CEO My Husband

CEO My Husband
TEROR PAGI


__ADS_3

Kicauan burung membuat Tuan Muda Rizky terbangun dari tidurnya. Dia menoleh ke samping dan mendapatkan gadis cantik yang masih terlelap dalam tidurnya


Rizky tersenyum dan mencium kening Amanda dengan tulus. Menyibakkan selimut tebal yang dia pakai lalu turun dari tempat tidurnya hendak bersiap ke kantor


("Aku harus segera menyelesaikan ini semua. Richo tidak bisa berlama lama di Negara ini dan mengacaukan segalanya. Kenapa dia selalu mengacaukan hidupku dan keluarga? Benar-benar membuat susah saja") omel Rizky dalam benaknya


Amanda mengerjapkan kelopak mata indahnya dan mengukir senyum di wajahnya yang sama sekali tidak memakai riasan. Tidak mendapati Suaminya lalu menatap ke arah kamar mandi dan langsung beranjak menuju Ruang Pakaian


Mengucir tinggi rambut panjangnya dengan asal lalu memilihkan semua pakaian yang hendak digunakan oleh Rizky hari ini


🌻🌻🌻


Amanda turun ke bawah dan seperti biasa dia langsung menemukan kesibukan yang dilakukan oleh Bunda nya Lyla.


"Pagi Bunda" sapa Amanda dengan riang


Lyla sedikit terkejut dan langsung tersenyum kepada menantu tertua nya itu


"Pagi sayang. Tidurmu nyenyak?" tanyanya yang masih harus berjalan dengan cepat keluar masuk dapur


"Iya Bunda. Bagaimana dengan Bunda?" balas Amanda yang sudah ikut membantu


"Bunda tidak tidur dengan nyenyak sayang. Adik Iparmu Er tidak pulang dan tidak memberikan kabar sama sekali. Bunda khawatir tapi Ayahmu mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja di luar sana"


"Er tidak pulang sama sekali kemarin malam? Bukankah dia mengatakan pada Rizky akan pulang larut malam?" tanya Amanda yang merasa sedikit marah dan terkejut


Jarang sekali penghuni rumah ini terkhususnya Tuan Muda tidak pulang sama sekali ke rumah dan ini pun tanpa kabar sedikit pun


"Apa sarapannya sudah selesai?"


Amanda menoleh ke belakang dan tersenyum kepada Bryant dengan tulus


"Sebentar lagi akan selesai Ayah. Ayah duduk lah sebentar" jawab Amanda masih mempertahankan senyumnya


Bryant mengelus kepala Amanda dan langsung duduk di kursinya


"Selamat pagi semuanya. Bunda maaf karena tidak bisa membantu kali ini" sapaan itu berasal dari Zaen yang baru saja turun dan berdiri di samping Amanda


"Kau belum berangkat? Kakak pikir kau sudah berangkat" ucap Amanda sedikit terkejut namun masih tersenyum


"Belum kak, hari ini tidak ada yang menyuruhku harus pergi sepagi seperti biasanya"


Amanda terkekeh dan merapikan sedikit rambut Zaen


"Kau tidak mau rambutmu di dandan saja?"


"Aku ingin tapi aku tidak tahu cara membuatnya kak" jawab Zaen dengan wajah yang lesu


"Kakak akan melakukan nya setelah selesai sarapan. Bagaimana?"

__ADS_1


"Kakak serius bisa melakukannya? Kenapa tidak dari kemarin saja aku bertanya pada Kakak dan meminta untuk mengajariku yah. Dasar bodoh"


Semua tertawa melihat kepolosan wajah Zaen yang memukul jidatnya sendiri. Zaen duduk di tempatnya dan semakin melebarkan senyumnya ketika sang kekasih juga tersenyum padanya setelah menuruni anak tangga terakhir


Setibanya Alan, Rizky pun juga sampai di bawah dan duduk di tempat biasa dia duduk


"Alan, hari ini kau di rumah saja bersama denhan Thio menemani Kakak Ipar kalian. Kau mengerti?" ucap Bryant menatap Alan


"Baiklah Ayah. Aku akan dirumah menemani Kak Amanda"


Semua memulai sarapan dengan tenang namun tidak dengan Amanda. Dia masih memikirkan keberadaan Adik Ipar bungsunya Er


"Ayah, apa Er tidak memberikan kabar pada Ayah kemana dia pergi?" tanya Amanda yang sudah tidak bisa lagi berpikir kemana keberadaan Adik Bungsunya itu


Bryant berhenti mengunyah begitu pun dengan Rizky. Saling melirik satu sama lain dan memberikan jeda sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis kesayangan mereka


"Dia harus membereskan masalah yang cukup serius sayang. Sepertinya hari ini dia akan kembali. Kalian tenang saja, dia baik-baik saja dan akan makan dan istirahat dengan cukup" jawab Bryant dengan lembut


Amanda menghela nafas panjangnya dan mengangguk sekali sebagai tanda mengerti. Semua kembali melanjutkan sarapan masing-masing


("Apa ada yang disembunyikan oleh Ayah dan Rizky? Apa Er benar baik-baik saja?") batin Amanda tidak selera menyantap sarapannya


Sarapan selesai, Zaen dengan semangat dan senyum lebar di wajahnya menatap pantulan dirinya dan juga Amanda dibelakangnya


"Lain kali jika kau ingin rambutmu di dandan seperti ini maka katakan pada kakak. Mengerti?" ucap Amanda lembut


"Itu sudah pasti Kak. Aku akan meminta kakak mengajariku disaat hari libur nanti"


