
"Lepaskan Er. Jika ada yang melihat maka akibatnya akan buruk"
"Kalian? Ooo apa Kakak datang disaat yang tidak tepat hmmm"
Er melepaskan gadis di hadapannya itu lalu berbalik untuk merubah raut wajahnya dan mengatur detak jantung nya
"Ekhem. Ti-tidak kak. Kakak membutuhkan sesuatu?" tanya Er yang sudah menatap Kakak Ipar kesayangan nya
"Ayah menyuruh kita semua untuk berkumpul. Jika urusan kalian berdua sudah selesai maka masuklah" jawab Amanda menahan tawanya
Sedang gadis lainnya yang tak lain adalah Dokter Ling Ling sudah menatap tajam ke arah lawan bicaranya. Dan Er hanya bisa tersenyum kecil karena dia tau apa yang akan dikatakan oleh wanita itu
"Kau benar-benar tidak terduga Tuan Muda Er" ucapnya dan langsung meninggalkan pria tampan itu sendiri
"Cihhh wanita memang akan selalu sulit untuk dipahami" bisik Er dan menyusul kedua wanita itu ke dalam
🌻🌻🌻
"Urusan kalian berdua sudah selesai Tuan dan Nona?"
Ling Ling hanya menundukkan kepalanya malu sedang Owner hanya memasang wajah datar nya dengan kedua tangan yang sudah dia masukkan ke dalam kantong celana training yang dia kenakan
"Sudah lah Ayah. Katakan, Ayah mengumpulkan kami semua ingin membicarakan apa?" ucap Er jengah
"Baiklah Ayah akan langsung ke intinya saja. 2 bulan lagi Kakak kedua mu dan juga Zaen akan mengadakan pernikahan"
"What? Wahhh kenapa mendadak sekali?" tanya Er sedikit berteriak
Bughhh
"Sialan, siapa yang berani melem..."
"Apa? Kau ingin memaki ku hmmm?"
__ADS_1
"Ahk tidak kak. Tidak tidak. Silahkan kakak mau melempar apa saja tidak masalah" jawab Er dengan takut ketika tau bahwa Kakak tertua nya lah pelaku utama nya
"Kau ini benar-benar. Apa perlunya berteriak hah? Kau mau ku hajar?" lanjut Rizky menjelaskan alasan dia melemparkan bantal sofa ke kepala adiknya itu
"Kalian ini akan lanjut bertengkar atau Ayah yang akan melanjutkan nya?"
"Dipersilahkan Tuan Besar Graham"
"Ini tidak mendadak Er. Memang sudah lama rencana ini akan dijalankan tapi Kakak dan juga Kakak Ipar kalian sedang tidak baik-baik saja jadi Rizky harus menunda tugas yang sudah Ayah berikan kemarin padanya. Kau masih ingat akan tugas mu bukan Tuan Muda Rizky?"
"Hmmm"
("Anak sialan. Bisa bisanya dia menjawab hanya sesingkat itu") batin Bryant menahan rasa kesalnya mendengar jawaban tidak sopan dari anak sulung nya itu
"Aku akan menemui Ayah Zaen 2 hari lagi. Ayah tenang saja semua akan beres. Kalian langsung persiapkan saja segalanya" lanjut Rizky menjelaskan
"Ayah, izinkan aku ikut dengan Kakak. Yah?" bujuk Er yang sudah duduk di samping kiri Rizky
"Sudah lah Er. Bukankah kata mu kau ada urusan yang harus diselesaikan bersama Thio?"
Owner diam dan mengingat kembali percakapan antara dirinya dan sahabat baiknya itu. Bahkan manik mata nya juga sudah bertemu dengan manik mata Thio
"Ling Ling apa kau bisa membantu mempersiapkan segalanya? Andy juga akan membantu"
"Tentu saja Paman. Tanpa paman minta saya akan tetap membantu mempersiapkan segalanya"
"Tapi Ayah, jika kakak dan juga Zaen akan menikah 2 bulan lagi. Lalu bagaimana dengan pendidikan Zaen?" tanya Er membuka suara lagi
"Tenang saja. Dia sudah memutuskan akan melanjutkannya dengan home schooling" bukan Bryant yang menjawab melainkan Lyla Bunda mereka
"Zaen untuk masalah dekorasi, tempat dan lainnya Alan menyerahkannya pada dirimu. Jadi kau sudah harus memikirkannya. Segera beritahu Amanda atau Bunda. Kau mengerti"
"Zaen mengerti Ayah"
__ADS_1
"Ahk ayah jadi berpikir, kenapa kedua putera Graham menyerah semua urusan pernikahan kepada menantu menantu Graham hah?"
"Karena pilihan dan selera mereka sangat bagus Ayah. Mereka begitu menghormati Keluarga ini jadi mereka akan berusaha lebih menaikkan nama keluarga kita" jawab Alan yang sedari tadi hanya diam menyimak semuanya
"Alan benar Ayah. Ayah lihat saja, nanti juga Owner dan Thio akan seperti itu. Owner akan menyerahkan segalanya Dokter cantiknya yaitu Ling Ling. Sedangkan Thio? Entahlah sampai sekarang tidak ada yang melihatnya dekat dengan gadis lain selain Nandini. Benar begitu?"
"Heh Anda. Kenapa kakak asal mengambil kesimpulan seperti itu hah? Kenapa harus Ling Ling?" protes Owner dengan cepat
"Memangnya siapa lagi? Kau hanya banyak bicara dan banyak tingkah dengan Ling Ling saja. Lihat, dia saja tidak berkomentar sedikit pun"
"Itu karena dia takut membuat kesan buruk dengan mu. Kau itu kan iblis berwajah malaikat"
"Er"
"Hehehe tidak kak. Aku hanya bercanda saja" ucap Er ketika sudah mendapatkan teguran dari Kakak Iparnya itu
"Tapi kakak sedari tadi ingin menanyakan ini Er. Kenapa kau tumben sekali mengundang Dokter Ling Ling untuk makan malam bersama dengan kita. Apa ada masalah?" tanya Amanda menatap kedua nya bergantian
"Ahk itu karena aku pikir kakak akan mengobrol dengan nya dan sedikit terhibur. Aku sangat sangat tidak suka melihat wajah kakak menjadi murung seperti tadi" jelas Er menundukkan kepalanya sebentar
Hening. Semua yang mendengarkan jawaban dari anak itu tersentuh bahkan Rizky menampilkan senyum kecilnya. Ternyata adik bungsunya itu sudah benar-benar tumbuh dewasa dengan baik
"Kau ini. Baiklah kalau begitu, Ling Ling kau akan menginap malam ini. Kau dan Zaen akan satu kamar. Kakak akan menemui kalian dan melakukan banyak hal yang menyenangkan. Setuju?"
"Baiklah Nona. Kali ini saya akan menginap" jawab gadis itu sembari menampilkan senyum terbaiknya
"Ehk kenapa kau memanggilku dengan sebutan Nona? Dan kenapa juga harus menggunakan bahasa yang formal? Apa Er memperingati mu?" komentar Amanda lagi
"Ahk tidak tidak. Aku merasa hanya saja sangat tidak sopan jika memanggil mu begitu saja"
"Tidak apa. Kau bisa memanggil ku dengan sebutan Kakak sama seperti Zaen dan lainnya. Jika kau memanggil ku dengan sebutan Nona lagi maka aku akan memberikanmu denda yang sangat besar"
🌻🌻🌻
__ADS_1