CEO My Husband

CEO My Husband
KAU INGIN KU MUSNAHKAN?


__ADS_3

"Mari Nona, sebaiknya kita pergi dari sini" ucap pria yang melindungi wanita itu dengan tatapan yang masih menatap lekat ke arah pria yang menabrak tadi


"Sebentar, Amanda. Apa... Apa aku bisa berbicara dengan mu sebentar saja?"


Amanda diam tidak langsung menjawab. Apa dia harus menerima ajakan itu? Lantas ke depannya bagaimana? Mereka sudah menjadi bahan tontonan orang lain terutama dirinya


("Bagaimana ini? Apa aku harus berbicara dengan nya? Bagaimana jika Rizky tidak suka?") batinnya yang sudah bertengkar keras


"Aku mohon, hanya sebentar saja" lirih Satria lagi dengan tatapan memohon yang ditujukan untuk wanita itu


"Baiklah. Hanya sebentar dan bersama dengan pengawal yang diutus oleh suami ku" putus Amanda sembari menekankan kalimat sakral yang membuat wajah pria itu kaku


Satria menganggukkan kepalanya walau dalam hati bergerumuh ingin sekali memeluk wanitanya. Ahk ralat, mantan wanitanya


🌻🌻🌻


Cafe dengan 2 lantai dan dengan pengunjung yang cukup ramai menjadi tempat mereka untuk berbicara. Urusan publik dan urusan Rizky dan lainnya akan dia selesaikan nanti


Amanda menyicip teh yang dia pesan tanpa mau menatap ke depan. Pandangannya hanya sibuk menatap ke arah luar jendel. Tidak panas namun tidak mendung juga


"Amanda"


Dia menoleh dan bersitatap dengan Satria. Namun setelah 3 detik dia mengalihkan kembali penglihatan nya


"Apa kabarmu? Kau benar-benar sudah menjadi Menantu dari Keluarga Graham?"


"Aku baik bahkan jauh lebih baik. Untuk apa bertanya benar tidaknya jika kau bisa melihat informasi apapun melalu media" jawab nya cepat dan tegas


"Apa kau diperlakukan baik oleh Tuan Muda itu? Apa semua nya memperlakukan mu baik?"


"Pertanyaan mu sangat tidak bermutu, Satria"


"Aku mendengar bahwa kedua Tuan Muda Graham itu sangat dingin dan kejam. Aku hanya mengkhawatirkan dirimu"

__ADS_1


"Kedua? Keluarga Graham memiliki 4 Tuan Muda. 3 diantaranya adalah Tuan Muda Graham dan 1 lainnya anak angkat Keluarga Graham. Kau mengatakan yang mana?"


Terlihat wajah pria itu bingung. 4? Ahk dia merasa malu sekarang. Ternyata informasinya sangat tidak lengkap


"Mungkin Tuan Muda Rizky dan juga Tuan Muda Oner? Aku tidak terlalu jelas mengenai nama Tuan Muda bungsu dari Keluarga itu. Mungkin mereka"


"Dengar baik-baik, Satria. Setelah kau memilih untuk bersama dengan wanita lain, aku memang terpaksa menerima pernikahan ini. Karena sangat tidak masuk akal! Aku dan suami ku hanya bertemu secara tidak sengaja sebanyak 3 kali.


Lalu dia datang dan mengatakan ingin menikahi ku. Awalnya aku berpikir akan semakin tersakiti, namun nyatanya tidak! Mereka jauh lebih menyayangi ku. Menjaga ku selayaknya aku berlian, menyelamatkan aku seperti tidak ingin bahwa berlian itu lecet sama sekali"


Amanda mengambil nafas sebentar. Wajahnya masih terlihat tenang walau dalam hati sudah merasa begitu kesal


"Adik Ipar yang kau maksud adalah Owner. Bahkan dia jauh lebih sayang kepadaku daripada yang lainnya. Dia akan melenyapkan siapa pun yang mengusik Kakak Iparnya atau anggota Keluarga Graham lainnya" lanjutnya lagi


Pria itu bungkam, bahkan tidak tau harus menjawab bagaimana lagi. Ada sedikit gemuruh dalam dadanya ketika melihat pancaran cahaya tulus yang ada pada kedua mata indah itu


"Kak"


Panggilan itu membuat kedua manusia itu menoleh dan mendapati Owner dengan wajah datar dan tatapan dingin nya. Oh? Bagaimana bisa pria itu ada di sini?


