
Er masih menyusuri jalanan kota untuk kembali menuju Rumah Amanda. Kakak Iparnya sudah meminta tolong, maka sudah diwajibkan untuk langsung bergerak menuju lokasi
Dering ponselnya berbunyi membuat sang empunya harus melirik ke layar ponselnya. Menyambungkan nya ke telepon yang terdapat di mobil mewah itu
"Iya Kak, katakan" ucapnya ketika panggilan tersebut sudah tersambung
"Kau sedang menyetir?" jawab Rizky dari seberang sana
"Iya Kak, aku harus kembali ke rumah untuk menjemput Kakak Ipar. Kau menyuruhnya untuk ke Kantor mengantar makan siangmu kan?"
"Yah. Ku pikir, Amanda belum menghubungimu. Baguslah jika kau sudah di perjalanan. Alan sangat sibuk jadi aku menyuruh Amanda untuk merepotkanmu dan juga Thio"
"Kak, aku sangat tidak keberatan jika yang merepotkan ku adalah Kakak Iparku sendiri. Tapi bisa tidak kau pulang saja ke rumah dan makan siang di sana? Kenapa kau sangat merindukan Kak Amanda secepat itu hah? Kau hanya tidak melihat wajahnya saat sarapan tapi kalian itu sudah tidur di tempat dan di kasur yang sama. Benar-benar" kesal Er yang sedikit berteriak
"Kau memarahiku sekarang? Apa aku kurang mendidik kalian akhir-akhir ini hmmm? Lagipula, Amanda itu sudah menjadi Istriku. Jika aku menyuruhnya untuk mengantarkan makan sianh maka dia akan sangat bahagia. Kau iri? Maka segeralah menikah dan minta izin pada Alan terlebih dahulu" ucap Rizky membalas ucapan adik bungsunya itu
Hendak membalasnya kembali namun Rizky sudah terlebih dahulu mematikan panggilan tersebut
"Menikah apanya? Kekasih saja tidak ada, mau menikah dengan siapa?" lirih Er memandang fokus ke depan
Sejenak terdiam... lalu tak lama dia memukul jidatnya sendiri dengan cukup kuat menyadari sesuatu
"Aisss kenapa aku begitu bodoh? Apa tadi Kak Iky baru saja menyindir ku perihal gosip yang sudah tersebar itu? Bagaimana aku bisa melupakan berita-berita bodoh itu? Mckkk menambah beban pikiran saja. Bagaimana lagi aku harus menyelesaikan ini semua. Arghhh" teriak Er memukul setir lalu mengacak rambutnya dengan kasar
Er menginjak gas mobil itu dan melaju dengan kecepatan tinggi. Dia sudah sangat frustasi saat ini padahal cuaca di luar sangat bagus dan waktu masih bisa dikatakan pagi saat ini
🌻🌻🌻
"Kak" panggil Er setibanya di dalam Rumah milik Amanda itu
"Sebentar Er" jawab Amanda yang entah darimana
Er memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di Ruang Makan lalu menuangkan air putih ke dalam gelas yang ada di hadapannya. Meneguknya sampai kandas sampai suara langkah kaki menuruni anak tangga pun terdengar
__ADS_1
"Kau menunggu lama?" tanya Amanda pelan dengan senyum yang sudah terpasang jelas di wajahnya
"Tidak Kak. Ayo"
Amanda pun berjalan dengan Er yang juga ikut melangkah di samping kirinya. Mereka hanya diam dan terus berjalan menuju mobil
"Kakak akan masuk sendiri" cegah Amanda langsung
Amanda sedikit berlari-lari kecil dan langsung masuk ke dalam mobil itu begitu pun dengan Er
"Kakak yang memasaknya?" tanya Er ketika mobil sudah melaju dengan perlahan meninggalkan pekarangan rumah
"Tentu saja tidak. Jika kakak mu tau bahwa kakak pergi ke dapur untuk masak, maka habislah sudah" jawab Amanda dengan wajah takut yang dia buat
Er terkekeh ketika melirik wajah yang dibuat oleh gadis yang duduk di samping nya itu
"Kakak terlambat bangun pagi ini, apa kakak sakit?" tanyanya lagi yang kali ini dengan wajah serius
"Tidak Er. Kakak hanya lelah saja karena kemarin selalu berjalan ke sana ke mari menjabat semua tamu. Tapi sekarang sudah lebih baik. Kau tidka perlu khawatir"
"Kakak tau, itulah sebabnya kakak mengantarkan makan siang untuk mereka semua. Kau tidak membantu kakak membawakan semua rantangan itu karena pikiranmu sedang pergi jalan-jalan" sindir Amanda menatap Er
Er terkejut dan memutuskan untuk menepikan mobil itu dan mematikannya. Dia menatap rantangan yang ada di pangkuan Amanda lalu memejamkan matanya dan menghela nafas panjang
"Apa ada banyak masalah yang membuatmu harus menghela nafas sepanjang itu?" tanya Amanda yang sudah menenangkan Er dengan mengusap lengan kekar itu dengan lembut
"Kakak sudah melihat berita hari ini?"
