CEO My Husband

CEO My Husband
AMANDA BAIK-BAIK SAJA?


__ADS_3

Sudah 2Γ—24 jam Rizky dan lainnya menunggu di ruangan VIP yang masih senantiasa menjadi tempat ternyaman Amanda.


"Kapan dia akan sadar?" tanya Rizky yang sudah kesekian kalinya


"Tidak tau. Ayolah Rizky, setiap 15 menit sekali kau selalu menanyakan hal yang sama. Kita berdoa saja semoga dia segera sadar" sahut Andy yang sudah bosan mendengar pertanyaan yang sedari tadi diajukan oleh sahabatnya itu


Hanya ada helaan nafas panjang yang terdengar. Bukan dari Rizky melainkan dari Bryant. Semua mata sontak tertuju pada Bryant yang sedang berjalan menuju sofa panjang yang ada di situ


"Pulang dan Istirahatlah sebentar Ayah" ucap Alan yang juga menyusul Ayahnya


"Ayah tidak apa-apa. Tunggu sampai Menantu sekaligus Puteri Ayah itu sadar dulu baru Ayah akan kembali bersemangat" tolak Bryant yang sudah memijit pangkal hidungnya


Alan pun langsung ikut memijit punggung Ayahnya itu dengan tatapan yang terbagi dua. Sebentar menatap ke arah Kakak Iparnya dan sebentar menatap wajah lelah Pria paruh baya yang ada di samping nya saat ini


"Kakak Ipar sudah sadar" ucap Er secara tiba-tiba yang membuat semua orang membulatkan kembali mata mereka


Bryant yang tadi hampir terlelap menikmati pijatan dari Putra nya itu kini sudah langsung bangkit berdiri dan berjalan mendekat ke arah tempat tidur Amanda


Namun hal lain terjadi, Amanda sesak nafas. Semua kembali menjadi sangat khawatir dengan wajah yang sudah pucat


"Suster persiapkan semuanya" suruh Andy yang sudah menekan tombol hijau di dekat tempat tidur Amanda


"Ada apa Andy? Amanda baik-baik saja kan? Kau harus menjelaskan segalanya Andy" tanya Bryant yang sudah menarik jas dokter yang dikenakan oleh Andy


"Suster, bawa pasien menuju ruang ICU dan panggil Dokter Shen Lin dan suruh untuk datang ke ICU. Cepatlah" suruh Andy


"Andy" bentak Rizky yang sudah tidak bisa menahan rasa amarah dan juga rasa kesal yang sedari tadi sudah hinggap di lubuk hati nya


"Kau memilih aku menjelaskannya sekarang dan nyawa istrimu lewat atau kau harus menunggu dan biarkan aku bekerja. Kau pilih mana Tuan Muda?" tanya Andy yang sudah memasang wajah lelah dan dinginnya


Rizky mengalah dan langsung berjalan keluar menyusul para Suster yang sudah terlebih dahulu membawa istri kesayangan nya itu


"Paman dan Bibi berdoa saja. Semoga semuanya baik-baik saja. Aku harus pergi" pamit Andy yang sudah berlari ke luar ruangan itu


🌻🌻🌻


Rizky bersandar di dinding dekat pintu ICU sembari memejamkan matanya. Thio datang membawakan kantung plastik besar dan mulai membagikan air mineral pada setiap orang


Drrrttt Drrrttt


Ponsel dalam kantung celana Rizky bergetar dan pemiliknya itu langsung mengambilnya. Er pun mendekat dan melihat Kakaknya itu


Rizky paham bahwa saat ini Er sangat mengkhawatirkan segalanya dan berusaha mengerti akan situasi yang mereka hadapi saat ini


'Halo Tuan Muda... bagaimana kabar mu dan juga keluarga mu hari ini. Pagi ini sangat cerah, kau tidak ingin berjalan-jalan melihat taman Rumah Sakit yang sangat indah ini?


Aku tadi melihat istri kecilmu itu di dorong menuju ruang ICU. Apa dia baik-baik saja? Oh astaga jangan-jangan racun itu sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Aku turut bahagia oh bukan maksudku turut bersedih.


Kau tidak penasaran dengan ku? Aku sedang menikmati udara pagi di Taman Rumah Sakit'


Terdengar suara lari dan Rizky langsung mengalihkan matanya. Er sudah berlari entah kenapa. Rizky mematikan ponselnya


"Alan jaga semuanya. Aku akan segera kembali" ucap Rizky yang mulai berlari


"Apa semua baik-baik saja Alan?" tanya Bryant

__ADS_1


"Semoga saja Ayah" jawab Alan singkat bukan bermaksud tidak peduli melainkan dia yakin bahwa segalanya akan baik-baik saja jika Rizky sudah mengurusnya


🌻🌻🌻


"Kau menemukannya?" tanya Rizky setibanya di Taman Rumah Sakit


"Aku hanya menemukan ini saja Kak" jawab Er memberikan sebuah kotak dan jam tangan berwarna hitam



Rizky menerima jam tangan itu dan duduk di bangku taman. Dia menautkan kedua alisnya berusaha mengingat apakah dia pernah membeli atau memberikan seseorang jam tangan seperti ini


"Kau mengenal jam tangan ini?" tanya Er yang juga duduk di samping Rizky


"Aku sedang berusaha mengingatnya" jawab Rizky yang masih menatap jam tangan itu


"Mana kotak yang kau katakan?" tanya Rizky yang sudah menatap Er


Er memberikan sebuah kotak yang juga berwarna hitam dan Rizky langsung menerimanya



