CEO My Husband

CEO My Husband
RACUN?


__ADS_3

Melihat wajah pucat dari Amanda sontak membuat semua Tuan Muda Graham panik setengah mati. Alan langsung menggendong tubuh mungil milik Amanda dan langsung berlari melewati semua orang yang menghalangi langkahnya


Thio langsung berlari mendahului Alan dan lainnya untuk mengambil mobil yang masih berada di parkiran


"Cepatlah Thio" teriak Er yang sudah memasang wajah yang begitu khawatir


"Kak, sadarlah. Buka matamu Kak aku mohon" ucap Alan yang sudah tidak fokus pada langkahnya


Semua terus berlari menyusuri jalanan dan juga semua mata yang sudah tertuju pada mereka. Tidak lupa juga, setiap kali ada Keluarga ternama yang keluar dari tempat tinggal dan terjadi sesuatu pasti sebentar lagi akan tersebar dengan cepat informasi apapun mengenai mereka


"Cepat Thio" suruh Alan langsung ketika pintu mobil sudah terbuka


Alan memasukkan Amanda ke dalam dan meletakkan kepala Amanda di atas pangkuan Zaen kekasihnya


Er menyalakan mesin mobil, sedangkan Thio sudah memasuki mobilnya dan menunggu mobil Er bergerak terlebih dahulu


Er langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi dan sesekali melihat kondisi di belakang melalui kaca


"Kak, hubungi Kak Iky dan juga Ayah. Kita akan langsung membawa Kak Manda ke Rumah Sakit" ucap Er


Alan langsung meraih ponselnya dan menekan tombol panggil


"Ayah, Kak Amanda pingsan. Kami akan membawanya ke Rumah Sakit sekarang" ucap Alan ketika panggilan tersebut sudah terhubung dan segera memutuskan nya


Kembali menatap layar ponsel, Alan mencari nama Kakak tertuanya yaitu Rizky


"Kenapa Kakak lama sekali mengangkat ponselnya" omel Alan ketika panggilan yang dia lakukan tak kunjung diangkat


"Halo Kak, kami ada di Rumah Sakit sekarang. Kak Amanda pingsan jadi kami"


Alan menatap layar ponselnya yang menampilkan panggilan sudah terputus


"Er, sepertinya akan terjadi bencana besar setelah ini" ucap Alan masih dengan tatapan yang tepat di layar ponselnya itu


Er tak menjawab dan hanya fokus pada jalanan yang ada di depannya.


🌻🌻🌻


Er sudah memberhentikan mobil miliknya asal di depan Rumah Sakit. Terlihat sudah ada Dokter Andy dan juga beberapa perawat yang berdiri di depan pintu masuk


Er membuka pintu belakang dan langsung menggendong tubuh Amanda dan meletakkan nya di atas tempat tidur milik Rumah sakit


Perawat berlari sembari mendorong hospital bed tersebut diikuti juga dengan semua Tuan Muda Graham, Thio, Andy dan juga Zaen

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Andy langsung menahan pundak Er


Alan dan lainnya masih melanjutkan langkah mereka mengikuti para perawat kemana pun mereka membawa Amanda


"Aku juga tidak tau. Ini semua terjadi begitu cepat" jawab Er yang sudah mengacak rambutnya dengan kasar


"Kenapa bisa tidak tau?" suara itu sontak membuat Andy dan juga Er menatap ke belakang


Sudah ada Rizky dan Bryant yang menggenggam tangan istrinya Lyla. Terlihat wajah Lyla yang sudah menahan airmata.


"Dimana Amanda?" tanya Lyla yang sepertinya tidak mau tau mengenai pembicaraan mereka


"Dia ada di ruang UGD tante" jawab Andy langsung


"Maaf Dokter, semuanya sudah siap. Kami menunggu kedatangan mu" ucap salah satu suster yang datang di tengah-tengah mereka


"Saya permisi dulu" ucap Andy langsung ingin melangkahkan kakinya meninggalkan mereka semua


"Andy" panggil Bryant menghentikan langkah kaki Andy


Andy berhenti dan berbalik arah lalu langsung menatap Bryant. Bryant berjalan mendekat dan memukul pundak Andy dengan pelan


"Seperti biasa, Om sangat percaya padamu. Jadi Om mohon, periksa Amanda dengan baik dan lakukan apapun demi kesehatan nya. Tidak perlu mengkhawatirkan soal biaya" jelas Bryant langsung menatap manik mata milik Andy


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk Kakak Iparku. Dia juga sudah ku anggap seperti Kakak Iparku Om. Jadi kalian tenang saja" jawab Andy dan langsung berjalan menuju ruang UGD


Bryant berbalik dan langsung menatap Er dengan tatapan dingin


Terdengar helaan nafas yang keluar dari mulut Er. Er langsung menatap semuanya satu per satu dan mulai menjelaskan segalanya dari awal


