
"Kalian sudah selesai?"
Pertanyaan tegas itu bahkan sudah bergema memenuhi seluruh ruangan. Bryant, suara itu sudah bisa dipastikan adalah suara dari Tuan Besar Graham mereka
Semua terdiam dengan Lyla yang juga sudah duduk di samping kedua puteri nya itu. Amanda masih menatap tajam ke arah adik bungsunya itu. Sedangkan yang ditatap hanya diam tak peduli
"Apa yang kalian ributkan sepagi ini hah? Jika kalian ingin membuat keributan maka silahkan keluar dan biarkan yang lainnya beristirahat" lanjut pria paruh baya itu yang sudah berdiri diantara ketiga putranya itu
Mata tajam itu pun kini sudah beralih menatap seorang wanita yang masih menangis dengan kepala yang tertunduk
"Ayah tidak menyukai hal ini. Angkat kepalamu Zaen. Seorang wanita memiliki banyak mahkota salah satunya di atas kepala mu saat ini. Jika kau terus menunduk seperti itu maka sudah bisa dipastikan bahwa singgasana mu akan segera direbut oleh wanita lain"
Teguran itu membuat wanita yang sudah menggunakan pakaian sekolah itu langsung mengangkat kepalanya dan sekilas menatap ke arah pria yang tadi menegurnya
"Sebenarnya apa masalahmu Er hmmm? Kau sengaja membuat keributan sepagi dan saat hujan seperti ini?" tanya Bryant yang kembali menatap tajam putra bungsunya itu
Er hanya diam dan mendudukkan kembali tubuhnya di sofa empuk itu
"Siapa yang menyuruhmu duduk? Berdiri" bentak Bryant yang berhasil membuat semua orang disana sedikit terkejut
Er menelan salivanya dengan payah dan berdiri serta menatap ke arah ayahnya itu sekilas. Wajah Bryant saat ini benar-benar menakutkan
"Kau juga, bukannya melerai, kau justru semakin membuat panas. Kau kakak tertua mereka dan kau hanya menyetujui ucapan konyol yang dilontarkan oleh adikmu? Apa otakmu itu sudah dicuci oleh Er?" bentak Bryant lagi yang kini sudah menatap anak tertuanya itu
Rizky hanya menghela nafasnya jengah sembari memutar kedua bola matanya malas. Ayahnya memang benar, dia salah sudah mendukung permainan konyol yang dimainkan oleh adik bungsunya itu
__ADS_1
"Katakan apa masalahnya" suruh Bryant yang kini sudah duduk di sofa dan menatap ketiga putranya secara bergantian
Hening, bahkan isakan kecil yang keluar dari mulut Zaen masih bisa terdengar jelas walau diluar sedang turun hujan dengan derasnya
"Kalian bertiga bisu hah? Er, kau yang memulai ini semua maka kau yang menjelaskannya. Ayo"
Er berpasrah dengan helaan nafas panjang nya yang sudah terdengar. Sebelum menjelaskan, dia melakukan kontak mata dengan kakak sulungnya Rizky yang sudah membulatkan kelopak matanya seakan menyuruh Er agar menjelaskan semuanya
Er menahan tawanya lalu menatap ketiga gadis kesayangan semua keluarganya itu.
Er pun menjelaskan segalanya namun tidak dengan kebenaran dari semua ucapan konyol yang dia lontarkan. Terlihat wajah tenang yang dikeluarkan oleh ayah mereka itu selama mendengarkan semua ocehan pria tampan itu
"Katakan yang ingin kau katakan Alan" ucap Bryant yang kini sudah menatap putera keduanya yang saat ini sedang menahan amarahnya
"Ayah, apa yang dikatakan oleh adik semuanya salah. Zaen sama sekali bukanlah wanita yang seperti itu. Ayah dan juga kakak sudah mengetahui semua latar belakang nya bukan? Lantas apalagi yang harus kita selidiki atau pun curigai?"
Semua orang diam dan kini menatap ke satu arah yaitu pada wanita yang juga sudah menatap mereka secara bergantian. Menatap cukup lama ke arah Amanda dan juga Lyla lalu menatap mata kekasihnya
"Ayo Zaen katakan saja apa yang terjadi sebenarnya padamu selama beberapa hari ini. Jika kebenarannya sudah kau ungkapkan maka kau tenang saja, kakak akan memberikan hukuman yang setimpal dengan semua omong kosong yang diucapkan oleh Er sejak tadi" suruh Amanda mengusap punggung badan dan melemparkan tatapan tajam kepada manusia yang tadi hendak dia berikan hukuman itu
"Ayah, sebenarnya aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan apapun dari semuanya. Tapi aku hanya berpikir bahwa-" ucap Zaen yang memberikan jeda dengan menundukkan kepalanya
"Zaen kau tidak mau menuruti apa kata Ayah?"
Zaen kembali mengangkat kepalanya lalu menatap semuanya dan matanya yang tanpa sengaja bertemu dengan manik mata kakak tertuanya yaitu Rizky. Tatapan mata teduh yang sering kali dia lihat ketika Rizky menatap Amanda
__ADS_1
"Semuanya sedang sibuk untuk menyelesaikan dan menangkap orang yang selalu saja meneror kak Amanda. Bukan hanya kakak saja melainkan juga semua anggota keluarga kita. Jadi aku berpikir jika aku memberitahukannya maka aku hanya akan menambah pekerjaan kalian yang bahkan belum selesai" lanjutnya yang sudah memainkan jari-jari tangannya
"Jangan menggantung Zaen. Katakan saja apa yang mengganggumu" ucap Rizky yang sudah semakin berdiri mendekat ke arah gadis itu
"Baba, dia menyuruh anak buahnya untuk mencariku. Lalu pada 2 hari yang lalu anak buahnya menunggu ku di luar gerbang sekolah. Saat itu aku sudah melihat kehadiran mereka dari jauh dan memutuskan untuk kembali ke kelas lalu menghubungi Alan memintanya untuk menjemputku di kelas. Tapi Alan saat itu sedang ada meeting bersama dengan yang lainnya. Jadi mau tidak mau aku harus keluar untuk menuju ke arah supir yang sudah menunggu sejak tadi"
"Baba? Siapa itu?" ulang Er yang sudah menautkan kedua alisnya bingung
"Dia ayahku. Aku memanggilnya dengan panggilan itu. Artinya sama saja dengan Ayah" jelas Zaen
"Lalu"
"Lalu mereka mencegah langkahku dan meminta ku untuk masuk ke dalam mobil sebentar. Hanya 8 menit dan mereka memang hanya berbicara selama 8 menit"
"Apa yang mereka katakan?" tanya Rizky dengan wajah yang sudah sangat serius
"Pada saat aku masuk ke dalam mobil, mereka langsung menyambungkan panggilan vidio dengan Baba. Baba tersenyum dan mengatakan bahwa dia sudah sangat merindukan puterinya. Lalu, menyuruhku untuk pulang ke rumah dan menerima perjodohan konyol yang sudah diatur oleh ibu tiriku. Jika aku tidak kembali ke rumah dalam waktu 10 hari ke depan maka dia akan menghancurkan perusahaan Graham"
"Hahaha mereka ingin menghancurkan hasil kerja keras keluarga Graham? Dan kau langsung merasa takut?" ledek Er yang sudah duduk di sofa di samping Ayahnya
"Kau tidak tau Ayahku Er. Dia akan melakukan apapun hanya untuk kesenangan dirinya sendiri"
"Katakan perusahaan keluargamu Zaen" suruh Rizky yang hanya menatap datar gadis itu
"ANAZ PROPERTY"
__ADS_1
🌻🌻🌻