
"Kau darimana?" tanya Amanda ketika Rizky sudah kembali masuk ke dalam kamar
Rizky berhenti tepat di hadapan Amanda. Merapikan rambut Amanda yang sedikit berantakan lalu mencium kening Amanda dengan lembut
"Habis bertemu dengan Ayah" jawab Rizky dengan mata yang saling bertemu dengan manik mata milik Amanda
"Apa ada masalah?" tanya Amanda lagi
"Tidak ada. Ayah hanya bertanya mengenai pekerjaan ku kemarin apakah sudah beres atau belum. Hanya itu saja" jawab Rizky terpaksa berbohong
Amanda tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengerti.
"Amanda"
Suara dari luar membuat Amanda dan juga Rizky secara bersamaan melihat ke arah pintu kamar
"Akan aku buka" ucap Amanda dan berjalan menuju ke arah pintu kamar
"Ayah?" tanya Amanda heran
Rizky langsung berjalan menyusul dan berdiri di belakang tubuh Amanda sembari menatap Ayah nya itu
"Apa Ayah membutuhkan sesuatu? Kenapa tidak menyuruh salah satu pelayan saja untuk memanggil Amanda? Ayah harusnya tidak perlu merepotkan diri sendiri" ucap Amanda dengan sedikit nada kesal
Bryant terkekeh dan mengelus kepala Amanda
"Tidak masalah sayang. Apa Ayah bisa meminta sesuatu?"
Amanda menoleh ke belakang dan menengadah ke atas menatap mata Rizky yang juga sudah menunduk sedikit
"Tadi Rizky, sekarang Ayah. Apa sebentar lagi Alan dan juga Er?" tanya Amanda merasa curiga
Lagi dan lagi tawa Bryant terdengar
"Kau ini benar-benar mengkhawatirkan segalanya. Ayah hanya ingin menikmati nasi goreng seafood buatan mu. Boleh?" ucap Bryant langsung
Amanda mengerjapkan beberapa kali matanya
"Pergilah. Ayah sudah meminta, lagi pula aku tidak akan memberikan izin jika bukan karena Ayah atau Bunda yang meminta" ucap Rizky langsung sebelum Amanda bertanya padanya
Amanda langsung berbalik dan menatap Rizky dengan mata yang sedikit melotot
"Apa aku bisa memasak?" tanya Amanda memastikan
Rizky menganggukkan kepalanya sekali dan mengelus puncak kepala Amanda
"Jadi, Ayah harus menunggu hingga berapa lama untuk bisa menikmati nasi goreng ala Amanda?" tanya Bryant lagi
Amanda tersenyum dan mencium pipi Ayah Mertuanya itu. Bryant sedikit terkejut dan tersenyum
__ADS_1
"Secepatnya Ayah. Aku akan memasak untuk semua orang" ucap Amanda dan berjalan meninggalkan kedua pria tampan keturunan Graham itu
"Lupakan masa lalu mu Rizky. Tidak akan ada lagi kecelakaan seperti masa lalu mu. Lagi pula, masa lalu mu itu tidak sepenuhnya kesalahan dari dirimu. Jadi Ayah harap kau harus mulai menjalani kehidupan yang baru dengan orang yang baru yang sudah memastikan masa depan buat mu dan juga Keluarga kit" ucap Bryant selepas kepergian Amanda
Rizky hanya diam menatap manik mata milik Ayahnya itu. Bryant menepuk pundak Putra Sulungnya itu dan pergi meninggalkan Rizky yang masih diam berdiri di pintu kamar
🌻🌻🌻
"Wah wah wah saya mencium aroma yang sangat sedap. Walaupun hari ini kita sarapan sangat terlambat tapi sepertinya akan sangat terbalas" ucap Er menuruni anak tangga bersama dengan Thio yang ada di sampingnya
Satu per satu anggota Keluarga Graham duduk di tempatnya
"Apa Bunda yang memasak?" tanya Er lagi menatap Bundanya
"Tidak, sedari tadi Bunda berada di Rumah Kaca" jawab Lyla yang juga bingung
Er mengangkat sebelah alisnya mendengar jawaban yang diucapkan oleh Bunda tercinta
"Sudah semua?" tanya Amanda yang tiba-tiba muncul di meja makan
Semua mata menatap ke arah Amanda
"Kakak yang memasak?" tanya Zaen mewakili semuanya
"Tentu saja. Kakak diberi izin untuk menginjakkan kaki ke wilayah dapur" jawab Amanda dengan senang
Kini semua mata sudah berganti haluan menjadi menatap ke arah Rizky yang dengan santainya duduk tanpa merasa bersalah sama sekali
"Duduklah" ucap Rizky yang sudah menatap Amanda
Amanda tersenyum dan menarik kursi yang kosong yang berada di sebelah Rizky.