🌻🌻🌻


"Kenapa lama sekali" ucap Rizky yang sedari tadi mondar mandir di depan pintu kaca ruangan


Semua juga sama khawatirnya seperti Rizky saat ini. Lyla yang sedari tadi hanya bisa berdoa sembari menangis dan Zaen yang senantiasa mengelus pundak miliknya


Thio yang duduk di lantai sedikit jauh dari yang lainnya dengan mata yang tak berhenti menatap pintu kaca itu berharap lampu merah di atasnya mati dan pintu tersebut terbuka lebar


Alan dan Er yang bersandar di dinding depan pintu kaca tersebut dengan airmata yang sudah jatuh dari pelupuk mata mereka


Bryant yang duduk di samping Zaen dengan bertopang dagu dan badan yang sudah dia sandarkan di bangku tunggu


Sudah 1 jam lebih mereka menunggu namun Dokter Andy dan juga rekannya tak jua keluar memberikan informasi sama sekali.

__ADS_1


"Lampunya sudah mati Kak" ucap Thio tiba-tiba dan berjalan melangkah dan berhenti tepat di depan ruang kaca itu


Mendengar hal itu, semua ikut berdiri dan menunggu Andy keluar memberikan penjelasan setidaknya mengenai operasi atau lainnya kepada mereka


Pintu kaca itu terbuka lebar. Terlihat hospital bed yang keluar di dorong oleh beberapa perawat


"Amanda" lirih Lyla menatap wajah Amanda yang masih terpejam


"Bunda pergilah menjaga Amanda bersama mereka. Zaen, kakak mohon jaga Bunda dan Amanda yah" ucap Rizky dengan wajah datarnya


Terlihat kepala Zaen yang mengangguk dan langsung memeluk pundak Lyla dan menuntunnya mengikuti semua perawat itu dari belakang


"Bagaimana Andy?" tanya Bryant langsung ketika sudah memastikan bahwa Lyla sudah berjalan jauh dari mereka


"Huffttt... Om sebenarnya ada berapa banyak masalah dan bencana yang akan terjadi pada gadis polos seperti Kak Amanda?" bukannya menjawab, Andy justru menghela nafasnya dan duduk di bangku tunggu itu


"Langsung pada intinya saja Andy" ucap Rizky dengan nada dinginnya yang sudah keluar


"Untung saja mereka langsung membawa Kak Amanda ke Rumah Sakit dengan cepat. Kak Amanda terkena benda tajam yang ujungnya sudah diberikan racun. Untungnya saja racun itu belum tersebar hingga ke seluruh tubuh Kak Amanda. Jadi aku memberikan suntikan untuk membersihkan racun tersebut dan mengoperasinya juga. Mungkin dalam 48 jam ke depan, Kak Amanda tidak sadarkan diri" jelas Andy langsung


Hening... hanya itu yang terjadi setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh Andy


"Apa kerjaan kalian sudah selesai?" tanya Rizky yang sudah menatap ke arah Er, Alan dan Thio dengan tatapan dingin


"Kak... kami masih menyelidiki nya dan belum menghasilkan hasil yang pasti" jawab Er yang sudah menundukkan kepalanya tak berani menatap manik mata Rizky


"Lalu apa yang kalian kerjakan hah?" bentak Rizky langsung


Terlihat pundak semua orang yang terlonjak kaget kecuali Bryant yang mengerti akan emosi yang sudah berada di ujung kepala Putra Sulungnya itu


"Apa kalian tidak bisa melakukan pekerjaan dan tanggung jawab kalian dengan baik dan tepat waktu hah? Jika tidak bisa harusnya kalian mengatakannya dari awal agar aku bisa menyelidiki nya sendiri tanpa meminta bantuan dari kalian semua" ucap Rizky masih dengan bentakan yang sama


Rizky terduduk di atas lantai memegang kepalanya. Bryant mendekati Puteranya itu dan ikut duduk di hadapannya. Langsung menarik tubuh Rizky dan memeluknya dengan erat


"Semua akan baik-baik saja. Alan dan lainnya sudah melakukannya dengan baik. Tapi tidak semua nya selesai sesuai dengan apa yang kita mau. Kau tenang saja, Ayah juga akan menyelidiki segalanya" ucap Bryant menenangkan Rizky


Bryant menatap semua pria yang ada di situ dan menganggukkan kepalanya menyuruh mereka mendekat


Andy turun dan duduk di lantai di susul oleh Alan, Er dan Thio. Bryant membuka tangannya lebar dan semua nya masuk ke dalam pelukan Bryant


"Sudahlah. Kalian semua ini pria tapi kenapa cengeng sekali. Jika Amanda melihat kalian menangis seperti ini pasti dia akan meledek kalian semua" ucap Bryant sembari terkekeh pelan


"Maaf Dokter, tapi di luar sudah ada banyak wartawan dan polisi sedang menenangkan semuanya" ucap seorang satpam memecahkan suasana haru

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2