"Ayo. Ayah sudah dirumah dan mencari kakak" ajak Er dengan tangan kanan yang dia arahkan ke hadapan wanita itu


Amanda menganggukkan kepalanya mengerti dan langsung bangkit berdiri. Mengambil tas selempang nya dan menerima uluran tangan itu


Baru dua langkah, dan terhenti ketika tangan satunya juga ditarik oleh orang lain. Amanda menoleh dengan kaget namun tidak dengan Er


Pria itu hanya menatap sangat dingin tapi tidak dengan wajah yang sudah dia keluarkan. Menahan amarah yang sebentar lagi akan meledak


"Lepaskan" kalimat singkat yang dia keluarkan dengan santainya


"Aku yang akan mengantarkan nya. Dia pergi bersamaku, maka akan pulang bersama ku"


Senyum sungging milik Owner bisa dilihat dengan jelas. Menatap dari atas sampai bawah ke arah pria itu.

__ADS_1


"Kau ingin ku musnah kan?"


Satria gugup dan takut namun sebisa mungkin dia menutupinya. Dia hanya berpikir bahwa pria dihadapan nya ini hanyalah bocah ingusan yang tidak memiliki sopan santun


"Lepaskan"


Amanda merasa pegangan pada pergelangan tangan kanan nya semakin erat. Er sudah melukainya karena dia yakin bahwa pergelangan tangan itu akan memerah


"Er, sudah lah. Kakak akan bicara baik-baik padanya"


"Tidak. Sudah cukup semua penjelasan yang kakak berikan. Dia hanya pria yang tidak tau diri dan ingin mengganggu istri sekaligus Menantu dari Keluarga Graham"


"Apa maksud mu hah?" tanya Satria yang sudah menaikkan nada bicaranya dan membuat mereka menjadi tontonan publik


"Cih, pria bajingan seperti mu tidak pantas mendapatkan wanita seperti Kak Amanda. Bersyukur sekali karena Tuhan memperlihatkan sifat bejat mu tepat waktu sebelum Kakak Iparku semakin sakit ke depannya


Lepaskan atau akan ku bunuh kau sekarang di tempat ini"


Merasa bahwa Er akan benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan. Satria langsung melepaskan tangan wanita cantik itu. Tatapan matanya masih beradu tajam dengan kedua mata milik Owner


"Ku peringatkan padamu! Jangan pernah mengganggu Kakak Ipar, Istri dan Menantu Keluarga Graham atau kau akan benar-benar bertemu ajal mu.


Tenang saja, bukan aku yang akan melakukan nya. Melainkan suami, Kakak dan Putera Sulung Keluarga Graham. Jika kau tidak mengenal nya, maka akan ku katakan. Kau akan bertemu langsung dengan Tuan Muda Rizky Arkansas Graham. Cam kan itu" jelas Er dan langsung menarik Kakak Iparnya itu


Diikuti dengan pengawal yang tadi juga menjaga Amanda


"Katakan pada Thio untuk menghapus berita atau apapun dari semua media mengenai kejadian hari ini. Jika ada yang masih mengupload apapun itu mengenai Nona Amanda maka katakan akan menerima hukuman langsung dari Tuan Besar Graham" perintah Owner yang tertuju pada pria berbadan basar yang ada di belakang mereka


"Segera, Tuan Muda. Saya permisi dulu"


Owner membuka kan pintu untuk Amanda dengan raut yang sama. Bahkan untuk berbicara padanya saja, Amanda merasa enggan


"Terimakasih, Er. Dan maaf" lirih Amanda pelan yang masih di dengar oleh pria itu

__ADS_1


Helaan nafas panjang terdengar seperti menyesal. Setelah Amanda masuk, Er mengusap wajahnya kasar dan menjauh sebentar untuk melampiaskan rasa amarah. Hanya dengan 1 pukulan keras pada dinding tempat parkir itu


🌻🌻🌻


__ADS_2