Amanda segera memberhentikan kegiatannya lalu menganggukkan kepalanya dengan ragu
"Kakak percaya padamu dan juga Shen Lin" ucap Amanda langsung
"Aku tau Kak. Kalian semua memang akan mempercayai kami berdua namun masalahnya adalah bagaimana dan kalimat yang bagaimana yang harus aku ucapkan untuk membuat semua publik percaya bahwa aku dan juga Dokter Shen Lin tidak memiliki hubungan" jawab Er yang sudah semakin frustasi
__ADS_1
Kali ini bukan Er melainkan Amanda yang menghela nafas.
"Begini saja, setelah mengantarkan Kakak sampai bertemu dengan Ayah kau telponlah Dokter Shen Lin dan ajak dia makan siang"
"Makan siang? Dengan Dokter Shen?" beo Er yang sudah menatap Amanda dengan mata yang sudah melotot
"Dengarkan Kakak, Er. Berita ini tidak hanya berdampak bagimu tapi juga pada Shen Lin. Bahkan bisa saja saat ini komentar negatif sudah mulai bermunculan untuk mengkritik dirinya. Kau, Rizky, Alan dan juga Thio memiliki banyak penggemar. Jika mereka sudah melihat dan mendengar kabar bahwa diantara kalian berdua sedang berjalan berdua atau berkencan dengan seorang wanita maka yang jadi sasaran kekesalan mereka adalah wanita itu
Shen Lin hanya gadis biasa yang mendapat beasiswa penuh dan jabatan tinggi di Rumah Sakit besar di Negara ini. Dia memang cantik namun jika para fans mu tau bahwa gadis yang bersamamu itu hanyalah orang biasa, menurutmu apa mereka akan diam saja tanpa memberikab komentar apapun?" jelas Amanda
Er menurunkan kedua bahunya dan menatap ke depan kembali. Menghidupkan kembali mesin mobil itu lalu kembali terjun ke jalanan
Sepanjang jalan menuju Perusahaan Graham Long's atau lebih tepatnya Perusahaan Utama yang dipegang oleh Bryant Graham, Er hanya diam mencoba mencerna semua kalimat yang dijelaskan oleh Kakak Iparnya itu
Hingga tak butuh waktu lama mobil itu sudah berhenti tepat di depan pintu masuk.
"Ayo kak" ajak Er sembari tersenyum tulus
Amanda turun dari mobil dan langsung membungkukkan sedikit badannya kepada satpam dan beberapa penjaga yang berdiri di luar
"Tidak perlu diparkirkan. Saya hanya sebentar" pesan Er kepada satpam tersebut
Er langsung berjalan dan berdiri tepat di samping Amanda lalu mengambil alih rantangan yang ada di genggaman Amanda. Amanda tersenyum dan memegang tangan Er sembari melangkah bersama untuk masuk ke dalam
"Nona Muda, Tuan Muda selamat datang. Pak Graham dan kedua Tuan Muda sudah berada di Ruangan Tuan Besar" ucap sang Resepsionis dengan sopan
"Terimakasih" balas Amanda dan langsung berjalan menuju lift pribadi yang langsung menuju ke Ruangan Ayah Mertuanya itu
"Kau akan melakukan apa yang kakak ucapkan tadi?" tanya Amanda ketika lift tersebut sudah bergerak naik
"Iya Kak. Aku akan datang menemuinya di Rumah Sakit. Jika nanti dia menolak maka aku akan lebih berusaha untuk mengajaknya makan sjang sembari mengobrol" jawab Er dengan pasti
"Bagus. Begini baru Adik kesayangan kakak yang memang berani. Kabari kakak jika kau membutuhkan trik cara membujuk wanita. Kau mengerti?"
__ADS_1
Er tertawa dengan renyahnya dan menganggukkan kepalanya pasti