CEO My Husband

CEO My Husband
PERNAH BERTEMU?


__ADS_3

Bel pulang sekolah sudah terdengar sedari tadi, namun pria bertubuh tinggi dengan wajah tampannya itu masih setia berdiri di depan kelas gadis yang saat ini sudah mengisi ke kosongan hatinya


"Maaf membuatmu harus menunggu terlalu lama" ucap gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah Zaen


Alan melebarkan senyumnya dan berdiri di hadapan Zaen lalu membenarkan rambut yang berhasil ditiup oleh hembusan angin


"Tidak masalah. Ayo" jawab Alan dan meraih tangan Zaen lalu menggenggamnya


Mereka berjalan menyusuri lorong kelas yang hanya ada beberapa siswa yang masih mengerjakan tugas kelompok atau siswa yang menunggu waktu ekskul dimulai dan alasan lainnya


Melihat kisah cinta antara Tuan Muda Graham yang baru saja dipublikasikan dengan gadis cantik yang juga sangat diincar kaum pria, sudah menjadi tontonan gratis yang dinikmati penghuni sekolah


Hanya ada beberapa siswa yang masih tidak merestui hubungan mereka terutama kaum hawa. Namun walaupun begitu sosok Alan dan juga Zaenal sudah sangat membuat mata dan bibir tak henti memuji ke sempurnaan kisah cinta mereka


"Kita akan pulang ke Rumah Besar" ucap Alan


Langkah mereka berhenti tepat di anak tangga terakhir dikarenakan Zaen yang tiba-tiba saja menarik tangannya dari genggaman Alan


"Kenapa? Apa ada masalah? Atau Bunda sakit?" tanya Zaen khawatir


Alan memberikan senyum hangatnya lalu mengacak rambut Zaen penuh sayang


"Tidak ada masalah. Aku akan menjelaskannya di mobil. Ayo"


Zaen menghela nafasnya panjang dan kembali memberikan tangannya untuk digenggam oleh Alan kekasihnya itu


🌻🌻🌻


"Apa sebelumnya Er pernah memiliki perasaan tidak enak seperti ini?" tanya Zaen tidak percaya


Alan sudah menceritakan segalanya selama dalam perjalanan. Melihat wajah kaget yang diperlihatkan oleh Zaen sudah menjadi tontonan biasa untuknya


"Sudah. Bahkan bisa dibilang jika Er mengatakan bahwa dia sudah merasakan risau maka 80% kejadian buruk yang akan terjadi. Kau mengerti?" tanya Alan lembut


Zaen menganggukkan kepalanya mengerti lalu melihat keluar jendela


"Aku lapar, apa kau lapar?" tanya Alan memecahkan keheningan yang hampir saja terjadi


Zaen kembali menatap ke arah Alan yang masih fokus pada jalanan di depan


"Sangat. Aku bahkan tidak ingat bahwa aku sangat lapar karena terlalu asik mendengar ceritamu itu" jawab Zaen antusias


Alan terkekeh dan menoleh sebentar ke arah Zaen. Dan benar saja, wajah menggemaskan Zaen sudah dikeluarkan oleh pemiliknya


"Ck... jangan memasang wajah seperti itu terhadapku. Aku akan selalu mengabulkan semua permintaanmu jadi tidak perlu memohon dengan wajah seperti itu. Benar-benar kau ini" ucap Alan sembari menggelengkan kepalanya


Zaen terkekeh dan mengacak rambut Alan gemas


"Kau ingin makan apa?" tanya Alan lagi

__ADS_1


"Hmmm tunggu sebentar aku akan bertanya kepada Tuan Cacing yang ada di perutku ini yah"


Ucapan Zaen barusan berhasil membuat tawa Alan pecah memenuhi ruang mobil yang mereka tumpangi saat ini


"Jangan bertingkah seperti bocah lagi Zaen. Astaga kau ini" ucap Alan di sela-sela tawanya


Zaen tertawa kencang lalu menghentikannya


"Aku sudah lama tidak mendengar dan melihatmu tertawa seperti ini. Hmmm baiklah sepertinya aku ingin makan hot pot saja. Bagaimana?"


"Baiklah sesuai dengan permintaanmu Tuan Puteri" ucap Alan dengan tangan yang sudah kembali mengacak rambut kekasihnya


Alan kembali mengemudikan kendaraan roda 4 itu sembari melihat kanan dan kiri mencari restoran hot pot yang enak dan banyak pengunjung


"Kita makan di depan sana saja yah" ucap Alan ketika melihat kedai hot pot yang ramai akan kendaraan


Zaen menganggukkan kepalanya antusias dan membiarkan Alan membawanya ke kedai yang dimaksud olehnya


Alan mencari tempat parkir kosong dan menemukannya tepat di pinggir jalan. Membuka selt belt dan meraih ponselnya


"Kau masuklah terlebih dahulu mencari tempat duduk. Aku akan menghubungi Thio mengatakan bahwa kita makan sebentar di luar hmmm" ucap Alan menatap manik mata berwarna cokelat milik kekasihnya itu


"Baiklah. Kau segeralah menyusul" jawab Zaen dengan senyum manisnya itu


Alan membuka kunci pintu mobil dan melihat Zaen hingga masuk ke dalam toko hot pot tersebut


"Thio, aku dan juga Zaen masih ada di luar untuk makan hot pot sebentar. Kami belum makan siang jadi akan disini sebentar. Kau tidak perlu khawatir dan sampaikan pada kakak ipar yah" ucap Alan ketika panggilan itu sudah tersambung


"..."


