CEO My Husband

CEO My Husband
TUGAS BARU RIZKY


__ADS_3

"Ayah, aku akan menyuruh Thio untuk mencari tau semua mengenai perusahaan yang dikelola oleh Ayah Zaen" ucap Er yang langsung mengambil ponselnya


"Tidak perlu. Biarkan Rizky yang akan menyelesaikan ini semua. Kau, Alan dan juga Thio cukup menjaga semua wanita di keluarga dan juga orang terdekat kalian. Karena ancaman yang lalu belum juga selesai" jawab Bryant yang menatap fokus ke layar komputer miliknya


Yah, perihal permainan konyol yang dibuat oleh Owner, kini Zaen harus tetap di rumah. Selain karena penjelasan yang dia berikan, alasan lainnya ialah hujan sangat deras


Sedangkan Bryant dan putra bungsunya sudah berada di perusahaan utama Graham Long's


"Ayah yakin? Apa kakak akan menyelesaikan ini dengan aman?" tanya Er yang sedikit ragu akan keputusan yang diucapkan oleh ayahnya tadi


Bryant kini mengalihkan pandangannya, menatap tajam ke arah lawan bicaranya yang tak lain adalah putra bungsunya yang memiliki kepribadian banyak itu


"Kau mempertanyakan cara kerja kakak mu? Bahkan saat ini pun kau tidak bisa berkaca terlebih dahulu sebelum meragukan kakak mu itu. Kau lebih mengerikan dibandingkan dengan Rizky" omel Bryant menatap jengah pria tampan itu


"Ayolah ayah. Ayah bahkan masih belum mengenali semua putra ayah. Ayah salah jika membandingkan cara kerja ku dengan kakak. Kakak bahkan sudah melebihi iblis dan ayah masih mengatakan bahwa aku lebih mengerikan? Ayah seperti tidak tau bahwa kakak itu memiliki hati sekeras batu dan sedingin es. Hanya kepada kita saja dia banyak berbicara" keluhnya yang tak kalah panjang dibandingkan ayahnya itu


Helaan nafas panjang pun sudah dikeluarkan oleh pria paruh baya itu. Dia bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah putranya itu. Lalu membalikkan badan tegap itu dan langsung mendorongnya dengan pelan


"Ayah sudah memutuskannya dan akan terjadi. Sudah pergi selesaikan tugas perusahaan yang sudah ayah kirimkan ke email milikmu"


"Ayah"


Suara rengekan yang dikeluarkan oleh Er bahkan tidak dihiraukan oleh Bryant. Dia hanya terkekeh dan menutup pintu kaca itu dengan gelengan kepala yang juga diikut sertakan


"Anak itu memang tidak terduga. Sebentar dewasa, sebentar menjengkelkan, sebentar seperti bayi" lirih Bryant dan kembali ke meja kerjanya


Sebelum menatap kembali layar komputernya. Bryant mengambil ponsel yang dia letakkan di samping dokumen-dokumen yang sudah bertumpuk di atas meja kerjanya itu


"Datanglah ke perusahaan setelah jam makan siang" ucapnya ketika panggilan yang dia lakukan sudah terhubung


Setelah mematikan panggilan tersebut, Bryant lagi dan lagi menghela nafasnya sembari menyandarkan punggung badannya ke belakang


"Hufff satu per satu masalah datang secara tidak terduga. Bahkan masalah Amanda pun belum menghasilkan buah sama sekali. Dan sekarang masalah calon menantu kedua ku" lirihnya sembari memijit kepalanya yang sudah berdenyut dengan hebat

__ADS_1


🌻🌻🌻


"Nandini, minta Christine untuk membatalkan jadwal meeting ku setelah jam makan siang. Aku ada urusan yang sangat penting dengan Ayah" ucap Rizky setelah panggilan telpon sudah tersambung ke meja tangan kanan sekaligus adik sepupunya itu


Rizky mengambil jas biru dongkernya dan langsung memakai nya lalu melangkah keluar dari ruangan nya. Memasuki lift khusus yang menuju ke lantai bawah


"Tuan akan keluar dan hujan masih deras. Saya sudah menyediakan payung untuk Tuan bawa" ucap wanita setibanya Rizky di lantai bawah atau lebih tepatnya meja resepsionis


Rizky menghentikan langkahnya lalu menatap gadis itu dan menerima pemberian payung yang disodorkan oleh gadis itu


"Kau karyawan baru?"


