CEO My Husband

CEO My Husband
SEBAGIAN INFORMASI?


__ADS_3

Rizky menginjakkan kakinya masuk ke dalam gedung yang tinggi dan juga luas. Sembari merapikan jas dan juga dasi yang dia gunakan dia terus melangkah masuk


"Selamat Pagi Tuan Muda"


"Selamat Pagi Pak"


"Pagi Pak"


Yah seperti itu lah sapaan-sapaan yang diberikan oleh para pegawainya tiap kali dia melewati tiap lorong tempat meja para pegawainya


Dia memasuki lift khusus untuknya dan menunggu seseorang untuk masuk. Siapa lagi jika bukan Nandini


"Tuan Muda, hari ini jadwal anda sangat padat. Kemungkinan akan pulang hingga larut malam. Apa anda mau saya menunda beberapa rapat?" tanya Nandini ketika lift itu sudah tertutup rapat


Rizky hanya diam tak menjawab. Nandini yang sudah biasa mendapatkan perilaku seperti itu hanya bersikap biasa saja. Karena dia tau bahwa nanti juga Tuan Mudanya itu akan menjawab pertanyaan yang diajukan nya tadi


Pintu lift kembali terbuka, Rizky langsung melangkahkan kakinya terlebih dahulu menuju ke ruangannya. Disusul oleh Nandini yang masih berada di belakangnya


"Selamat Pagi Pak" sapa Christin sekretaris pribadi Rizky


"Hmmm... Apa bahan untuk presentasi nanti sudah kau selesaikan?" tanya Iky tanpa menatap Christin


"Sudah Tuan Muda" jawab Christin membungkukkan badannya


Rizky kembali melanjutkan langkahnya dan duduk di ruangannya


Christin memanglah Sekretaris pribadi Rizky, namun semua jadwal dan urusan penting lainnya hanya diurus oleh Nandini. Karena Iky sangat sulit untuk mempercayai orang baru. Jadi tugas Christin hanya menyusun proposal, membuat bahan presentasi dan mengatur tempat


Drttt


Benda pipih yang sudah diletakkan di atas meja itu bergetar membuat sang empunya menatap dan menghentikan kegiatannya


"Kau bisa kembali. Nanti saya akan memanggilmu jika sudah mendapatkan keputusan" suruh Rizky menatap Nandini


"Baik Tuan Muda" jawab Nandini


Nandini berjalan mundur lalu berbalik ketika sudah sampai di pintu kaca itu


Rizky menggeser tombol hijau lalu menempelkan nya di telinga kirinya


"Katakan"


"..."


Dari raut wajah datar, kini raut wajah itu berubah dengan cepatnya. Bola mata itu juga sudah membesar


"Kita bertemu di villa dekat pantai" jawab Rizky lalu mematikan sambungan itu


Dia kembali meletakkan ponselnya lalu menekan tombol panggilan yang langsung tersambung pada Nandini


Tak butuh waktu lama, orang yang dipanggil sudah berdiri di hadapannya

__ADS_1


Rizky menatapnya dengan jari telunjuk yang mengetuk meja itu


"Pukul 10, aku mau kau meng cancel semua kegiatanku dan gantikan besok saja. Dan juga katakan pada Christin untuk tetap berada di kantor dan melakukan tugasnya menemui beberapa klien untuk melakukan kerja sama yang baru. Aku harus pergi ke villa untuk mengetahui sebuah kebenaran" jelas Iky


Nandini yang awalnya berdiri kini sudah duduk di hadapan Rizky tanpa izin dari orangnya


"Sudah menemukan semua jawabannya?" tanya Nandini antusias


Yah... selain sebagai tangan kanan keluarga Graham, ternyata Nandini juga bersahabat baik dengan Rizky dan juga Er


"Hmmm" jawab Rizky singkat


Nandini memutar bola matanya jengah. Rizky memang tidak pernah berubah. Hanya pada keluarganya saja dia banyak bicara


"Tidak bisakah kau berbicara panjang Tuan Muda? Aku penasaran sungguh" lanjut Nandini berbisik


Rizky menatap Nandini lalu memukul jidat Nandini dengan keras


"Kau tidak berubah. Pergi sana"


"Beritahu aku dulu baru aku kembali bekerja"


"Ckkk kenapa kau semakin menjengkelkan? Ikut denganku nanti" jawab Rizky kesal


Nandini memberikan senyum lebarnya lalu berdiri dan membalas perilaku Rizky tadi. Dia memukul jidat Rizky dengan keras bahkan tak kalah keras


"Nandini" murka Rizky


"Akan ku potong gajimu" lanjut Rizky


"Akan ku minta pada Paman" teriak Nandini lalu segera berlari


Rizky hanya tersenyum kecil sembari menggelengkan kepalanya.