"Alan" panggil Rizky menatap Alan yang duduk tepat di depannya
Alan menatap Kakak nya itu tanpa menjawab sama sekali
"Pimpin doa makan" ucap Rizky langsung
Alan menganggukkan kepalanya dan langsung memimpin doa makan. Semua hening melakukan doa makan
"Ayo silahkan dimakan" ucap Bryant memberi izin kepada semuanya setelah selesai berdoa
Secara bergantian semua menyendokkan menu makanan yang ada di hadapan mereka dan menuangkannya di piring masing-masing
"Kak Alan, kau benar. Kak Amanda sangat pandai memasak" ucap Er antusias setelah memakan nasi goreng itu
Amanda tersenyum lebar dan melanjutkan makannya
🌻🌻🌻
__ADS_1
Tok Tok Tok
Rizky mengetuk pintu kamar milik salah satu adiknya
"Kak" ucap Alan ketika pintu sudah dibuka olehnya
Rizky hanya diam dengan raut wajah datar
"Masuklah Kak" sambung Alan mempersilahkan Rizky untuk masuk ke dalam kamarnya
Duduk di balkon kamar Alan dan langsung berbalik menatap adiknya itu
"Kenapa di kamar?" tanya Rizky langsung tak ingin basa basi
"Lagi tidak ingin keluar saja Kak"
"Membiarkan Zaen sendiri berkeliling?" tanya Rizky lagi
"Aku lagi ingin sendiri saja Kak. Lagi pula aku sudah mengatakannya pada Zaen kak" jelas Alan langsung
"Apa pantas bersikap seperti ini?"
Alan yang awalnya menunduk langsung menatap Rizky
"Aku berpikir bahwa kau bisa lebih dewasa dibandingkan Er. Tapi ternyata kali ini kau membuat ku kecewa Alan. Berpikir bahwa kau tidak bisa melakukan apapun, apakah kau sangat berpikir seperti itu?
Hanya karena kau melihat Er dan juga Thio sibuk ke sana ke mari, kau langsung berpikir seperti itu. Apa pantas seperti itu? Kenapa berpikir seperti itu tanpa mengingat kejadian sebelumnya? Kenapa berpikir seperti itu tanpa mengingat wajah Amanda yang kau bilang bahwa dia adalah Kakak Ipar terbaik mu?
Kau benar-benar membuatku kecewa Alan. Aku pikir bahwa kau akan lebih bertanggung jawab dalam menjaga Amanda dibandingkan Er. Tapi buktinya apa? Sebelum berperang kau sudah mengibarkan bendera merah.
Hanya karena Er memiliki para penjaga yang hebat, kau langsung berpikiran sempit seperti itu. Katakan pada ku Alan, apa pantas bersikap seperti itu?" jelas Rizky yang tanpa sadar sudah berbicara dengan sangat panjang
"Kak, aku tidak bermaksud bahkan tidak akan pernah berpikir untuk membuatmu kecewa. Maaf jika aku memang sudah membuat mu kecewa tanpa sengaja. Apa yang kakak jelaskan memang benar
Aku sangat berpikiran sempit kemarin hingga hari ini. Aku tidak mengerti bahwa kau sangat menaruh harapan besar padaku. Harusnya aku sadar, bahwa dengan menjaga Kak Amanda sebisa ku itu sudah membuatmu bahagia dan merasa tenang.
Dan Kak, kau harus tau bahwa aku benar-benar menyayangi Kak Amanda. Dia memang Kakak Ipar terbaik buatku. Sekali lagi aku benar-benar minta maaf Kak" ucap Alan yang sudah menunduk menyesal
Rizky menghela nafasnya panjang dan berjalan mendekat ke arah Alan. Menarik dagu Alan dan terkejut melihat kondisi Alan saat ini
Rizky memeluk erat tubuh Alan dan berusaha menenangkan nya
"Sudahlah tidak perlu menangis. Aku tidak benar-benar kecewa padamu. Itu hanya sebuah kalimat asal saja yang ku ucapkan untuk membuat mu sadar saja. Sudah lah sudah" ucap Rizky pelan
Alan melepas pelukan itu dan menghilangkan jejak airmatanya
"Maaf kak" ucap Alan lagi
"Tidak masalah. Bekerjasama lah dengan Er dan Thio mulai besok. Kau mengerti?"
__ADS_1
"Aku mengerti Kak. Terimakasih karena kakak sudah membuat ku sadar" ucap Alan dan kembali memeluk Rizky dengan erat
🌻🌻🌻