Ponsel Rizky kembali bergetar dan Er langsung mengambilnya


'Kau sudah menerima hadiah dariku? Oh bukan hadiah dariku melainkan hadiah mu yang ingin ku kembalikan. Kau tidak mengingatnya? Aku akan membantu mu agar kau ingat sedikit. Di London kau memberikan kotak dan juga Jam Tangan itu pada 2 orang yang berbeda. Kau sudah ingat? Aku masih berada di sekitar kalian jadi kau tidak perlu menyulitkan dirimu sendiri untuk mencariku'


"Kau sudah mengingatnya?" tanya Er menatap Kakaknya itu


"Tidak mungkin... ini sangat tidak mungkin Er" lirih Rizky dengan mata yang menatap ke depan


"Dia...tidak tidak itu tidak mungkin Er. Aku melihat secara langsung bahwa dia dalam kondisi yang sangat"


"Kak" panggil Thio yang memotong pembicaraan mereka berdua


"Kenapa kau datang di waktu yang salah Thio? Sialan" amuk Er yang sudah memukul pohon di dekatnya


"Katakan ada apa" ucap Rizky yang sudah merubah raut wajahnya


"Kak Amanda sudah sadar" kata Thio langsung


Er dan Rizky kembali berlari meninggalkan Thio yang masih berdiri menatap bingung kedua Tuan Mudanya itu


"Apa mereka sedang berlomba lari? Kenapa sedari tadi mereka berdua hanya berlari saja. Dan...kenapa tadi Er sangat marah karena aku tiba-tiba memanggil Kak Iky? Mck sebenarnya ada masalah apa dengan mereka berdua" bisik Thio pada dirinya sendiri yang sudah berjalan menyusuri koridor Rumah Sakit


🌻🌻🌻


"Amanda"


"Kak Manda"


Teriakan kedua Tuan Muda itu yang secara kompak membuat semua orang di dalam ruangan menoleh. Amanda... dia tersenyum kecil dengan wajah yang masih lemah


Rizky dan Er langsung memeluk tubuh Amanda secara bersamaan lagi


"Kakak sudah sadar, apa masih merasakan sakit? Atau kakak butuh sesuatu? Katakan padaku dan aku akan langsung melakukannya Kak" desak Er yang sudah melepas pelukannya dan memegang tangan Amanda

__ADS_1


"Diamlah Er. Kau berisik sekali" hardik Rizky yang disertai dengan lirikan mata tajamnya


Semuanya terkekeh melihat reaksi Kedua Tuan Muda Graham itu


"Kenapa bisa seperti ini? Kau masih merasakan sakit hmmm?" tanya Rizky lembut


"Mengatakan bahwa aku sangat berisik padahal dia sendiri juga sama berisiknya dengan ku. Dasar suami yang cemburuan" ucap Er dengan kesal


"Aku baik-baik saja. Kalian tidak perlu khawatir" jawab Amanda dengan senyumnya


"Kak, Alan benar-benar minta maaf karena belum bisa menjaga Kakak dengan baik" lirih Alan yang sudah menundukkan kepalanya


"Tidak... ini bukan salah kalian. Sudahlah tidak perlu merasa sedih seperti itu" ucap Amanda pelan


"Andy" panggil Rizky langsung berbalik menatap ke belakang


"Tanya pada Dokter Shen" jawab Andy langsung mengerti bahwa Rizky akan menanyakan mengenai kondisi Amanda


"Halo Tuan Muda, senang bisa bertemu dengan kalian semua disini" sapa seorang wanita cantik dengan tubuh kurus dan mungil


"Kau?"


"Kalian pernah bertemu?" tanya Bryant langsung karena Er seperti terkejut ketika melihat Dokter Shen


Gadis itu tersenyum dan menundukkan kepalanya memberikan hormat


"Nyonya Amanda memang terkena racun tapi syukurlah karena racun tersebut tidak menyebar hingga ke otaknya. Pada saat Nyonya Amanda sesak nafas tadi itu dikarenakan racun tersebut sudah hampir mengenai jantung Nyonya Amanda. Dan untung saja Dokter Andy langsung membawanya ke ruang ICU dan langsung memanggil saya untuk membantunya. Jadi sekarang Nyonya Amanda dalam kondisi hampir membaik dan akan menjadi baik setelah dirawat selama beberapa hari ke depan" jelas Dokter Shen langsung dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajahnya


"Terimakasih" ucap Rizky singkat


"Dia dokter baru di Rumah Sakit ini. Baru kemarin dia masuk kembali karena mengambil cuti. Dia Dokter bedah tapi dia juga sangat ahli dalam hal racun dan obat-obat lainnya karena kedua orangtuanya juga seorang dokter kampung. Dia dipindah tugaskan dari Singapur dan akan menetap disini. Bukankah begitu Dokter Shen?" tanya Dokter Andy yang memperkenalkan dirinya


Shen Lin... nama gadis cantik itu. Dia hanya menganggukkan kepalanya dan melihat ke arah Er yang juga sudah melihatnya


"Er, kau belum menjawab pertanyaan Ayah" ucap Bryant yang juga mengikuti arah pandang mata mereka berdua


"Kami..."


🌻🌻🌻


Hai Readers kembali lagi dengan cerita CEO My Husband. Maaf yah karena aku lama banget gak update karena terlalu sibuk


Tapi terimakasih atas dukungan dan juga komentar positif yang selalu kalian berikan. Tetap vote dan komen yah Readers


Kira-kira Tuan Muda Owner dan juga Dokter Shen pernah bertemu gak sih?


Apa hubungan mereka sebenarnya?


Dan siapa maksud dari Rizky mengenai kotak dan jam tangan hitam tadi yah?


Penasaran? Yuk ikuti terus perjalanan hidup mereka semua😊


See you next part gaesπŸ˜ŠπŸ’™πŸ’™


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2