
Amanda dan juga Rizky sudah memasuki gerbang pertama menuju area rumah baru mereka. Setelah identitas mobil dan juga kepemilikan diterima gerbang terbuka dengan lebar
Tak lupa mereka juga disambut oleh beberapa pria yang bertubuh besar dengan menggunakan pakaian hitam. Mereka membungkuk kan badan mereka dan Rizky hanya membunyikan klakson mobilnya
Amanda melihat sekeliling mereka. Ada banyak pohon pinus dan beberapa pohon-pohon lainnya yang tumbuh dengan sangat besar dan juga tinggi
"Apa jarak dari Gerbang Pertama menuju mansion masih jauh?" tanya Amanda tanpa melihat Rizky sama sekali
Rizky hanya berdehem sebagai jawaban atas pertanyaan Amanda.
"Kenapa seperti itu?" tanya Amanda lagi namun kali ini dengan posisi yang sudah menghadap Rizky
"Ini sebuah kompleks Amanda. Tapi hanya mansion milikmu saja yang ada di sini tak ada rumah lain. Jadi akan banyak gerbang lainnya sebelum mencapai ke halaman depan mansion" jelas Rizky
Amanda hanya membentuk mulutnya menjadi bulat sebagai jawaban atas pertanyaannya
Lagi dan lagi mereka berhenti di luar gerbang yang juga sama tinggi dan besarnya. Hal yang serupa sebelum masuk pun dilakukan. Rizky memasukkan ibu jarinya ke alat pendeteksi dan mengecek iris matanya
Mobil kembali berjalan dengan kecepatan normal. Amanda kembali menatap Rizky
"Kenapa harus seketat itu?" tanya nya penasaran
Rizky yang tau arah pertanyaan Amanda hanya melirik Amanda dan mengusap lembut pipi halus milik Amanda.
"Ini semua demi keamanan dirimu dan juga Zean nantinya. Sudah jangan banyak tanya dan bersandarlah. Apa kau tidak merasa lelah? Ini sudah sangat larut"
Amanda tersenyum dan melakukan hal yang diperintahkan oleh suaminya itu.
Mobil mewah itu sudah berhenti tepat di halaman mansion yang benar-benar mewah juga
"Manda bangunlah" suruh Rizky tanpa melihat ke samping
Tak ada suara yang di dengar oleh Rizky. Dia menoleh dan benar saja, gadis itu sudah terlelap. Secepat itu?
Rizky mendekatkan wajahnya setelah melepaskan seatbelt yang menghalanginya tadi. Dia tersenyum dan mencium pipi Amanda dengan lembut agar Amanda tidak merasa terganggu
Rizky membuka pintunya dan turun. Sudah ada beberapa pelayan pria yang berdiri menghadap ke arah mobilnya
"Keluarkan dan masukkan semua barang-barang itu ke dalam kamar" perintah Rizky
Rizky memutari mobil tersebut dan membuka pintu dimana Amanda duduk. Dia tersenyum melihat wajah tenang nan polos Amanda dikala tidur seperti ini
__ADS_1
Dia melepaskan seatbelt Amanda dan langsung menggendong Amanda agar segera masuk ke dalam Mansion
"Selamat datang Tuan Muda" ucap semua pelayan yang sudah berbaris menyambut mereka
Rizky hanya menganggukkan kepalanya singkat dan terus berjalan melewati mereka dan masuk ke dalam lift agar lebih cepat sampai ke atas
Bukan karena tubuh Amanda berat, bahkan Rizky rasanya sedang mengangkat sekarung kapas.