"Benar Tuan Muda. Saya mulai bekerja sejak 5 hari yang lalu"


"Baiklah. Selamat datang dan bekerjalah dengan baik" ucap Rizky dan langsung beranjak meninggalkan gadis yang bahkan belum memperkenalkan diri dengannya


Setiap langkah yang diambil oleh Rizky tak bisa lepas dari tatapan yang diberikan oleh gadis itu. Bahkan ketika badan tegap itu sudah masuk ke dalam mobil mewahnya, senyum yang tidak bisa dibaca pun sudah dikeluarkan oleh gadis pemberi payung tersebut


Sesampainya di halaman perusahaan utama Graham Long's, Rizky meninggalkan payung yang diberikan oleh karyawannya tadi dan langsung melangkah masuk ke dalam


Tak mempedulikan tatapan mata memuja yang diberikan oleh semua karyawan yang dipekerjakan oleh Ayahnya itu. Dia tetap dengan dagu yang sedikit terangkat dan langkah yang percaya diri memasuki lift khusus yang akan membawanya langsung menuju ke ruangan ayahnya itu


("Ada apa ayah menyuruh ku datang kemari? Apa kali ini akan membahas permasalahan Zaen? Er benar-benar berhasil menjalankan trik konyol nya itu") batinnya yang juga ikut terkekeh ketika mengingat kejadian tadi pagi yang diciptakan oleh adik bungsunya itu


Lift terbuka dan dia kembali menyusuri koridor kantor yang hanya diisi oleh beberapa ruangan. Seperti Ruangan Wakil Direktur I dan Ruangan Wakil Direktur II


Yang tentunya jabatan itu sudah diisi oleh kedua adiknya itu. Lalu tak lupa juga ruangan untuk sekretaris mereka semua


"Kakak"


Panggilan itu membuat langkah Rizky berhenti dan memutar tubuhnya dan mendapati wajah tampan adik bungsunya itu


Er berhenti di hadapan kakaknya dan langsung memasukkan kedua tangannya di saku celana yang dia kenakan

__ADS_1


"Kakak, berikan tugas ini padaku saja yah. Aku mohon" lanjut Er yang sudah mengerjapkan kedua matanya beberapa kali


Rizky menaikkan alisnya sebelah lalu mendorong kepala adiknya itu kebelakang


"Berhenti bersikap sok imut seperti itu Er. Kau sangat menjijikkan" ucap Rizky dengan wajah jengahnya


"Lagipula, tugas apa yang kau maksud? Aku bahkan belum mendapatkan tugas apapun dari Ayah. Sudah lanjutkan saja pekerjaan mu dan jangan menggangu atau hukuman mu 3× lebih banyak" suruh Rizky menatap tajam adiknya itu


Mendengar kata hukuman yang diucapkan dengan lantang oleh sang kakak, Er langsung mundur secara perlahan dan berlari kembali menuju ruangannya. Rizky hanya memijit pangkal hidungnya melihat adiknya yang tingkat ketidakwarasan nya sudah melebihi batas


"Entah apa yang dia makan selama menyelesaikan semua tugasnya" lirih Rizky dan kembali melanjutkan langkahnya hendak masuk ke dalam ruangan Ayahnya


"Ayah" sapa Rizky yang melihat ayahnya yang sangat fokus menatap dokumen yang ada di genggamannya


Bryant langsung meletakkan dokumen tersebut dan bangkit dari duduknya dan kembali duduk di sofa yang ada di ruangannya itu


Menatap putra sulungnya itu seakan memberikan kode menyuruhnya agar duduk juga. Rizky pun duduk tepat di hadapan ayahnya


"Ayah mau kau menyelesaikan permasalahan mengenai Zaen" ucap Bryant langsung


Rizky memasang wajah bingung dengan kedua alisnya yang hampir menyatu


"Tapi kenapa? Maksudku adalah ayah bisa meminta Er dan juga Thio untuk menyelesaikan ini. Atau jika lebih mencari aman maka kita minta Alan langsung menyelesaikannya" jawab Rizky


"Ayah tau dan ayah juga tidak meragukan kemampuan kalian berempat. Ayah hanya sudah memikirkannya dengan matang. Kau tau sendiri bahwa masalah Amanda belum terselesaikan dengan baik dan sekarang masalah Zaen. Maka kita harus membagi tugas dengan adil"


"Biarkan mereka bertiga yang menyelesaikan permasalahan yang menuju ke arah Amanda dan juga rumah tanggamu. Karena ayah yakin bahwa orang yang merencanakan itu semua hanya menduga bahwa kau yang akan turun langsung"


"Dan, walaupun keluarga kita sudah sangat dihormati tapi kita tidak bisa lengah sedikit pun. Di luaran sana, masih banyak yang belum mengetahui akan kehadiran Alan dan juga Owner yang sudah menjadi adikmu. Jadi biarkan mereka yang menangkap orang-orang bodoh itu"


"Lagipula, ayah Zaen bertindak seperti ini pasti dia juga sudah tau bahwa puterinya sedang menjalin asmara dengan salah satu putra Graham. Dan ayah yakin bahwa dia sangat menantikan kehadiran adikmu Alan. Itulah sebabnya ayah menunjuk kau untuk menyelesaikan ini. Kau mengerti?"


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2