemu maut mu sendiri" lanjut Andrew yang sudah berbisik tepat di telinga kanan wanita itu
Wanita yang diketahui memiliki nama Evelyn itu diam mematung. Merasakan semua bulu yang di tubuhnya berdiri. Dia takut? Tentu saja. Namun sebisa mungkin dia menutupi rasa takutnya
__ADS_1
Andrew tersenyum devil lalu melangkah meninggalkan gadis itu. Dia yakin bahkan sangat yakin bahwa gadis sialan itu sudah merasa takut dan bingung
🌻🌻🌻