Deheman itu membuat kedua gadis cantik itu menatap ke depan


"Zaen, bisakah kakak meminjam Kakak Iparmu sebentar untuk membantu memasangkan dasi ini?" lanjut Rizky sembari memperlihatkan dasi berwarna hitam yang ada di tangannya


Terlihat jelas wajah Zaen yang menahan tawanya dan langsung menganggukkan kepalanya. Amanda menjepit rambut Zaen dan terkekeh melihat tingkah suaminya yang belakangan ini terlihat sedikit manja


Rizky sedikit menundukkan kepalanya namun mata sangat fokus menatap wajah wanita cantik di depannya. Zaen hanya terkekeh dan memainkan ponselnya membiarkan sepasang suami istri itu menikmati warna tersendiri di sekitar mereka


"Kenapa kau pendek sekali Amanda. Apa dulu kedua orangtuamu tidak memberikan susu yang banyak padamu?" ledek Rizky menahan senyumnya


"Waktu kecil, Momy sangat memperhatikanku. Selalu meluangkan waktu untukku dan membuatkan susu setiap waktu. Tapi mungkin memang sudah seperti ini tinggi ku diberikan Tuhan jadi biarkan saja" jawab Amanda yang masih fokus merapikan dasi suaminya itu


Rizky diam seperti sedang memikirkan sesuatu dari kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Amanda


("Jika mereka begitu memperhatikan Amanda pada saat Amanda masih kecil, lalu kenapa saat beranjak dewasa mereka seperti itu? Apa sebenarnya yang terjadi") batin Rizky dengan kedua alis yang sudah bertaut


"Apa yang kau pikirkan? Dasimu sudah selesai" ucap Amanda menyadarkan suaminya itu


Rizky menatap dasi yang baru saja selesai dipasangkan oleh Amanda. Dia tersenyum dan mencium pipi kiri gadis itu


"Terimakasih. Zaen, kakak akan mengantarmu ke sekolah jadi cepatlah" ucap Rizky dan langsung beranjak pergi meninggalkan kedua gadis cantik itu

__ADS_1


Amanda kembali berdiri di belakang Zaen dan membuka jepit rambut yang tadi dia pasangkan. Melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda


"Kak, setiap kali aku melihat Kak Rizky menatap Kakak pasti aku selalu mendapatkan tatapan yang penuh sayang dan cinta. Sama seperti setiap kali Alan menatapku" ucap Zaen berusaha menggoda Amanda lewat cermin yang ada di hadapan mereka


Amanda hanya tersenyum lebar tanpa menjawab dan melirik Zaen sekilas


"Sudah selesai. Pergilah, Rizky pasti sudah menunggu"


Zaen tersenyum lebar dan mengambil ranselnya lalu dengan segera melangkah keluar. Amanda berjalan santai menyusul dengan ponsel yang ada di genggamannya


"Bunda juga akan pergi?" tanya Amanda ketika melihat Lyla yang hendak masuk ke dalam mobil


Lyla berbalik dan menatap menantu tertuanya itu


"Iya sayang. Teman Bunda sedang di rawat di Rumah Sakit, jadi Bunda akan menjenguknya sebentar. Kau tetaplah di rumah bersama dengan kedua adikmu yah" jawab Lyla yang sudah mengelus pipi Amanda dengan tulus


"Baiklah Bunda. Semoga teman Bunda cepat pulih. Bye bye"


Lyla masuk ke dalam mobil dan mobil langsung melaju meninggalkan pekarangan rumah. Amanda tersenyum ketika Rizky berdiri di hadapannya


"Kau tetaplah di rumah dan jangan melakukan atau pun berbicara pada orang yang tidak pernah kau temui. Alan dan juga Thio akan menemani selama kami belum pulang. Kali ini saja tolong jangan membuat kami khawatir seperti kemarin"


Amanda langsung memeluk erat tubuh kekar milik Rizky memberikan kenyamanan dan kehangatan


"Iya Tuan Muda aku mengerti. Pergilah atau Zarn akan terlambat" ucap Amanda masih memeluk Rizky


Amanda melepaskan pelukannya dan Rizky mengeluarkan senyumnya


"Kami pergi. Alan ada di kamarnya sedang bersih-bersih. Thio sedang ada di ruang tinju"


Amanda mengangguk dan membukakan pintu untuk Rizky lalu segera menutupnya. Dia tersenyum dan melambaikan tangannya kepada dua orang yang ada di dalam mobil tersebut


Ketika mobil mewah itu sudah jauh dari jarak pandang, Amanda melangkah masuk ke dalam rumah namun langkahnya terhenti tepat di pintu utama


Drttt Drttt Drttt


Amanda menghidupkan ponselnya dan menemukan pesan dari nomor yang tidak dia simpan. Memutuskan untuk membuka nya namun raut wajahnya langsung berubah dan seketika nafasnya merasa sesak


Dia memegang erat dinding di sampingnya dan membaca isi pesan itu sekali lagi


"Tinggalkan Rizky atau kau akan tiada"


("Apa maksud dari pesan ini. Kenapa mengirim pesan seperti ini") batin Amanda yang masih merasa sesak


"Kak Amanda" teriak Alan yang baru saja turun ke bawah


Amanda tersadar dan langsung mematikan ponselnya lalu bersikap normal dan memberikan senyumnya kepada Alan


"Kakak baik-baik saja?"

__ADS_1


"Kakak tadi hanya menggaruk kaki sebentar. Kakak baik-baik saja. Ayo masuk"


🌻🌻🌻


__ADS_2