Lift tertutup dan Rizky masih dengan setianya memandang wajah Amanda lalu turun menatap bibir mungil milik Amanda. Rizky tersenyum dan mencium bibir itu walau hanya sekilas saja
"Kau benar-benar sudah membuatku gila" bisik Rizky
Pintu lift kembali terbuka, Rizky segera keluar dan melangkahkan kaki menuju kamarnya. Dia bertemu dengan seseorang
"Kak" sapa wanita itu
"Ahk kau sudah disini ternyata. Aku harus meletakkan Amanda terlebih dahulu agar dia nyaman beristirahat" jawab Rizky
Zaen... yah gadis itu sudah sampai lebih dulu dibandingkan Rizky dan juga Amanda. Dia menganggukkan kepalanya dan melihat punggung Rizky yang tegap sambil menggendong Amanda
Zaen tersenyum dan kembali melihat ponselnya
"Kau sudah melihat mereka?" tanyanya pada orang yang saat ini sedang dia lihat lewat ponselnya
Zaen tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya
"Ehem" suara tegas itu membuat Zaen terkejut
Dia menoleh ke belakang dan mendapati Rizky yang sudah berdiri di belakangnya dengan pakaian yang sepertinya sudah di ganti
"Kak"
"Kemarikan ponselmu, aku ingin berbicara dengan Alan" ucap Rizky
Zaen tersenyum dan memberikan ponselnya kepada Rizky. Dia menuruni anak tangga hendak menuju ke dapur dan membiarkan Kakak beradik itu untuk saling mengobrol
🌻🌻🌻
Zaen sudah hampir terlelap dalam tidurnya. Namun suara ketukan dari luar dan membuat Zaen harus bangkit lagi dan berjalan menuju pintu
"Ini ponselmu"
Zaen tersenyum dan menerima ponselnya dari tangan Rizky. Dia menatap Rizky yang sibuk melihat kamarnya
__ADS_1
"Kakak ingin masuk?" tanya Zaen
Rizky menatapnya dan Zaen langsung mengesampingkan badannya. Rizky melangkah masuk dan meneliti setiap kamar
"Kau suka dengan warna kamarmu? Atau ada yang perlu di ganti?" tanya Rizky tanpa melihat Zaen
"Tidak ada yang perlu diganti Kak. Aku suka dengan semuanya" jawab Zaen
Rizky menatap Zaen dan melihat manik mata gadis itu. Dia menganggukkan kepalanya karena memang jawaban yang diberikan oleh Zaen adalah jawaban jujur
"Kau meletakkan barang-barang mu dengan rapi. Jika butuh sesuatu minta saja padaku atau Amanda atau kekasihmu Alan"
Zaen hanya terkekeh dan menganggukkan kepalanya mantap. Rizky kembali berjalan ke arah pintu balkon. Dia membukanya dan sepertinya dia tidak salah memberikan kamar ini kepada Zaen
Pemandangan di luar sana begitu memanjakan mata. Dia memang memilih kamar ini untuk Zaen agar disaat Zaen sudah merasa jenuh dengan semua tugasnya dia bisa menjernihkan pikirannya dengan memandang keluar
"Baiklah kau bisa tidur karena besok kau masih harus pergi ke sekolah" ucap Rizky yang menutup pintu balkon
Dia berjalan dan berhenti tepat di hadapan Zaen. Dia tersenyum tulus dan mengusap kepala Zaen
"Kau sudah ku anggap seperti adikku. Bahkan kau memang akan menjadi adikku tapi adik ipar. Aku akan selalu melindungimu dari orang-orang suruhan Ayahmu itu hmmm?" jelas Rizky lembut
Zaen memeluk Rizky dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Rizky hanya mengusap kepala belakang milik Zaen
"Sudah jangan menangis sekarang tidurlah. Jika kau sakit maka kekasihmu itu pasti akan menyalahkan kakak karena tidak menjagamu"
Zaen melepaskan pelukannya dan tertawa mendengar ucapan dari Rizky
"Selamat malam kak" ucap Zaen
Rizky hany tersenyum dan kembali berjalan lalu segera membuka pintu itu dan menutupnya dengan pelan.
Dia berjalan terus menyusuri Mansion yang baru saja selesai dibangun ini dan langsung diatasnamakan Amanda. Dia membuka salah satu pintu dan segera masuk
Ruang kerjanya juga sangat terlihat nyaman dan juga luas. Dia mendudukkan dirinya di atas kursinya
"Semoga saja besok ketika bangun, Amanda menyukai desain dan juga warna dari semua ruangan rumah ini" ucap Rizky yang sudah mulai membuka satu per satu dokumen yang ada di hadapannya
Sebelum mereka pindah, dia sudah menyuruh Christin dan juga Nandini untuk memindahkan beberapa dokumen yang belum dia periksa dan di tandatangani
"Mencari tau mengenai semua dirimu itu ternyata tidak mudah Amanda. Ku pikir kau sama saja dengan wanita lainnya yang suka mengumbar apapun yang mereka suka. Tapi ternyata lagi dan lagi aku salah dalam menilai dirimu. Setiap harinya akan selalu ada hal baru yang ku dapat darimu. Kau memang penuh misteri Nona Amanda Citra Graham" ucap Rizky lagi yang masih menatap dokumennya namun senyumnya? Senyumnya masih bisa terlihat jelas
__ADS_1
🌻🌻🌻