CEO My Husband

CEO My Husband
KARTU UNDANGAN(1)


__ADS_3

Amanda dan juga Rizky telah selesai menikmati sarapan pagi mereka. Rizky berdiri dan mengambil ponselnya dan langsung menatap Amanda


Amanda melihat Rizky bingung. Dan pada akhirnya Rizky memberikan tangannya ke hadapan Amanda


Amanda yang melihat itu hanya mendongakkan kepalanya menatap Rizky penuh tanya


"Kau ingin membuat Ayah dan juga Bunda menunggu?" hanya itu kalimat yang terdengar


Amanda pun menggelengkan kepalanya dan meletakkan tangannya di atas tangan Rizky tadi.


Rizky langsung menggenggam tangan mungil itu. Mereka berjalan bersama hingga ke pintu utama.


Beberapa pelayan menunduk hormat dan melihat tangan yang saling menggenggam. Bi Irnah yang berdiri di luar tersenyum lebar melihat pemandangan yang amat sangat langka itu


Pak Shen kepala bodyguard itu membukakan pintu untuk Nona Muda mereka sambil tersenyum


Amanda tersenyum dan langsung masuk ke dalam mobil yang menurutnya baru. Rizky pun menghidupkan mesin mobil itu dan segera meninggalkan mansion besar itu



🌻🌻🌻


Jarak dari mansion ke Rumah Besar sekitar 45 menit. Rizky mengendarai kendaraan roda empat itu dengan kecepatan yang biasa dikarenakan ini masih pagi dan akan ada macet dimana saja


Suasana sunyi terjadi di dalam mobil hingga mobil milik Rizky berhenti dikarenakan macet yang berkepanjangan

__ADS_1


Amanda menatap Rizky yang sedang membaca sebuah pesan di ponselnya


"Jika ada yang mau kau katakan maka katakan saja. Jangan menatap ku seperti itu seakan aku memiliki hutang padamu" suara Rizky memecahkan keheningan


"Apa yang tadi adalah mansion mu juga?" tanya Amanda pada akhirnya


"Awalnya iya" jawaban singkat yang diberikan Rizky membuat Amanda menautkan kedua alisnya


"Awalnya itu adalah punyaku atas namaku namun sekarang tidak. Mansion itu milikmu aku sudah mengganti nama kepemilikannya" jelas Rizky yang menatap Amanda juga


"Itu atas namaku?" ulang Amanda


Rizky diam dan menjalankan mobilnya. Namun tak lama mobil itu kembali berhenti dan Rizky menatap Amanda lagi


"Bisa tidak jika aku memberitahu sesuatu kau langsung mempercayainya? Apa wajahku wajah seorang pembohong?" tanya Rizky dengan raut wajah datar


Setelahnya tak ada lagi suara dan Rizky kembali mengendarai mobilnya namun hal tadi terjadi lagi. Entah ada insiden apa hingga membuat macet sangat panjang seperti ini


"Dimana Alan?" tanya Amanda yang kemudian memecahkan keheningan


"Dia masih di sekolah. Nanti akan kembali" jawab Rizky dengan santainya


Amanda mengangguk mengerti dan mengambil ponselnya. Entah sudah berapa hari dia tidak menyentuh benda pipih itu


Dia membuka media sosial miliknya dan menarik layar ke bawah. Ada banyak pesan yang masuk

__ADS_1


"Ingat batasan dalam menggunakan media sosial Amanda. Ingat sebentar lagi kau akan membawa nama keluarga Graham" suara Rizky tiba-tiba membuat Amanda menatapnya


"Aku tau batasan ku. Kau tenang saja" jawab Amanda yang langsung memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas kecil yang dia bawa tadi


"Hmmm apa Bunda butuh sesuatu?" tanya Amanda lagi


"Kurang tau. Hanya saja dia hari ini memang tidak bisa datang ke mansion. Jadi aku memberitahunya bahwa kau sudah sembuh. Jadi dia dan juga Ayah menyuruh kita untuk ke sana" jawab Rizky panjang


Amanda menahan tawanya ketika mendengar semua kalimat yang keluar dari mulut Rizky


Namun Rizky menatapnya heran


"Ada apa denganmu? Kau sungguh sudah sembuh bukan?" tanya Rizky


"Aku ingin tertawa karena sangat jarang seorang Tuan Muda Rizky Arkansas Graham menjelaskan sesuatu dengan panjang" jawab Amanda sambil terkekeh singkat


Rizky menghembuskan nafasnya pelan dan kembali menatap jalanan yang saat ini sedang dilalui mereka


"Cobalah untuk tidak bersikap dingin Rizky. Tidak semua orang harus kau anggap sebagai orang asing. Terutama para pekerja yang ada di semua tempat tinggalmu. Mereka harusnya kau anggap seperti keluarga juga karena mereka sudah mengurus semua tempat kediaman mu yang banyak itu" Amanda menjelaskan hal yang diluar dugaan Rizky


Rizky menoleh dan menatap Amanda sekilas. Namun gadis itu sedang menatap ke luar jendela


Rizky bisa melihat sekilas tatapan Sendu yang ada di mata gadis itu. Dia mengusap wajahnya kasar


("Ayolah Rizky. Kembali ke sikap awal dimana kau belum pernah bertemu dengan gadis ini. Kenapa tiap kali kau melihat ada kesedihan di hidupnya kau langsung tidak tega") ucap Rizky dalam hati

__ADS_1


Dan setelahnya hanya ada keheningan lagi di mobil itu


🌻🌻🌻


__ADS_2