"Bisa bisanya aku mendapat sahabat seperti dia" bisik Rizky lalu kembali menatap dokumen yang ada di depannya


🌻🌻🌻


Alan, Er, Thio dan juga Paman Chand sudah duduk dengan santai di ruang kumpul yang ada di villa Rizky


Suara mobil membuat ketiga pria itu berdiri dan menghadap ke arah pintu utama. Suara langkah kaki pun sudah mulai terdengar


Rizky... oh tunggu dulu, ternyata tidak hanya Rizky saja namun juga ada Nandini yang berjalan di belakangnya


"Duduklah" ucap Rizky


Semua kembali duduk dengan tenang diikuti oleh Rizky dan juga Nandini


"Siapa yang akan menjelaskannya?" tanya Rizky menatap satu per satu manusia yang ada di situ


"Saya yang akan menjelaskannya Tuan Muda. Karena saya yang turun ke lapangan langsung sedangkan Tuan Muda Alan dan juga Thio memantau dari layar komputer saja agar tidak mengundang banyak mata" ucap Paman Chand

__ADS_1


"Baiklah silahkan"


Keheningan seketika melanda ruangan itu. Paman Chand menatap Alan dan Alan hanya menganggukkan kepalanya singkat


"Ehem" deheman Paman Chand mengatur suara sebelum menjelaskan semuanya


"Nona Amanda bukan anak dari Alex dan juga istrinya Irish Arafah. Nona Amanda adalah Puteri tunggal dari kakak Alex Arafah yaitu Arnold Arafah. Arnold beserta istrinya sudah tiada dikarenakan insiden kecelakaan besar sejak 18 tahun silam dan kala itu Nona Amanda masih berusia 4 tahun. Nona Amanda mengalami cedera di kepala sehingga beberapa memori penting tidak dapat dia ingat dengan baik"


Nandini menatap Rizky sebentar dan benar raut wajah Rizky sudah berubah bahkan warna nya juga sudah menjadi merah. Rizky sedang menahan amarahnya


"Alex Arafah mengambil Nona Amanda ketika Nona masih berada di Rumah Sakit lebih tepatnya ketika kedua orangtuanya sudah dinyatakan tidak dapat bertahan. Alex dan juga Irish tidak bisa memiliki momongan itulah sebabnya mereka mengadopsi Amanda. Sebenarnya Keluarga Arafah memiliki 3 bersaudara. Tuan Arnold adalah anak pertama, anak kedua yaitu Tuan Armand dan anak terakhir yaitu Tuan Alex. Tuan Armand waktu itu sedang berada di Indonesia dan dia tidak mengetahui apapun termasuk soal adopsi ini"


"Lalu?" tanya Rizky singkat


"Kak, intinya adalah Kak Amanda bukanlah anak kandung orang yang gila kekuasaan itu. Mereka mengadopsi Kak Amanda hanya karena ingin menguasai beberapa harta kekayaan yang dimiliki oleh Paman Arnold. Namun ternyata keinginan mereka tidak terpenuhi karena Paman Arnold sudah mengatasnamakan semua harta itu atas nama Kak Amanda. Bahkan Perusahaan Arafah itu pun sebenarnya adalah milik Kak Amanda" lanjut Alan


"Itu saja?"


Alan menatap Er dan juga Thio sebentar lalu menatap Paman Chand


"Maaf Tuan Muda, untuk saat ini hanya itu saja yang dapat kami beritahu. Sebenarnya masih banyak teka-teki lainnya yang harus kami pecahkan. Kami akan segera menyelesaikan nya tapi kami juga butuh waktu jeda sebentar"


Rizky diam sebentar sembari menutup matanya mengatur nafas yang sudah memburu. Nandini berdiri dan meninggalkan mereka


"Selanjutnya kalian akan kemana?" tanya Rizky


"Kami akan pergi ke Indonesia Tuan Muda. Kami ingin menemui Paman Nona Amanda yaitu Tuan Armand dan akan mencari tau serta memberitahu soal Nona Amanda"


"Alan tidak perlu ikut. Dia akan berada di sini karena Amanda sudah merindukan dia dan juga Thio" ucap Rizky memberi respon


Semua menganggukkan kepalanya mengerti


"Er" panggil Rizky melirik Er


"Iya Kak?"


"Kau yang akan pergi bersama dengan Paman Chand. Dan Thio... apa kau masih sanggup membantu?"


"Sudah menjadi tanggungjawab saya Tuan Muda. Kapan pun saya ditugaskan saya selalu siap" jawab Thio dengan serius


Rizky hanya menganggukkan kepalanya


"Besok pulanglah ke mansion untuk menemui Amanda. Dan... Paman Chand, suatu kehormatan jika Anda juga ingin berkunjung"


"Tuan Muda jangan berbicara seperti itu. Saya akan berkunjung menemui semua keluarga Graham terutama anggota barunya" jawab Paman Chand sembari memberikan senyumnya


Rizky hanya tersenyum kecil membalasnya. Sedangkan Alan? Alan sejak tadi hanya diam tak berbicara


("Maaf Kak, aku tidak ingin memberitahu apapun mengenai informasi lainnya. Mungkin nanti jika sudah saatnya") batin Alan


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2