"Yah baiklah aku mengerti"


Panggilan tersebut berakhir ketika Alan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi mobil


"Huffttt... masalah mengenai identitas asli Kak Amanda belum selesai tapi masalah perasaan Er sudah datang. Apa hidup Kak Manda akan selalu dipenuhi masalah seperti ini?" ucap Alan yang sudah memijit pelipisnya


Dia membuka kunci pintu mobil dan mematikan mesin mobil lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana sekolahnya


Sebelum keluar dia meletakkan tas Zaen dan juga tas miliknya di kursi belakang lalu segera turun


Dia berjalan melewati orang-orang dan juga kendaraan yang terkadang berhenti secara mendadak


Brakkk


Bahu Alan menabrak bahu seseorang dengan keras. Alan memegang bahunya yang terasa sakit dan menatap orang yang tadi tidak sengaja bertabrakan dengannya


"Maaf maaf, saya tidak sengaja. Maafkan saya" ucap Alan yang sudah membantu orang tersebut untuk berdiri


Pria bertubuh tinggi yang tadi terjatuh akibat bertabrakan dengan Alan hanya bisa tersenyum dan menatap wajah Alan beberapa saat sebelum sebuah senyum sebelah nya terbit

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa?" tanya Alan memastikan


"Yah... semua baik-baik saja. Oh bagaimana dengan mu? Apa ada yang luka?" tanya pria itu kembali


"Oh tidak tidak. Hanya rasa sakit di bahu saja. Tidak masalah. Sekali lagi maaf tidak sengaja menabrak Anda" ucap Alan lagi memohon maaf


"Saya juga minta maaf. Saya tidak melihat jalan dan sibuk mengobrol di telpon"


Alan tersenyum kecil dan merapikan kemeja sekolahnya lalu menatap wajah pria tadi


"Apa... sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Alan meneliti wajah pria tersebut


"Saya orang baru di Negara ini. Jadi sangat tidak mungkin jika Anda pernah bertemu dengan saya. Oh atau mungkin wajah saya ini terlihat wajah pasaran sehingga Anda berpikir seperti itu" jelas pria itu


Alan hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan menatap ke toko hot pot dengan wanita nya yang sudah berkacak pinggang melihatnya di ujung pintu masuk


Sebuah senyum lebar sudah terpancar jelas di wajah Alan dan itu membuat pria yang masih berdiri di hadapannya itu ikut melihat ke arah tatapan Alan


"Kau sudah ditunggu oleh Kekasihmu Tuan" ucap pria itu


Alan kembali melihat pria itu dan memberikannya sebuah senyuman


"Yah sebenarnya kami ingin makan hot pot sebentar. Apa kau ingin ikut bergabung?" tawar Alan dengan sopan


"Oh tidak perlu. Saya juga harus segera pergi karena sudah ditunggu oleh teman. Sekali lagi saya minta maaf" ucap pria tersebut


Alan hanya tersenyum lebar dan berjalan meninggalkan pria itu sendiri di tempat tadi


"Mari kita lihat Rizky... Apakah kau bisa melindungi Keluarga Tercinta mu itu? Apa kau bisa melindungi istri barumu dan juga calon adik iparmu itu? Tunggu tanggal mainnya Tuan Muda Rizky Arkansas Graham" ucap pria tadi dengan senyum liciknya


🌻🌻🌻


WAH WAH WAH


INI SIAPA LAGI SIH? ADA KEJADIAN BURUK APALAGI YANG AKAN MENIMPA KELUARGA GRAHAM?


DAN KENAPA PRIA ITU MAU BALAS DENDAM SAMA TUAN MUDA KITA?


KIRA-KIRA PRIA ITU ADA HUBUNGAN PENTING GAK YAH SAMA TUAN MUDA RIZKY?


DAN JUGA KIRA-KIRA KALI INI SIAPA YANG AKAN BERHADAPAN LANGSUNG DENGAN PRIA INI?


YUKKK IKUTI TERUS PERJALANAN TUAN MUDA RIZKY & NONA AMANDA TERCINTA KITA


JANGAN LUPA BACA, LIKE, VOTE DAN BERIKAN KOMENTAR POSITIF YAH READERS πŸ˜‡


SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER READERS❣❣


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2